BAB III METEODOLOGI PENELITIAN
D. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian tindakan kelas ini direncanakan dua siklus berdasarkan faktor-faktor yang ingin diteliti. Siklus I dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan digunakan untuk tes, apabila siklus I belum berhasil, maka akan dilanjutkan pada siklus II yang juga akan dilaksanakan 4 kali pertemuan dengan menggunakan tes.
Demikian pula siklus III akan tetap dilaksanakan apabila siklus II belum berhasil.
Pada gambar dibawah ini tampak bahwa didalamnya terdiri dari dua perangkat komponen yang dapat dikatakan sebagai dua siklus. Untuk pelaksanaan sesungguhnya, jumlah siklus sangat bergantung kepada permasalahan yang perlu diselesaikan.
Siklus PTK digambarkan oleh Arikunto ( 2006 ) sebagai berikut:
Momen PTK (Arikunto, 2006: 16) Perencanaan
SIKLUS I
Pengamatan
Perencanaan
SIKLUS II
Pengamatan
Pelaksanaan
Pelaksanaan Repleksi
Refleksi
?
Secara lebih rinci prosedur penelitian tindakan kelas ini dijabarkan sebagai berikut:
Siklus I
1. Tahapan Perencanaan
a. Menelaah kurikulum SD kelas V mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan tujuan untuk mengalokasikan waktu yang digunakan.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kali pertemuan.
c. Membuat format observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran murid.
d. Mempersiapkan wacana/materi yang akan dibagikan kepada tiap murid sebagai tes akhir dari siklus I untuk mengetahui tingkat penguasaan materi pada murid.
2. Tahapan Pelaksanaan Tindakan
Secara umum tindakan yang dilaksanakan secara operasional dijabarkan sebagai berikut :
a. Diawal kegiatan pembelajaran guru menjelaskan tujuan pembelajaran, mempersiapkan logistic (perlengkapan belajar) yang dibutuhkan, melakukan apersepsi, menyajikan materi dalam bentuk wacana/materi yang dibagi kepada tiap murid untuk dibaca dan membuat ringkasan namun sebelumnya guru membagi murid untuk berpasangan
b. Membantu murid menetapkan peran dari masing-masing murid c. Guru memantau presentase tiap-tiap pasangan
d. Di akhir pertemuan guru memberikan kesimpulan terhadap proses belajar mengajar yang telah berlangsung.
3. Tahap Observasi
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut:
a. Mengamati tiap kegiatan murid melalui lembar observasi
b. Peneliti melakukan penilaian melalui tes lisan/berbicara pada saat setiap pasangan mempresentasekan hasil pekerjaannya.
c. Menganalisis hasil tes belajar murid.
4. Tahap Refleksi
Pada tiap tahap ini diadakan refleksi terhadap hasil yang diperoleh pada pelaksanaan siklus I, dan kekurangan-kekurangan pada siklus I akan dilakukan perbaikan pada siklus selanjutnya.
Siklus II
Langkah-langkah yang dilakukan pada siklus II relatif sama dengan siklus I dengan mengadakan beberapa perbaikan yang dipandang berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan siklus I setelah dilakukan siklus II diharapkan kemampuan berbicara murid dapat memuaskan.
Apabila dicermati, model yang dikemukakan Arikunto,Suharsimi pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat komponen, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan dan 4) refleksi.
Keempat komponen tersebut di pandangan sebagai satu siklus. Oleh karena itu, pengertian siklus dalam hal ini adalah suatu putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
E. Instrument Penelitian
Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes hasil belajar.
1. Lembar Observasi berisi Komponen-Komponen yang akan Diamati dalam Proses Pembelajaran.
Lembar observasi di isi oleh pengamat sesuai hasil pengamatan. Contoh dari aspek kebahasaan yaitu pelafalan bunyi bahasa, penggunaan intonasi,pilihan kata dan ungkapan, penyusunan kalimat dan paragraf. Sementara dari aspek non kebahasaan yang mendukung keefektifan berbicara ialah ketenangan dan kegairahan, keterbukaan, kelancaran, pandangan mata, gerak-gerik dan mimik dan penguasaan topik pembicaraan.
2. Tes Hasil Belajar
Tes ini diberikan pada setiap akhir pembelajaran setiap siklus, Tes merupakan instrumen penelitian yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitian, guna mengukur hasil belajar keterampilan berbicara pada murid kelas V SD Inpres Gallang kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa melalui model pembelajaran kooperatif tipe script.
Adapun penilaian tes berbicara sebagai berikut:
a. Penilaian Tes Berbicara
Penilaian tes berbicara dilakukan secara lisan, pada saat murid mempresentasekan ikhtisar / ringkasan dari wacana (materi) yang dibagikan dengan penilaian yaitu lafal, intonasi, ekspresi, kelancaran, dan penguasaan
F. Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini data yang diperoleh melalui beberapa cara, yaitu:
1. Observasi, dilakukan oleh peneliti bersama guru kelas yang digunakan untuk mengamati sikap murid dalam interaksi pelajaran Bahasa Indonesia melalui lembar pengamatan maupun catatan lapangan yaitu catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami murid dalam rangka pengumpulan data.
2. Tes, digunakan untuk mengumpulkan data peningkatan hasil belajar. Jenis tes yang digunakan adalah tes kemampuan berbicara yang dilakukan pada saat murid/tiap pasangan mempresentasekan (mengikhtisarkan) secara lisan bagian-bagian dari materi atau wacana selengkap mungkin dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya itu.
G. Teknik Analisis Data
Dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualititatif. Data mengenai hasil belajar murid dianalisis secara kuantitatif. Untuk analisis kuantitatif digunakan analisis deskriptif sedangkan data hasil observasi dianalisis secara kualitatif.
Adapun kriteria yang digunakan untuk menilai peningkatan hasil belajar murid adalah sesuai dengan kriteria standar yang ditetapkan Depdikbud (1993:6) seperti pada tabel berikut:
Skor Kategori
85 – 100 Sangat Tinggi
65 – 84 Tinggi
55 – 64 Sedang
35 – 54 Rendah
0 – 34 Sangat Rendah
H. Indikator Keberhasilan
Kemampuan berbicara murid kelas V SD Inpres Gallang Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa apabila secara individu murid dikatakan tuntas jika mencapai nilai KKM 85% murid memperoleh nilai 65 ke atas
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini dibahas tentang hasil penelitian yang menunjukkan meningkatkan Keterampilan berbicara melalui pembelajaran kooperatif tipe script pada murid kelas V SD Inpres Gallang Kecamatan Botonompo Selatan Kababupaten Gowa dalam bentuk penelitian tindakan kelas ( PTK)
Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada pelaksanaan tindakan ini dilakukan dalam dua siklus yaitu kegiatan siklus I dan siklus II. Siklus pertama dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan yang terdiri dari 3 kali pertemuan dan 1 kali pertemuan pemberian tes siklus,siklus pertama ini bertujuan mengukur keberhasilan pelaksanaan tindakan kegiatan keberhasilan sedangkan siklus kedua mengevaluasi proses belajar dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Script mengenai peningkatan belajar murid.