BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Pembahasan Prosedur Modul
Peneliti mengembangkan sebuah modul Bahasa Indonesia yang berisikan materi wawancara untuk kelas IV SD. Produk dikembangkan berdasarkan analisi kebutuhan di kelas IV sekolah dasar untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Kompetensi yang
terdapat pada Bahasa Indonesia meliputi menyimak, berbicara, membaca serta menulis. Maka dari itu pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki banyak manfaat serta fungsi dalam melakukan komunikasi yang baik dan benar. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan menurut Cahyani, I. (2013: 53) mengenai pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan untuk menumbuhkan karya kesastraan pada manusia indonesia sesuai dengan fungsi dan tujuannya.
Sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas oleh peneliti yaitu materi wawancara pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Wawancara merupakan komunikasi antara 2 orang atau lebih yang berguna untuk mencari informasi ataupun data yang sedang diteliti kepada narasumber. Pernyataan di atas sejalan dengan Bokim, A. (1986 :57) wawancara adalah alat mengumpulkan informasi yang memiliki tujuan untuk mendapatkan hasil informasi dan opini dari narasumber. Maka dari itu, peneliti akan membahas prosedur pembuatan modul Bahasa Indonesia materi wawancara untuk kelas IV SD. Peneliti akan membuat modul ini menggunakan model ADDIE, menurut Mulyaningsih, E. (2014, 199-202) terdapat 5 tahapan yaitu Analyze (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (Implementasi) dan terakhir ada Evaluation
(evaluasi). Berikut ini pembahasan modul Bahasa Indonesia menggunakan 5 tahapan model ADDIE :
Pertama terdapat tahapan analisis, peneliti melaksanakan analisis kebutuhan modul melalui wawancara kepada guru kelas IV C SD Kanisius Sengkan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modul melalui wawancara bersama guru kelas ditemukan beberapa permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk materi wawancara. Permasalah yang didapatkan yaitu peserta didik belum mempelajari materi wawancara dengan baik seperti memperkenalkan diri sebelum wawancara, tahapan dalam wawancara belum terlaksana dengan baik, membuat pertanyaan, membedakan kata baku dan tidak baku serta membuat hasil laporan wawancara. Guru tetap membutuhkan bahan ajar tambahan agar dalam menyampaikan materi dapat tersampaikan secara maksimal. Maka dari itu penggunaan buku guru dan buku siswa tidak cukup maka, diperlukannya modul agar dapat membantu guru dalam menyampaikan materi lebih dalam. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modul di atas sejalan dengan model ADDIE pada tahapan analisis. Menurut Mulyatiningsih (2014, 199-202) pada tahapan analisis yaitu suatu permasalahan pengembangan model pembelajaran yang baru untuk mengetahui kelayakan dan penerapan yang baik kepada peserta didik, sehingga model
pembelajaran dapat mengatasi permasalahan yang ada dengan fasilitas yang mendukung.
Dilanjutkan dengan tahapan desain di mana hasil data analisis yang didapatkan dibuat menjadi kerangka kegiatan dalam belajar mengajar. Sumber yang di dapat beragam mulai buku guru, buku siswa hingga buku pembelajaran Bahasa Indonesia yang menggunakan KTSP untuk dijadikan referensi peneliti untuk buat kerangka materi. Penggunaan buku ilmiah mengenai wawancara menjadikan tambahan dalam kerangka materi. Sebelumnya peneliti sudah membuat rancangan modul dengan melihat contoh dari referensi dari buku yang ada dan peneliti membuat sesuai dengan kurikulum 2013 yang terbaru. Guru kelas IV SD juga memberikan saran bahwa materi yang terdapat pada modul harus runtut yang dimulai dari perkenalan kepada narasumber, tahap langkah wawancara, jenis wawancara dan lain sebagainya. Peneliti mengubah tatanan materi modul sebelumnya dengan menyesuaikan saran dari guru kelas. Pada awal materi terdapat teks wawancara dan penjelasana materi, perkenalan sebelum dilaksanakan wawancara, tahapan dalam wawancara, jenis dan macam wawancara, penggunaan kata baku dan tidak baku dan terakhir membuat hasil laporan wawancara. Setelah kerangka materi dibentuk, peneliti memulai mancari materi untuk ke tahap pengembangan. Kegiatan yang dilakukan peneliti di atas sesuai
dengan tahapan desain model ADDIE menurut Mulyaningsih, E.
(2014, 199-202) tahapan desain adalah merancang kegiatan belajar mengajar dengan proses sistematik yang bersifat konsepual dengan mendasari proses pengembangan selanjutnya.
Setelah desain pada modul telah selesai dilanjutkan dengan tahapan pengembangan. Pada tahapan pengembangan ini, peneliti mulai mencari referensi mengenai materi wawancara untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Referensi materi yang digunakan peneliti sama seperti tahapan desain yaitu buku pembelajaran Bahasa Indonesia yang membahas materi wawancara baik itu kurikulum lama ataupun baru serta buku ilmiah atau informasi data dari internet untuk dijadikan materi pada modul. Materi yang sudah dikumpulkan akan dikembangkan menjadi modul yang lebih sistematis. Pada modul ini berisikan kompetensi serta tujuan yang akan di capai, materi berserta contoh penggambarannya, terdapat latihan beserta refleksi mandiri diakhir kegiatan pembelajaran, terdpaat juga materi dan soal yang dapat diakses melalui internet, soal evaluasi beserta kunci jawaban untuk keseluruhan materi dan terakhir terdapat rangkuman secara keseluruhan materi. Setelah produk modul sudah jadi, modul akan siap untuk diujicobakan kepada peserta didik. Kegiatan yang sudah dilakukan peneliti di atas merupakan tahapan dari pengembangan model ADDIE menurut Mulyaningsih, E (2014, 199-202) tahapan pengembangan
ialah kegiatan pengembangan kerangkan materi yang di buat menjadi produk yang siap diterapkan dengan model pemembelajaran baru seperti RPP, Media dan materi pembelajaran.
Setelah produk modul jadi dan siap untuk di uji coba kepada peserta didik dan dilakukan validasi kepada ahli, tahapan ini termasuk ke dalam tahapan implementasi. Peneliti melaksanakan validasi modul kepada guru kelas dan dosen ahli.
Penelit melakukan Uji coba modul dilaksanakan secara terbatas kepada 5 peserta didik kelas IV C SD Kanisius. Hasil data validasi didapatkan dari rata-rata yang disesuaikan dengan skala likert.
Skala liker ini terdiri dari 5 kategori yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Kegiatan yang dilakukan peneliti di atas sesuai dengan tahapan implementasi model ADDIE menurut Mulyaningsih, E (2014, 199-202) tahapan implementasi adalah penerapan terhadap rancangan model yang dikembangkan dan diterapkan pada kondisi sebenarnya yaitu kelas.
Setelah modul divalidasi maka terdapat komentar, kritik dan saran agar modul layak digunakan dan tahapan terakhir ini yaitu tahapan evaluasi. peneliti melakukan revisi sesuai komentar, kritik serta saran yang diberikan. Pada sampul modul, gambar diubah menjadi orang yang sedang melaksanakan wawancara serta membawa berita, penggunaan warna judul diubah menjadi warna jingga, penggunaan tabel pada materi dibuat dengan ukuran yang
sama, kata link berganti menjadi tautan, conoth teks wawancara tentang menghemat air gambar diubah menjadi siswi yang sedang mencuci tangan, serta peneliti memberikan beberapa tautan serta tautan video pada materi dan soal latihan agar dapat belajar dari internet dan juga bervariasi, penggunaan warna dan bingkai tabel agar memperindah serta menarik perhatian untuk belajar. Setelah dilakukannya revisi, peneliti dapat mengujicobakan kepada peserta didik untuk penggunaan modul. Hasil yang didapatkan oleh peserta didik sebelum dan sesudah diberikan modul mendapatkan nilai yang sangat baik. Kegiatan yang dilakukan peneliti di atas sesuai dengan tahapan evaluasi model ADDIE menurut Mulyaningsih, E (2014, 199-202) tahapan evaluasi ini digunakan untuk mengukur kompetensi pada mata pelajaran yang ingin dicapai dengan memberikan umpan balik kepada pihak model, sehingga dilakukannya revisi sesuai dengan hasil evaluasi dan kebutuhan yang belum terpenuhi pada model tersebut. Berdasarkan pembahasan tersebut, peneliti mengetahui bahwa produk akhir dari penelitian adalah pengembangan modul Bahasa Indonesia materi wawancara untuk kelas IV SD sesuai dengan prosedur dan pengembangan dari model ADDIE. Modul tersebut memiliki 5 tahapan prosedur penelitian dan pengembangan ADDIE yang menurut Mulyatiningsih, E (2014, 199-202) yang terdapat 5 tahapan yaitu Analyze (analisis), Design (desain), Development
(pengembangan), Implementation (Implementasi) dan terakhir ada Evaluation (evaluasi).