• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METEODOLOGI PENELITIAN

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil analisis deskriptif menunjukkan perubahan hasil belajar murid setelah diterapkan model script pada akhir pembelajaran. Adapun yang dianalisis pada penelitian ini adalah hasil belajar murid dan aktivitas belajar murid

Penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I, skor tertinggi yang diperoleh murid adalah 90 dan skor terendah adalah 45. Bila nilai hasil belajar murid kelas V tersebut dirata-ratakan maka nilai yang diperoleh adalah 57,78. Jika mengacu kepada nilai ketuntasan belajar maka banyaknya murid yang dalam kategori tuntas adalah 6 orang murid, sedangkan sisanya yang berjumlah 8 orang berada dalam kategori tidak tuntas. Meninjau kembali indikator keberhasilan dalam penelitian ini maka dapat dikatakan bahwa penelitian untuk siklus I ini belum berhasil, karena itu penelitian ini selanjutnya diteruskan ke siklus kedua dengan meninjau kembali (merefleksi) apa-apa yang harus dibenahi, diperbaiki dan ditingkatkan untuk melangkah ke siklus II agar nantinya keterampilan berbicara murid bisa lebih meningkat.

Hasil dari analisis deskriptif siklus II memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar murid, dimana skor tertinggi yang diperoleh murid adalah 90, sedangkan skor terendah adalah 60, Selain itu nilai rata-rata kelas untuk siklus II ini juga mengalami peningkatan yaitu 75,35. Mengacu pada nilai ketuntasan belajar murid bahwa banyaknya murid yang mengalami ketuntasan belajar pada siklus II ini adalah 12 orang yang jika dipersentasekan sebesar 86%

sedangkan jumlah murid yang masih berada dalam kategori tidak tuntas adalah 2 orang yang jika dipersentasekan sebesar 14%. Berbagai upaya yang telah dilakukan termasuk di antaranya adalah mencoba menanyakan dimana ketidak mampuan mereka dalam belajar, memberikan berbagai bentuk motivasi akan tetapi hasil yang diperlihatkan belum juga optimal. Kembali melihat indikator keberhasilan maka dapat dikatakan penelitian ini berhasil terbukti dimana dari jumlah keseluruhan murid yang ada di kelas V terdapat 86% murid yang berada

dalam kategori hasil belajarnya tuntas (dikatakan tuntas apabila 86% dari jumlah murid memperoleh nilai 65% kemampuan berbicara).

Adapun proses belajar selama pengamatan dari siklus I dan berlanjut pada siklus II berupa kehadiran murid sebanyak 96,42%, meningkat menjadi jadi 98,21%, aktifitas negative murid sebanyak 28,57%, meningkat menjadi 14,28%, aktifitas mencatat dan mengerjakan soal sebanyak 66,07%, meningkat menjadi 78,57%, murid yang kurang percaya diri dalam mengerjakan soal sebanyak 44,64 meningkat menjadi 17,85% dan interaksi berupa presentase berbicara dan motivasi sebanyak 78,57%, meningkat menjadi 80,35% pada siklus II.

Hal ini sangat relevan dengan pendapat Slameto (2003) bahwa agar murid dapat belajar dengan baik metode maupun model mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien, dan Seefektif mungkin, karena metode atau model mengajar dapat mempengaruhi belajar murid. Hal ini dapat berarti dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dapat berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan bicara, guru harus memperhatikan model pembelajaran secara efektif,di antaranya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe script

Selanjutnya Rooijakkers dalam Sagala (2011: 174) menjelaskan keberhasilan seorang pengajar itu dapat mengajak para muridnya mengerti suatu masalah melalui semua tahap proses belajar, karena dengan cara itu murid akan memahami hal yang diajarkan, Dengan begitu,dalam proses pembelajaran, pengajar harus dapat menggunakan model-model dan pendekatan mengajar yang dapat menjamin pembelajaran berhasil sesuai yang direncanakan

Kemudian hal yang relevan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe script khusunya aspek berbicara murid kelas V SD Inpres Gallang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa Sejalan dengan keberhasilan dalam ketuntasan belajar searah dengan pendapat Tarigan (dalam Haryadi 1996:

54 ) bahwa berrbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Hal tersebut merupakan suatu acuan dalam menerapkan pembelajaran keberhasilan murid yang sejalan dengan model pembelajaran kooperatif tipe script khusunya aspek berbicara yang diberikan

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan tindakan kelas selama dua siklus sebagai berikut:

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Script dapat meningkatkan aktivitas belajar murid khususnya pada keterampilan berbicara di kelas V SD Inpres Gallang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa terlihat jelas

pada rata-rata hasil belajar murid pada siklus I dengan rata-rata 57,78% menjadi 75,35% pada siklus II.

Penerapan pembelajaran kooperatif Tipe Script dapat meningkatkan hasil belajar skor hasil ketuntasan belajar sebesar 43% atau 6 murid pada siklus I menjadi 86 % atau 12 murid pada siklus II Dari 14 Murid kelas V SD Inpres Gallang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa

Adapun proses belajar selama pengamatan dari siklus I dan berlanjut pada siklus II berupa kehadiran murid sebanyak 96,42%,meningkat menjadi jadi 98,21%, aktifitas negative murid sebanyak 28,57%,meningkat menjadi 14,28%, aktifitas mencatat dan mengerjakan soal sebanyak 66,07%, meningkat menjadi 78,57% ,murid yang kurang percaya diri dalam mengerjakan soal sebanyak 44,64, meningkat menjadi 17,85% dan interaksi berupa presentase berbicara dan motivasi sebanyak 78,57%, meningkat menjadi 80,35% pada siklus II

B. Saran

Sehubungan dengan kesimpulan hasil penelitian di atas, maka saran yang dapat dikemukakan oleh peneliti adalah :

Disarankan agar untuk menerapkan pembelajaran kooperatif tipe script sebagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar murid demikian juga sebagai guru kelas disarankan agar dapat menguasai beberapa model-model pembelajaran, supaya dapat menyesuaikan dengan bahan ajar yang akan disajikan,sarana pembelajaran sebaiknya fasilitas lengkap dan hasil penelitian yang diperoleh melalui model pembelajaran kooperatif tipe Script

cukup positif, maka diharapkan kepada guru-guru khususnya guru kelas agar dapat menerapkan model pembelajaran ini

DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Alek. 2010. Bahasa Indonesia untuk perguruan tinggi. Jakarta:

Kencana.

Amir, Muhammad & Tarman. 2009. Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia KelasTinggi Sekolah Dasar.Diktat. FKIP: Unismuh Makassar.

Arikunto, 2006.Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Aryawan,2009.(Pembelajaran-kooperatif-cooperative.html).

Asmani Jamal Ma’mur. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Banguntapan Yogjakarta: Laksana.

Hambali, 2007. Pengajaran Bahasa Indonesia di Kelas Tinggi Sekolah Dasar.

Diktat : FKIP Unismuh Makassar.

5 5

Haryadi, Zamzani. 1996. Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia Yogyakarta: Angkasa.

Isjoni, 2009.Cooperative Learning. Bandung: Alpabeta.

Junus Muhammad Andi, 2011. Keterampilan Berbahasa Lisan. Makassar:

Universitas Negeri Makassar.

Kiranawati,2007.CooperativeScriptdownloadGuruPKnBelajarMenulis.htm.

Kondongan, Munir. 2009. Dasar Keterampilan Berbicara. Diktat. FKIP: Unismuh Makassar.

Mafrukhi, 2006.Saya Senang Berbahasa Indonesia Untuk Sekolah Dasar Kelas V.

Jakarta: Erlangga.

Mahmudah. 2011. Diagnostik Kesulitan Belajar (Untuk Kalangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar).Diktat.FKIP. Unismuh Makassar.

Nurlia, 2011.Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Script pada Murid Kelas IV SD Inpres Pallangga. Skripsi.

FKIP: Unismuh Makassar.

Patmawati. 2011. Meningkatkan Kemampuan Membaca Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Script Pada Siswa Kelas V SD Negeri XS Bolli Kabupaten Enrekang. Skripsi. FKIP: Unismuh Makassar.

Riyanto Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Solchan. 2008. Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta: Universitas Terbuka Syukur, M. Hak. Model Pembelajaran Efektif di Sekolah Dasar. Diktat. FKIP:

Unismuh Makassar.

Tarigan, Henry Guntur. 1979. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung : Angkasa.

Nama : Wahyudi

Stambuk : K. 10540 6916 11

Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Judul Skripsi : Meningkatkan Keterampilan Berbicara Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Script pada Murid Kelas V SD Inpres Gallang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa

Pembimbing : 1. Dra. Hj. Rahmija K, M.Pd.

2. Syekh Adiwijaya Latief, S.Pd., M.Pd.

No Hari/Tanggal Uraian Perbaikan Tanda Tangan

Mengetahui,

Ketua Jurusan PGSD

Sulfasyah, MA., Ph.D NBM. 970635

Skor Kategori Presentase Skor Kategori Presentase

1 Nur halima 55 Sedang TidakTuntas 75 Tinggi Tuntas

2 Muh.Ilham 50 Rendah Tidak Tuntas 70 Tinggi Tuntas

3 Sulaeman 65 Tinggi Tuntas 85 Sangat

Tinggi

Tuntas

4 Haikal 50 Rendah Tidak Tuntas 70 Tinggi Tuntas

5 Muh.Amin 50 Rendah Tidak Tuntas 75 Tinggi Tuntas

6 Ismail 50 Rendah Tidak Tuntas 70 Tinggi Tuntas

7 Muh.Ansar 50 Rendah Tidak Tuntas 65 sedang Tidak Tuntas

8 Muh.Agus 55 Sedang Tidak Tuntas 75 Tinggi Tuntas

9 Muh.Sakir 64 Tinggi Tuntas 75 Tinggi Tuntas

10 Nurfadhilla 65 Tinggi Tuntas 80 Tinggi T untas

11 Rahmawati 45 Sangat

Rendah

Tidak Tuntas 60 Sedang Tidak Tuntas

12 Nurul Islamiah

65 Tinggi Tuntas 80 Tinggi Tuntas

13 ST.Nurhalisa 80 Tinggi Tuntas 90 Sangat

Tinggi

Tuntas

14 Ulfa Sulfiani 65 Tinggi Tuntas 85 Sangat

Tinggi

Tuntas

jumlah 809 1055

Skor rata-rata 57,78 75,35

NO NAMA

Pertemuan

Siklus I Siklus II

I II III IV I II III IV

1. Nurhalima

2. Muh.Ilham

3. Sulaeman

4. Haikal

5. Muh.Amin

6. Ismail

7. Muh.Ansar a

8. Muhammad Agus i

9. Muhammad Sakir

10. Nurfadhilla

11. Rahmawati a

12. Nurul Islamiah

13. ST.Nurhalisa

14. Ulfa Sulfiani

Jumlah 14 14 12 14 14 13 14 14

NO Nama Lafal Intonasi Ekspresi Kelancaran Penguasaan Rata-rata

1 Nur halima 50 55 65 50 55 55

2 Muh.Ilham 55 50 50 45 50 50

3 Sulaeman 60 60 75 70 60 65

4 Haikal 50 45 60 50 45 50

5 Muh.Amin 50 50 50 50 50 50

6 Ismail 60 50 60 40 40 50

7 Muh.Ansar 60 40 60 50 40 50

8 Muh.Agus 55 50 70 40 60 55

9 Muh.Sakir 65 65 70 60 60 64

10 Nurfadhilla 75 60 70 60 60 65

11 Rahmawati 60 40 60 35 30 45

12 Nurul Islamiah 65 70 60 60 70 65

13 ST.Nurhalisa 75 75 85 80 85 80

14 Ulfa Sulfiani 65 60 70 60 70 65

J u m l a h 845 770 905 750 775 809

Rata - rata 60,35 55 64,64 53,57 55,35 57,78

NO Nama Lafal Intonasi Ekspresi Kelancaran Penguasaan Rata-rata

1 Nur halima 70 70 70 85 80 75

2 Muh.Ilham 70 65 70 75 70 70

3 Sulaeman 80 85 90 80 90 85

4 Haikal 65 75 80 65 65 70

5 Muh.Amin 75 75 80 75 70 75

6 Ismail 70 65 80 65 70 70

7 Muh.Ansar 60 65 70 60 70 65

8 Muh.Agus 70 75 80 75 75 75

9 Muh.Sakir 70 75 75 70 85 75

10 Nurfadhilla 80 80 85 75 80 80

11 Rahmawati 65 60 60 55 60 60

12 Nurul Islamiah 80 75 85 75 85 80

13 ST.Nurhalisa 90 90 90 90 90 90

14 Ulfa Sulfiani 85 80 90 85 85 85

J u m l a h 1030 1035 1105 1030 1075 1055

Rata - rata 73,57 73,92 78,92 73,57 76,78 75,35

1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Kelompok I

1 Muh. kadir

2 Muh. Arif

3 Abdul Ibrahim

4 Reski Amelia

5 Irmawati

Kelompok II

6 Dwi Ariyanti

7 St.Nurfadillah

8 AnjasAlfian Sungkar

9 Muh.Bagas

10 Rayhan

Kelompok III

11 Ilham Zaenal

12 Ali Hanafiah

13 Ramadhan

14 Indah Purnama Sari

15 JihanAmeliaRamadani

Jumlah 8 9 10 4 3 9 8 12 9 11 5 4 7 7 11 11 12 7 5 7 5

3. Siswa yang mencatat atau menyalin apa yang telah dijelaskan oleh guru.

4. Siswa yang menjawab pertanyaan (memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan).

5. Siswa yang mengajukan tanggapan (Siswa menyangkal dan memberi jawaban lain dengan alasaan sendiri).

6. Siswa yang meminta bimbingan guru dalam menyelaesaikan LKS.

7. Siswa yang melakukan kegiatan lain baik dalam proses pemberian materi pembelajaran maupun disaat mengerjakan tugas (main-main, keluar masuk kelas, ribut, mengerjakan pekerjaan lain dan sebagainya).

1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Kelompok I

1 Muh. kadir √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

2 Muh. Arif √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

3 Abdul Ibrahim √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

4 Reski Amelia √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

5 Irmawati √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Kelompok II

6 Dwi Ariyanti √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

7 St.Nurfadillah √ √ √ √ √ √ √

8 AnjasAlfian Sungkar √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

9 Muh.Bagas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

10 Rayhan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Kelompok III

11 Ilham Zaenal √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

12 Ali Hanafiah √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

13 Ramadhan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

14 Indah Purnama Sari √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

15 JihanAmeliaRamadani √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Jumlah 12 12 11 9 4 6 5 12 13 13 11 6 7 4 14 15 13 11 7 5 0

3. Siswa yang mencatat atau menyalin apa yang telah dijelaskan oleh guru.

4. Siswa yang menjawab pertanyaan (memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan).

5. Siswa yang mengajukan tanggapan (Siswa menyangkal dan memberi jawaban lain dengan alasaan sendiri).

6. Siswa yang meminta bimbingan guru dalam menyelaesaikan LKS.

7. Siswa yang melakukan kegiatan lain baik dalam proses pemberian materi pembelajaran maupun disaat mengerjakan tugas (main-main, keluar masuk kelas, ribut, mengerjakan pekerjaan lain dan sebagainya).

Guru memberikan motivasi dalam belajar

Guru membagikan wacana / materi kepeda murid untuk dibaca

Murid sedang mempresentasekan teks percakapan

Saat wali kelas memperhatikan Rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun

Rata (%)

I II III IV

1. Jumlah murid yang hadir pada

saat kegiatan pembelajaran 14 14 12 14 13,5 96,42

2. Murid yang memperhatikan

pada saat proses pembelajaran 13 12 14 14 13,25 94,64 3. Murid yang melakukan aktifitas

negative selama proses

pembelajaran (main-main,ribut dll)

5 3 7 1 4 28,57

4. Murid yang aktif mencatat dan

mengerjakan soal 8 10 7 12 9,25 66,07

5. Murid yang aktif dalam

pembelajaran 7 11 13 13 11, 78,57

6. Murid yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal

11 9 7 3 7,5 53,57

7. Murid yang kurang percaya diri dalam mengerjakan soal (malu-malu, tidak mengerjakan, menyon tek, dll)

8 9 6 2 6,25 44,64

8. Murid yang melakukan aktivitas negative pada saat diberi tugas (sering keluar kelas, mengganggu, ribut, dll)

5 7 3 2 4,25 30,35

Rata (%) I II III IV

1. Jumlah murid yang hadir pada saat kegiatan

4. Murid yang aktif mencatat

dan mengerjakan soal 11 9 12 12 11 78,57

5. Murid yang aktif dalam

pembelajaran 10 11 11 13 11,25 80,35

6. Murid yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal

3 2 3 2 2,5 17,85

7. Murid yang kurang percaya diri dalam mengerjakan soal (malu-malu,tidak

Sekolah : SD INPRES GALLANG Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : V / 2

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( Pertemuan III )

A. Standar Kompetensi Berbicara

Mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama.

B. Kompetensi Dasar

Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, penghayatan, dan ekspresi yang tepat.

C. Indikator Kognitif

Produk

Menjelaskan pengertian drama Proses

Membaca dialog drama pendek dengan lancar dan jelas Afektif

Karakter

Sosial

- Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar Psikomotor

- Membacakan hasil kerja didepan kelas

D. Tujuan Pembelajaran Kognitif

Produk

- Murid dapat menjelaskan pengertian drama Proses

- Murid dapat membaca dialog drama pendek dengan lancar dan jelas Afektif

Karakter

- Murid dapat memiliki keberanian dalam memainkan peran

- Murid dapat menumbuhkan semangat dan rasa tanggung jawab dalam mengerjakan tugas

Sosial

- Selama proses pembelajaran murid dapat membantu teman yang mengalami kesulitan belajar

Psikomotor

- Murid dapat membacakan hasil kerja didepan kelas

Ishak melihat Ikbal sedang memegangi perutnya yang sakit

Ikbal : Perutku terasa melilit dan mulas, rasanya mau muntah, tapi tidak bisa!

Ishak : Kalau boleh tahu, pagi ini apa menu sarapanmu, Ikbal?

Ikbal : Tadi pagi aku sarapan nasi goreng, agak pedas sedikit, sih! Habis sarapan, aku terus minum es jeruk, lumayan asam sih, rasa jeruknya!

Ishak : Mungkin hal tersebut yang membuat kamu sakit perut. Lebih baik kamu ke UKS dahulu, mari aku antar. Kamu dapat beristirahat supaya sakit perutmu cepat sembuh! Aku sarangkan, apabila sarapan jangan makan yang pedas-pedas, dan untuk minumnya jangan yang terlalu asam, agar kamu tidak sakit perut!

Ikbal : Terima Kasih, Is! Atas pertolongannya serta sarannya Ishak : Mari aku antar ke UKS, agar kamu dapat beristirahat!

Ikbal : Sekali lagi terima kasih ya, Is!

F. Metode dan Model Pembelajaran

Metode : Kerja kelompok, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas Model : Kooperatif tipe script

G. Kegiatan Pembelajaran

No Tahapan kegiatan Pengorganisasian

Waktu Murid

A Kegiatan Awal 10

- Mengecek persiapan murid, absensi dan berdo’a

3 Klasikal

- Guru menjelaskan materi pelajaran - Guru membagi Murid untuk berpasangan - Guru membagikan wacana/materi tiap Murid

untuk dibaca dan membuat ringkasan

- Guru dan Murid menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar - Pembicara membacakan ringkasannya

sedangkan pendengar mengoreksi hasil ringkasan temannya

- Bertukar peran, sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya

- Guru dan Murid membuat kesimpulan - Memberikan pesan-pesan moral

Sumber : Buku B S E Bahasa Indonesia untuk SD Kelas V Penerbit : Pusat perbukuan Departemen pendidikan nasional Media : Teks Percakapan

I . Penilaian Hasil Belajar - Tes presentase - Tes tertulis - Tes proses

2. Siapakah yang sakit perut?

3. Siapakah yang menolong?

4. Dimanakah ikbal istirahat?

5. Apa saran ikbal terhadap ishak?

Kunci jawaban:

1.Ikbal yang senang makan makanan yang agak pedas, minum es jeruk asam yang membuat dia sakit perut. Sebagai sahabat ikbal menyarangkan, apabila sarapan jangan makan yang pedas-pedas, dan untuk minumnya jangan yang terlalu asam, agar tidak sakit perut!

2.Ikbal 3.Ishak 4.Uks

5.Agar tidak makan yang pedas-pedas, dan untuk minumnya jangan yang terlalu asam, agar tidak sakit perut!

Tamalatea , 19 Februari 2014

Guru Pembimbing Mahasiswa

MANSYUR,A.Ma.Pd WAHYUDI

NIP.19561225198411102 NIM. K.10540 6916 11

Mengetahui,

Kepala SD Inpres Gallang

R A T N A, S.Pd

NIP. 19650822 198903 2 009

Sekolah : SD INPRES GALLANG Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : V / 2

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( Pertemuan I )

A. Standar Kompetensi Berbicara

Mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama.

B.Kompetensi Dasar

Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, penghayatan, dan ekspresi yang tepat.

C. Indikator Kognitif

Produk

Menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam drama Proses

Memerankan drama pendek anak dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yang sesuai dengan karakter tokoh

- Menumbuhkan semangat dan rasa tanggung jawab dalam mengerjakan tugas

Sosial

- Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar Psikomotor

- Memerankan tokoh dalam drama

D. Tujuan Pembelajaran Kognitif

Produk

Murid dapat menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam drama Proses

Murid dapat Memerankan drama pendek anak dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yan sesuai dengan karakter tokoh

Afektif Karakter

- Murid dapat memiliki keberanian dalam memainkan peran

- Murid dapat menumbuhkan semangat dan rasa tanggung jawab dalam mengerjakan tugas

Sosial

- Selama proses pembelajaran Murid dapat membantu teman yang mengalami kesulitan belajar

E. Materi Pembelajaran Perhatikan dialog berikut ini!

Ikut Lomba

Septia : “Feb, bagaimana jika sepulang dari sekolah, kamu mampir ke rumahku dulu, terus kita berangkat bersama menyaksikan lomba baca puisi?”

Febi : “Aduh maaf, Tia. Aku nanti ada les menari dan PR-ku banyak.”

Septia : “Oh, ya tidak apa-apa.”

Febi : “Benar? Masalahnya dua minggu lagi aku ikut lomba menari, Tia. Lho, apa kamu nggak ikut lomba baca puisi?”

Septia : “Jelas ikut, dong! Makanya kuajak kamu supaya memberi semangat padaku nanti. Kamu kan paling pintar membangkitkan semangat sehingga penampilanku bagus.”

Febi : “Tentu saja penampilanmu bagus. Kamu kan sudah beberapa kali ikut lomba baca puisi. Tanpa kehadiranku kamu pasti bias tampil bagus”

Septia : “Makasih, Feb. Mudah-mudahan kita semua nanti sama-sama dapat juara satu ya! Wah, sudah sampai di rumahku nih. Mampir? Aku masuk dulu yuuuk.”

Febi : “Amiiin, makasih juga, Tia. Yuuuk . . . .“

F. Metode dan Model Pembelajaran

Metode : Kerja kelompok, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas Model : Kooperatif tipe script

- Mengecek persiapan murid, absensi dan berdo’a

- Apersepsi

Bertanya yang berkaitan deengan materi dan mengulang materi secara singkat

- Guru menjelaskan materi pelajaran - Guru membagi Murid untuk berpasangan - Guru membagikan wacana/materi tiap Murid

untuk dibaca dan membuat ringkasan

- Guru dan Murid menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar - Pembicara membacakan ringkasannya

sedangkan pendengar mengoreksi hasil ringkasan temannya

- Bertukar peran, sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya

- Guru dan Murid membuat kesimpulan - Memberikan pesan-pesan moral

Sumber : Buku B S E Bahasa Indonesia untuk SD Kelas V Penerbit : Pusat perbukuan Departemen pendidikan nasional Media : Teks Percakapan

I . Penilaian Hasil Belajar

- Penilaian : Tes presentase - Penilaian : Tes tertulis - Penilaian : Tes proses

3. Siapakah teman febi?

4. Apa yang harus dilakukan febi?

5. Lomba apa yang diikuti Febi?

 Kunci jawaban:

1.Septia

2.Febi dan Septia 3.Septia

4.Memberi semangat kepada Septia 5.Menari

No Nama Lafal Intonasi Ekspresi

Kelanca ran

Penguas aan

Jumlah Rata-rata

Tamalatea ,12 februari 2014

Guru Pamong Mahasiswa

MANSYUR,A.Ma.Pd WAHYUDI

NIP.19561225198411102 NIM. K.10540 6916 11

Mengetahui, Kepala SDI Gallang

R A T N A, S.Pd

NIP. 19650822 198903 2 009

Sekolah : SD INPRES GALLANG Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : V / 2

Alokasi Waktu : 2 x 35 menit ( Pertemuan II )

A. Standar Kompetensi Berbicara

Mengungkapkan pikiran dan perasaan secara lisan dalam diskusi dan bermain drama.

B. Kompetensi Dasar

Memerankan tokoh drama dengan lafal, intonasi, penghayatan, dan ekspresi yang tepat.

C. Indikator Kognitif

Produk

Mengungkapkan pendapat tentang drama Proses

Memerankan drama pendek anak dengan lafal,intonasi,penghayatan dan ekspresi yang sesuai dengan karakter tokoh

- Menumbuhkan semangat dan rasa tanggung jawab dalam mengerjakan tugas

Sosial

- Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar - Bekerjasama dalam bermain drama

Psikomotor

- Memerankan tokoh dalam drama

D. Tujuan Pembelajaran Kognitif

Produk

- Murid dapat menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam drama - Murid dapat mengungkapkan pendapat tentang drama

Proses

Murid dapat Memerankan drama pendek anak dengan lafal, intonasi, penghayatan dan ekspresi yan sesuai dengan karakter tokoh

Afektif Karakter

- Murid dapat memiliki keberanian dalam memainkan peran

- Murid dapat menumbuhkan semangat dan rasa tanggung jawab dalam mengerjakan tugas

- Murid dapat bekerjasama dalam memainkan drama Psikomotor

- Murid dapat memerankan tokoh dalam drama

E. Materi Pembelajaran Perhatikan dialog berikut ini!

Konser Peterpan

Jalan raya menuju Alun-alun Utara Keraton Surakarta tampak ramai.

Pemuda-pemudi, anak-anak bahkan orang tua, berduyun-duyun menuju alunalun.

Wajah mereka tampak gembira. Ada yang memakai kaos Peterpan. Ada yang membawa atribut Peterpan, bahkan ada yang membawa spanduk besar bergambarkan grup musik dari Bandung tersebut.

Rian : Wah, aku rasa acara konser hari ini akan ramai sekali!

Reno : Iya, banyak sekali yang datang. Maklum konser gratisan, jadi banyak yang datang. (Sambil tersenyum).

Rian : Kira-kira, Anto tahu acara ini, tidak ya?

Reno : Coba telepon saja!

Rian dan Reno kemudian menuju wartel dekat alun-alun untuk menelepon Anto.

Rian : Hallo, Anto, ini Rian.

Rian : Lho, acara ini bahkan sudah disiarkan di radio sejak seminggu yang lalu.

Apakah kamu juga tidak melihat spanduknya di depan sekolah?

Anto : Oh, aku tidak memperhatikannya. Kamu dengan siapa? Apakah acaranya sudah dimulai?

Rian : Aku dengan Reno. Ini belum dimulai, cepat ke sini, ya! Aku tunggu di perempatan jalan.

Anto : Baiklah, aku pergi sekarang!

Kemudian Anto segera mengambil sepedanya yang tadi diparkir di depan rumahnya. Ia naik sepeda dengan kencang tanpa mempedulikan jalan yang ramai.

F. Metode dan Model Pembelajaran

Metode : Kerja kelompok, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas Model : Kooperatif tipe script

G. Kegiatan Pembelajaran

No Tahapan kegiatan Pengorganisasian

Waktu Murid

A Kegiatan Awal 10

- Mengecek persiapan murid, absensi dan berdo’a

- Apersepsi

Bertanya yang berkaitan deengan materi dan mengulang materi secara singkat

3 5

Klasikal Klasikal

- Guru membagikan wacana/materi tiap Murid untuk dibaca dan membuat ringkasan

- Guru dan Murid menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar - Pembicara membacakan ringkasannya

sedangkan pendengar mengoreksi hasil ringkasan temannya

- Bertukar peran, sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya

- Guru dan Murid membuat kesimpulan - Memberikan pesan-pesan moral

Sumber : Buku B S E Bahasa Indonesia untuk SD Kelas V Penerbit : Pusat perbukuan Departemen pendidikan nasional Media : Teks Percakapan

I . Penilaian Hasil Belajar - Tes presentase - Tes tertulis - Tes proses

Instrumen

1. Mengapa jalan raya menuju Alun-alun Nampak ramai dipenuhi orang?

2. Darimanakah asal grup band Peterpan?

3. Mengapa konser ini banyak orang yang datang?

4. Siapakah yang belum tahu adanya konser peterpan dikota itu ? 5. Siapakah yang menelepon Anto

3. Karena konser ini gratis

3. Karena konser ini gratis

Dokumen terkait