• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Pada bagian ini akan dijawab pertanyaan pada bab 1 yang terdapat pada rumusan masalah yaitu (1) bagaimana kemampuan komunikasi matematis materi himpunan ditinjau dari gaya belajar visual siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu, (2) bagaimana kemampuan komunikasi matematis materi himpunan ditinjau dari gaya belajar auditorial siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu, (3) bagaimana kemampuan komunikasi matematis materi himpunan ditinjau dari gaya belajar auditorial siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu

1. Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Himpunan Ditinjau Dari Gaya Belajar Visual Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu

Berdasarkan hasil tes dan wawancara dengan subjek yang memiliki gaya belajar visual pada soal nomor 1, 2, dan 3 yang mengacu pada indikator kemampuan komunikasi matematis.

Pada indikator pertama, subjek dengan gaya belajar visual ini dapat menuliskan dan menjelaskan informasi yang diketahui, ditanyakan, serta dapat menggambarkan diagram venn dengan benar.

Sehingga dapat dikatakan subjek dengan gaya belajar visual ini mampu dalam menyatakan ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, demonstrasi serta dapat menggambarkan dalam bentuk visual lainnya. Hal ini sejalan dengan (Nayan, 2020) bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar visual sudah mampu dalam menyatakan ide-ide

matematis baik secara lisan, tulisan, demonstrasi serta dapat menggambarkan dalam bentuk visual lainnya.

Pada indikator kedua, subjek dengan gaya belajar visual ini dapat memahami soal dengan baik, menuliskan informasi secara jelas, dan dalam menyelesaikan permasalahan subjek ini menuliskan jawaban dengan rapi. Subjek dengan gaya belajar visual ini menganalisis dengan cara membaca kembali soal dan menjelaskan isi jawaban yang telah dituliskan. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek dengan gaya belajar visual ini mampu dalam menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun bentuk visual lainnya. Hal ini sejalan dengan (Anintya et al., 2016) bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar visual sudah mampu dalam menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun bentuk visual lainnya.

Pada indikator ketiga, subjek dengan gaya belajar visual ini dapat menuliskan anggota himpunan dengan benar, dapat menggunakan notasi himpunan, dan dapat membedakan yang mana termasuk himpunan dan bukan himpunan serta mampu menjelaskan informasi yang dituliskan dengan baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek dengan gaya belajar visual ini mampu dalam menggunakan istilah, notasi, dan struktur-struktur matematika untuk menyajikan ide-ide matematis dengan model situasi. Hal ini sejalan

(Anintya et al., 2016) bahwa siswa gaya belajar visual sudah mampu dalam menggunakan istilah, notasi, dan struktur-struktur matematika untuk menyajikan ide-ide matematis dengan model situasi.

2. Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Himpunan Ditinjau Dari Gaya Belajar Auditorial Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu

Berdasarkan hasil tes dan wawancara dengan subjek yang memiliki gaya belajar auditorial pada soal nomor 1, 2, dan 3 yang mengacu pada indikator kemampuan komunikasi matematis.

Pada indikator pertama, subjek dengan gaya belajar auditorial ini masih kurang lengkap dalam menuliskan jawabannya, menggambarkan diagram venn dengan baik tetapi, hasil yang dituliskan subjek ini masih kurang tepat. Subjek dengan gaya belajar auditorial ini mengakui bahwa masih kurang teliti dalam memahami soal. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek dengan gaya belajar auditorial ini mampu dalam menyatakan ide-ide matematis secara lisan, tulisan, demonstrasi serta dapat menggambarkan dalam bentuk visual lainnya. Hal ini sejalan dengan (Anintya et al., 2016) bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar auditorial sudah mampu dalam menyatakan ide-ide matematis secara lisan, tulisan, demonstrasi serta dapat menggambarkan dalam bentuk visual lainnya.

Pada indikator kedua, subjek dengan gaya belajar auditorial ini dapat memahami soal dengan baik, dapat menggambarkan diagram venn, serta dapat membedakan yang mana irisan dan gabungan, tetapi

masih kurang dalam menuliskan anggotanya. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek dengan gaya belajar auditorial ini masih belum mampu dalam dalam menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun bentuk visual lainnya. Hal ini sejalan dengan (Nayan, 2020) bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar visual masih belum mampu dalam menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun bentuk visual lainnya.

Pada indikator ketiga, subjek dengan gaya belajar auditorial ini belum dapat memahami soal dengan baik berdasarkan soal yang diberikan. Subjek ini hanya mampu menjawab soal bagian (d) dan dalam menuliskan anggota himpunan menggunakan notasi ini masih kurang tepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek ini masih belum mampu dalam menggunakan istilah, notasi, dan struktur-struktur matematika untuk menyajikan ide-ide matematis dengan model situasi. Hal ini sejalan (Anintya et al., 2016) bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar auditorial belum mampu dalam menggunakan istilah, notasi, dan struktur-struktur matematika untuk menyajikan ide-ide matematis dengan model situasi.

3. Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Himpunan Ditinjau Dari Gaya Belajar Kinestetik Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu

Berdasarkan hasil tes dan wawancara dengan subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik pada soal nomor 1, 2, dan 3 yang mengacu pada indikator kemampuan komunikasi matematis.

Pada indikator pertama, subjek dengan gaya belajar kinestetik ini tidak dapat menuliskan dan menjelaskan secara rinci informasi yang diketahui, ditanyakan. Subjek ini hanya menggambarkan diagram venn dan menuliskan simpulan tetapi masih kurang tepat.

Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek dengan gaya belajar auditorial belum mampu dalam menyatakan ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, demonstrasi serta dapat menggambarkan dalam bentuk visual lainnya. Hal ini sejalan dengan (Nayan, 2020) bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar kinestetik belum mampu dalam menyatakan ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, demonstrasi serta dapat menggambarkan dalam bentuk visual lainnya.

Pada indikator kedua, subjek dengan gaya belajar kinestetik ini tidak menuliskan informasi yang terkait dengan soal secara jelas, dan subjek ini belum mampu menyelesaikan permasalah dengan baik, cara subjek ini menuliskan jawaban kurang rapi dan tidak dapat memaparkan dengan baik isi jawaban yang telah dituliskan. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek dengan gaya belajar kinestetik ini belum mampu dalam menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun bentuk visual lainnya. Hal ini sejalan dengan (Anintya et al., 2016)

bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar kinestetik belum mampu dalam menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun bentuk visual lainnya.

Pada indikator ketiga, subjek dengan gaya belajar kinestetik ini belum bisa membedakan yang mana termasuk himpunan dan bukan himpunan, subjek ini menjawab soal bagian (a,b dan c) tetapi jawaban yang dituliskan ini masih kurang tepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa subjek dengan gaya belajar kinestetik ini belum mampu dalam indikator. Hal ini sejalan dengan (Nayan, 2020) bahwa pada indikator ini siswa gaya belajar kinestetik belum mampu dalam menggunakan istilah, notasi, dan struktur-struktur matematika untuk menyajikan ide-ide matematis dengan model situasi.

78 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

1. Kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari gaya belajar visual memahami indikator 1, 2, dan 3 yaitu: (1) mampu menuliskan dan menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal serta mampu menggambarkan diagram venn; (2) mampu memahami dengan baik soal diberikan, mampu menuliskan dan menjelaskan jawaban dengan baik dan benar; (3) mampu menuliskan notasi himpunan dengan baik dan benar, serta mampu membedakan yang termasuk himpunan dan yang bukan himpunan.

2. Kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari gaya belajar auditorial yaitu: (1) mampu menuliskan informasi diketahui dan ditanyakan pada soal serta mampu menggambarkan diagram venn dengan benar; (2) mampu menuliskan dengan benar jawaban dari apa yang ditanyakan tetapi, masih kurang tepat dalam menggambarkan diagram venn; (3) belum mampu membedakan himpunan dengan yang bukan himpunan .

3. Kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari gaya belajar kinestetik, siswa tidak memenuhi indikator 1, 2, dan 3 yaitu: (1) belum mampu menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal tetapi, diagram venn yang digambarkan sudah benar serta kurang mampu menjelaskan jawaban dengan baik; (2) belum mampu memahami soal yang diberikan, mampu menggambarkan diagram venn tetapi cara menuliskan anggota dalam diagram venn tersebut masih kurang tepat, serta belum mampu menjelaskan dengan baik jawaban yang telah dituliskan; (3) belum mampu menuliskan anggota himpunan secara tepat dan tidak menuliskan notasi, serta belum mampu membedakan himpunan dengan yang bukan himpunan.

B. Saran

Dari hasil penelitian dan pembahasan pada kesimpulan di atas, maka dapat disarankan kepada:

1. Bagi peneliti, diharapkan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya tentang kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari gaya belajar

2. Bagi guru, diharapkan dapat memberikan evaluasi kepada siswa dengan memberikan soal yang berisi permasalahan sehari-hari yang dapat mengarahkan siswa melatih kemampuan komunikasi matematisnya. Dan dapat memberikan motivasi kepada siswa

dengan gaya belajar kinestetik yang cenderung memiliki masalah dalam berkomunikasi.

3. Bagi siswa, diharapkan siswa dapat melatih kemampuan dan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis berdasarkan gaya belajarnya.

81

DAFTAR PUSTAKA

Aminah, S., Wijaya, T. T., & Yuspriyati, D. (2018). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas Viii Pada Materi Himpunan. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 15–22.

https://doi.org/10.31004/cendekia.v2i1.29

Anintya, Y. A., Pujiastuti, E., & Mashuri. (2016). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII pada Model Pembelajaran Resource Based Learning. Unnes Journal of Mathematics Education, 6(1), 37–43.

Ansari, B. I. 2018. Komunikasi Matematik Strategi Berfikir dan Manajemen Belajar : Konsep dan Aplikasi. PeNA. Banda Aceh

Auliana, N. (2017). Analisis kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi statistika ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, kinestetik (VAK). Simki-Techsain, 01(06), 2–8.

As'ari A.R, dkk. 2017. Matematika Kelas VII Semester 1. Cetakan Keempat (Edisi Revisi). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta

Berhitung. 2021. Materi Himpunan Kelas 7 Lengkap.

https://www.berhitung.com/2021/04/materi-himpunan.html. 29 Juni 2021 (23.15)

Cholistiati, E. (2015). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Diponegoro 3 Kedung Banteng. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. 1–

6. http://repository.ump.ac.id/60/3/Esny BAB II.pdf

Deporter, Bobbi dan Mike Hernacki. 2015. Quantum Learning : Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Penerjemah Alwiyah Abdurrahman.

Kaifa. Bandung

FKIP Unismuh Makassar. 2021. Pedoman Penulisan Skripsi. Edisi Revisi Kedua.

Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar

Giyai, A. 2018. Matematika SMP : Materi Himpunan Kelas 7 Lengkap.

https://www.sheetmath.com/2018/07/matematika-smp-materi-himpunan-kelas-7-lengkap.html. 29 Juni 2021 (21.47)

Habe, H., & Ahiruddin, A. (2017). Sistem Pendidikan Nasional. EKOMBIS SAINS: Jurnal Ekonomi, Keuangan Dan Bisnis, 2(1), 39–45.

https://doi.org/10.24967/ekombis.v2i1.48

Hikmah, A., Roza, Y., & Maimunah, M. (2019). Analisis Kemampuan Matematika, 7(1), 29. https://doi.org/10.33394/mpm.v7i1.1428

Kiki Herdiansyah. (2018). *) Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jurai Siwo Metro. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 1(6), 1–7.

Lubis, F. U. 2016. Materi Himpunan Kelas VII SMP/MTS.

https://mathstudycenterblog.wordpress.com/2016/06/23/materi-himpunan-kelas-vii-smpmts/. 30 Juni 2021 (01.16)

Matematika, J., Matematika, F., Ilmu, D. A. N., & Alam, P. (2016). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Dengan Pembelajaran Meaningful Instructional Design (Mid). Mid.

Maulyda, M. A. (2020). Paradigma Pembelajaran Matematika Berbasis NCTM (Issue January).

Meiliandri. 2015. Organisasi, Komunikasi, dan Komunikasi Efektif.

https://simeiliandri.wordpress.com/2015/03/11/organisasi-komunikasi-dan-komunikasi-efektif/. 13 Agustus 2021 (10.05)

Na yan, A. D. (2020). Anal isis K emampuan K omuni kasi Matematis Siswa Diti njau Dari Gaya Belaj ar . 3 (2017), 54 – 67.

http:// repositorio.unan.edu.ni/2986/ 1/5624.pdf

NCTM. (2000). NCTM: Principles & Standards for School Mathematics ( PSSM ) Est: 2000. The National Council of Teachers of Mathematics, Inc.

Nugraha, T. H., & Pujiastuti, H. (2019). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Berdasarkan Perbedaan Gender. Edumatica : Jurnal

Pendidikan Matematika, 9(1), 1–7.

https://doi.org/10.22437/edumatica.v9i1.5880

Prawiro, M. (2020). Pengertian Komunikasi : Memahami Apa Itu Komunikasi,

Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Prosesnya.

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-komunikasi.html. 10 Juli 2021 (15.35).

Rasyid, M. A. (2020). Kemampuan Komunikasi Matematis Dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Edukasi: Kajian Ilmu Pendidikan, 5(1), 77–86.

https://doi.org/10.51836/je.v5i1.116

Rejeki, Y. T. (2019). Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas X SMK PGRI 2 Kediri Ditinjau Dari Kepercayaan Diri Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Artikel Skripsi 2019. 1-11

Safrianti, S. D. (2017). Pengaruh Gaya Belajar Visual, Auditorial dan Kinestetik Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X IPS Program Unggulan Di MAN 1 Kota Malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, 1–115.

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4653/1/Hamsar.pdf

Siregar, N. F. (2019). Kemampuan Komunikasi Matematis Dalam Pendekatan Matematika Realistik di Sekolah Dasar. AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 77. https://doi.org/10.29240/jpd.v3i1.864

Sit, M. 2012. Perkembangan Peserta Didik. Cetakan Pertama. Perdana Publishing. Medan

Syafruddin dan Nurmawati. (2011). Pengelolaan Pendidikan. Medan: Perdana Publishing, h. 171.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Cetakan 23. Alfabeta. Bandung

Wulan, A. E. (2017). Pengaruh Gaya Belajar, Sikap Terhadap Pelajaran Matematika Dan Jenis Kelamin Bagi Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas Viii Smp Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017. Universitas Sanata Dharma.

Yuniarti, Y. (2016). Pengembangan Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 6(2), 109–114.

https://doi.org/10.17509/eh.v6i2.4575

84

LAMPIRAN-LAMPIRAN

85

LAMPIRAN A

Instrumen Penelitian

ANGKET GAYA BELAJAR Petunjuk Pengisian :

1. Isilah biodata kalian sesuai dengan format yang ada

2. Berilah tanda checklist (√) pada kolom jawaban yang menurut kalian sesuai dengan situasi.

3. Pilihlah jawaban di bawah ini sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS)

No Pernyataan

Jawaban SS S TS STS 1. Saya lebih mengutamakan kerapian

dalam menulis materi pelajaran matematika

2. Saya biasanya berbicara dengan cepat 3. Saya banyak menghabiskan waktu saat

jam istirahat dengan membaca buku 4. Saya masih bisa belajar matematika

ataupun pelajaran lainnya walaupun di tempat yang ramai

5. Saya lebih mudah mengingat jika melihat secara langsung materi yang diajarkan oleh guru

6. Saya tidak merapikan pakaian sebelum berangkat ke sekolah

Nama : Kelas : No. Absen :

7. Saya tidak suka membaca materi yang dijelaskan oleh guru daripada mencatatnya mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

14. Saya lebih aktif saat berdiskusi kelompok

15. Saya dapat belajar dengan baik sambil mendengarkan musik

16. Saya tidak suka mendengarkan orang lain

17. Saya tidak mudah terganggu dengan suara musik

18. Saya lebih suka membaca buku dalam hati daripada mengucapkan tulisan buku tersebut

19. Saya tidak suka belajar dengan cara berdiskusi

20. Saya lebih tertarik dengan seni waktu bermain diluar kelas daripada ikut pembelajaran matematika membaca sambil menunjukkan kata perkata dari setiap bacaan yang ada di buku

29. Saya merasa lebih sulit untuk mengingat materi pelajaran, jika menghafalnya sambil berjalan

30. Saya lebih sering menghabiskan waktu dengan belajar di kelas daripada bermain di luar kelas

KISI-KISI ANGKET PENGELOMPOKKAN GAYA BELAJAR

Mudah terganggu dengan keributan 12 17

 Menggerakkan bibir mereka ketika

 Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca

TABEL PENGGELOMPOKKAN GAYA BELAJAR Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif Skor Sangat Setuju (SS) 4 Sangat Setuju (SS) 1

Setuju (S) 3 Setuju (S) 2

Tidak Setuju (TS) 2 Tidak Setuju (TS) 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sangat Tidak Setuju (STS) 4

Cara mengukur gaya belajar siswa dengan kisi-kisi penggelompokkan gaya belajar yaitu dengan cara melihat jumlah skor yang diberikan pada saat diberikan tes gaya belajar :

1. Jika hasil belajar siswa lebih banyak ke gaya belajar visual maka siswa tersebut memiliki gaya belajar visual.

2. Jika hasil belajar siswa lebih banyak ke gaya belajar auditorial maka siswa tersebut memiliki gaya belajar auditorial.

3. Jika hasil belajar siswa lebih banyak ke gaya belajar kinestetik maka siswa tersebut memiliki gaya belajar kinestetik.

SOAL TES KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Bissappu

Materi Pokok : Himpunan Alokasi Waktu : 60 Menit Petunjuk Pengerjaan Soal :

(1) Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal di bawah ini.

(2) Tulislah nama, kelas, dan nomor absen pada lembar jawaban.

(3) Bacalah soal dengan cermat, dan kerjakan soal yang dianggap mudah terlebih dahulu.

(4) Tulislah jawaban dengan penyelesaian yang anda ketahui.

(5) Kerjakan soal dengan jujur, dan teliti.

1. Perhatikan kelompok di bawah ini, yang manakah termasuk himpunan kemudian tuliskan anggotanya. Jika tidak termasuk himpunan berikan alasannya!

a. Kumpulan bilangan genap positif kurang dari 20 b. Kumpulan tempat wisata yang menarik

c. Kumpulan orang cantik di sekolah d. Kumpulan hewan berkaki empat

2. Dalam suatu kelas terdapat 45 orang siswa yang senang dengan mata pelajaran IPA, 30 orang siswa senang dengan mata

pelajaran matematika, 10 orang siswa senang dengan mata pelajaran keduanya, dan 15 orang siswa yang tidak senang dengan mata pelajaran keduanya. Hitung berapa jumlah seluruh siswa dalam kelas tersebut dan gambarkan diagram venn!

3. Diketahui himpunan dan Gambarkanlah diagram vennya kemudian tentukan :

a. ∩ b.

KUNCI JAWABAN SOAL TES KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Materi : Himpunan

Kelas/Semester : VII/I

Indikator Soal Soal Alternatif Jawaban

Menyatakan

Dalam suatu kelas terdapat 45 orang siswa yang senang dengan mata pelajaran IPA, 30 orang siswa senang dengan mata pelajaran matematika, 10 orang siswa senang dengan mata pelajaran keduanya, dan 15 orang siswa yang tidak senang dengan mata pelajaran keduanya. Hitung berapa jumlah seluruh siswa dalam kelas tersebut dan gambarkan diagram venn!

Diketahui :

Siswa yang senang mata pelajaran IPA 45 orang.

Siswa yang senang mata pelajaran Matematika 30 orang.

Siswa yang senang dengan kedua mata pelajaran tersebut 10 orang

Siswa yang tidak senang dengan kedua mata pelajaran tersebut 15 orang

Ditanyakan :

Berapa jumlah keseluruhan siswa dalam kelas tersebut?

Penyelesaian :

Jadi, jumlah keseluruhan siswa dalam kelas tersebut adalah Berdasarkan jawaban diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah keseluruhan siswa dalam kelas tersebut yaitu 80 siswa

a.

a. Kumpulan bilangan genap positif kurang dari 12

b. Kumpulan tempat wisata yang menarik

c. Kumpulan orang cantik di sekolah

d. Kumpulan hewan berkaki empat

a. Kumpulan bilangan genap positif kurang dari 20

P = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18}

b. Kumpulan tempat wisata yang menarik

{}

Merupakan himpunan kosong, karena definisi menarik bagi setiap orang umumnya berbeda-beda

c. Kumpulan orang cantik di sekolah

{}

Merupakan himpunan kosong, karena tidak dapat didefinisikan cantik karena cantik tidak memiliki ukuran yang pasti d. Kumpulan hewan berkaki empat

A= {kambing, kuda, sapi, kerbau, …}

PEDOMAN WAWANCARA

Judul : Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Himpunan

Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu

Permasalahan : 1. Bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu ditinjau dari gaya belajar visual?

2. Bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu ditinjau dari gaya belajar auditorial?

3. Bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu ditinjau dari gaya belajar kinestetik?

Tujuan : 1. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu ditinjau dari gaya belajar visual.

2. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu ditinjau dari gaya belajar auditorial.

3. Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bissappu ditinjau dari gaya belajar kinestetik.

Metode : Wawancara tidak terstruktur

Langkah Pelaksanaan :

1. Wawancara dilakukan dengan bertemu langsung antara peneliti dan narasumber (siswa).

2. Membuat kesepakatan waktu dan tempat pelaksanaan wawancara antara peneliti dan narasumber (siswa).

3. Pertanyaan yang diberikan tidak harus sama, tetapi memuat inti pokok permasalahan yang sama.

4. Pertanyaan akan dibuat sederhana apabila siswa mengalami kesulitan dengan pertanyaan tersebut tanpa menghilangkan inti dari permasalahan.

Petunjuk Wawancara :

1. Wawancara ini dilakukan setelah pengerjaan soal tes kemampuan komunikasi matematis.

2. Narasumber yang akan diwawancarai adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Bissappu.

3. Dokumentasi wawancara ini menggunakan media foto, dan audio.

Indikator :

1. Menyatakan ide-ide matematis melalui lisan, tulisan, demonstrasi, serta menggambarkan dalam bentuk visual.

2. Menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun bentuk visual lainnya.

3. Kemampuan dalam menggunakan istilah, notasi matematika, dan struktur-struktur untuk menyajikan ide-ide, menggambarkan hubungan-hubungan dengan model situasi.

Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis

Pertanyaan Menyatakan ide-ide matematis

melalui lisan, tulisan, demonstrasi, serta menggambarkan dalam

permasalahan ke dalam bentuk visual (grafik, diagram, dan

 Apakah anda dapat memahami maksud dari soal tersebut?

 Setelah anda paham dengan soal tersebut, apa langkah selanjutnya yang anda lakukan?

 Dari soal yang telah anda selesaikan manakah soal yang menurut anda sulit?

Kemampuan dalam menggunakan istilah, notasi matematika, dan struktur-struktur untuk menyajikan ide-ide, menggambarkan hubungan-hubungan dengan model situasi

 Apakah anda dapat membedakan yang mana merupakan himpunan dan bukan himpunan?

 Bagaimana anda menuliskan soal tersebut ke dalam model

matematika?

98

LAMPIRAN B

Angket Tes Gaya Belajar

Hasil Tes Kemampuan Komunikasi Matematis

Transkip Wawancara

DAFTAR NAMA SISWA KELAS PENELITIAN (VII-A)

23 Ismi Ramadhani P ISR

24 Jusran L JR

25 Khumairah Ramadhani P KHR

26 Latifah Lutfiah Qalbi P LLQ

27 M. Sahlan L MS

28 Miftahul Risqy P MR

29 Muh. Azhari Afrian L MAA

30 Muh. Ferdiansyah Asnur L MFA

31 Muh. Nur Fitrah L MNF

Keterangan:

Perempuan : 16 Orang Laki-laki : 15 Orang Jumlah : 31 Orang

HASIL TES PENGGELOMPOKKAN GAYA BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BISSAPPU

No Kode

21 HL 26 27 26 Auditorial

22 IAK 28 26 24 Visual

23 ISR 28 23 25 Visual

24 JR 32 23 35 Kinestetik

25 KHR 25 25 27 Kinestetik

26 LLQ - - - -

27 MS 27 19 23 Visual

28 MR 27 25 29 Kinestetik

29 MAA 24 25 27 Kinestetik

30 MFA 25 27 25 Auditorial

31 MNF 28 28 30 Kinestetik

Jumlah 11 8 8 27

Keterangan:

Visual : 11 Orang Auditorial : 8 Orang Kinestetik : 8 Orang Alfa : 4 Orang

LAMPIRAN ANGKET GAYA BELAJAR

1. Gaya Belajar Visual

2. Gaya Belajar Auditorial

3. Gaya Belajar Kinestetik

LAMPIRAN JAWABAN TES KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

1. Jawaban Gaya Belajar Visual

2. Jawaban Gaya Belajar Auditorial

Dokumen terkait