• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

D. Pembahasan Hasil Penelitian

pertama yaitu pada pertemuan yang pertama sebanyak 3 siswa dan pada pertemuan yang kedua sudah mulai adanya peningkatan yaitu siswa yang sangat antusias meningkat menjadi 10 siswa, dan untuk siswa yang kurang antusias sudah tidak ada.

Penerapan strategi kooperatif model Think Pair Share pada siklus kedua pertemuan yang kedua sudah berhasil dengan baik, penerapan kooperatif model Think Pair Share terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas V MI An-Nizhom Telanaipura Kota Jambi, dengan indikator keberhasilan yang dicapai adalah pada saat pembelajaran dengan strategi kooperatif model Think Pair Share, siswa terlihat sudah lebih bersemangat dan antusias, siswa terlihat lebih aktif, peningkatan motivasi belajar siswa sudah nampak pada lembar observasi sikap siswa yaitu siswa yang kurang antusias sudah tidak ada.

Dengan demikian, peneliti menilai bahwa penelitian ini sudah cukup dan tidak perlu dilanjutkan lagi pada siklus selanjutnya. Hal ini

atas pertimbangan bahwa hasil dari siklus II sudah meningkat, artinya dapat dilihat bahwa dari siklus I ke siklus II peningkatan motivasi belajar dapat meningkat dengan baik dari yang sebelumnya 3 menjadi 10 siswa.

D. Pembahasan hasil penelitian

guru hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan. Dan siswa banyak yang kurang menyukai pelajaran matematika karena menganggap mata pelajaran ini sulit.

2) Pelaksanann

Setelah mengetahui kondisi awal MI Islamiyah An-Nizhom Telanaipura Kota Jambi khususnya siswa kelas V maka dalam pelaksanaan pembelajaran diterapkan strategi kooperatif model Think Pair Share pada pembelajaran matematika, kelas dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan siswa bekerja dalam pasang-pasangan untuk berdiskusi dalam memecahkan masalah. Menurut Wina Sanjaya diskusi merupakan proses pembelajaran melalui interaksi dalam kelompok.

Pada siklus pertama pertemuan pertama yang dilakukan pada tanggal 09 April 2018 dapat diketahui bahwa masih banyak siswa yang merasa bingung dengan materi yang telah diberikan dan belum terbiasa dengan pembentukan kelompok, selain itu kendala yang lain adalah masih adanya siswa yang kurang hafal tentang perkalian atau pembagian karena materi ini masih menyangkut tentang perkalian dan pembagian sehingga siswa masih merasa bingung dan kesulitan dalam mengerjakan soal yang di berikan guru. Pada siklus pertama pertemuan kedua penelitian tetap difokuskan pada pembelajaran dengan menggunakan strategi kooperatif model Think Pair Share untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas V.

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar. Dengan pembelajaran kooperatif siswa di dorong untuk bekerja sama, mengemukakan pendapat dan saling tolong-menolong, sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan secara penuh dalam suasana belajar yang terbuka dan demokratis. Sebagaimana menurut Sharan, siswa yang belajar dengan menggunakan metode cooperative learning akan memiliki motivasi yang tinggi karena didorong dan didukung dari rekan sebaya. Selain itu menurut Lie mengungkapkan bahwa banyak penelitian menunjukkan bahwa pengajaran oleh teman sebaya (peer teaching) ternyata lebih efektif dari pada pengajaran oleh guru.

Model Think Pair Share adalah salah satu dari jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Teknik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir sendiri dan bekerja sama dengan orang lain.

Pada pelaksanaan siklus kedua pertemuan pertama yang dilaksanakan pada tanggal

23 April 2018 dapat diketahui bahwa kondisi pembelajaran bisa lebih baik lagi karena siswa sudah terbiasa dengan pembentukan kelompok dan siswa merasa senang jika berdiskusi dengan teman untukmemecahkan masalah yang dianggap mereka sulit.

Sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

Selain itu guru telah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) bersama peneliti.

Motivasi siswa sudah mulai mengalami peningkatan yang cukup baik, dan kerja sama dengan kelompok sudah mulai ada, namun hal ini dirasa masih perlu adanya peningkatan lagmaka penelitian tetap dilanjutkan. Menyikapi hasil pelaksanaan dari siklus kedua pertemuan pertama maka pembelajaran dilanjutkan pada pertemuan yang kedua yang dilaksanakan pada tanggal 19 April 2018 yaitu tetap menggunakan stategi kooperatif model Think Pair Share pada pembelajaran matematika, dengan diterapkanya strategi ini diharapkan dapat lebih meningkatkan lagi motivasi belajar matematika siswa kelas V.

Dengan menerapkan strategi kooperatif model Think Pair Share ini maka dapat membantu siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran, yaitu siswa diberi kesempatan untuk melibatkan diri secara aktif dalam pembelajaran, siswa diberikan kesempatan untuk memikirkan sendiri dan secara kelompok tentang permasalahan atau soal yang telah diberikan oleh guru. Pembelajaran kooperatif kelompok kecil menawarkan kesempatan kepada semua anggota untuk bisa berhasil dalam matematika (dan dalam pelajaran yang lain). Masalah-masalah matematika disesuaikan dengan diskusi kelompok kooperatif karena mempunyai solusi yang bisa ditunjukkan secara obyektif. Masalah- masalah matematika sering kali bisa dipecahkanmelalui beberapa pendekatamn berbeda, dan para siswa secara berkelompok bisa mendiskusikan manfaat dari solusi yang berbeda-beda itu.

Dari hasil penelitian terlihat bahwa pembelajaran dengan menggunakan strategi kooperatif model Think Pair Share ini mempunyai kelebihan yaitu situasi proses belajar menjadi lebih menyenangkan, mendorong siswa untuk berfiikir dan berkreasi atas inisiatif sendiri, dan siswa dapat berdiskusi dengan teman mereka, siswa menjadi lebih faham dengan materi pelajaran dimana siswa menjadi lebih aktif dan pengajaran berubah dari teacher centered menjadi student centered. Ketika siswa bekerja secara kooperatif, mereka mempelajari berbagai hal dalam sekali waktu, yaitu ketrampilan interaksi interpersonal, seperti mendengarkan dan mencoba memahami sudut pandang orang lain, ketrampilan akademik, seperti membaca, menulis,

berhitung berpendapat, dan memahami proses dan konsep-konsep disiplin akademik (sains, sastra, matematika dan sebagainya). Sehingga dengan strategi kooperatif model Think Pair Share ini siswa lebih mudah dalam membangun pemahaman suatu materi dalam kegiatan belajar mengajar.

Setelah siklus kedua dilaksanakan dapat diketahui bahwa penerapan strategi kooperatif model Think Pair Share dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas V. Dari pelaksanaan siklus I dan siklus II dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada tingkat antusiasme dan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi kooperaif model Think Pair Share ini.

Siswa lebih bersemangat dan aktif dalam mengikuti pembelajaran matematika dan dari lembar observasi sikap siswa terhadap kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan strategi kooperatif model Think Pair Share terbukti mengalami peningkatan dari setiap siklus. Hal ini dapat ditandai dengan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, dengan indikator keberhasilanya siswa tampak bersemangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan, tampak senang selama mengikuti pembelajaran, terjalin kerja sama yang baik antar anggota kelompok.

Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.

Dalam pembelajaran motivasi sangat diperlukan, sebagaiman menurut Oemar Hamalik motivasi mendorong timbulnya kelakuan dan mempengaruhi serta mengubah kelakuan. Sehingga motivasi mempunyai fungsi mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan, dan sebagai penggerak, besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi kooperatif model Think Pair Share dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas V, dan dapat menumbuhkan sikap saling menghargai pendapat, sikap saling tolong-menolong sesama teman.

3) Penilaian

Evaluasi pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan pada tiap pertemuan setelah proses pembelajaran berlangsung untuk menentukan sejauh mana strategi yang sedang dikembangkan telah berhasil sesuai dengan yang direncanakan dan untuk mengetahui sejauh mana sikap siswa apakah termotivasi untuk mengikuti pembelajaran matematika. Dari hasil evaluasi dapat dibuktikan bahwa penerapan strategi kooperatif model Think Pair Share dapat meningkatkan motivasi siswa terhadap mata pelajaran

matematika yang pada awalnya mereka merasa kurang menyukai karena menganggap mata pelajaran ini sulit. Dengan strategi ini setidaknya dapat mengubah pemikiran siswa tentang pelajaran matematika tidak menyenangkan menjadimenyenangkan sehingga siswa menjadi berminat dan termotivasi untuk mengikuti pelajaran ini yaitu terbukti dengan meningkatnya sikap siswa terhadap pembelajaran dengan strategi ini yaitu dari data lembar pengamatan penilaian sikap dan angket.

Pada siklus pertama pertemuan kedua siswa yang sangat antusias meningkat menjadi 9 siswa dari 14 siswa yang sebelumnya hanya 3 siswa. Untuk siswa yang kurang antusias berkurang yaitu menjadi 2 siswa. Pada siklus yang kedua pertemuan kedua tidak ada siswa yang kurang antusias dalam proses pembelajaran, untuk siswa yang sangat antusias meningkat menjadi 12 siswa dan siswa yang cukup antusias hanya 2 siswa. Hasil nilai pretes siswa rata-rata nilai 56, sedangkan pada hasil nilai postes meningkat menjadi rata-rata nilai 66 dari 14 siswa.

BAB V A. Kesimpulan

1. Proses perencanaan pembelajaran menggunakan strategi kooperatif model Think Pair Share dalam meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa kelas V MI An-Nizhom Telanaipura Kota Jambi difokuskan siswa untuk mempelajari konsep KPK dan FPB dengan menerapkan strategi kooperatif model Think Pair Share ini dengan mengerjakan lembar kegiatan (soal-soal latihan) secara kelompok dan mempresentasikannya. Langkah awal perencanaan tindakan ini adalah menetapkan materi pembelajaran, mengembangkan silabus, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, menyusun instrumen pengumpulan data yang meliputi instrumen observasi untuk mengamati guru dalam pelaksanaan pembelajaran, instrumen lembar observasi dan angket untuk mengetahui sikap siswa terhadap kegiatan pembelajaran.

2. Proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan strategi kooperatif model Think Pair Share dalam meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa kelas V MI An-Nizhom Telanaipura Kota Jambi dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pada siklus I pertemuan pertama dan kedua siswa bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan soal tentang KPK dan FPB, dilanjutkan dengan mempresentasikan hasil pekerjaan dan diskusi kelompok. Pada siklus II pertemuan pertama dan kedua guru dan peneliti memfasilitasi siswa untuk bekerja dalam kelompok dalam meyelesaikan soal sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB serta mempresentasikan hasil pekerjaan dan diskusi pada seluruh siswa di kelas.

3. Proses evaluasi pembelajaran menggunakan strategi kooperatif model Think Pair Share dalam meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa kelas V MI An-Nizhom Telanaipura Kota Jambi dilakukan dengan menggunakan instrumen observasi dari setiap siklus yaitu pada setiap pertemuan setelah pembelajaran berlangsung yaitu siswa diberikan lembar observasi tentang sikap siswa terhadap mata pelajaran matematika yang telah dilakukan untuk diisi oleh masing-masing siswa untuk menentukan sejauh mana strategi yang diterapkan telah berhasil sesuai dengan yang direncanakan. Selain itu juga dari hasil wawancara dengan siswa. Dari data hasil evaluasi dapat dibuktikan bahwa penerapan strategi kooperatif model Think Pair Sharepada siswa kelas V MI An-Nizhom Telanaipura Kota Jambiterbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran matematika yaitu terbukti dengan meningkatnya antusiasme

siswa terhadap palajaran matematika dilakukan dengan strategi kooperatif model Think Pair Share ini.

B. Saran

1. Bagi Siswa

Hendaknya siswa lebih aktif dan lebih banyak terlibat dalam kegitan pembelajaran, tidak pasif menunggu informasi dari guru dan bisa berusaha memperoleh pengalaman sebanyak mungkin bisa dari teman atau dari sumber-sumber belajar yang lain, dapat menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dalam kelompok agar dapat saling bertukar pendapat tentang pengalaman belajar yang telah diperoleh. Selain itu yang paling penting menanamkan sikap untuk tidak takut mengikuti pelajaran khususnya pelajaran matematika dan tidak menganggap bahwa mata pelajaran ini sulit, dapat berfikir bahwa pelajaran matematika dapat menjadi pelajaran yang menyenangkan.

2. Bagi Guru

Guru hendaknya tidak menggunakan pembelajaran yang monoton, dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan lebih bermakna sehingga dapat menarik minat siswa terhadap pelajaran, banyak menggunakan strategi atau metode yang sesuai agar pelajaran tidak menjadi bosan. Guru dapat membuat suasana belajar menjadi hidup dan menyenangkan dan dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus I Pertemuan I

Nama Sekolah : MIS AN-NIZHOM Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : V/II (dua) Alokasi Waktu :2X 35 Menit

A. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah

B. Kompetensi Dasar

Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor kelipatan persekutuan terbesar (FPB)

C. Indikator

1.Menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

D. Tujuan Pembelajaran

1.Siswa dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Siswa dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB

E. Materi Pembelajaran

Kelipatan dan faktor bilangan

F. Metode Pembelajaran 1. Ceramah

2.Tanya Jawab

3. Diskusi Kelompok

4.Strategi Kooperatif Model Think Pair Share

G. Kegiatan Pembelajaran

Langkah – Langkah Pembelajaran

Kegiatan Langkah – Langkah Pembelajaran Waktu Awal Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi

siswa

a. Salam, berdoa dan menanyakan keadaan siswa serta memberi motivasi belajarb.

b. Guru memberitahukan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran dan materi yang akan

10

menit

dipelajari hari ini

c. Guru melakukan tanya jawab tentang pelajaran sebelumnya dan dikaitkan dengan materi yang akan dipelajari

d. Guru memberikan soal pretes untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang Konsep kelipatan dan faktor.

Inti Fase 2 : Menyajikan informasi ( Think )

a. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai konsep KPK dan FPB

b. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koopertif dengan model Think Pair Share

c. Guru meminta siswa untuk membaca materi pokok dan memikirkan mengenai contoh yang diberikan guru

Fase 3 : Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar (Pair)

d. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang terdiri dari 4 orang siswa dan dalam bangku yang berdekatan.

Fase 4 : Membimbing kelompok bekerja dan belajar

e. Guru meminta tiap kelompok untuk mendiskusikan materi pokok berdasarkan apa yang sudah dipikirkan oleh tiap masing-masing anggota kelompok.

f. Guru membimbing siswa dalam mendiskusikan materi pokok

Fase 5 : Evaluasi (Share)

g. Guru meminta kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas.

h. Guru meminta kelompok lain untuk menanggapi hasil presentasi kelompok yang di tunjuk.

i. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil kerjaannya

50

menit

Akhir 1. Guru bersama-sama murid untuk merangkum materi yang telah dipelajari

2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang sudah dibahas dan yang belum dipahami.

3. c. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam

10 menit

H. Alat dan Sumber Belajar

1. Buku paket matematika 4 hal 142-148 2. Buku matematika Erlangga hal 90-106 3. Pengalaman guru dan siswa

I. Penilaian

1. Jenis Penilaian a. Tes tulis b. Tes Lisan

c. Diskusi kelompok d. Kinerja

2. Rubrik Penilaian

Jambi, April 2018

Guru Matematika Guru Peneliti

Abdurahman, S. Ag Ma‟ruf ishak

Mengetahui Kepala Madrasah

Ratna S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus I Pertemuan II

Nama Sekolah : MIS AN-NIZHOM Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : V/II (dua) Alokasi Waktu :2X 35 Menit

J. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah

K. Kompetensi Dasar

Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor kelipatan persekutuan terbesar (FPB)

L. Indikator

1.Menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

M. Tujuan Pembelajaran

1.Siswa dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Siswa dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB

N. Materi Pembelajaran

Kelipatan dan faktor bilangan

O. Metode Pembelajaran 1. Ceramah

2.Tanya Jawab

3. Diskusi Kelompok

4.Strategi Kooperatif Model Think Pair Share

P. Kegiatan Pembelajaran

Langkah – Langkah Pembelajaran

Kegiatan Langkah – Langkah Pembelajaran Waktu Awal Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi

siswa

e. Salam, berdoa dan menanyakan keadaan siswa serta memberi motivasi belajarb.

f. Guru memberitahukan kepada siswa tentang

10

menit

tujuan pembelajaran dan materi yang akan dipelajari hari ini

g. Guru melakukan tanya jawab tentang pelajaran sebelumnya dan dikaitkan dengan materi yang akan dipelajari

h. Guru memberikan soal pretes untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang Konsep kelipatan dan faktor.

Inti Fase 2 : Menyajikan informasi ( Think )

j. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai konsep KPK dan FPB dua bilangan

k. Guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koopertif dengan model Think Pair Share

l. Guru meminta siswa untuk membaca materi pokok dan memikirkan mengenai contoh yang diberikan guru

Fase 3 : Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar (Pair)

m. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang terdiri dari 4 orang siswa dan dalam bangku yang berdekatan.

Fase 4 : Membimbing kelompok bekerja dan belajar

n. Guru meminta tiap kelompok untuk mendiskusikan materi pokok berdasarkan apa yang sudah dipikirkan oleh tiap masing-masing anggota kelompok.

o. Guru membimbing siswa dalam mendiskusikan materi pokok

Fase 5 : Evaluasi (Share)

p. Guru meminta kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas.

q. Guru meminta kelompok lain untuk menanggapi hasil presentasi kelompok yang di tunjuk.

r. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil kerjaannya

50

menit

Akhir 4. Guru bersama-sama murid untuk merangkum materi yang telah dipelajari

5. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang sudah dibahas dan yang belum dipahami.

6. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam Fase 6 : Memberi penghargaan

7. 4.Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang presentasi dan kelompok yang menanggapi hasil presentasi dengan memberikan nilai tambahan

8. 5.Guru mengakhiri pelajaran dengan salam

10 menit

Q. Alat dan Sumber Belajar

1. Buku paket matematika 4 hal 142-148 2. Buku matematika Erlangga hal 90-106 3. Pengalaman guru dan siswa

4. LKS

R. Penilaian

1. Jenis Penilaian e. Tes tulis f. Tes Lisan

g. Diskusi kelompok h. Kinerja

2. Rubrik Penilaian

Jambi, April 2018

Guru Matematika Guru Peneliti

Abdurahman, S. Ag Ma‟ruf ishak

Mengetahui Kepala Madrasah

Ratna S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus II Pertemuan I

Nama Sekolah : MIS AN-NIZHOM Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : V/II (dua) Alokasi Waktu :2X 35 Menit

S. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah

T. Kompetensi Dasar

Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor kelipatan persekutuan terbesar (FPB)

U. Indikator

1.Menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

V. Tujuan Pembelajaran

1.Siswa dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Siswa dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB

W. Materi Pembelajaran

Kelipatan dan faktor bilangan

X. Metode Pembelajaran 1. Ceramah

2.Tanya Jawab

3. Diskusi Kelompok

4.Strategi Kooperatif Model Think Pair Share

Y. Kegiatan Pembelajaran

Langkah – Langkah Pembelajaran

Kegiatan Langkah – Langkah Pembelajaran Waktu Awal Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi

siswa

i. Salam, berdoa dan menanyakan keadaan siswa serta memberi motivasi belajarb.

j. Guru memberitahukan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran dan materi yang akan

10

menit

dipelajari hari ini

k. Guru melakukan tanya jawab tentang pelajaran sebelumnya dan dikaitkan dengan materi yang akan dipelajari

l. Guru memberikan soal pretes untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang Konsep kelipatan dan faktor.

Inti Fase 2 : Menyajikan informasi ( Think ) a. Siswa mendengarkan penjelasan guru

mengenai penyelesaian masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB b. Guru menyampaikan langkah-langkah

pembelajaran koopertif dengan model Think Pair Share

c. Guru meminta siswa untuk membaca materi pokok dan memikirkan mengenai contoh yang diberikan guru

Fase 3 : Mengorganisasikan siswa dalam kelompok belajar (Pair)

s. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang terdiri dari 4 orang siswa dan dalam bangku yang berdekatan.

Fase 4 : Membimbing kelompok bekerja dan belajar

t. Guru meminta tiap kelompok untuk mendiskusikan materi pokok berdasarkan apa yang sudah dipikirkan oleh tiap masing-masing anggota kelompok.

u. Guru membimbing siswa dalam mendiskusikan materi pokok

Fase 5 : Evaluasi (Share)

v. Guru meminta kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas.

w. Guru meminta kelompok lain untuk menanggapi hasil presentasi kelompok yang di tunjuk.

x. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan hasil kerjaannya

50

menit

Akhir 9. Guru bersama-sama murid untuk merangkum materi yang telah dipelajari

10. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang sudah dibahas dan yang belum dipahami.

11. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam Fase 6 : Memberi penghargaan

12. Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang presentasi dan kelompok yang menanggapi hasil presentasi dengan memberikan nilai tambahan

13. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam

10 menit

Z. Alat dan Sumber Belajar

1. Buku paket matematika 4 hal 142-148 2. Buku matematika Erlangga hal 90-106 3. Pengalaman guru dan siswa

4. LKS

AA. Penilaian 1. Jenis Penilaian

i. Tes tulis j. Tes Lisan

k. Diskusi kelompok l. Kinerja

2. Rubrik Penilaian

Jambi, April 2018

Guru Matematika Guru Peneliti

Abdurahman, S. Ag Ma‟ruf ishak

Mengetahui Kepala Madrasah

Ratna S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Siklus II Pertemuan II

Nama Sekolah : MIS AN-NIZHOM Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : V/II (dua) Alokasi Waktu :2X 35 Menit

BB. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan masalah

CC. Kompetensi Dasar

Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor kelipatan persekutuan terbesar (FPB)

DD. Indikator

1.Menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK dan FPB

EE. Tujuan Pembelajaran

1.Siswa dapat menentukan KPK dan FPB dari dua bilangan

2.Siswa dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan KPK dan FPB

FF. Materi Pembelajaran Kelipatan dan faktor bilangan

GG. Metode Pembelajaran 1. Ceramah

2.Tanya Jawab

3. Diskusi Kelompok

4.Strategi Kooperatif Model Think Pair Share

HH. Kegiatan Pembelajaran Langkah – Langkah Pembelajaran

Kegiatan Langkah – Langkah Pembelajaran Waktu Awal Fase 1: Menyampaikan tujuan dan memotivasi

siswa

m. Salam, berdoa dan menanyakan keadaan siswa serta memberi motivasi belajarb.

n. Guru memberitahukan kepada siswa tentang

10

menit

Dokumen terkait