• Tidak ada hasil yang ditemukan

DALAM MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID-19

2. Pembelajaran Aktif

Proses belajar mengajar yang dilakukan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja dilakukan baik secara on kampus maupun off kampus. Hal ini terlihat sangat jelas, terutama di masa pandemic, dimana perkuliahan tidak lagi hanya di tuntut di dalam ruang kelas secara klasikal.

a. Pembelajaran on kampus

Pembelajaran On kampus yang dimaksudkan disini merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaborasi kreatif, pembelajaran dalam ruang belajar mandiri, dan pembelajaran di perpustaakan.

Model pembelajaran tidak hanya menekankan pada transfer ilmu pengetahuan saja, dimana para dosen yang lebih dominan dalam proses pembelajaran namun pembelajaran yang menghasilkan para mahasiswa melalui pembelajaran kolaboratif dan kreatif. Model pembelajaran Kolaboratif kreatif dimaksudkan untuk melindungi para mahasiswa dari sikap pasif dan ketergantungan terhadap dosen sehingga mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang berpusat secara alamiah pada mahasiswa, karena memaksimalkan proses kerjasama dalam mencari pengetahuan. Menurut Winata, 2020 menyatakn bahwa kriteria model pembelajaran kolaboratif diantaranya adalah: 1) Memaksimalkan proses kerjasama peserta didik. 2) Pembelajaran berpusat pada peserta didik. 3) Menumbuhkan keterampilan sosial. 4) Mengembangkan kemampuan berfikir reflektif. 5) Melatih kemampuan leadership. Model pembelajaran kolaboratif kreatif di STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini menghasilkan dampak positif, yaitu terbentuknya trend pembelajaran mandiri.

Manfaat dari pembelajaran mandiri ini memberi peluang bagi para mahasiswa untuk berusaha mengikuti pembelajaran secara mandiri dengan menggunakan fasilitas pembelajaran yang adaptif sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Para mahasiswa akan menggunakan segala kemampuan yang dimilikinya untuk memahami setiap materi yang diberikan oleh dosen sehingga menciptakan pengalaman belajar sendiri bagi para mahasiswa. (Gusty, 2020). Pembelajaran On Kampus tidak terlepas juga dari adanya penggunaan perpustakaan sebagai salah satu tempat untuk mencari sumber literature mahasiswa dalam memperoleh pengetahuannya.

Menurut Sayekti, Retno. 2007 menyatakan bahwa pembelajaran berbasis perpustakaan atau Library Base Learning merupakan pendekatan pembelajaran dalam system pendidikan yang sumber utama dalam proses pembelajarannya memanfaatkan ruang perpustakaan. Dimana hakekat dari pendekatan ini adalah Information Literacy Skill atau keterampilan melek informasi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, pembelajaran berbasis perpustakaan ini didasari dari keprihatinan lembaga terhadap kurang meleknya mahasiswa terhadap literasi dan daya baca. Dahulu ada sebuah kalimat bijak yang menyatakan bahwa “buku adalah jendela dunia”, sepertinya hampir tak berlaku lagi bagi generasi saat ini. Berdasarkan fenomena tersebut, STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengajak para mahasiswa untuk aktif membaca, yang nantinya diharapkan para mahasiswa memiliki skill/

pengetahuan yang dibutuhkan. Hal ini bisa terlihat jelas dari adanya kerjasama dengan BI didalam bidang pendidikan melalui adanya bantuan BI Corner yang ditempatkan di ruang perpustakaan, sehingga mahasiswa merasa nyaman dan lebih gampang dalam mengakses informasi-informasi yang dibutuhkan.

b. Pembelajaran off kampus

Pembelajaran aktif off kampus merupakan pembelajaran yang bisa dilakukan diluar kampus STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Pembelajaran aktif off kampus ini seperti kegiatan magang/PKM (praktik kegiatan mengajar di sekolah-sekolah), ekstrakulikuler yang dilakukan oleh para mahasiswa yang pelaksanaannya bisa dilakukan di dalam maupun di luar kampus, dan aktivitas-aktivitas kemahasiswaan yang dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa, ataupun pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para siswa. Hal ini sepadan dengan yang disampaikan oleh Tohir pada tanggal 25 Januari 2020 didalam power pointnya menyampaikan bahwasannya contoh kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus sebagai berikut:

No Kegiatan Penjelasan Catatan

1 Magang /

2 Proyek di desa Proyek sosial untuk membantu masyarakat di pedesaan

3 Mengajar di sekolah

Kegiatan mengajar di sekolah dasar, menengah, maupun atas selama beberapa bulan. Sekolah dapat berada di lokasi kota maupun terpencil di perguruan tinggi luar negeri maupun dalam negeri, berdasarkan perjanjian kerjasama yang sudah diadakan pemerintah

Nilai dan sks yang diambil di PT luar akan disetarakan oleh PT masing-masing

5 Penelitian/ riset Kegiatan riset akademi, baik sains maupun sosial humaniora yang sosial khusus dan dapat dikerjakan bersama-sama dengan mahasiswa

Sumber: Slide PPT Kemendikbud tgl 25 januari 2020

Kegiatan pembelajaran di tengah pandemic COVID-19 menyebabkan terjadinya beberapa perubahan. Dahulu sebelum terjadinya COVID-19 para mahasiswa menikmati proses belajar yang merdeka, namun di tengah masa pandemic ini, kurikulum pembelajaranpun mengalami perubahan menuju merdeka belajar. Tujuan dari merdeka

belajar ini agar kompetensi lulusannya mampu mengalami peningkatan dalam hard skill dan soft skill agar lebih siap dalam menghadapi kebutuhan zaman. Widiyono, dkk 2021.

Sehingga nantinya lulusannya mampu menjadi pemimpin yang unggul, bermoral dan beretika. Dalam hal ini lembaga STAHN Mpu Kuturan Singaraja menyikapi hal tersebut dengan melakukan revisi-revisi kurikulum sehingga kurikulum merdeka belajar mampu di terapkan di tahun ajaran baru 2021/2022 ini.

Selain itu, pada lembaga STAHN Mpu Kuturan Singaraja, kegiatan mahasiswa di luar kampus asal ini sudah dilakukan, meskipun adanya perbedaan cara berkegiatan selama masa pandemi. Dimana diantaranya kegiatan praktik kerja terutama bagi mahasiswa di bidang pendidikan agama Hindu melakukan praktik kerjanya di sekolah. Praktik kerja mahasiswa (PKM) ditengah pandemic ini dilakukan dengan cara daring kepada para siswa SD di tempat mahasiswa memperoleh praktik/ magang. Kemudian dalam hal penelitian/

riset, di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, para mahasiswa dilibatkan secara langsung di bawah pengawasan dosen. Sehingga meskipun pandemic masih berlangsug, namun proses penelitian mahasiswa tetap dilakukan, guna mempertahankan pendidikan yang berkualitas di sebuah lembaga perguruan tinggi.

Terkait dengan proyek independen, pada lembaga STAHN Mpu Kuturan Singaraja, kreatifitas mahasiswa lebih terlihat dan mampu di tonjolkan di dalam media-media dengan mempergunakan teknologi digital. Misalnya pelaksanaan dharma wacana yang dilakukan oleh mahasiswa prodi pendidikan agama Hindu secara virtual yang dikerjakan bersama-sama (berkolaborasi) dengan prodi ilmu komunikasi sehingga di hasilkan suatu hasil berupa video dharma wacana yang jangkauan penyampaiannya jauh lebih luas, karena mampu di share ke setiap orang/ grup yang memiliki media sosial seperti Facebook maupun Youtube.

Dalam hal proyek kemanusiaan terutama di masa pandemic COVID-19, STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang bekerjasama dengan PMI maupun daerah membentuk Satgas COVID-19 di lingkungan kampus. Satgas COVID ini secara berkala melakukan penyemprotan di setiap ruangan kampus, guna meminimalisir terjadinya penyebaran Virus Covid-19. Selain itu pula didepan setiap ruangan telah di siapkan handsanitaizer yang bisa dipergunakan oleh mahasiswa, dosen maupun pegawai yang ingin membersihkan tangannya sebelum masuk kedalam ruangan.