METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
H. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian
Dalam pelaksanaannya, peran dan posisi peneliti dalam penelitian ini yaitu sebagai guru yang melakukan kegiatan proses pembelajaran Sosiologi di kelas X IPS C sebagai kelas kontrol menggunakan media pembelajaran powerpoint di kelas X IPS B sebagai kelas eksperimen menggunakan media E Learning berbasis Website. Nantinya hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen akan dibandingkan melalui soal pretest dan posttest yang diberikan pada kedua kelas tersebut.
Sedangkan guru bidang studi sosiologi dalam penelitian ini terlibat sebagai kolaborator dan observer. Dimana guru membantu peneliti dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan melakukan kegiatan pengamatan sekaligus penilaian ketika peneliti mengajar di depan kelas. I. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan meliputi tiga tahap: 1. Tahap Persiapan sebelum Penelitian
Langkah awal pada tahap persiapan sebelum penelitian sebelum melakansanakan penlitian adalah pengurusan surat izin penelitian dari Universitas Isalam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta. Langkah
8
Riduwan, Belajar mudah peneltian untuk guru, karyawan,dan peneliti pemula, (Bandung: Alfabeta:2007), h.63
9
Fauzi Muchamad,, Metode Penelitian Kuantitatif Sebuah Pengantar, (Semarang: Walisongo Press,2009),h.192.
selanjutnya adalah suevei tempat untuk uji coba instrument dan penelitian. Setelah melaksanakan survey tempat, dilakukan observasi berupa pengamatan secara langsung proses belajar mengajar Sosiologi di kelas X IPS B dan C MA Pembangunan UIN Jakarta. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan wawancara singkat dengan guru bidang studi sosiologi X IPS dan siswa-siwi X IPS B dan C mengenai proses pembelajaran yang selama ini digunakan.
Setelah pra observasi dan wawancara selesai dilaksanakan, maka langkah selanjutnya adalah membuat instrument penelitian berdasarkan kisi-kisi soal yang telah dibuat dengan bimbingan dosen pembimbing. Setelah instrument penelitian selesai dibuat , dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Setealah instrument penelitian dan rencana pelaksanaan pembelajaran selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dalam hal ini guru bidang studi yang bersangkutan untuk melaksanakan uji coba instrumen kepada kelas X IPS B dan C
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
Menentukan dua kelompok sample, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, merupakan langkah awal pada tahap pelaksanaan penelitian. Selanjutnya, diadakan tes awal (pretest) kepada kedua kelompok penelitian menggunakan soal-soal hasil analisis data uji coba instrument penelitian. Setelah tes awal (pretest) dilaksanakan pada kedua kelompok penelitian, kegiatan belajar dilaksanakan. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa penggunaan E-Learning berbasis Website sedangkan kelompok kontrol diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan media power point. Setelah diberi perlakuan diadakan tes akhir (posttest) untuk kedua kelompok penelitian menggunakan soal-soal yang sama ketika dilakukan tes awal (pretest). Tes akhir merupakan langkah terakhir pada tahap pelaksanaan penelitian. Tahap selanjutnya adalah tahap akhir dalam penelitian.
3. Tahap Akhir Penelitian
Setelah kedua kelompok penelitian melaksanakan tes akhir , langkah selanjutnya adalah melaksanakan analisis data hasil tes awal dan tes akhir kedua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol , menggunakan uji statistik. Setelah itu dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan sebelumnya. Penarikan kesimpulan merupakan langkah paling akhir dalam prosedur penelitian. J. Instrumen Penelitian
Menurut Riduwan instrumen penelitian diartikan sebagai “alat ukur yang dapat menunjang dalam mengumpulkan data.”10 Sejumlah data yang dapat diasumsikan dan digunaka merupakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan menguji hipotesis penelitian. Sesuai metode pengumpulan data maka instrument yang dapat digunkan dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. Pada instrumen tes menggunakan tes penguasaan konsep pada aspek kognitif, dan pada instrument non tes menggunakan lembar angket, lembar observasi, dan wawancara serta lembar dokumentasi.
1) Tes Hasil Belajar Sosiologi
Tes hasil belajar sosiologi merupakan Tes yang digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa yang menguasai materi yang telah diberikan. Tes hasil belajar ini dalam bentuk objektif atau pilihan ganda, dengan lima (5) alternatif jawaban sebanyak dua puluh (20) soal. Agar dapat mengukur hasil belajar siswa, maka soal tersebut dibuat sesuai dengan aspek kognitif yang meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan aplikasi.
Kemudian validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi, menurut Suharsimi mengartikan “setiap soal di susun berdasarkan materi dan tujuan pembelajaran khusus. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan pembelajaran khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan. Oleh karena materi yang diajarkan
10
tertera dalam kurikulum maka validitas isi ini sering juga disebut validitas kurikulum.”11
Menurut Suharsimi adapun prosedur dalam pengadaan instrument yang baik adalah sebagai berikut:
a) Perencanaan yang meliputi perumusan tujuan, menentukan variable, dan mengkategorikan variable.
b) Penulisan butir soal dan penyusunan skala.
c) Melengkapi instrument dengan pedoman mengerjakan, surat pengantar dan kunci jawaban.
d) Uji coba instrument baik dalam skala kecil maupun besar. e) Menganalisa hasil, menganalisa item jawaban, melihat pola
jawaban dan saran-saran.
f) Mengadakan revisi terhadap item-item soal akan diberi kuarang baik berdasarkan data yang diperoleh sewaktu uji coba.”12
Untuk mengetahui kemampuan awal siswa akan diberi pretest sedangkan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah diberi perlakuan akan diberi posttest.
Tabel 3.2
Kisi-kisi Instrumen Tes kognitif Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Indikator Aspek yang diukur ∑
Soal C1 C2 C3 C4 Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat Menganalisis interaksi sosial sebagai dasar pembentukan pola keteraturan dan dinamika sosial Interaksi Sosial • Mendeskripsikan pengertian interaksi sosial • Mengidentifikasi kontak dan komunikasi sosial • Mengidentifikasi faktor-faktor interaksi sosial • Mengidentifikasi Hubungan keteraturan sosial dan interaksi sosial 5,8 21 12, 3 2,7 22 13.14 1,11,15,2 3,28 4,6,9,10 17,20 18,30 24,25,26, 27 16,19,29 7 8 8 7 11
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT Bumi Akasara, 2009), Cet ke-9. h. 67.
12
2. Pedoman Observasi Pembelajaran
Data yang diperoleh dari lembar observasi guru kada KBM yang diisi oleh guru bidang studi sosiologi yang bertindak sebagai observer dengan cara mengamati peneliti yang bertindak sebagai guru yang mengajar di kelas dengan mencheklist (√) pada setiap aspek yang dinilai di setiap pertemuan.
3. Pedoman Wawancara
Data diperoleh dengan mewawancarai guru bidang studi sosiologi kelas X IPS dan beberapa kelas X B dan C
4. Angket
Instrumen yang digunakan untuk mengetahui aspek afektif pada pembelajaran sosiologi dengan menggunakan E-Learning berbasis Webiste pada kelas eksperimen dan powerpoint pada kelas kontrol, dengan menggunakan skala Likert dimana terdiri dari 20 pernyataan yaitu 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif dengan menggunakan 5 pilihan yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Dimana untuk hasil belajar siswa pada aspek afektif, denga menggunakan rumus:
P = X100% Dengan :
P = Angka frekuensinya
f = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya N = Jumlah frekuensinya/ banyaknya individu Dimana: 0,80-1,00 = Sangat Baik 0,60-0,80 = Baik 0,40-0,60 = Sedang 0,20-0,40 = Buruk 0,00-0,20 = Buruk Sekali
Berikut ini kisi-kisi angket hasil belajar antara yang menggunakan E-Learning berbasis website dengan menggunakan media powerpoint
Tabel 3.3
Kisi-kisi angket penggunaan E-Learning berbasis website
No Indikator Item Jumlah
1 Penggunaan E-Leraning berbasis website
1,2,3,4,5,11,12,13,14,15 10
2 Pengaruh E-Learning
berbasis website terhadap pelajaran sosiologi
6,7,8,9,10,16,17,18,19,20 10
Jumlah 20
Tabel 3.4
Kisi-kisi angket penggunaan media powerpoint
No Indikator Item Jumlah
1 Penggunaan Media
Powerpoint
1,2,3,4,5,11,12,13,14,15 10
2 Pengaruh Media Powerpoint terhadap pelajaran sosiologi
6,7,8,9,10,16,17,18,19,20 10
Jumlah 20