Kontrol 30 0.423 4.636 2.042 2.750 Ho ditolak Eksperimen 30 0.507
E. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian di atas, data yang ditemukan diolah berdasarkan metode analisis data yang telah dijelaskan pada bab III yang bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Penggunaan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Website dan Media Powerpoint Pada Pelajaran Sosiologi Materi Interaksi Sosial Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta. Hasil pretest siswa pada kelas eksperimen dan kontrol menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum penggunaan E-Learning berbasis Website pada kelas eksperimen dan penggunaan media powerpoint pada kelas kontrol. Kemampuan awal siswa pada kedua kelaompok tersebut hampir sama rata.
Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 55 dan nilai rata-rata pretest kelas kontrol sebesar 50.5 yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan uji-t. untuk nilai pretest kelas eksperimen dan kontrol menunjukan bahwa thitung < ttabel yaitu pretest sebesar 1.86, < 2.042 ( taraf signifikansi α = 0.05). sedangkan nilai posttest siswa kelas eksperimen dan kontrol menunjukan bahwa terdapat perbedaan rata-rata. Nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen yang menggunakan E-learning berbasis website lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran media powerpoint. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 77.3 dan pada kelas kontrol sebesar 70.8 yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan uji-t. Untuk nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol menunjukan bahwa thitung > ttabel yaitu 2.93 > dari 2.042 ( taraf signifikansi 5% ). Berdasarkan nilai rata-rata pretest dan posttest yang dihitung dengan menggunakan uji –t menunjukan bahwa penggunaan E-Learning berbasis Website lebih efektif bagi siswa untuk meningkatkan hasil belajar pada materi interaksi sosial.
E-Learning berbasis website pada kelas eksperimen dan penggunaan media powerpoint juga digunakan perhitungan gain. Hasil perhitungan tes dengan menggunakan gain diperoleh nilai g untuk kelas kontrol adalah sebesar 0.42 sedangkan nilai g untuk kelas eksperimen adalah sebesar 0.50 yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan uji-t. untuk N-gain kelas eksperimen dan kontrol menunjukan bahwa thitung > ttabel yaitu 4.6 > 2.042 (taraf signifikan 5%).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada setiap pertemuan, di kelas eksperimen siswa dituntut untuk dapat berperan lebih aktif dalam memperoleh kesempatan membangun sendiri pengetahuannya.Sehingga memperoleh pemahaman yang mendalam serta dalam proses pembelajarannya lebih bervariatif seperti meng-upload, men-download ,chating dan memberikan komentar pada topik pelajaran, maupun mendemonstrasikan hasil belajarnya. Peningkatan hasil belajar yang diraih kelas ekpserimen. dikarenakan adanya suasana belajar di kelas yang lebih kondusif, aktif dan minat serta antusias siswa sangat terlihat dibandingkan pada kelas kontrol, terutama pada hal distribusi materi pembelajaran yang tidak terpusat hanya pada guru.
Budaya belajar yang dikembangkan di kelas eksperimen adalah keaktifan siswa dalam membangun sendiri keingintahuannya, membangun karakter keinginan membantu teman yang kesulitan, serta pemanfaatan waktu yang bisa optimal di kelas karena kegiatan sudah terstruktur. Pada E-Learning terdapat kegiatan terstruktur untuk setiap pertemuan, sehingga siswa mampu memanajemen waktu belajar di kelas yang harapannya sejalan dengan mengoptimalkan fasilitas yang ada. Dengan demikian, keaktifan siswa dalam membangun sendiri pengetahuannya diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih lama mengingat dan memahami materi pelajaran.
Penelitian ini juga didukung oleh angket untuk mengetahui tanggapan siswa setelah penggunaan E-Learning berbasis website pada kelas eksperimen dan media powerpoint pada kelas kontrol. Data berdasarkan
indikator angket dan alternatif jawaban , maka diperoleh data sebagai berikut:
1. Hasil angket kelas eksperimen
Tabel 4.15
Skala pernyataan positif dan negatif pada skala likert siswa kelas XB
No Pernyataan Kategori
SS S N TS STS
1 Pernyataan Positif 167 111 0 22 0
2 pernyataan Negatif 0 30 0 145 117
a. Hasil rekapitulasi skala positif dari 30 siswa kelas XB Yang Menjawab SS X 5 = 167 X 5 = 835 Yang Menjawab S X 4 = 111 X 4 = 444 Yang Menjawab N X 3 = 0 X 3 = 0 Yang Menjawab TS X 2 = 22 X 2 = 44 Yang Menjawab STS X 1 = 0 X 1 = 0 Jumlah = 1323
Jumlah skor ideal tertinggi = 300 X 5 = 1500
= 100% = 100% = 88.2% tergolong sangat baik.
b. Hasil rekapitulsi skala negatif dari 30 siswa kelas XB Yang Menjawab SS X 1 = 0 X 1 = 0 Yang Menjawab S X 2 = 30 X 2 = 60 Yang Menjawab N X 3 = 0 X 3 = 0 Yang Menjawab TS X 4 = 145 X 4 = 580 Yang Menjawab STS X 5 = 117 X 5 = 585 Jumlah = 1225
Jumlah skor ideal tertinggi = 300 X 5 = 1500
= 100% = 100% = 81.6% tergolong sangat baik
Tabel 4.16
Skala pernyataan positif dan negatif pada skala likert siswa kelas XC
No Pernyataan Kategori
SS S N TS STS
1 Pernyataan Positif 102 168 0 11 0
2 pernyataan Negatif 0 30 0 130 140
a. Hasil rekapitulasi skala positif dari 30 siswa kelas XC Yang Menjawab SS X 5 = 102 X 5 = 510 Yang Menjawab S X 4 = 168 X 4 = 672 Yang Menjawab N X 3 = 0 X 3 = 0 Yang Menjawab TS X 2 = 11 X 2 = 22 Yang Menjawab STS X 1 = 0 X 1 = 0 Jumlah = 1204
Jumlah skor ideal tertinggi = 300 X 5 = 1500
= 100% = 100% = 80.2% tergolong sangat baik.
b. Hasil rekapitulsi skala negatif dari 30 siswa kelas XC Yang Menjawab SS X 1 = 0 X 1 = 0 Yang Menjawab S X 2 = 30 X 2 = 60 Yang Menjawab N X 3 = 0 X 3 = 0 Yang Menjawab TS X 4 = 130 X 4 = 520 Yang Menjawab STS X 5 = 140 X 5 = 700 Jumlah = 1280
Jumlah skor ideal tertinggi = 300 X 5 = 1500
= 100% = 100% = 85.3% tergolong sangat baik
Melihat Hasil rekapitulasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media e-learning berbasis website dan media powerpoint mempunyai respon yang sangat baik.
117 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan, tujuan penelitian, hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan hasil belajar dengan penggunaan media pembelajaran E-Learning berbasis website lebih tinggi daripada menggunakan media pembelajaran powerpoint. Hal ini terlihat dari hasil analisis data yang menunjukan nilai rata-rata posttest siswa kelas XB yang merupakan kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan E-learning berbasis website sebesar 77.3 dan modus sebesar 80 dengan gain sebesar 0.50 sedangkan nilai rata-rata posttest siswa kelas XC yang merupakan kelas kontrol yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 70.8 dan modus 60,70 dan mengalami peningkatan hasil belajarnya.
Hal ini menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran E-Learning berbasis website lebih tinggi daripada penggunaan media pembelajaran powerpoint dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MA Pembangunan UIN Jakarta pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Sosiologi diterima. Perhitungan nilai gain antara kelas eksperimen juga lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu nilai gain kelas
eksperimen g = 0.50 dan pada kelas kontrol g = 0.42. Melihat kesimpulan yang didapat dari penelitian ini, seharusnya sekolah menggunakan dan mengoptimalkan keberadaan E-Learning yang sudah ada tersebut, untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, sebaiknya sekolah menggunakan media pembelajaran E-Learning pada mata pelajaran yang lain dengan karakteristik sesuai dengan mata pelajaran IPS yang mana sudah diujicobakan dan menghasilkan kesimpulan bahwa media pembelajaran E- Learning efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penelitii merekomendasikan beberapa hal untuk dijadikan bahan pertimbangan dan pemikiran antara lain:
1. Bagi siswa, E-Learning merupakan salah satu alternatif media pembelajaran interaktif yang mengembangkan sikap aktif, mandiri dan kreatif, maka sebaiknya media pembelajaran ini dapat digunakan untuk setiap materi IPS maupun mata pelajaran yang lain. Persiapan format penilaian keaktifan siswa juga sangat ditekankan demi menghasilkan data yang lengkap.
2. Bagi guru, sebelum pelaksanaan pembelajaran menggunakan media ini, guru harus dapat mempersiapkan komponen pendukung, seperti rencana pembelajaran yang lebih sistematis agar lancar serta jelas apa yang akan dilakukan, kemudian materi serta tugas di dalam E-Learning harus sudah disediakan sebelum pembelajaran dimulai. 3. Bagi guru ,media pembelajaran E-Learning membutuhkan waktu ekstra
dalam persiapan, sehingga sebelum memulai pembelajaran sebaiknya guru telah mempersiapkannya dengan sangat matang. Karena media ini digunakan oleh guru sepanjang pembelajaran.
4. Bagi guru, pengkondisian belajar siswa ketika pembelajaran E-Learning berlangsung harus lebih diperhatikan karena siswa akan dituntut secara mandiri menggali materi yang diajarkan secara lebih
mendalam, sekaligus mengembangkan pengetahuan seluas mungkin. 5. Bagi Sekolah, fasilitas laboratorium komputer dan koneksi internet
sebagai faktor pendukung penerapan pembelajaran ini harus memadai, agar efektivitas pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Proses pembelajaran dengan media E-Learning berbasis website sangat tergantung oleh adanya ketersediaan koneksi internet, sehingga ketika fasilitas jaringan internet terganggu, maka proses pembelajaran pun dapat terganggu.
6. Bagi peneliti selanjutnya, untuk penelitian lebih lanjut, sebaiknya melakukan pengembangan sejenis tetapi dengan pokok bahasan yang berbeda, supaya dapat dilihat bahwa penerapan media pembelajaran E-Learning ini sangat sesuai untuk diterapkan pada materi apapun yang menuntut keterampilan praktek siswa.
120
Adi Kusrianto, Presentasi Sukses dengan PowerPoint, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2007
Ahmad Sofyan, et. ol., Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, Jakarta:UIN Jakarta Press, 2006
Arif S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pres. 1986 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pres,2011
Bambang Warsita ., Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya, Jakarta, PT. Rineka Cipta, 2008
EES, Profil Perusahaan Interaktif dengan MS PowerPoint 2007, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2007
Elisanti Tintin Rostini, Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X ( Jakarta: oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional,2009
Etin Solihatin dan Raharjo, Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS, (Bumi Aksara:Jakarta, 2008
Fauzi Muchamad,, Metode Penelitian Kuantitatif Sebuah Pengantar, (Semarang: Walisongo Press,2009
Fritz Damanik , Sosiologi SMA/MA Kelas X, (Jakarta: PT.Bumi Aksara,2001 HM Musfiqon, Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: PT.
Prestasi Pustakarya, 2012
IIf Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri, Mengembangkan Pembelajaran IPS TERPADU Jakarta:PT Prestasi Pustaka Publisher, 2011
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2000 Tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia Presiden Republik Indonesia
Lia Kuswayanto, Mahir dan Terampil Berkomputer, Bandung: Grapindo Media Pratama,2008
Mawar Ramadhani, “Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Web Pada Pelajaran Teknologi dan Informasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Kalasan”, Skripsi S1 Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta,2012.
Mel Silberman, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, ( Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2009
Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Bandung;PT Remaja Rosda Karya edisi kedua, 2005
Mudjijo, Tes Hasil Belajar, Bumi Aksara:Jakarta, 1995
Muhibin Syah, Psikologi Belajar, Jakarta:PT. Logos Wacana Ilmu, 1999 Nana Sudjana, Penelitian Hasil Belajar Mengajar, Bandung:Remaja Rosda
Karya, 2001
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006
Nu’man Sumantri, Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS, (PT Remaja Rosda Karya: Bandung, 2001
Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran Jakarta:PT Bumi Aksara, 1999 Pupuh Fathurrohman dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar, Bandung:
PT. Refika Aditama,2007
Riduwan, Belajar mudah peneltian untuk guru, karyawan,dan peneliti pemula, (Bandung: Alfabeta:2007
Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer ,Mengembangkan Profesionalisme Abad 21. Bandung: CV Alfabeta,2012
Sapriya, Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran, PT Remaja Rosda Karya:Bandung, 2009
Sindu Mulianto, dkk. Panduan lengkap Supervisi Diperkaya Perspektif Syariah, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006
S. Nasution, Teknologi Pendidikan ,Bandung: Jeemars, 1982
S. Nasution, Didaktik Asas-Asas Mengajar, Jakarta:Bumi Aksara Cet. 1, 1995 Steven Andy Pascal, Tips & Trik Microsoft Office 2007, Jakarta: PT. Elex Media
Subana dan Sudrajat, Dasar-dasar Penelitian Ilmiah, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2001
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : CV. Alfabeta.2010 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Tindakan Praktik, Jakarta:
PT.Rineka Cipta, 2006
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Bumi Akasara, 2009
Sutarto, Buku Ajar Fisika (BAF) dengan Tugas Analisis Foto Kejadian Fisika (AFKF) sebagai Alat Bantu Penguasaan Konsep Fisika, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta:Badan Pengembangan dan Penelitian
Departemen Pendidikan Nasional, 2005. h. 327-328.
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 31 amandemen ke-4, Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan, Jakarta:PT Rineka Cipta, 2006
Yuhefizhar, Mudah Membangun Toko Online dengan CMS Pretashop, Jakarta: PT Elex Media Komputindo,2011
http://andini0308.blogspot.com/2013/05/pengertian-e-learning-menurut-para-ahli.html di akses pada tanggal 03 Maret 2014
http://www.bppaudnireg1.com/buletin/read.php?id=23&dir=1&idStatus=4 di akses pada tanggal 7 Januari 2014
http://e-dufiesta.blogspot.com/2008/06/pengertian-e-learning.html diakses pada tanggal 5 Desember 2013
http://www.ica-sae.org/trainer/indonesian/p11.htm. di akses pada tanggal 27 Nopember 2013
http://storage.jakstik.ac.id/students/full%20paper/penulisan%20ilmiah/30403135/ Bab%20II.pdf. Di akses pada tanggal 10 Februari 2014
http://tegararian.blogspot.com/2013/03/pengertian-website.html. di akses pada tanggal 20 Nopember 2013.
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X/2
Materi Pelajaran : Interaksi Sosial
Standar Kompetensi : 1. Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan Pengertian Interaksi Sosial sebagi dasar pola keteraturan dan dinamika sosial.
Indikator : 1. Mendeskripsikan pengertian interaksi sosial berdasarkan proses terjadinya dan pandangan para tokoh
2. Mengidentifikasi kontak dan komunikasi sosial 3. Mengidentifikasi faktor-faktor interaksi sosial
4. Mengidentifikasi hubungan keteraturan sosial dan interaksi sosial
Alokasi Waktu : 2x45 menit
A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu untuk:
Mendeskripsikan pengertian interaksi sosial berdasarkan proses terjadinya
Mendeskripsikan interaksi sosial dalam pandangan para tokoh
Medeskripsikan proses interaksi sosial yang berlangsung di masyarakat
Mendeskripsikan faktor-faktor yang mendasari proses interaksi sosial
Membedakan keteraturan sosial dengan interaksi sosial
Menganalisis keteraturan sosial di masyarakat
Menganalisis unsur-unsur dalam keteraturan sosial
Menjelaskan kegunaan interaksi sosial sebagai mahluk sosial dimasyarakat B. Materi Pembelajaran : Sosiologi
Pendekatan model E-Learning dan life skill, metode diskusi , pemberian tugas dan tanya jawab online(virtual environment)
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran