PADA MASA PANDEMI COVID-19
2.2 Strategi Pembelaran Agama Hindu Secara Daring
Strategi pembelajaran merupakan sebuah perencanaan yang merangkum rangkaian kegiatan yang telah disiapkan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan yaitu, pertama strategi pembelajaran yang mencakup penggunaan metode dan pemanfaatan sumber daya pendukung dalam pembelajaran. Kedua yaitu tujuan akhir yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Hal pokok yang perlu dipersiapkan dalam mencapai tujuan akhir yang ingin dicapai adalah pentingnya penyusunan sebuah strategi, oleh sebab itu, perumusan tujuan yang jelas akan menjadi tolak ukur dari keberhasilan sebuah strategi. (Suadnyana dan Gunawijaya, 2020).
Seorang guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas pengajaran yang dilakukannya. Dengan demikian, guru harus merumuskan perencanaan
pembelajaran dengan seksama dalam meningkatkan kualitas pengajarannya serta memberikan kesempatan belajar bagi siswanya. Tuntutan dalam pengorganisasian kelas,pemanfaatan media pendukung,strategi belajar mengajar yang tepat serta pengelolaan kelas agar kondusif merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran. Dalam menyiapkan strategi pembelajaran, tidak terlepas dari 3 peranan utama yaitu materi,metode serta media (3M).
adapun ketiga peranan penting tersebut diantaranya,
1. Materi
Pendidikan Agama Hindu merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang menekankan kontribusi dalam rangka peningkatan SDM yang menjadi tujuan pendidikan nasional dalam bidang keagamaan. Pembelajaran Agama Hindu dilaksanakan secara terus menerus, terencana dan luas untuk mengajak Umat Hindu dalam mempelajari, menghayati serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman umat manusia dalam berprilaku.
Peningkatan sikap dan kepribadian Umat Hindu yang baik, berbudi pekerti yang luhur serta selalu meningkatkan Bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dalam peraturan akademik, pendidikan Agama Hindu termasuk kedalam kelompok mata pelajaran yang lebih menekankan kepada ahlak mulia. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Hindu tidak hanya berorientasi dalam mewujudkan kecerdasan intelektual melainkan kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial peserta didik. Pengembangan materi dalam pembelajaran Agama Hindu menekankan kepada kemampuan peserta didik dalam berfikir yang positif, bertingkah laku mulia sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.
Sebagai mata pembelajaran yang menekankan ahlak mulia, hendaknya peran seorang guru tidak hanya menyelesaikan semua materi pembelajaran yang berhubungan dengan keagamaan, melainkan guru juga berperan dalam mengajak para siswa nya untuk mengimplementasikan langsung nilai-nilai moral yang terdapat dalam pembelajaran. Sehingga siswa mampu berfikir kritis, inovatif dan juga kreatif sebagai salah satu hal yang ditempuh dalam tuntutan pembelajaran abad ke 21. Pencapaian kemampuan tersebut dapat dicapai dengan penguasaan materi dan keterampilan.
Kegiatan pembelajaran Agama Hindu pada masa pembelajaran daring dititik beratkan pada 60% praktek (keterampilan) dan 40% pemberian materi. Sehingga diharapkan dapat membentuk keyakinan serta pengamalannya dalam beragama di masyarakat, seperti mampu melakukan puja Tri Sandya di pagi,siang serta sore hari, persembahyangan,saling menghormati dan memiliki kasih sayang sesama teman. (Sukarsa, 2016) Dalam penerapannya pembelajaran agama Hindu tentunya memerlukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan keadaan peserta didik. Hal tersebut juga merupakan salah satu faktor penentu tercapainya tujuan dan keberhasilan dari proses pembelajaran.
Pemilihan materi pelajaran Agama Hindu dapat dilakukan dengan mengidentifikasi materi pembelajaran tersebut dengan beberapa kriteria diantaranya (1) materi yang akan diajarkan dituangkan dalam pembelajaran yang kebenarannya telah diuji dan mampu diimplementasikan langsung oleh siswa. (2) Tingkat kepentingan. Dalam memberikan materi, guru harus mengetahui letak kepentingan dalam materi tersebut sehingga bisa ditekankan kembali untuk selanjutnya bisa diimplentasikan oleh siswa. (3) kebermanfaatan materi itu sendiri. Materi yang diajarkan hedaknya bermanfaat tidak hanya dari sisi akademis melainkan juga dari sisi non akademis (4) layak dipelajari. Materi yang memungkinkan untuk dipelajari dilihat berdasarkan tingkat kesulitannya (tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit).
2. Metode
Pembelajaran online atau dalam jaringan ini, interaksi akademik antara siswa dan guru tidak terbatas, bisa dilakukan selama 24 jam sehingga ini bisa meningkatkan kualitas belajar siswa. Guru bisa melihat postingan siswa dan memberikan feedback tugas dari siswa. Sehingga interaksi bisa dilakukan secara luas. Maka keterlibatan siswa dalam pembelajaran itu semakin intensif. Pemberian penugasan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, artinya guru tidak harus selalu memberikan tugas kepada siswa dalam setiap materi yang diajarkan melainkan menyesuaikan dengan pemahaman siswa tersebut. Pemberian penugasan bisa dimonitor dan bisa juga diuji dengan e-test. Pada saat guru mengajar di kelas online, salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan meskipun dilakukan secara online. Dengan demikian guru harus menerapkan metode Efisiensi Metode dan Media Pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswanya. Ada beberapa metode yang bisa diterapakan diantaranya,
a. Metode Individual Learning
Setiap siswa memiliki perbedaan dalam hal kecerdasan,bakat,minat, kepribadian, kondisi fisik, latar belakang keluarga serta pengalaman belajar. Perbedaan tersebut menggambarkan kondisi kebutuhan pengembangan secara utuh dan optimal menjadi bervariasi, oleh karena itu, metode individual learning atau pembelajaran individual memberikan kesempatan kepada siswa agar belajar sesuai dengan kemampuan,kecepatan dan sarana pendukungnya sendiri. Dalam metode individual learning, pengajaran tidak hanya melibatkan satu orang guru dengan satu orang murid, melainkan pengajaran berjalan secara bersamaan. Peran guru adalah tetap memberikan pelayanan kepada siswa menyesuaikan dengan perbedaan individual yang dimiliki siswa.
Kelebihan metode individual learning itu sendiri adalah siswa mampu belajar dengan mandiri tanpa terikat dengan beban pada saat pembelajaran. Para siswa juga mampu membangun
rasa percaya diri yang ada pada individualnya tanpa bergantung dengan orang lain serta mengembangkan kemampuan diri secara optimal dengan keleluasaan dalam menggunakan waktu belajar. Kelemahan dalam metode individual learning, yaitu menurunnya minat dan perhatian siswa dalam mengatasi kendala selama pembelajaran dikarenakan kurangnya komunikasi belajar antar siswa maupun guru, serta tidak membiasakan bekerjasama antar siswa dalam sebuah team.
Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu, tidak semua metode pembelajaran menjadi solusi untuk mengatasi semua jenis materi pelajaran, karakteristik individual siswa, kondisi kelas dan lainnya. Apabila seorang guru mampu menerapkan berbagai metode pembelajaran, hal itu merupakan sesuatu yang wajar dan justru menimbulkan kelas yang kondusif sekaligus menguntungkan. Namun, perlu diperhatikan kelemahan metode-metode pembelajaran yang ada apakah kelemahan tersebut bisa diatasi dan diminimalisir oleh kelebihan-kelebihan yang ada.
b. Metode diskusi
Diskusi merupakan situasi dimana guru dan para siswa atau antara siswa dengan siswa yang lain berbincang satu sama lain berbagi gagasan serta pendapat mereka (Tjokrodiharjo.
2005). Langkah-langkah dalam penyelenggaraan diskusi yaitu menyampaikan tujuan,mengatur setting, mengarahkan diskusi, mengakhiri diskusi serta melakukan tanya jawab singkat.
Diskusi dapat dipergunakan dalam mengembangkan keterampilan dalam pemecahan masalah, perumusan hipotesis dan mencari solusi dalam permasalahan yang sedang diuji. Metode diskusi memungkinkan siswa dalam bertukar pendapat antar siswa maupun dengan guru tentang isu sosial dan topik yang menuntut siswa dalam mengambil keputusan serta nilai-nilai penting yang didaptkan. Misalnya dalam toleransi antar umat beragama di suatu tempat. Siswa dapat mencari referensi yang maksimal tentang apa itu toleransi, bagaimana upaya menjaga toleransi antar umat beragama, dampak dari adanya toleransi antar umat beragam serta bagaimana solusi agar toleransi tersebut bisa dikembangkan di wilayah-wilayah lain. Melalui diskusi, siswa akan mmperluas pemahamannya dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi secara mendalam
Selama pelaksanaan diskusi, siswa mendapatkan pengalaman dengan manfaat yang beragam. Diskusi mampu meningkatkan rasa percaya diri, sikap saling menghormati, kerja sama dalam kelompok diskusi, melatih keterampilan siswa dalam berkomunikasi dengan baik serta meningkatkan kemampuan dalam berfikir kritis,keterampilan dan kemampuan lainnya.
Guru berperan dalam membimbing suatu diskusi dan harus mampu menangani berbagai macam situasi yang memungkinkan terjadi secara bijaksana. Guru juga dapat memberikan kesimpulan pada diskusi yang berlangsung. Metode diskusi dalam pembelajaran darimg dapat dilakukan melalui media seperti Zoom Cloud Meeting,WhatsApp serta Google Meetings.
Keberhasilan sebuah diskusi sangat dipengaruhi oleh fleksibilitas guru dalam sebuah diskusi, aktivitas para siswa, penjadwalan yang tepat serta pemilihan topik diskusi yang menarik.
Kontroversial serta isu yang sedang berkembang menjadi faktor pendukung keberhasilan dalam berdiskusi. Keefektifan dalam berdiskusi akan berkurang apabila salah satu faktor tersebut tidak berjalan dengan baik. Di akhir diskusi diperlukan pembuatan perencanaan. Permasalahan yang sudah dibahas dirumuskan kembali dengan jelas. Siswa dapat memberikan saran maupun memberikan kesimpulan dalam permasalahan yang telah dibahas.
3. Media
Media berasal dari bahasa latin yang secara harfiah memiliki arti perantara atau pengantar.
Sebuah buku yang berjudul “Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran “ yang disusun oleh Sanjaya (2008) menjelaskan bahwa Lesle J. Briges berpendapat bahwa media merupakan alat untuk memberi perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar. Selain menurut Lesle J. Briges dalam buku ini juga menjelaskan pendapat dari Gerlach yang menyatakan bahwa media itu meliputi orang,bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk siswa dalam memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dalam pembelajaran daring, Media pembelajaran online dapat dikatakan sebagai media pendukung dengan dilengkapi alat pengontrol yang bisa dioperasikan oleh user (pengguna) sehingga dapat dikendalikan dan diakses sesuai kebutuhan penggunanya. Adapun media-media pendukung pembelajaran diantaranya
a. Google Clasroom
Google Clasroom merupakan salah satu layanan website yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah yang bertujuan untuk mempermudah guru dalam membuat dan memberikan tugas kepada siswa dalam bentuk berbagai file. Google clasroom memiliki berbagai fitur yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Halaman utama menampilkan kelas,penyusunan kelas,mengakses berbagai file serta mengembangkan materi pembelajaran seperti reuse post,create question, create assignment dan create topic. Google clasroom memanfaatkan Google drive sebagai fitur pendukung dalam penyimpanan data, selain itu Google Clasroom merupakan layanan website yang fleksibel karena dapat diakses melalui PC maupun smartphone.
b. Google Formulir
Google formulir merupakan aplikasi yang termasuk ke dalam suite kantor Google Drive bersama dengan Google Documents, Google Sheets dan Google Slides. sebagai salah satu aplikasi administrasi survei. Google Formulir memungkinkan pengumpulan informasi,survei dan kuis yang dipersonalisasi dari pengguna. Informasi yang didapatkan melalui Google Formulir secara otomatis tersimpan ke Spreadsheet. Hal ini dikarenakan Google formulir menampilkan semua
fitur kolaborasi dan berbagi dengan yang ditemukan di Documents,Spreadsheet dan Slide.
Google formulir telah mengalami pembaruan selama bertahun-tahun, diantaranya pembatasan responden untuk sekali per-orang, pencarian menu, shuffle pencarian untuk pesanan acak, URL yang lebih singkat serta tema yang khusus. Fitur terbaru yang dimiliki oleh Google Formulir yaitu “ Opsi unggah file” untuk pengguna yang memerlukan responden yang mengharuskan untuk berbagi konten atau file dari perangkat maupun Google Drive.
c. Zoom Cloud Meetings
Zoom Cloud Meetings merupakan suatu aplikasi alternatif yang memungkinkan sebagai alternatif yang sangat bermanfaat untuk perangkat lunak sebagai media dalam mengadakan pertemuan virtual berbasis cloud, karena dapat dipergunakan dalam perangkat seluler seperti PC dan Smartphone. Aplikasi ini bersifat sangat fleksibel sehingga sudah dipatenkan dalam meningkatkan kualitas audio dan visual. Aplikasi ini dapat menunjang suatu komunikasi maupun interaksi secara tidak langsung sehingga aplikasi ini berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran di era revolusi. Kelebihan penggunaan aplikasi zoom meeting ini diantaranya, Versi dasar dari perangkat lunak berbasis cloud ini gratis, pengguna (user) memiliki sejumlah alat yang berbeda dan dapat dipilih selama proses pembelajaran serta penggunaan aplikasi ini memudahkan kita untuk mendapatkan informasi serta komunikasi secara jarak jauh. Selain itu, kelemahan dalam aplikasi ini antara lain penggunaaan gratis terbatas pada pertemuan cloud selama 40 menit atau kurang dan memungkinkan terjadi masalah buffer jika digunakan dengan OS yang lebih lama.
d. WhatsApp
WhatsApp merupakan sebuah media yang dapat menghubungkan banyak orang dalam satu waktu dan memungkinkan terjadinya interaksi tanpa bertatap muka secara langsung.
Beberapa faktor pendukung yang menjadikan WhatsApp sebagai media penunjang dalam pembelajaran online seperti fitur berkirim pesan, berbagi media seperti foto,video dan file hingga fitur Video Call dengan sesama pengguna. WhatsApp digunakan untuk berkomunikasi, baik itu menyampaikan informasi atau kegiatan sekolah atau untuk menyampaikan perkembangan dan kegiatan siswa selama pembelajaran daring. Kelebihan dan kelemahan WhatsApp sebagai media penunjang pembelajaran diantaranya, kelebihan WhatsApp yaitu (1) guru,siswa maupun orang tua siswa sudah terbiasa menggunakan aplikasi WhatsApp dalam berkomunikasi sehari-hari (2) aplikasi WhatsApp tidak menghabiskan kuota sebanyak aplikasi lain. (3) tujuan pembelajaran bisa berjalan dengan baik karena memanfaatkan berbagai fitur pendukung seperti berbagi
metode, seperti video pembelajaran, pesan suara, gambar serta dokumen. (3) media WhatsApp mampu mengakomodasi 3 aspek penting dalam penilaian yaitu kognitif,afektif dan psikomotorik.
Kelemahan WhatsApp diantaranya (1) keterbatasan tatap muka secara real time tidak dapat dilakukan melalui WhatsApp, fitur Video Call yang terdapat dalam WhatsApp sangat dibatasi.
(2) aplikasi WhatsApp tidak mampu mengirimkan file dengan ukuran besar sehingga menjadi kendala siswa yang ingin mengumnpulkan tugas maupun guru yang mengirimkan materi pembelajaran.
III. PENUTUP
Dalam masa pandemi Covid-19 yang telah menjadi permasalahan dalam dunia Pendidkaan yang menggangu pelaksanaan proses belajar mengajar dapat menjadikan sebuah pengalaman dalam pembelajaran umat manusia. Pembelajaran daring menjadi alternatif utama sebagai solusi agar proses belajar mengajar dapat terlaksana meskipun dalam situasi pandemi seperti saat ini.
Berbagai kendala dihadapi guru maupun siswa, kendala-kendala tersebut sangat mempengaruhi proses pembelajaran. Dalam Pembelajaran Agama Hindu, untuk menyikapi kendala-kendala yang ada, diperlukan strategi pembelajaran mampu memberikan motivasi kepada siswa untuk terus bersemangat dalam belajar di masa pandemi seperti saat ini. Strategi-strategi yang diperlukan dapat berupa pengembangan kembali peranan-peranan penting dalam proses pembelajaran yaitu materi,metode serta media.
Adapun saran dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : (1) Guru maupun siswa diharapkan mampu turut mempertahankan dan meningkatkan peran serta dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran daring di masa pandemi sehingga dapat memberikan dampak positif bagi guru, siswa, dan sekolah. (2) Pemerintah diharapkan melalui penulisan ini bisa memperhatikan lagi pelaksanaan pembelajaran secara daring, menindaklanjuti berbagai kendala-kendala serta mengembangkan upaya-upaya yang lebih lanjut dalam menyukseskan pembelajaran daring. (3) Diharapkan pengembangan peranan penting ini bisa dikembangkan dalam pembelajaran-pembelajaran lainnya untuk meningkatkan moral serta nilai-nilai penting yang terdapat dalam pendidikan Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Aprilia, Rima dkk. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Media Pembelajaran Daring Menggunakan Metode AHP. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Bao, W. (2020). COVID-19 and online teaching in higher education : A case study of Peking University. March, 113–115. https://doi.org/10.1002/hbe2.191
Crayonpedia, 2009 dalam Lubis. (2014). Studi Tentang Aktivitas Ekonomi Masyarakat Pesisir Pantai Pelabuhan. Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA , Vol 2, No 2 (2014) , 135.
Dwikoranto. 2011. Aplikasi Metode Diskusi Dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif, Afektif dan Sosial Dalam Pembelajaran SAINS.
Gunawan, Suranti,N.M.Y.,& Fathoroni. (2020). Variations of Models and Learning Platforms for Prospective Teachers During the COVID-19 Pandemic Period. Indonesian Journal of Teacher Education, 1(2), 61–70.
Handriyantini, Eva. 2020. Strategi Pembelajaran Daring Aktif, Kreatif dan Menyenangkan.
Malang : STIKI (Sekolah Tinggi Informatika & Komputer Indonesia).
Hayati, Nur. 2020. Metode Pembelajaran Daring/E-Learning yang Efektif. Singaraja : Universitas Pendidikan Ganesha.
Herliandry et al. (2020). Pembelajaran Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Teknologi Pendidikan , 22, No. 1, April 2020, 67.
Kristina Dewi, Ni Kadek. Sudarsana, I Ketut. 2018. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Karakter Siswa.
Mahayoni,Ni Made Sri. 2020. Penggunaan Aplikasi Zoom Meeting Pada Pembelajaran Agama Hindu di Masa Pandemi. Indonesia : SD Jembatan Budaya.
Mularsih, Heni. 2007. Pembelajaran Individual Dengan Menggunakan Modul.
Mulyadi, N dan Haura, N. (2019). Pengertian Pendidikan. Jurnal Kependidikan, 3, 12– 42.
Nadia. 2020. Sistem Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Pada Era Covid-19.
Lampung : Program Studi Pendidikan IPS, Universitas Lampung Mangkurat.
Pailang, Abraham. 2020. Keterampilan Guru Dalam Proses Pembelajaran Agama Hindu. SDN 307 Inpres Panglion.
Sastrika Ayu, Putu Eka. Strategi Pembelajaran Agama Hindu Abad 21. Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja.
Sudana, I Made dkk. 2018. Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Agama Hindu di Sekolah Luar Biasa C Negeri Bangli. Denpasar : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
Sudarsana, I Ketut. Pengantar Pendidikan Agama Hindu. Denpasar : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
Suhery, dkk. 2020. Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Zoom Meeting dan Google Clasroom Pada Guru di SDN 17 Mata Air Padang Selatan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perdagangan.
Suweni, Ni Nyoman. 2020. Model Pembelajaran E-Learning Dalam Pendidikan Agama Hindu SDN 1 Sobangan Kelas II di Tengah Pandemi Covid-19. Badung : SDN 1 Sobangan.
Setiawan, A. R. 2020. Lembar Kegiatan Literasi Saintifik untuk Pembelajaran Jarak Jauh Topik Penyakit Coronavirus 2019 . Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan , 2 (1, 28-37.
Syamsyudin, Agus Supriyanto. 2018. Konsep Individual Learning Plan. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.