AXLE DAN SUSPENSION Axle Shaft Assembly
2) Pembongkaran dan Perakitan Axle dan Suspension
99 g. Lembar Kerja 7
1) Alat dan Bahan
a) Unit axle shaft assembly b) Unit suspension system c) Alat-alat tangan
d) Kunci momen e) Grease
f) Lap/majun 2) Keselamatan Kerja
a) Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya.
b) Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang terdapat dalam modul.
c) Mintalah ijin dari instruktur bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
d) Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object.
3) Langkah Kerja
a) Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
b) Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat, baca lembar kerja dengan teliti.
c) Lakukan prosedur kerja seperti yang telah ada pada modul.
d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas.
e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.
f) Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas.
4) Tugas
a) Buatlah laporan praktik secara ringkas dan jelas !
b) Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan 7 !
111
8. Kegiatan Belajar 8 : Mengidentifikasi Final Drive a. Tujuan Kegiatan Belajar 8 :
1) Peserta diklat dapat menjelaskan prinsip kerja dan konstruksi final drive.
2) Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pembongkaran dan perakitan final drive.
b. Uraian Materi 8 FINAL DRIVE
Untuk memperoleh gaya pengendaraan yang besar, maka final drive menggunakan planetary gear system untuk mereduksi kecepatan dan menyalurkan gaya pengendaraan ke roda-roda.
Dengan demikian final drive mempunyai fungsi : a) meneruskan tenaga/gaya pengendaraan dari axle shaft ke roda-roda penggerak, dan b) mereduksi kecepatan putar axle shaft sebagai upaya untuk meningkatkan momen putar pada roda.
Konstruksi Final Drive
Gambar 51. Konstruksi Final Drive
Prinsip Kerja Final Drive
111
Gaya gerak kendaraan disalurkan dari differential melalui axle shaft (1) ke sun gear (5) yang kemudian diteruskan ke planetary gear (2). Planetary gear berotasi mengelilingi bagian dalam dari ring gear (3) yang tetap pada tempatnya. Dengan cara ini penyaluran rotasi direduksi oleh planetary carrier (4). Gaya gerak ini kemudian diteruskan ke roda-roda (6) yang terpasang pada planetary carriers (4).
Gambar 52. Kerja Final Drive
Prosedur Pembongkaran dan Perakitan Prosedur pembongkaran
1) Mengeluarkan oli tandem and final gear assembly
a) Meletakkan Tandem and final gear assembly pada blok (1), dan mengeluarkan oli dengan cara melepas drain plug (3).
Volume oli (tiap case) ? 120 ltr.
b) Melepas drain plug final drive case untuk mengeluarkan oli final drive (4). Volume oli ? 63 ltr.
111
Gambar 53. Posisi Drain Plug
2) Melepas cover dan chain
a) Memutar pinion untuk mencari bagian sambungan chain, melepas lock pin dan menarik connection pin menggunakan SST (Chain puller, 792-571-1600).
b) Melepas chain.
3) Melepas tandem case assembly dan drive shaft
4) Melepas coupling dari pinion shaft dengan menarik keluar.
5) Melepas tube (14) lengkap dengan O-ringnya.
Gambar 54. Melepas Tube
6) Melepas spring (15) dan strainer (16) dari pipa.
Gambar 55. Strainer
7) Melepas cover dan pipe, tube dan flanges.
111 8) Melepas side case assembly
Melepas baut pengikat side case (23) dan 24 washer (24), kemudian menahan dan melepas side case assembly (25) dari center case. Setiap side case assembly : 655 kg.
Gambar 56. Side Case Assembly
9) Melepas plate dan carrier assembly (28) 10) Melepas gear, carrier dan pin
Melepas baut-baut (29), lock plate (31) dan pin (32), kemudian melepas gear (33).
Gambar 57. Carrier Assembly
11) Melepas holder (34) dan shim (35), kemudian melepas sprocket (36) dari shaft.
Gambar 58. Melepas Holder, Shim dan Sprocket
12) Melepas bearing dan rear axle shaft assembly
111
13) Melepas plate, washer, O-ring dan shim, kemudian melepas flange dan side case.
14) Melepas shaft dan bearing, ring gear dan sun gear 15) Melepas bevel pinion dan bevel gear assembly
a) Perhatikan nomor dan posisi shim yang dilepas.
b) Catat nomor dan ketebalan shim kiri dan kanan, simpan di tempat yang aman jangan sampai tertukar!
(1) Mengangkat bevel gear assembly, dan melepasnya dari center case (61). Bevel gear assembly : 188 kg.
(2) Melepas baut (67), kemudian melepas gear (66).
Gambar 59. Bevel Gear Assembly
Prosedur Pemasangan
Prosedur pemasangan berkebalikan dengan pembongkaran, dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini :
1) Pada saat merakit bevel pinion assembly, harus dilakukan penyetelan :
a) Penyetelan backlash shim :
(1) Memasukkan shim penyetel dengan ketebalan yang sama pada saat dibongkar.
(2) Standar ketebalan shim : 2,0 mm
(3) Tip-tipe shim : t=0,1 mm, 0,2 mm, 0,5 mm
b) Mengukur dengan fuse wire
111
Meletakkan fuse wire (? ? 1,5 mm) di antara gigi-gigi bevel gear dan bevel pinion. Putarkan bevel gear kemudian mengukur ketebalan fuse wire dengan micrometer.
(1) Peletakan fuse wire di tengah (? 20 mm dari small end) dan ukur sekurangnya pada tiga posisi di sekeliling gear.
(2) Standar backlash : 0,25 s.d 0,33 mm c) Mengukur preload
Memasang locknut dan baut (16 mm x 2 mm – 120 mm) pada bevel pinion assembly, kemudian mengukur torsi awal dengan torque wrench.
Menyetel torsi awal bevel pinion 0,68 – 1,0 Nm (0,07 – 0,10 kgm) lebih besar dari torsi bevel pinion 9,8 – 12,6 Nm (1,0 – 1,2 kgm). Sebelum melakukan penyetelan, terlebih dahulu mengukur gaya awal pada diameter luar bevel gear.
Gaya awal (bevel gear) : 9,8 – 12,8 Nm (1,0 – 1,3 kgm).
Gambar 60. Mengukur Preload
d) Pengetesan dan pengukuran
Menyetel preload taper roller bearing, backlash dan kontak gigi dari bevel gear dan bevel pinion.
(1) Menyetel gaya awal bevel pinion assembly (single assembly) 9,8 – 12,8 Nm (1,0 – 1,3 kgm).
(2) Merakit bevel pinion assembly dengan tebal shim sama seperti sebelum pembongkaran.
111
(3) Melakukan penyetelan preload, backlash dan kontak gigi secara parallel.
(4) Mengukur torsi awal bevel gear assembly ketika bevel gear bertautan dengan bevel pinion gear.
(5) Penyetelan preload bearing dilakukan dengan cara merubah jumlah/ketebalan shim pada kiri dan kanan cage dari center case.
Menyetel kontak gigi
(1) Lapisi permukaan gigi bevel pinion dengan red lead (tipis saja). Putar bevel gear maju dan mundur dan periksa pola yang tertinggal pada gigi.
(2) Garis tengah pola kontak gigi harus terletak 13-26 mm dari small end bevel gear dan harus berada di tengah tinggi gigi.
(3) Jika hasil pemeriksaan yang diperoleh tidak sesuai pola di atas, harus dilakukan penyetelan.
Gambar 61. Penyetelan Kontak Gigi (Standar)
(4) Melapisi bushing dan washer dengan Anti-friction compound (LM-P).
(5) Memberikan grease (G2-LI) pada O-ring.
111
Menyetel preload axle shaft bearing
1) Torsi awal bearing ? 9,8 – 12,8 Nm (1,0 – 1,3 kgm).
2) Standar ketebalan shim : 2,0 mm. Tipe shim ; (t=0,1 mm, 0,2 mm, 0,5 mm).
3) Memutar shaft sekurangnya tiga kali ke kiri dan kanan untuk mendudukkan bearing, kemudian memeriksa torsi awal lagi.
c. Rangkuman 8
Untuk memperoleh gaya pengendaraan yang besar, maka final drive menggunakan planetary gear system untuk mereduksi kecepatan dan menyalurkan gaya pengendaraan ke roda-roda.
Konstruksi dari final drive dapat dilihat pada gambar di bawah ini :
Gambar 62. Konstruksi Final Drive
Prinsip Kerja Final Drive
111
Gaya gerak kendaraan disalurkan dari differential melalui axle shaft (1) ke sun gear (5) yang kemudian diteruskan ke planetary gear (2). Planetary gear berotasi mengelilingi bagian dalam dari ring gear (3) yang tetap pada tempatnya. Dengan cara ini penyaluran rotasi direduksi oleh planetary carrier (4). Gaya gerak ini kemudian diteruskan ke roda-roda (6) yang terpasang pada planetary carriers (4).
Gambar 63. Kerja Final Drive
d. Tugas 8
Jelaskan aliran gaya/tenaga gerak pada final drive!
e. Tes Formatif 8
1) Jelaskan prinsip kerja dan konstruksi final drive!
2) Jelaskan prosedur pembongkaran dan perakitan final drive!
111 f. Kunci Jawaban Formatif 8