• Tidak ada hasil yang ditemukan

DALAM MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID-19

1. Transformasi Organisasi

Transformasi atau perubahan organisasi adalah tantangan yang mengharuskan suatu organisasi untuk mampu mengembangkan kemampuannya dalam beradaptasi dengan lingkungan luar, dan mengintegrasikan ke dalam dengan memberdayakan sumber-sumber yang dimiliki terutama sumber daya manusia sebagai sebuah asset terpenting dalam suatu

organisasi. Transformasi organisasi bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas organisasi sesuai dengan tuntutan lingkungan. (Poerwanto dkk, 2013)

Di masa pandemic saat ini, STAHN Mpu Kuturan Singaraja melakukan transformasi organisasi untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan lembaga dalam memberikan kualitas pelayanan yang optimal kepada mahasiswa mengingat banyaknya permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam bidang pendidikan. Cara-cara yang dilakukan dalam melakukan transformasi Organisasi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja diawali dengan melakukan identifikasi kebutuhan dosen dan mahasiswa, dibirokrasi kampus, update teknologi, dan belajar dari praktisi.

a. Identifikasi Kebutuhan

Identifikasi kebutuhan dosen dan mahasiswa dilakukan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh para dosen dan mahasiswa didalam proses pembelajaran.

Terutama di masa pandemic COVID 19 seperti saat ini, kendala yang dialami mahasiswa dan dosen tentunya terlihat dari proses belajar mengajar yang di tuntut untuk dilakukan secara daring. Hal ini sesuai dengan aturan yang di keluarkan pemerintah untuk mengurangi kontak fisik secara masal sehingga menteri pendidikan dan kebudayaan per tanggal 17 Maret 2020 telah mengeluarkan surat edaran nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Diease (COVID-19).

Dengan adanya surat edaran tersebut lembaga STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengganti kegiatan proses pembelajarannya menggunakan video converence ataupun komunikasi daring sejenis. Ruang kuliah hampir-hampir tidak dipergunakan lagi di masa pandemic. Terutama ketika surat edaran selanjutnya yaitu surat nomor 302/E/E2/KR/2020 tertanggal 31 Maret yang memuat tentang masa belajar penyelenggaraan program pendidikan yamg menjelaskan bahwa masa belajar paling lama bagi mahasiswa semester genap 2019/2020 dapat diperpanjang 1 semester dan pengaturannya diserahkan kepada pimpinan perguruan tinggi sesuai dengan kondisi dan situasi setempat.

Bagi sebuah lembaga perguruan tinggi yang sudah terbiasa menggunakan perangkat teknologi didalam pelaksanakan perkuliahan tentunya pembelajaran secara daring bukanlah menjadi tantangan dan permasalan bagi para civitas akademik, karena sebelum masuk di lembaga perguruan tinggi tersebutpun, para mahasiswa dan dosen telah terbiasa dengan adanya proses perkualiahan online yang dilakukan. Namun hal ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga perguruan tinggi yang baru merintis menuju kearah tersebut. Ketika proses pembelajaran di lakukan secara daring, tentunya permasalahan utama dan krusial yang dihadapi siswa dan dosen yaitu mengenai permasalahan kuota

dan jaringan. Permasalahan kuota terasa sekali, disebabkan karena faktor ekonomi para mahasiswa yang kuliah di STAHN Mpu Kuturan Singaraja masuk dalam katagori menengah kebawah. Sehingga ketika perkuliahan menggunakan zoom yang tentunya akan menghabisakan banyak kuota, hal ini menjadi kendala tersendiri yang dialami para siswanya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pimpinan lembaga STAHN Mpu Kuturan Singaraja, menginstruksikan untuk melakukan penyisiran dan revisi anggaran agar mampu memberikan pelayanan dalam hal pemberian kuota untuk proses perkuliahan kepada dosen dan mahasiswa.

Selain permasalahan kuota, masalah sinyalpun menjadi kendala yang di alami oleh dosen dan mahasiswa. Sebagaimana yang diketahui bahwa mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja, 80% nya berasal dari berbagai desa yang tersebar di Kabupaten Buleleng. Daerah di Kabupaten Buleleng berbukit- bukit, terutama di musim hujan akan cepat sekali menyebabkan terjadinya hilang sinyal, dan hal inipun menjadi berpengaruh ketika pembelajaran daring di lakukan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dosen dan mahasiswa harus bisa mencari tempat yang kuat sinyal ketika nantinya akan melakukan proses pembelajaran, sehingga perkuliahan tetap dapat berjalan dengan lancar, meskipun tidak bisa dilakukan secara tatap muka.

Kemampuan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran online tentunya beragam, ada yang telah terbiasa, namun masih ada juga yang terpaksa dan tidak siap. Namun pada kondisi pandemic memaksa semuanya harus siap memanfaatkan teknologi informasi untuk mencegah wabah COVID-19 meluas. Dosen dan mahasiswa menjadi actor dalam pembelajaran secara mandiri dengan bantuan teknologi informasi. (Alfonsius, 2021)

b. Debirokrasi Kampus.

Transformasi organisasi selanjutnya yang dilakukan oleh Pimpinan beserta jajarannya adalah dengan melakukan Debirokrasi kampus. Debirokrasi kampus merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh pucuk pimpinan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam mengurangi tata kerja yang rumit dan lamban dengan tujuan untuk menperoleh hasil yang lebih cepat dan maksimal. Hal ini bisa terlihat dari kegiatan-kegiatan penting dan mendesak yang bisa didiskusian maupun diinformasikan di whatsup grup. Sehingga tidak membutuhkan waktu yang berbelit belit dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Debirokrasi kampus ini dilakukan oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebab dalam pelaksanaan segala kegiatan yang dilakukan, tentu saja di samping berpedoman terhadap aturan, STAHN Mpu Kuturan Singaraja juga berpedoman terhadap pustaka suci Weda. Jika ditelaah memiliki makna bahwa dalam kondisi apapun semua harus bekerja, sebab jika tidak bekerja maka manusiapun tidak akan hidup karena hukum alam yang memaksanya untuk bekerja. Hal ini terungkap dalam Bhagavad Gita III-4 dan III.8 yang berbunyi sebagai berikut :

Na karmanam anaranbhan Naiskarmyam puruso ‘snut Na casamnyasanad eva Siddhim samadhigacchati Terjemahan:

Orang tidak akan mencapai kebebasan karena diam tanpa bekerja, juga takkan mencapai kesempurnaan karena menghindari kegiatan kerja.

Niyatam Kuru Karma tVvam Karma jyayo hy akarmanah Sarira-yatrapi ca te

Na prassiddhyed akarmanah Terjemahan:

Lakukanlah tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, sebab melakukan hal demikian lebih baik daripada tidak bekerja. Seseorang bahkan tidak dapat memelihara badan jasmaninya tanpa bekerja.

c. Penggunaan Teknologi.

Dalam pelaksanaan transformasi organisasi terutama di masa pandemi, dosen-dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja pun selalu mengupgrade kemampuannya dalam penggunaan teknologi. Proses pembelajaran di masa pandemic, diharapkan bukan sebagai penghalang dosen ketika hendak menyampaikan ilmu nya kepada mahasiswa. Selain itu pula, penyampaian materi yang di berikan oleh dosen kepada mahasiswa, tidak hanya berupa ceramah dan diskusi via zoom saja, namun transfer ilmu yang dilakukan seringkali berupa project yang mampu menambah skill mahasiswa ketika nantinya telah menamatkan pendidikannya di bangku perkuliahan. Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran yang digunakan oleh para dosen dan mahasiswa didalam proses pembelajaran diantaranya adalah google classroom, zoom, dan whatsaap grup.

Goole classroom digunakan untuk memaksimalkan proses penyampaian materi kepada para peserta didik yang bisa dilakukan secara online sehingga materi bisa tersampaikan secara keseluruhan. Dimana kelebihan dari google classroom ini diantaranya adalah 1.

Penyiapannya yang mudah, sehingga dosen hanya perlu membagikan kode kelas kepada para mahasiswanya untuk join bersama dalam kelas online. 2. Hemat waktu, untuk tugas yang sederhana, dan tanpa kertas menyebabkan dosen mampu menilai tugas dengan cepat dan dosen bisa langsung memeriksa pekerjaan mahasiswa dimanapun dan kapanpun,

hanya dengan berbekal handphone. 3. Terjangkau dan nyaman, karena google classroom tidak menampilkan iklan-iklan yang akan mengganggu proses pembelajaran. 4. Intensitas komunikasi bisa lebih sering, dikarenakan dosen bisa mengirikan pesan secara langsung dan diberikannya ruang diskusi via online. 5. Para mahasiswa mampu melihat tugasnya, dimana tugas tersebut bisa dilihat dilaman tugas, dan materi-materi yang diberikan bisa disimpan ke dalam folder pada google drive.

Zoom merupakan aplikasi yang bisa berbagi layar hingga ribuan orang. Aplikasi zoom dipergunakan di STAHN Mpu Kuturan dalam proses belajar mengajar sehingga para dosen dan mahasiswa mampu bertatap muka secara virtual dan mampu bertegur sapa. Aplikasi zoom ini bisa dipergunakan dalam berbagai perangkat seperti, hp maupun laptop. Selain aplikasi google classroom maupun zoom, penggunaan teknologi untuk melakukan pembelajaran juga mempergunakan aplikasi whatsapp. Menurut Niken, yang merupakan sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan informatika dalam Astini, 2020 menyatakan bahwa whatshaap adalah aplikasi yang paling diminati masyarakat dalam berkomunikasi lewat internet. 83% dari 171 juta pengguna internet adalah pengguna whatshapp yang menghubungkan antara masyarakat.

d. Pembelajaran yang di berikan oleh praktisi.

Dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia tentunya diperlukan pemberian pembelajaran oleh para praktisi yang berkecimpung di pekerjaan mereka dengan tetap mengacu pada mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi. Project yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa seringkali seperti gayung bersambut, ketika mahasiswa diberi kesempatan untuk belajar dari para praktisi yang diundang untuk menyampaikan materi-materi diskusi yang tentunya akan diintegrasikan didalam mata kuliah yang diajarkan oleh dosen kepada mahasiswanya. Sehingga sumber pembelajaran yang dilakukan tidak hanya bersumber dari dosen pengampu mata kuliah tersebut, namun juga berasal dari orang-orang yang berkecimpung langsung sebagai praktisi dan mempraktekkan ilmu tersebut kepada masyarakat disekitarnya. Seperti mata kuliah dharma wacana, yang diintegrasikan dengan project pembuatan video dharma wacana dan mengundang pendharma wacana yang telah malang melintang dalam penyampaian dharma wacana kepada masyarakat. Pembelajaran yang diberikan oleh para praktisi ini disebabkan mereka telah mempraktekkan secara langsung teori-teori yang ada. Hal ini sesuai dengan sloka didalam Canakya Nitisastra yang menyebutkan sebagai berikut:

Anabhase visam sastram tyajed dharmam daya hinam vidya hina gru tyajet abhyasad dharyate vidya.

Terjemahan:

Ilmu pengetahuan (sastra) yang tidak diamalkan menjadi racun, tinggalkan agama (dharma) yang tidak mengajarkan kasih sayang, tinggalkan guru yang tidak berilmu pengetahuan. Pelihara ilmu pengetahuan (vidya) dengan cara mengamalkan dalam praktik kehidupan.