• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV METODE PENELITIAN

TOTAL SKOR IFE

VI. ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN

2) Peluang dan Ancaman

Identifikasi terhadap lingkungan eksternal toko Rumah Durian Harum dilakukan untuk menentukan faktor-faktor kunci yang menjadi peluang dan ancaman. Secara ringkas hasil analisis disajikan pada Tabel 15 berikut.

a). Peluang

Kelangsungan suatu usaha sangat dipengaruhi oleh faktor politik atau pemerintah. Adanya peraturan pemerintah mengenai hukum usaha dengan sanksi tegas bila terjadi pelanggaran menjadi peluang bagi Rumah Durian Harum karena menjadi hambatan masuk bagi pesaing baru memasuki industri. Ketentuan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 112 Tahun 2007 serta Perda DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2002.

Penduduk Indonesia cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu pada periode tahun 2007-2010 sebesar 1,60 persen. Sementara itu, untuk penduduk DKI Jakarta laju pertumbuhan periode 2007-2010 rata-rata sebesar 0,77 persen. Pertambahan jumlah penduduk merupakan peluang bagi Rumah Durian Harum dalam hal upah tenaga kerja murah karena jumlah penawaran tenaga kerja yang tinggi dan peluang perolehan profit dan pangsa pasar karena beraneka ragamnya konsumen yang ada.

Meningkatnya populasi penduduk berdampak pula pada meningkatnya permintaan masyarakat terhadap konsumsi makanan yang dilihat berdasarkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk kelompok bahan makanan pada periode tahun 2007-2011 sebesar 13,99 persen. Sedangkan untuk kelompok bahan makanan buah-buahan juga mengalami peningkatan pengeluaran rata-rata per kapita setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 10,18 persen (BPS, 2011). Besarnya pengeluaran untuk makanan termasuk buah-buahan menunjukkan daya beli konsumen yang tinggi sehingga menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan produk.

Perkembangan teknologi produksi, komunikasi, informasi pasar dan transportasi merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan toko Rumah Durian Harum, yaitu:

i). Dalam pelaksanaan kegiatan operasional sehari-hari, penggunaan telepon, komputer dapat mempermudah jarak, dan transaksi jual beli dengan konsumen.

ii). Pengemasan produk buah-buahan terutama durian dan produk olahan berbahan baku durian lain agar dalam proses pengiriman dari pemasok lokal maupun asing sampai toko tidak rusak dan mengurangi kualitas produk.

iii). Pemanfaatan teknologi untuk mengetahui informasi pasar termasuk mengenai pesaing lama maupun baru yang menjual produk serupa dengan Toko Rumah Durian Harum.

Dalam industri ini memang terdapat cukup banyak toko sejenis dengan produk yang sama, namun dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki Rumah Durian Harum dalam hal beragamnya varietas durian yang ditawarkan dan kualitas buah durian yang sesuai dengan selera konsumen pada umumnya dan kalangan pecinta durian khususnya dimana daging buah durian tebal dan bertekstur lembut, kering atau pulen, aroma kuat serta rasa yang manis legit. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kekuatan tawar-menawar konsumen tergolong rendah sehingga

konsumen tidak dapat menekan harga, menuntut kualitas yang lebih tinggi atau layanan lebih baik.

Startegi pemasaran melalui personal juga memberikan pengaruh positif pula terhadap loyalitas pelanggan dimana menumbuhkan kedekatan emosional secara langsung antara pengelola usaha dengan konsumen yang sebagian besar adalah pencinta durian.

b). Ancaman

Kementerian Pertanian RI pada tahun 2011 melakukan pembatasan terhadap impor buah dan hal tersebut akan memperkuat daya tawar pemasok dalam mempengaruhi suplai atau pasokan toko Rumah Durian Harum Kalimalang, Jakarta Timur dimana sebagian produk yang dipasarkan merupakan buah impor.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diiringi dengan peningkatan laju inflasi dimana pada tahun 2010 tingkat inflasi sebesar 3,91 persen meningkat menjadi 6,16 persen pada tahun 2011 (BPS 2011). Dimana perekonomian Indonesia pada tahun 2011 tumbuh sebesar 6,5 persen dibanding tahun 2010. Kondisi tersebut secara tidak langsung mengakibatkan kenaikan tarif sewa listrik dan sewa tempat yang akhirnya akan meningkatkan biaya produksi usaha Rumah Durian Harum.

Persaingan antara perusahaan sejenis relatif tinggi dimana jumlah kompetitor skala usaha menengah dan besar cukup banyak seperti Giant dan Super Indo yang sudah memiliki pangsa pasar dan saluran distribusi tersendiri. Hal tersebut dipicu oleh besarnya potensi perdagangan buah- buahan di Jakarta, dimana terdapat peningkatan rata-rata per kapita sebulan untuk bahan makanan termasuk buah-buahan di provinsi Jakarta pada tahun 2009 sebesar Rp 357.934 menjadi Rp 398.782 pada tahun 2010 atau meningkat sebesar 10,24.

Faktor lain yang dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan usaha Rumah Durian Harum adalah adanya produk substitusi dalam suatu industri yang memiliki keunggulan seperti harga lebih murah atau kualitas yang sama baik. Produk pengganti yang harus diperhitungkan adalah buah impor jenis lain serta produk olahan seperti dodol, es krim,

pancake dengan bahan baku jenis buah lain yang sudah banyak dikenal masyarakat secara umum.

Toko Rumah Durian Harum memiliki pemasok tetap yang menyediakan buah kualitas terbaik baik untuk produk lokal (para petani durian di Medan, Banyumas, dan Bogor) maupun produk impor. Ketersediaan pasokan pada Rumah Durian Harum sangat bergantung pada pemasok importir buah yang jumlahnya terbatas. Sehingga kekuatan tawar- menawar pemasok tinggi terhadap industri dimana pemasok mampu mempengaruhi industri melalui kemampuannya menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk.

Kapasitas produksi untuk produk olahan durian yang merupakan produk sampingan masih belum optimal karena keterbatasan penggunaan alat pengolahan yang masih semi modern dan jumlah tenaga kerja yang sedikit.

Sumber: Data Primer, Diolah (2012)

Tabel 15. Peluang dan Ancaman Toko Rumah Durian Harum Kalimalang

Faktor Eksternal Peluang (Opportunities) Ancaman (Threats) A. Lingkungan Jauh

1. Politik/Pemerintah 1. Peraturan pemerintah mengenai hukum usaha.

1. Kebijakan Kementerian Pertanian RI

memperketat proses impor buah yang termasuk kategori pangan segar.

2. Ekonomi 2. Kenaikan tarif listrik,

sewa tempat maupun BBM.

3. Sosial 2. Peningkatan pengeluaran rata-rata bahan makanan buah-buahan per kapita sebulan.

3. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. 4. Teknologi 4. Perkembangan teknologi

produksi, komunikasi, informasi pasar dan transportasi. B. Lingkungan Industri

1. Konsumen 5. Rendahnya tawar-menawar pelanggan.

6. Loyalitas pelanggan tinggi.

2. Pesaing 3. Persaingan antara

perusahaan sejenis. 4. Ancaman produk substitusi.

3. Pemasok 5. Tingginya daya tawar-

menawar pemasok lokal dan importir.

Dokumen terkait