• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Pembahasan Tentang Pelaksanaan Model

Masalah Matematis Peserta didik

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Zulyadaini (2017: 92) juga menunjukkan bahwa menggunakan model CPS dapat disimpulkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih tinggi dari kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran konvensional dan menurut Lestari dan Sofyan (2013: 187) kemampuan pemecahan masalah kelas eksperimen yaitu mendapatkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) lebih baik dibandingkan kelas kontrol yaitu dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.

Pada setiap pertemuan terlebih dahulu peneliti menyampaikan mengenai tujuan pembelajaran kepada peserta didik dan materi yang

57

akan dipelajari. Selanjutnya peneliti memberikan motivasi kepada peserta didik. Kemudian peneliti menjelaskan proses yang akan dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).

Berdasarkan langkah-langkah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) yang penelitian lakukan adalah :

a. Tahap Klarifikasi masalah

Pada tahap ini, dimana sebelumnya peneliti membagi peserta didik dalam beberapa kelompok secara heterogen (3-4 orang) seperti yang terlihat pada Gambar 4.1, yang mana diantara anggota kelompok mereka nantinya di presentasikan jika salah satu nama anggota kelompok mereka terpilih mempresentasikan ke depan atau berdiri di tempat duduknya. Setelah itu setiap kelompok peneliti membagikan Lembar Kerja Kelompok (LKK) yang berisi masalah seperti yang terlihat pada Gambar 4.2. Selanjutnya peneliti mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi memahami suatu permasalahan yang mana berkaitan dengan konteks yang dibicarakan atau yang diberikan peneliti kepada peserta didik melalui Lembar Kerja Kelompok (LKK) yang berisikan soal-soal. Pada saat mengerjakan Lembar Kerja Kelompok (LKK) peneliti mengontrol dan memberikan bantuan kepada kelompok yang mengalami kesulitan. Pada tahap ini aktivitas yang dilakukan peserta didik adalah mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanya, dan kecukupan unsur yang diperlukan soal yang ada pada Lembar Kerja Kelompok (LKK).

Gambar 4.1 Peserta Didik duduk Berkelompok

Gambar 4.2 Lembar Kerja Kelompok (LKK)

Prinsip ini merupakan tahap mengklarifikasi masalah kepada peserta didik, tahap ini sesuai dengan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanya, dan kecukupan unsur yang diperlukan. Menurut Pepkin (Sakur dan Hutapea, 2014: 4) dalam pembelajaran

Creative Problem Solving (CPS), peserta didik diberi kesempatan

untuk memahami masalah (tahap klarifikasi masalah) tentang sesuatu yang berkaitan dengan konteks yang sedang dibicarakan atau konteks yang diberikan pendidik. Dalam memahami peserta didik dapat menunjukkannya dengan cara mengklarifikasi apa yang diketahui, dan apa yang ditanyakan dari permasalahan yang diberikan.

59

b. Tahap Pengungkapan gagasan

Setelah berdiskusi memahami masalah yang diberikan, peserta didik mengungkapkan pendapat dalam penyelesaian masalah yang ada pada Lembar Kerja Kelompok (LKK) seperti pada Gambar 4.3. Ketika peserta didik mengerjakan soal yang ada dalam Lembar Kerja Kelompok (LKK) mereka saling bekerja sama dan saling bersaing dengan kelompok lainnya untuk menemukan jawaban yang benar dan saling beradu cepat untuk menyelelesaikannya.

Setelah berdiskusi dalam kelompok masing-masing individu peserta didik mengungkapkan gagasan mereka secara bebas dan kreatif tentang strategi apa saja yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang diberikan pada Lembar Kerja Kelompok (LKK). Pada diskusi berlangsung, peneliti membimbing diskusi kelompok, jika

peserta didik menemukan kesulitan maka peneliti dapat

mengarahkan peserta didik dalam masing-masing kelompok.

Peneliti mengarahkan peserta didik untuk mengungkapkan strategi yang digunakan. Sebelumnya peneliti memberikan pengulasan mengenai teori atau rumus tentang materi yang diajarkan. Agar peserta didik mengetahui strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah yang ada pada Lembar Kerja Kelompok (LKK).

Gambar 4.3 Bentuk Strategi yang Peserta Didik Ungkapkan Melalui Lembar Kerja Kelompok (LKK)

Prinsip ini merupakan tahap pengungkapan gagasan. Tahap ini sesuai dengan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu merencanakan pemecahan masalah yaitu merumuskan atau menyusun model matematika.

c. Tahap Evaluasi dan seleksi

Setelah mengungakapkan ide dan gagasan secara kreatif, peneliti mengarahkan peserta didik mengevaluasi gagasan-gagasan yang sudah mereka kemukakan tersebut untuk selanjutnya dipilih sebuah gagasan yang lebih tepat dan cocok untuk permasalahan yang diberikan. Karena dalam menyelesaikan suatu masalah maka perlu menyusun argumen-argumen alternatif dan langkah kerja yang diperkirakan baik untuk dipergunakan dalam memecahkan masalah.

Peneliti membimbing peserta didik dalam berjalannya diskusi, peneliti mengarahkan kepada peserta didik agar peserta didik dapat memilih jawaban strategi apa yang ingin mereka laksanakan sesuai dengan pikiran mereka masing-masing. Bertujuan agar lebih mudah dalam tahap selanjutnya.

Menurut Polya (Sakur dan Hutapea, 2014:4) juga mengatakan bahwa untuk menyelesaikan masalah perlu melaksanakan suatu rencana (melakukan perhitungan). Berarti dapat dikatakan dalam menyelesaikan suatu masalah peserta didik dapat merencanakan atau merancang stategi yang lebih baik dan strategis.

61

Pada prinsip ini merupakan tahap evaluasi dan seleksi yang terlihat pada Gambar 4.4. Tahap ini aktivitas peserta didik juga

termasuk pada indikator kemampuan pemecahan masalah

merencanakan pemecahan masalah yaitu merumuskan atau menyusun model matematika. Karena tahap ini peserta didik memilih dan mencocokan strategi yang tepat sesuai mereka pilih.

d. Implementasi

Tahap selanjutnya yaitu Implementasi gagasan yang sudah diperoleh, dimana Gagne (Sakur dan Hutapea, 2014: 4) menyatakan bahwa untuk menyelesaikan dan menjawab suatu masalah, peserta didik perlu merencanakan dan melakukan kerja untuk memperoleh hasilnya. Peserta didik setelah memilih dan menyeleksi gagasan yang di ungkapkan, maka mereka melakukan dan menyelesaikan permasalahan dengan baik dan benar. Peneliti menyarakan kepada peserta didik agar peserta didik menyelesaikan permasalahan yang ada, sesuai dengan pilihan yang dipilihnya berdasarkan tahap sebelumya.

Gambar 4.5 Langkah Penyelesaian dari Masalah di Lembar Kerja Kelompok (LKK)

Pada prinsipnya, tahap ini yaitu menyelesaikan masalah dengan melakukan pembahasan dari tahap akhir yang telah mereka pilih sebelum ini, dan peserta didik tersebut pada tahap ini dapat memberikan kesimpulan. Ini merupakan pencapaian indikator dari pemecahan masalah yaitu menyelesaikan masalah sesuai rencana yang terlihat pada Gambar 4.5.

2. Pembahasan tentang Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

Dokumen terkait