STEERING CLUTCH/ BRAKE
2) Prosedur Pembongkaran
Melepas komponen-komponen dengan urut.
Prosedur Pemasangan Wheel Brake Assembly Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pemasangan :
a) Jangan lupa memberikan grease (G2-LI) pada alur O-ring.
b) Pada saat memasang bearing outer race (20), berikan oil seal (21) pada cage. Oil seal : Grease (G2-LI).
c) Memberikan rust prevention coating (PU-4) pada bagian dalam dinding cage.
d) Memberikan Thread tightener (LT-2) pada baut pengikat.
138 g. Lembar Kerja 10
1) Alat dan Bahan
a) Unit Air brake system b) Alat-alat tangan c) Kunci momen d) Grease
e) Lap/majun
2) Keselamatan Kerja
a) Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya.
b) Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang telah ada dalam modul.
c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
d) Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object.
3) Langkah Kerja
a) Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
b) Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat, baca lembar kerja dengan teliti.
c) Lakukan prosedur kerja sesuai dengan prosedur yang telah ada dalam modul ini.
d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas.
e) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.
f) Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas.
138 4) Tugas
a) Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas !
b) Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan 10 !
137
11. Kegiatan Belajar 11 : Mengidentifikasi Engine Brake a. Tujuan Kegiatan Belajar 11 :
1) Peserta diklat dapat menjelaskan prinsip kerja dan konstruksi engine brake.
2) Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur pembongkaran dan perakitan engine brake.
b. Uraian Materi 11 ENGINE BRAKE
Merupakan suatu sistem rem yang bekerja dengan cara nenurunkan kinerja/putaran mesin secara langsung, sehingga mengurangi gaya pengereman pada sistem rem roda. Dengan menggunakan engine brake, maka didapatkan beberapa keuntungan, diantaranya komponen sistem rem lainnya lebih awet, dan memperpanjang umur ban. Salah satu tipe engine brake system yang lazim digunakan adalah exhaust brake system.
Exhaust Brake
Sistem rem gas buang (exhaust brake) direncanakan sebagai pelengkap kendaraan dengan mesin Diesel. Katup kupu-kupu dipasangkan pada pipa gas buang dan dengan menutup katup kupu-kupu akan memperbesar tekanan balik dalam, sehingga memberikan efek pengereman pada mesin yang diperoleh dari tekanan gas buang. Keistimewaan exhaust brake :
1) Dibandingkan dengan pengereman mesin normal, exhaust brake memungkinkan terjadinya penurunan kecepatan pada kecepatan gigi yang lebih tinggi. Oleh karena itu putaran mesin dapat dibuat rendah agar operasinya lebih tenang.
138
2) Pada saat menurunkan tekanan, tidak diperliukan penggunaan pedal rem yang berlebihan. Hal ini untuk mencegah kecelakaan akibat panas rem yang berlebihan, hilangnya pengereman akibat kebocoran sistem ren dan dapat memperpanjang umur pakai kanvas rem.
3) Kemungkinan kendaraan tergelincir/selip akibat pengereman kecil karena proses pengereman tidak terjadi secara mendadak. Hal ini juga dapat memperpanjang umur ban.
Beberapa jenis exhaust brake : 1) tipe elektrik, dan 2) tipe yang menggunakan silinder vakum.
Gambar 83. Exhaust Brake Type Vakum
Konstruksi Exhaust Brake (Tipe Vakum)
Komponen-komponen exhaust brake (tipe vakum ) :
1) Saklar utama (main switch), berfungsi untuk mengeset exhaust brake.
2) Exhaust brake relay, berfungsi sebagai pemutus/ penghubung secara otomatis, sesuai dengan kecepatan minimal kendaraan.
3) Silinder vakum, berfungsi untuk menambah tekanan balik dalam mesin dengan cara menutup katup kupu-kupu.
139
4) Katup solenoid, merubah kondisi dalam silinder vakum sesuai sinyal yang diberikan oleh exhaust brake relay.
5) Saklar akselerator, sebagai pemutus sistem exhaust brake pada saat pedal gas ditekan/akselerasi.
6) Saklar kopling, sebagai pemutus sistem exhaust brake pada saat pedal kopling ditekan.
7) Saklar netral, sebagai pemutus sistem exhaust brake pada saat transmisi posisi netral.
8) Relay pengatur bahan bakar, mengatur jumlah pengiriman bahan bakar sesuai dengan kondisi mesin.
9) Motor EDIC (Electrical Diesel Injection Control), dihubungkan ke tuas pengatur pompa injeksi dan mengatur pemberian bahan bakar melalui putaran motornya.
Prinsip Kerja
Pada saat exhaust brake bekerja karena sinyal yang diberikan oleh kondisi kendaraan (misalnya deselerasi), maka silinder vakum akan bekerja dengan menggerakkan katup kupu-kupu ke arah menutup saluran gas buang. Penutupan saluran gas buang akan meningkatkan tekanan balik dalam mesin yang menyebabkan putaran dan tenaga mesin menurun sehingga terjadi pengereman.
Prosedur pembongkaran
1) Melepas saklar utama (main switch), saklar akselerator, saklar kopling, dan saklar netral.
2) Melepas exhaust brake relay.
3) Melepas silinder vakum.
4) Melepas katup solenoid.
5) Melepas relay pengatur bahan bakar.
6) Melepas Motor EDIC (Electrical Diesel Injection Control).
140 Prosedur Pemasangan
Urutan pemasangan berkebalikan dengan pembongkaran.
c. Rangkuman 11
Merupakan suatu sistem rem yang bekerja dengan cara nenurunkan kinerja/putaran mesin secara langsung, sehingga mengurangi gaya pengereman pada sistem rem roda. Dengan menggunakan engine brake, maka didapatkan beberapa keuntungan, diantaranya komponen sistem rem lainnya lebih awet, dan memperpanjang umur ban.
Prinsip Kerja
Pada saat exhaust brake bekerja karena sinyal yang diberikan oleh kondisi kendaraan (misalnya deselerasi), maka silinder vakum akan bekerja dengan menggerakkan katup kupu-kupu ke arah menutup saluran gas buang. Penutupan saluran gas buang akan meningkatkan tekanan balik dalam mesin yang menyebabkan putaran dan tenaga mesin menurun sehingga terjadi pengereman.
d. Tugas 11
Sebutkan komponen-komponen utama exhaust brake system tipe vakum beserta fungsinya masing-masing!
e. Tes Formatif 11
1) Jelaskan prinsip kerja dan konstruksi exhaust brake!
2) Jelaskan prosedur pembongkaran dan perakitan exhaust brake!
141 f. Kunci Jawaban Formatif 11
1) Beberapa jenis exhaust brake : 1) tipe elektrik, dan 2) tipe yang menggunakan silinder vakum.
Gambar. Exhaust Brake Type Vakum Prinsip Kerja
Pada saat exhaust brake bekerja karena sinyal yang diberikan oleh kondisi kendaraan (misalnya deselerasi), maka silinder vakum akan bekerja dengan menggerakkan katup kupu-kupu ke arah menutup saluran gas buang. Penutupan saluran gas buang akan meningkatkan tekanan balik dalam mesin yang menyebabkan putaran dan tenaga mesin menurun sehingga terjadi pengereman.
Prosedur pembongkaran
1) Melepas saklar utama (main switch), saklar akselerator, saklar kopling, dan saklar netral.
2) Melepas exhaust brake relay.
3) Melepas silinder vakum.
4) Melepas katup solenoid.
142
5) Melepas relay pengatur bahan bakar.
6) Melepas Motor EDIC (Electrical Diesel Injection Control).
143 g. Lembar Kerja 11
1) Alat dan Bahan
a) Unit Simulasi Exhaust Brake b) Alat-alat tangan
2) Keselamatan Kerja
a) Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya.
b) Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.
c) Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.
d) Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object.
3) Langkah Kerja
a) Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat, efektif dan seefisien mungkin.
b) Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat, baca lembar kerja dengan teliti.
c) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas.
d) Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.
e) Setelah selesai, bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas.
4) Tugas
a) Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas !
b) Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan 11 !
147
BAB III EVALUASI
A. PERTANYAAN
Uji Kompetensi Kognitif
Jawablah Pertanyaan di Bawah Ini!
No Pertanyaan Skor
(1-10) Bobot 1. Jelaskan prinsip kerja torque converter,
uraikan dengan singkat, jelas disertai gambar konstruksi dan aliran fluida di dalamnya!
0,25
2. Jelaskan prinsip kerja power shift transmission assy, terangkan dengan
gambar! 0,25
3. Apakah yang dimaksud dengan transfer dan bagaimana prinsip kerjanya? Jelaskan
bila perlu dengan gambar/ilustrasi! 0,2 4. Jelaskan prinsip kerja final drive assy,
lengkapi dengan gambar konstruksi dan gambar kerja aliran gaya-gaya yang bekerja di dalamnya!
0,2
5. Jelaskan prinsip kerja planetary gear double pinion type saat ring gear ditahan!
(Putaran Sun gear searah jarum jam). 0,1
Total 1,0
Uji Kompetensi Psikomotor dan Afektif
Demonstrasikan dihadapan guru/ instruktur kompetensi saudara dalam waktu yang telah ditentukan!
Soal :
Disediakan sebuah axle shaft assy. Lakukanlah pembongkaran dan pemasangan kembali final drive pada axle tersebut. Jangan lupa menuliskan langkah pengerjaan pada lembar jawab yang tersedia!
148
No Kegiatan Waktu
1. Pembongkaran 15’
2. Pemasangan 15’
Total 30’
149 B. KUNCI JAWABAN EVALUASI