• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan selama bulan September sampai Oktober 2016. Sebelum wawancara, peneliti melakukan rapport pada setiap partisipan agar partisipan lebih nyaman dan terbuka. Proses wawancara dilakukan sebanyak dua kali. Berikut ini, waktu dan tempat pelaksanaan penelitian :

Tabel 4.1 Waktu dan Tempat Penelitian

No. Keterangan Partisipan 1 Partisipan 2 Partisipan 3 1. Perkenalan dan rapport Sabtu, 10 September 2016 (14.00 WIB) di rumah partisipan Minggu, 18 September 2016 (14.00 WIB) di Loco Store Kamis, 29 September 2016 (13.00 WIB) di ruang BK SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 2. Wawancara Pertama Sabtu, 17 September 2016 (14.00 WIB) di rumah partisipan Minggu, 25 September 2016 (12.00 WIB) di Loco Store Selasa, 4 Oktober 2016 (16.00 WIB) di tempat makan 3. Wawancara Kedua Senin, 3 Oktober 2016 (16.00 WIB) di Rabu, 5 Oktober 2016 (14.00 WIB) di tempat makan Senin, 17 Oktober 2016 (14.30 WIB) di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

B. Latar Belakang

Pada latar belakang ini, peneliti akan mengungkapkan latar belakang para partisipan dengan ayahnya, peristiwa partisipan tidak memperoleh pengasuhan ayahnya, dan pengaruh ketidakhadiran ayah di akademik para partisipan.

1. Latar Belakang AD

AD tidak terlalu dekat dengan ayahnya karena terakhir kali AD bertemu ayahnya saat AD masih berumur 2 tahun. AD tidak terlalu ingat apa yang terjadi saat itu. Tetapi yang AD ingat adalah pada saat itu keluarga AD tinggal di Jakarta. AD masih tinggal dengan kakaknya. Ayah AD datang dari bandara dan AD menjemput ayahnya. Setelah itu, keluarga AD pulang ke rumah. Keesokan harinya, AD bangun tidur dan menanyakan keberadaan ayahnya pada ibunya. Ternyata ayahnya pergi. Ayah AD tidak pernah menghubungi ibu dan AD selama beberapa tahun. AD tidak tahu alasan ayahnya pergi dari dirinya dan ibunya. Namun, akhirnya sekarang AD sudah mendapatkan kontak ayahnya dan ibu AD menjalin kontak lagi dengan ayahnya. AD jarang menjalin komunikasi dengan ayahnya setelah mendapatkan kontak ayahnya. AD mengatakan bahwa dirinya sudah terbiasa dari kecil untuk tidak berhubungan dengan ayahnya. Sehingga ia merasa biasa saja jika tidak pernah bertemu ayahnya.

Selama ini, AD merasa biasa saja hidup tanpa ayahnya di rumah. Hal tersebut terjadi karena AD tidak pernah bertemu dengan ayahnya dan sudah lupa dengan wajah ayahnya. Seandainya ayah AD pulang saat ini juga, mungkin AD akan merindukan ayahnya. Namun, ayah AD tidak pernah pulang ke rumah.

2. Latar Belakang VN

Ayah VN meninggal pada saat VN masih kelas lima SD karena penyakit komplikasi yang disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi obat.

VN dekat dengan ayahnya sewaktu ayahnya masih hidup. Pada saat itu, keluarga VN masih tinggal di Kalasan. VN sering keliling kompleks menggunakan motor bersama ayahnya. Ayahnya sering mengajak VN mengikuti kegiatan outbond bersama. VN dan ayahnya pun sering menonton film kartun ataupun acara televisi yang berbau petualangan. Ayah VN dulunya bekerja di Erlangga, sehingga ayah VN selalu membawakan banyak buku untuk VN. Bahkan dalam waktu seminggu, ayahnya bisa memberikan buku lebih dari sekali. Tidak hanya memberikan buku pelajaran, ayah VN juga memberikan buku cerita, agama, ataupun buku gambar. VN merasa terbantu untuk belajar dan tidak merasa bosan untuk belajar. Dulu VN sangat gemar membaca karena pemberian ayahnya tersebut. Tetapi sekarang VN tidak terlalu suka membaca. Selain itu, VN juga mengatakan bahwa ayahnya selalu memantau nilai dan rangking VN. Ayah VN selalu menanyakan apa yang sulit dari pelajaran VN. Sehingga VN selalu bertanya dan minta tolong pada ayahnya. Pada suatu saat VN pernah diajarin ayahnya tentang pelajaran matematika. VN sangat mempercayai ayahnya. Namun, ternyata keesokkan harinya VN malah mendapat nilai nol. VN menganggap hal tersebut lucu karena VN benar-benar yakin bahwa ia akan memperoleh nilai 100. Menurutnya, mungkin ayahnya sudah lupa mengerjakan pelajaran matematika.

Sewaktu VN masih kecil, orangtua VN bekerja semua dan VN dirawat oleh pembantu di rumah. Setiap malam sepulang kerja, ibu VN selalu menyiapkan

waktu untuk VN. Terkadang VN bertanya pada ibunya mengenai PRnya. Tetapi, ibunya juga tidak terlalu mengerti mengenai mata pelajaran anaknya. VN pun menjadi berusaha untuk belajar sendiri. Kemudian, adik VN lahir. Ayah VN sibuk bekerja dan ibunya menjadi sibuk mengurus adiknya. Sehingga VN menjadi terbiasa untuk belajar sendiri dari kelas 4 SD. Tetapi, jika benar-benar bingung, VN tetap bertanya pada orangtuanya. Setelah ayahnya meninggal, VN berusaha belajar secara mandiri.

3. Latar Belakang DT

DT menceritakan bahwa dirinya sudah broken home dari kecil. Informasi yang DT ketahui mengenai ayahnya adalah ayahnya masih hidup sampai saat ini, namun DT tidak pernah bertemu dengan ayahnya. DT tidak mengerti sama sekali tentang ayahnya sedari DT masih sangat kecil. DT sama sekali tidak mengingat apa pun tentang ayahnya. Ibu DT mengatakan bahwa ibunya akan menceritakan segalanya kelak saat DT sudah siap. DT tidak memaksa ibunya untuk cerita tentang ayahnya. Menurut ibunya, di saat waktu sudah tepat, ibunya akan terbuka tentang masa lalu keluarganya. DT berpikir mungkin ada hal yang tidak bisa DT terima jika DT mengetahui cerita ibunya. Namun, dari hal tersebut DT memutuskan untuk tidak akan berbuat hal-hal bodoh jika ia sudah mengetahuinya. Secara keseluruhan, dapat terlihat bahwa pengaruh fatherless tidak terlalu terlihat pada perkembangan akademik para partisipan. VN memperoleh dukungan akademik dari ayahnya, namun setelah ayahnya meninggal, ia tetap bisa berprestasi. Sedangkan pada AD dan DT, mereka tidak pernah bertemu atau memperoleh pengasuhan ayah. Kenyataan tersebut merupakan hal yang menarik,

karena dapat disimpulkan bahwa ketiga partisipan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, selain faktor dukungan ayah dalam berprestasi.

Dokumen terkait