KPS Keterampilan
4. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) a.Hakikat IPA di Sekolah Dasar
4. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) a. Hakikat IPA di Sekolah Dasar
IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam memegang peranan sangat penting dan alam kehidupan manusia. Hal ini disebabkan karena kehidupan manusia sangat tergantung dari alam, zat terkandung di alam, dan segala jenis gejala yang terjadi di alam. IPA meruapakan rumpun ilmu, memiliki karakteristik khusus yaitu mempelajari fenomena alam yang faktual (factual), baik berupa kenyataan (reality) atau kejadian (events) dan hubungan sebab akibatnya. Cabang ilmu yang termasung anggota rumpun IPA saat ini antara lain Biologi, Fisika, IPA, Astronomi/Astrofisika, dan Geologi.34
31
Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Integrasi dan
Kompetensi, (jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2005), h. 133.
32
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan sebagai Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2003), cet. V, h. 135-136.
33
Ibid., h. 132.
34
Mengkhusus pada mata pelajaran sains tingkat sekolah dasar yang dikenal dengan mata pelajaran IPA, tujuan pendidikan sains SD ini berorientasi pada pencapaian sains dari segi sikap keilmuan, proses, produk, dan aplikasi. Seperti yang dinyatakan oleh Depdiknas bahwa hakikat Sains/IPA meliputi empat unsur utama yaitu:35
1) Sikap: rasa ingin tahu terhadap benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar, IPA bersifat open ended.
2) Proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah, metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perencanaan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan.
3) Produk: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum.
4) Aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.
Pada proses pembelajaran IPA ini ke empat aspek tersebut diharapkan dapat muncul, sehingga siswa dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh dan menggunakan rasa ingin tahunya untuk memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah yang menerapkan langkah-langkah metode ilmiah, oleh karena itu IPA sering kali disamakan dengan the way of thinking.36 Akan tetapi, sains secara umum masih belum sesuai dengan yang diharapkan kelemahan akan pembelajaran sains secara umum yakni, 1) masih banyak guru yang sangat menekankan pembelajaran pada faktor ingatan, 2) sangat kurang pelaksanaan praktikum, 3) fokus penyajian dengan ceramah mengakibatkan kegiatan sangat terbatas, tidak lebih dari mendengarkan dan menyalin.
Menurut Hendri Darmodjo dan Kaligis IPA dapat dipandang sebagai suatu proses dari upaya manusia untuk memahami berbagai gejala alam. Untuk itu diperlukan cara tertentu yang sifatnya analisis, cermat, lengkap, dan menghubungkan gejala alam yang satu dengan gejala alam yang lain. Mata pelajaran IPA adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan
35
Zulfiani, Op. Cit., h. 46-47. 36
pengtahuaan, sikap, dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan Usman mengatakan bahwa IPA atau Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai objek dan menggunakan metode ilmiah.37 Maksudnya, dalam IPA alam dan sekitarnya merupakan objek yang biasa dijumpai dalam IPA, adapun gejala-gejala alam yang dibahas atau ditemui nantinya merupakan hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia melalui serangkaian metode ilmiah.
Dari beberapa uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA atau Sains merupakan suatu pembelajaran yang membahas tentang ilmu alam sehingga dapat mengembangkan pengetahuan, sikap, serta keterampilan siswa. Hal-hal tersebut didapatkan melalui metode ilmiah yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok manusia.
b. Tujuan Pembelajaran IPA
Tujuan pendidikan IPA di Sekolah Dasar berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 adalah agar siswa mampu memiliki kemampuan sebagai berikut:38
1) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan, dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3) Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
5) Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
37
Samatowa, Op. Cit., h. 3.
38
Ika Febriyanti, Efektifitas Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Keterampilan
Proses Melalui Metode Eksperimen pada Pelajaran IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa,
6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
7) Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.
Dengan demikian pembelajaran IPA di Sekolah Dasar dapat melatih dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan proses dan dapat melatih siswa untuk dapat berpikir serta bertindak secara rasional dan kritis terhadap persoalan yang bersifat ilmiah yang ada di lingkungannya. Keterampilan-keterampilan yang diberikan kepada siswa sebisa mungkin disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia dan karakteristik siswa Sekolah Dasar, sehingga siswa dapat menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari.
c. Ruang Lingkup Pelajaran IPA
Ruang lingkup mata pelajaran IPA SD/MI secara garis besar terinci menjadi 4 kelompok yaitu:39
1) Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan.
2) Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat, dan gas.
3) Energi dan perubahannya, meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya, dan pesawat sederhana.
4) Bumi dan alam semesta, meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.
Ke-4 kelompok bahan kajian IPA SD/MI tersebut disajikan secara spiral, artinya setiap bahan kajian disajikan disemua tingkat kelas tetapi dengan tingkat kedalaman yang berbeda, semakin tinggi tingkat kelas semakin dalam bahasannya.
39
5. Hubungan KPS dengan Penguasaan Konsep pada Materi Struktur