BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Pengaruh Pengeloaan Uang Saku Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Di Tengah Pandemi Covid-19
Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan uang saku tidak berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi di tengah pandemi. Hasil penelitian ini menunjukkan, perubahan jumlah uang saku yang diterima tidak mempengaruhi pengelolaan yang diterapkan mahasiswa.
Pengelolaan uang saku tidak berpengaruh disebabkan mahasiswa Pendidikan Ekonomi sebagian besar selama pandemi tidak berada di kos, dan sudah berada di rumah. Dimana saat berada di rumah kebutuhan sehari-hari lebih terpenuhi. Sehingga, gaya hidup yang dijalani di kos sebelum pandemi dengan saat di rumah selama di tengah pandemi tidak jauh berbeda.
Selain itu, pengelolaan uang saku tidak berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa sebab pada dasarnya meskipun keterbatasan uang saku yang diterima akan tetapi mahasiswa masih bisa memenuhi semua kebutuhan. Berdasarkan pada hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Pendidikan Ekonomi kurang setuju jika kondisi ekonomi orang tua mempengaruhi dalam pengelolaan uang saku yang dilakukan. Oleh sebab itu, pada dasarnya pengelolaan uang saku yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Ekonomi masih dikatakan stabil serta gaya hidup yang dijalani tidak mengalami perubahan yang
berarti meskipun dalam kondisinya jumlah uang saku yang diterima berkurang.
Hal ini berarti hipotesis dalam penelitian ditolak. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian dari Fiqriyah, Wahyono, dan Inayati (2016). Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan uang saku berpengaruh terhadap rasionalitas perilaku konsumsi siswa.
Kemampuan pengelolaan uang saku yang tinggi maka rasionalitas perilaku konsumtif juga akan tinggi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan uang saku sebelum pandemi Covid-19 dan setelah adanya pandemi Covid-19 tidak berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi.
Secara garis besar mahasiswa tidak merasa terganggu dengan gaya hidup yang dijalani setelah adanya pandemi meskipun keterbatasan uang saku yang diterima yang juga mempengaruhi pada pengelolaan uang saku yang dilakukan. Selain itu, dalam penelitian ini pengelolaan uang saku mahasiswa Pendidikan Ekonomi termasuk dalam kategori sangat baik dengan jumlah 57 mahasiswa (47,5%). Artinya, pengelolaan yang diterapkan mahasiswa sudah sesuai dengan pemahaman mengenai pengelolaan uang saku, kondisi ekonomi orang tua, serta jumlah uang saku yang diterima.
2. Pengaruh Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Di Tengah Pandemi Covid-19
Berdasarkan hasil analisis yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi di tengah pandemi Covid-19, hal ini berarti hipotesis dalam penelitian diterima. Dimana media sosial tidak semata-mata hanya berguna sebagai sarana komunikasi, namun dengan adanya media sosial di era modern ini memberikan dampak yang lebih luas. Seperti di era pandemi saat ini, mahasiswa Pendidikan Ekonomi sangat bergantung pada penggunaan media sosial sebagai media guna membantu dalam melakukan kegiatan perkuliahan ataupun kegiatan lain dalam menjalankan WFH. Menurut hasil penelitian, berdasarkan pada indikator penggunaan media sosial diperoleh hasil bahwa mahasiswa Pendidikan Ekonomi sebanyak 64 responden (53,3%) termasuk dalam kategori sangat baik. Artinya, mahasiswa dapat memanfaatkan dan menggunakan media sosial sebagaimana mestinya, mampu memahami dampak positif dan negatif dalam penggunaan media sosial, memahami penggunaan akun untuk media sosial, serta mahasiswa dapat mengalokasikan waktu dengan baik dalam penggunaan media sosial.
Penggunaan media sosial sangat membantu bagi mahasiswa selama masa pandemi Covid-19. Selain dalam hal perkuliahan, penggunaan media sosial dapat memiliki pengaruh terhadap gaya hidup penggunanya. Dimana gaya hidup yang dijalani mahasiswa sebagaian besar terpengaruh dari konten ataupun referensi yang diperoleh dari
media sosial. Kemudahan dalam mengakses media sosial didukung oleh keadaan saat pandemi mengakibatkan semakin banyak pengaruh yang diberikan dalam hal menggunakan media sosial. Dengan demikian, seseorang akan sering memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana dalam memenuhi kebutuhannya atau sebagai hiburan di waktu bosan atau senggang. Sehingga gaya hidup yang sudah dijalani dapat juga terpengaruhi oleh keadaan saat ini dan juga media sosial sebagai media yang wajib di gunakan khususnya di era pandemi.
Dimana penelitian ini sejalan dengan penelitan dari Karmila, Ananda, dan Indrawadi (2018) menyatakan bahwa media sosial dapat menampilkan berbagai macam tayangan termasuk iklan yang dapat mempengaruhi siswa, sehingga gaya hidup konsumtif lebih dominan.
Hasil penelitian Karmila, Ananda, dan Indrawadi (2018) menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga media sosial memiliki pengaruh terhadap gaya hidup siswa di SMA Negeri 3 Solok.
3. Pengaruh Pengelolaan Uang Saku Dan Media Sosial Secara Bersama-sama Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Di Tengah Pandemi Covid-19
Hasil uji F menunjukkan bahwa hipotesis diterima bahwa pengelolaan uang saku dan media sosial memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini juga ditunjukkan koefisien determinasi yaitu sebesar 0,258 yang berarti pengelolaan
uang saku dan media sosial secara simultan berpengaruh sebesar 25,8%
dalam gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi, sedangkan sisanya sebesar 74,2% dipengaruhi oleh faktor lain.
Pengelolaan uang saku dan media sosial merupakan salah satu faktor yang dapat merubah gaya hidup mahasiswa. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi memanfaatkan media sosial sebagai referensi dalam menjalankan gaya hidup. Dalam upaya memenuhi standar gaya hidup yang diterapkan, mahasiswa Pendidikan Ekonomi akan memenuhi segala kebutuhan yang menjadi penunjang gaya hidup menggunakan uang saku yang diterima. Sehingga pengelolaan uang saku yang tepat dibutuhkan agar uang saku yang dimiliki mahasiswa dapat memenuhi semua kebutuhan, agar gaya hidup mahasiswa dapat sesuai dengan ekpektasi. Oleh sebab itu, semakin sering mahasiswa dalam menggunakan media sosial, semakin terpengaruhnya konten yang disajikan dalam media sosial, maka semakin perlunya pengelolaan yang baik agar uang saku yang dimiliki mahasiswa dapat menunjang gaya hidup yang dijalani.
Penelitian ini sejalan dengan Erlina Sari, dan Nila Andriani (2018) yang menyatakan bahwa kebebasan mahasiswa dalam menggunakan uang saku tanpa bisa mengelolanya akan menimbulkan kecenderungan gaya hidup yang hedonis. Serta menurut penelitian dari Karmila, Ananda, dan Indrawadi (2018) menyatakan bahwa media
sosial berpengaruh terhadap perilaku dalam memenuhi kebutuhan dalam gaya hidup.
Dengan demikian, dalam perubahan kondisi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 gaya hidup mahasiswa mengalami perubahan secara menyeluruh maupun hanya sebagian saja. Gaya hidup mahasiswa pada umumnya didorong oleh uang saku yang mereka peroleh dan cara mengelolanya, serta penggunaan media sosial yang digunakan sebagai salah satu faktor pendukung perubahan gaya hidup.
90
BAB VI
KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari pembahasan yang sudah diuraikan mengenai pengelolaan uang saku, dan media sosial terhadap gaya hidup dapat ditarik kesimpulan yaitu.
1. Pengelolaan uang saku tidak berpengaruh secara signifikan terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma di tengah pandemi Covid-19. Hal ini menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 meskipun uang saku sebagian besar mahasiswa berkurang, namun pengelolaan uang saku tidak berubah sebab sebagian mahasiswa sudah berada di rumah dan segala kebutuhan sudah terpenuhi di rumah. Sehingga gaya hidup yang dijalani tidak terpengaruhi.
2. Media sosial berpengaruh secara signifikan terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma di tengah pandemi 19. Hal ini menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 media sosial memiliki peran, dampak, dan pengaruhnya tersendiri terhadap gaya hidup. Semakin sering mahasiswa menggunakan dan memanfaatkan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, maka gaya hidup yang dijalani akan terpengaruh oleh konten-konten atau informasi yang diperoleh di media sosial.
3. Berdasarkan uji F diperoleh bahwa pengelolaan uang saku dan media sosial berpengaruh secara simultan terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma di tengah pandemi Covid-19. Hal ini berarti, semakin tinggi gaya hidup yang dijalani maka pengelolaan uang saku yang dibutuhkan harus semakin baik agar uang saku yang diterima dapat menunjang kebutuhan gaya hidup, serta penggunaan media sosial yang terus-menerus akan semakin berdampak pada gaya hidup mahasiswa. Sebaliknya, gaya hidup yang dijalani semakin sederhana maka pengelolaan uang saku yang diterapkan semakin mudah, dan penggunaan media sosial akan sesuai dengan kebutuhannya.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disampai beberapa saran sebagai berikut:
1. Hasil pengujian hipotesis secara parsial dan simultan diketahui bahwa variabel pengelolaan uang saku (X1) tidak berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa di tengah pandemi Covid-19 dan variabel media sosial (X2) berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa di tengah pandemi Covid-19. Maka dari itu, bagi penelitian selanjutnya dapat menemukan variabel-variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap gaya hidup seperti keluarga, budaya, dan / atau kondisi ekonomi.
2. Berdasarkan hasil penelitian, pengelolaan uang saku dan media sosial berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi di
tengah pandemi Covid-19. Dengan demikian, hendaknya mahasiswa mampu menerapkan gaya hidup yang ideal sesuai dengan kondisi mahasiswa. Meskipun dalam penelitian mahasiswa sudah dapat melakukan pengelolaan uang saku dengan baik serta menggunakan media sosial dengan baik diharapkan mahasiswa tidak terpengaruh dengan informasi dari media sosial ataupun lebih mementingkan kebutuhan daripada keinginan.
3. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan instrumen-instrumen lebih baik lagi, seperti isi pernyataan dalam instrumen sesuai dengan indikator yang digunakan, peenjelasan pernyataan dalam instrumen penelitian tidak membingungkan responden serta sesuai dengan variabel penelitian yang diteliti.
C. Keterbatasan
Selama melaksanakan penelitian skripsi ini penulis mengetahui masih terdapat banyak keterbatasan serta kekurangan dalam penulisan penelitian ini. Keterbatasan yang dialami penulis selama melaksanakan penelitian adalah.
1. Penelitian ini hanya mengkaji mengenai variabel pengelolaan uang saku, media sosial, dan gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi di tengah pandemi Covid-19 hanya sebesar 25,8% dan sisanya 74,2% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Dengan demikian, penelitian ini belum mampu menjelaskan secara
lebih detail dan luas faktor-faktor yang dapat mempengaruh gaya hidup mahasiswa.
2. Data dalam penelitian ini di ambil dengan menggunakan kuesioner yang disebar menggunkan link google form, sehingga peneliti tidak mengetahui apakah responden mengisi angket dengan benar dan link diisi oleh responden yang sesungguhnya.
3. Variabel yang dipilih hanya dua, yaitu pengelolaan uang saku dan media sosial. Akan tetapi pada kenyataannya masih ada variabel-variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap variabel-variabel gaya hidup yang dapat diteliti lebih lanjut.
4. Instrumen dalam penelitian masih kurang menunjukkan mengenai variabel yang diteliti, sehingga instrumen yang digunakan masih sangat terbatas seperti dari segi isi instrumen yang belum sesuai.
5. Penyebaran angket penelitian menggunakan google form sehingga saat angket dibagikan masih ada sebagian responden yang tidak langsung mengisi angket, yang mengakibatkan data yang terkumpul membutuhkan waktu lebih lama dari pada saat angket di sebarkan secara langsung.
94
DAFTAR PUSTAKA
Adlin, Alfahtri. (2006). Resistensi Gaya Hidup. Yogyakarta: Jalasutra
Ameliawati, W., dan Setiyani, R. (2018). “Financial Socialization, and Financial Experience to Financial Management Behavior with Economic” Jurnal Bisnis dan Ekonomi. 1, 811-832.
Apple, G., et al. (2020). “The Future of Social Media in Marketing” Journal of The Academy Of Marketing Science. 48, 79-95.
Chaney, David. (2017). Lifestyles, Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta:
Jalasutra
Chitra, Mia. (2020). Pengaruh pandemi covid-19 pada gaya hidup dan kebiasaan bekerja orang Indonesia. Lifestyle.bisnis.com [online]. Tersedia:
https://lifestyle.bisnis.com/read/20200413/219/1226002/pengaruh- pandemi-covid-19-pada-gaya-hidup-dan-kebiasaan-bekerja-orang-indonesia[2 Desember 2020]
Collins, H. (1993). Dictionary of Economics. Glassglow: Harper Collin Publisher.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No. 27 Tahun 2008 Tentang Standar Akademik dan Kempetensi Konselor.
Djaali, H. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara
Dwiastuti, Rini., et al. (2012). Ilmu Perilaku Konsumen. Malang: Universitas Brawijaya
Erliana Sari, N. dan Nila Andriani, D. (2018). “Hubungan Jumlah Uang Saku Dengan Gaya Hidup Hedonis Mahasiswa Di Kota Madiun” Jurnal Pendidikan Ekonomi. 6, (2).
Fahmi Ahman Burhan. (2020). Pengguna Whatsapp dan Instagram Melonjak 40%
Selama Pandemi Corona. Katadata.co.id [online]. Tersedia:
https://katadata.co.id/febrinaiskana/digital/5e9a41f84eb85/penggunaan-whatsapp-dan-instagram-melonjak-40-selama-pandemi-corona[9 November 2020]
Fiqriyah, R., Wahyono, H., dan Inayati, R. (2016). “Pengaruh Pengelolaan Uang Saku, Modernitas, Kecerdasan Emosional, Dan Pemahaman Dasar Ekonomi Terhadap Rasionalitas Perilaku Konsumsi Siswa Kelas X IIS MAN 1 Malang” Jurnal Pendidikan Ekonomi. 9, (1).
Hidayatullah, S. (2020). Memahami Jenis-Jenis Media Sosial. MarketingCraft [online]. Tersedia: https://marketingcraft.getcraft.com/id-articles/memahami-jenis jenis-media-sosial [9 November 2020]
Arti Uang Saku.https://kbbi.web.id/uang [14 Oktober 2020]
Karmila, R., Ananda, A., dan Indrawadi, J. (2018). “Pengaruh Media Sosial Dan Konsep Diri Terhadap Gaya Hidup Siswa SMAN 3 Kota Solok” Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan. 15, (2).
Kotler, Philip., dan Amstrong Gary. (2006). Principles of Marketing, 11th Edition.
New Jersey: Prentice Hall.
Leksono, F., dan Vhalery, R. (2019). “Pengaruh Self Knowledge Dan Self Deception Terhadap Pengelolaan Uang Saku” Research and Development Journal of Education. 6, (1), 28-40.
Mandey, Silvya. (2009). “Pengaruh Faktor Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen” Jurnal Ekonomi Manajemen. 6, (1).
Materniawati, Rusina. (2012). Mental Accounting dalam Pengelolaan Uang Saku.
Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Mc Quail, D. (2003). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.
Monanda, R. (2017). “Pengaruh Media Sosial Instagram @AWKARIN Terhadap Gaya Hidup Hedonis di Kalangan Followers Remaja” Jurnal Ilmu Komunikasi, 4, (2).
Mowen, John C., dan Michael Minor. (2002). Perilaku Konsumen atau Consumer Behavior. Terjemahan Lina Salim. Jakarta: Erlangga.
Nasrullah, Rulli. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Socioteknologi. Bandung: Rekatama Media.
Nugroho, Setiadi. (2003). Perilaku Konsumen Edisi Pertama. Jakarta: Prenada Media.
Paul, Lermitte. (2004). Agar Anak Pandai Mengelola Uang. Jakarta: Gramedia.
Rasyidah. (2017). Pengaruh Penggunaan Media Sosial dan Jenis-Jenis Media Sosial Terhadap Intensitas Belajar PAI Siswa Kelas VIII di SMPN 3 Karang Dowo Klaten Tahun Pelajaran 2016/2017. Surakarta: Institut Agama Islam Negeri Surakarta.
Reza, Fahmi., dan Prima Aswirna. (2020). “Pengaruh Covid-19 terhadap Kecemasan di Kalangan Mahasiswa” Jurnal Psikologi. 1, (1).
Romeltea. (2014). Media sosial: pengertian, karakteristik, dan jenis.
romelteamedia.com [online].
Rusmawati, Zeni. (2013). “Internalisasi Pendidikan Keuangan kedalam Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya” Jurnal Ekonomi Manajemen. 1, (4), 343-353.
Saravan, S., dan Devakinandini, V. (2014). “A Study on Perception of College Students about Spending of Pocket Money with References to Student Studying in Art and Science Colleges in Coimbatone” Journal of Marketing Financial Services and Management Research. 3, (3).
Saufika, A., et al. (2012). “Gaya Hidup dan Kebiasaan Makan Mahasiswa” Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 5, (2), 157-165.
Soeparno, K., dan Sandra, L. (2011). “Social Psychology: The Passion Of Psychology.” Jurnal Psikologi. 19, (1), 16-28.
Solomon, Michael. (2009). Consumer Behavior: Buying, Having, and Being 8 Edition. New York: Pearson Prentice Hall.
Sugiyono. (2017). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Sumawarman, Ujang. (2011). Perilaku Konsumen Edisi Kedua. Bogor: Galia Indonesia.
Sutisna. (2002). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Syahputra, Iswadi. (2019). Media Relations: Teori, Strategi, Praktik, dan Media Inteligen. Jakarta: PT Raja Grafindo
Taba, Muji. (2012). Uang Saku Untuk Anak. [online]. Tersedia:
https://sites.google.com [15 Oktober 2020]
Triastuti, Endah., et al. (2017). Kajian Dampak Penggunaan Media Sosial Bagi Anak dan Remaja. Jakarta: Pusat Kajian Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.
97
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
SURAT IJIN PENELITIAN
LAMPIRAN 2
KUESIONER PENELITIAN
Hal : Pengisian Kuesioner
Kepada Yth.
Mahasiswa/i Pendidikan Ekonomi Bkk Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Akuntansi Angkatan 2018 dan 2019, FKIP, Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
Dengan hormat,
Salam sejahtera bagi kita semua, Perkenalkan saya Regina Dyah Saraswati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi, Universitas Sanata Dharma. Saya bermaksud untuk melaksanakan kegiatan penelitian dengan judul “Pengaruh Pengelolaan Uang Saku dan Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma Di Tengah Pandemi Covid-19”. Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir saya.
Dengan ini, saya memohon ketersediaan saudara/i untuk dapat
menjadi
responden saya dan dapat meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner tersebut dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban responden serta dapat memastikan bahwa jawaban yang diberikan hanya semata-mata digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini.
Saya mohon maaf jika hal ini dapat mengganggu aktivitas saudara/i. Atas perhatiannya, saya ucapkan terimakasih.
Yogyakarta, 30 April 2021
Regina Dyah Saraswati
Kuesioner Penelitian
A. Petunjuk Pengisisan
1. Isilah identitas anda secara lengkap dan benar sesuai dengan kenyataan 2. Bacalah setiap pernyataan dalam kuesioner dengan saksama
3. berilah tanda centang (√) pada pilihan jawaban yang tersedia SS : sangat setuju
S : setuju
KS : kurang setuju TS : tidak setuju STS : sangat tidak setuju
B. Identitas Responden
Nama :
Prodi :
Angkatan :
Jenis Kelamin :
Uang saku sebelum pandemi (per bulan) : Uang saku sesudah pandemi (per bulan) :
Akumulasi waktu penggunaan media sosial sebelum pandemi : a. < 5 jam per hari
b. 5 jam – 12 jam per hari c. > 12 jam per hari
Akumulasi waktu penggunaan media sosial setelah pandemi : a. < 5 jam per hari
b. 5 jam – 12 jam per hari c. > 12 jam per hari
1. PENGELOLAAN UANG SAKU
No Pernyataan Tanggapan
SS S KS TS STS
1. Saya memahami mengenai arti uang saku 2.
Pengelolaan uang saku saya berdasarkan jumlah uang yang diberikan orang tua
3.
Semakin besar jumlah uang saku yang diberikan berpengaruh pada tingkat kebutuhan dalam berbelanja
4.
Orang tua memberikan uang saku kepada saya berdasarkan kondisi ekonomi
5.
Kondisi ekonomi orang tua dapat berpengaruh dalam pengelolaan uang saku saya
6.
Jumlah uang saku yang diberikan orang tua saya berkurang karena kondisi ekonomi terguncang akibat covid-19
2. MEDIA SOSIAL
No Pernyataan Tanggapan
SS S KS TS STS
1.
Saat diberlakukan WFH saya semakin sering menggunakan media sosial sampai lupa waktu
2.
Saya membuat akun media sosial sesuai dengan identitas diri saya yang sebenarnya
3.
Lebih baik media sosial yang saya miliki memiliki akun yang sama sesuai dengan alamat email yang digunakan
4.
Akun media sosial yang sesuai dengan identitas saya, dapat mempermudah dalam mengatasi masalah dalam mengakses media sosial, seperti masalah lupa password
5.
Saya menggunakan media sosial sebagai salah satu sumber referensi untuk memproleh informasi
6.
Penggunaan media sosial membantu saya dalam berbagai hal khususnya bahan untuk kuliah di saat WFH
7.
Salah satu dampak baik dari penggunaan media sosial adalah semakin mempermudah komunikasi khususnya di saat WFH
8.
Dampak buruk dalam penggunaan media sosial di era pandemi adalah semakin boros kouta internet
3. GAYA HIDUP
No Pernyataan Tanggapan
SS S KS TS STS melakukan kegiatan yang bermanfaat
3.
Saya menjadi bermalas-malasan setalah adanya WFH
4.
Saya lebih memilih berdiam diri di rumah karena merasa di saat seperti ini lebih baik untuk tidak melakukan apa-apa
5.
Dimasa pandemi covid-19 saya dapat mengembangkan hobi yang dimiliki
6.
Selama WFH menumbuhkan ketertarikan terhadap hal baru seperti berbisnis, dll
7.
Selama masa pandemi membuat saya merasa bosan, tidak ada kegiatan yang dapat menumbuhkan minat dalam diri saya.
8.
Saya khawatir saat pertama kali kasus covid-19 menyerang Indonesia
9.
Dengan adanya covid-19 ini membuat saya berempati terhadap keadaan dan berpikir lebih jauh mengenai masa depan
LAMPIRAN 3
DATA MENTAH PENELITIAN
Data Mentah Variabel Pengelolaan Uang Saku
B1 5 5 5 5 5 5 30
C19 4 4 5 4 5 3 25
Data Mentah Media Sosial
B1 2 2 3 3 5 5 4 5 29
C19 2 4 4 5 5 5 5 4 34
Data Mentah Gaya Hidup
B1 5 3 4 1 4 5 5 3 5 35
C19 5 4 3 5 4 4 3 3 5 36
LAMPIRAN 4
HASIL UJI VALIDITAS DAN
REABILITAS
A. Hasil Uji Validitas Pengelolaan Uang Saku Uji Validitas Pengujian I
Butir Soal r hitung r tabel Keterangan
Uji Validitas Pengujian II
Butir Soal r hitung r tabel Keterangan
B. Hasil Uji Validitas Media Sosial
Uji Validitas Pengujian I
Butir Soal r hitung r tabel Keterangan
Uji Validitas Pengujian II
C. Hasil Uji Validitas Gaya Hidup
Uji Validitas Pengujian I
Butir Soal r hitung r tabel Keterangan
Uji Validitas Pengujian II
Butir Soal r hitung r tabel Keterangan
A. Hasil Uji Reabilitas Pengelolaan Uang Saku
B. Hasil Uji Reabilitas Media Sosial
C. Hasil Uji Reabilitas Gaya Hidup
LAMPIRAN 5
UJI NORMALITAS DAN
LINEARITAS
A. Uji Normalitas
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 3.68737698
Most Extreme Differences Absolute .066
Positive .066
Negative -.045
Test Statistic .066
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
ANOVA Table
LAMPIRAN 6
UJI ASUMSI KLASIK
A. Uji Multikolinearitas
a. Dependent Variable: gaya hidup
B. Uji Heterokedastisitas
Correlations
uang saku Correlation Coefficient
1.000 .230* -.041
Sig. (2-tailed) . .011 .653
N 120 120 120
media sosial Correlation Coefficient
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
C. Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .520a .270 .258 3.719 2.187
a. Predictors: (Constant), media sosial, uang saku b. Dependent Variable: gaya hidup
LAMPIRAN 7
UJI REGRESI BERGANDA
A. Uji F
a. Dependent Variable: gaya hidup
b. Predictors: (Constant), media sosial, uang saku
B. Uji T
a. Dependent Variable: gaya hidup
C. Uji Koefisien Determinasi
Model Summary
a. Predictors: (Constant), TOTAL_X2, TOTAL_X1