• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

E. Pembahasan

1. Media Pembelajaran

Menurut Ahmat, dkk (2013). Komik merupakan salah media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru pada saat menyampaikan materi kepada siswa. Media pembelajaran menggunakan e-comic sangat menarik bagi siswa karena memiliki gambar dan bacaan, materi atau bacaan yang ada dalam e-comic diberikan untuk siswa agar siswa dapat memahami dan mau untuk membaca dan gambar terdapat pada e-comic bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami makan yang ada di dalam cerita komik. Bahan bacaan dan gambar disatukan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi atau bacaan, mencerna isi cerita, meningkatkan minat membaca dan akhirnya dapat menyimpulkan isi materi dan cerita yang ada di dalam komik.

Menurut Maryani (2020). Media pembelajaran e-comic dapat mengembangkan minat membaca siswa, karena komik memiliki gambar yang digabungkan dengan teks hal tersebut membantu meningkatkan imajinasi siswa agar lebih menarik untuk dibaca. Media e-comic dapat meningkatkan literasi dan dapat memberikan inspirasi dalam imajinasi siswa dan pembaca.

Dalam komponen e-comic memiliki keunikan dari buku karena terdapat deretan panel-panel, memiliki karakter tokoh dan gerakan tubuh tokoh yang dapat bergerak 2 dimensi atau 3 dimensi.

Menurut Ahmat dan Sukartiningsih (2013). Media pembelajaran e-comic merupakan media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru, untuk diberikan kepada siswa dalam menyampaikana materi. E-comic adalah media yang sangat menarik karena bacaan pada e-comic dan gambar visual menarik yang terdapat di dalamnya memberikan kemudahakan untuk siswa untuk memahami dan mengerti informasi isi materi pada e-comic. Perpaduan antara gambar dan bacaan/teks yang dijadikan alur cerita akan memudahkan siswa dan menarik semangat atau antusias siswa untuk membaca.

Menurut Mahmudah (2014). Media pembelajaran e-comic merupakan media berbentuk komunikasi visual, memiliki kuatan dalam menyampaikan informasi dan memudahkan untuk dimengerti siswa. Pengabungan teks dan gambar menjadi alur cerita yang bisa menarik perhatian siswa, sehingga siswa mudah dalam pemahaman materi, dan membuat materi pembelajaran yang diberikan menjadi menyenangkan bagi siswa dengan menggunakan e-comic, dengan penyajian e-comic menggunakan unsur visual dan cerita yang kuat dapat membuat materi dalam e-comic tersampaikan dengan baik dan jelas.

Produk akhir media pembelajaran e-comic sistem pencernaan manusia kelas VIII yang sudah diperbaiki dan sedikit ada perubahan dari produk awal oleh peneliti sesuai dengan komentar dan saran validasi dosen ahli media, dosen ahli materi dan dua guru ahli media dan materi. Dalam produk akhir ini ada beberapa aspek perubahan yang telah peneliti lakukan seperti aspek tampilan komik, aspek materi, aspek kelengkapan soal, dan aspek penulisan/tatanan bahasa pada e-comic.

Komentar dan saran Validator I media pembelajaran, peneliti melakukan perbaikan pada warna background yang digunakan pada setiap babak komik, produk awal warna yang digunakan sangat monoton yang digunakan, kemudian peneliti menambahkan warna lain seperti ungu dan pink agar tidak monoton. Tampilan bingkai setiap babak juga diubah menjadi lebih sederhana seperti bingkai polos agar tidak berlebihan. Tampilan cover/sampul e-comic juga ada perbaikan sedikit sesuai dengan saran dari guru ahli media dan materi, awalnya cover bergambar organ sistem pencernaan dan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh tokoh pada komik.

Validator III memberikan saran dan komentar perbaikan terkait media pembelajaran meliputi gambar pada e-comic diperbanyak dibandingkan tulisan/kalimat. Dari saran validator III peneliti menambahkan beberapa gambar pada beberapa babak yang masih memiliki gambar seperti babak 5 ditambahkan gambar tumpeng gizi seimbang, babak 6 ditambahkan gambar siswa yang menjawab pertanyaan guru, dan gambar organ juga diubah untuk memudahkan pembaca melihat gambar yang dijelaskan. Pada gambar cover validator III menyarankan untuk menggunakan satu atau dua gambar saja untuk mewakili materi sistem pencernaan manusia, peneliti menambahkan tokoh utama dalam komik dan gambar organ sistem pencernaan. Dan saran terakhir dari validator III untuk lebih rapi lagi dan pertegas garis pada gambar, peneliti menggambar ulang organ sistem pencernaan mempertegas garis pada penjelas digambar.

Saran dan komentar dari validator IV terkait media pembelajaran untuk keseluruhan sudah baik namun ada beberapa panel yang memiliki stand kosong contohnya halaman 14, 18 dan beberapa halaman lainnya, dari saran validator IV peneliti melakukan perbaikan dan penambahan beberapa gambar pada stand yang kosong dengan memberikan gambaran kejadian pada adegan setiap babak. Namun tidak semua panel ditambahkan gambar yang banyak hal itu dikarenakan terkendala waktu pembuatan dan biaya dalam pembuatan.

Beberapa perbaikan pada tampilan media pembelajaran dari saran dan komentar ketiga validator bertujuan memudahkan dalam membaca penjelasan pada panel komik, lebih berwarna, meningkatkan daya tarik pembaca dari melihat tampilan e-comic yang dibuat, dan menarik minat pembaca.

2. Materi Pembelajaran

Saran dan komentar aspek KD/materi dari validator II sebagai ahli materi, saran pertama beberapa point penjelasan terkait materi sistem pencernaan manusia masih kurang jelas disampaikan ke dalam cerita sehingga peneliti menambahkan penjelasan sesuai dengan saran ahli materi seperti kejelasan apa itu enzim, penting sarapan, pentingnya mengkonsumsi air minum. Pada penulisan judul babak juga terlalu panjang dan masih kurang sesuai dengan materi, sehingga peneliti juga mempersingkat judul dan menyesuaikan judul babak dengan materi. Bertujuan agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami siswa, tidak membuat siswa bingung dalam membaca isi komik, dan meningkatkan rasa ingin tahu siswa dalam membaca babak selanjut pada e-comic.

Aspek kelengkapan pertanyaan pada setiap babak komik, awalnya peneliti melampirkan pertanyaan yang bersifat interaksi kepada para pembaca dan masih ranah level kognitif C1-C2. Sehingga ahli materi meminta untuk mengganti pertanyaan sesuai IPK dan masuk ke ranah kognitif level analisis C4. Hal itu bertujuan agar siswa mampu meningkatkan cara berpikir siswa secara kritis. Pada video penjelasan tentang gangguan pada sistem pencernaan dapat dikreasikan sendiri dengan durasi lebih pendek, untuk poin saran dari validator terkait pembuatan video sendiri tidak dilakukan karena peneliti hanya berfokus pada materi yang disampaikan pada e-comic video yang ditampilkan pada setiap babak merupakan video untuk pembaca mendapat referensi lainnya terkait materi yang ada pada e-comic.

Aspek tatanan bahasa komentar/saran dari ahli materi banyak sekali kalimat, kata, dan ejaan yang salah atau typo dalam komik sehingga peneliti melakukan perbaikan lagi dan mengecek kembali penempatan tatanan bahasa yang harus diubah oleh peneliti pada produk e-comic. Kata dan kalimat yang typo seperti Kata awal pada rangkuman materi “E-coli” harusnya “E.coli” dan kata “Enzin” diubah menjadi “Enzim”, Pada halaman perkenalan tokoh karakter ibu Andy doble kata “perhatian” Dialog pak Jekson diubah menjadi

“Tadi Andi sarapan terburu-buru ya? ”Kata “di proses” harusnya disambung menjadi “diproses”pada penjelasan gangguan pencernaan kata “ada” harus menjadi kata “Andi alami sekarang” tanda baca pada dialog ibu andy “Iya, ibu

“ menjadi “Iya, bu” Kata “di makan” harusnya tidak ada spasi “dimakan”. Hal

itu bertujuan agar pembaca tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi jika masih ada tulisan atau eja yang salah

Saran dan komentar validator III terkait materi dalam e-comic meliputi judul pada babak 1 dan babak 2 diubah menjadi lebih singkat dan cukup mewakili setiap babaknya, dengan saran ini peneliti menganti setiap judul pada babak yang lebih singkat dan sesuai dengan adegan atau materi yang disampaikan pada setiap panel e-comic. Komentar selanjutnya terkait kata-kata pada halaman prolog kata penyambung masih ada kata yang kurang, dari komentar tersebut peneliti memperbaiki kata-kata yang kurang dalam setiap halaman pada e-comic dan melakukan pengecekan hingga tidak ada lagi kata atau kalimat yang kurang. Pertanyaan yang diberikan pada halaman 15 dan 16 dalam e-comic tidak perlu di tanyakan kembali pada halaman selanjut karena pada halaman 15 sudah mewakili dengan saran validator III peneliti menghapus pertanyaan 16 dan mengganti dengan pertanyaan level analisis (C4). Dan saran terakhir dari validator III setiap babak dalam e-comic diberikan pertanyan dari level C2 sampai C4, dengan saran tersebut peneliti juga sudah menambahkan pertanyaan pada setiap babak dalam e-comic menggunakan pertanyaan level analisis (C4). Saran yang diberikan oleh validator III bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami materi yang disajikan dengan konsep cerita, tidak ada bacaan atau ejaan yang salah sehingga memudahkan pembaca dalam membaca e-comic dan terhindar dari pemahaman makna yang berbeda dari materi yang diberikan.

Produk media pembelajaran e-comic yang telah diperbaiki oleh peneliti sesuai dengan saran dan komentar dari para validator media dan materi telah diperbaiki oleh peneliti pada tabel 4.10 yang dapat dilihat pada tabel diatas.

Komentar/saran yang diberikan oleh validator materi tidak semuanya komentar terkait produk media pembelajaran e-comic dapat diperbaiki atau diubah oleh peneliti. Hal itu di karena keterbatasan waktu dalam perbaikan, biaya dalam perbaikan produk, dan menurut peneliti media pembelajaran yang telah diperbaiki sudah sesuai.

Media e-comic pada sistem pencernaan manusia yang telah dikembangkan oleh peneliti dibuat semenarik mungkin dengan membuat penjelas yang mudah dipahami siswa, visual gambar berwarna diberikan untuk menambah kesan rasa ingin tahun siswa sehingga siswa memiliki motivasi dalam membaca. E-comic juga tidak membebani siswa untuk digunakan, karena e-E-comic memiliki kapatisitas yang rendah dan tidak membutuhkan kuota yang besar. Hal itu membuat media pembelajaran e-comic dapat membantu permasalahan guru dan siswa dalam pembelajaran daring.

Media pembelajaran e-comic pada materi sistem pencernaan manusia memiliki keunggulan dalam blended learning yaitu bisa digunakan secara online dan offline untuk kegiatan pembelajaran daring siswa bisa mengkases e-comic menggunakan handphone dan untuk pembelajaran di dalam kelas (tatap muka) e-comic bisa ditampilkan oleh guru menggunakan alat proyektor di dalam kelas dan jika sekolah tidak memiliki proyektor e-comic bisa di print oleh guru atau siswa untu digunakan dalam proses pembelajaran.