PEMBATALAN ATAS MEREK TERDAFTAR
D. Pembuktian Yang Dapat Diajukan Pengguna Merek Pertama Dalam Gugatan Pembatalan Merek
Hukum pembuktian dalam hukum acara perdata menduduki tempat yang sangat penting. Pembuktian adalah “penyajian alat-alat bukti yang sah menurut hukum kepada hakim yang memeriksa suatu perkara guna memberikan kepastian tentang kebenaran peristiwa yang dikemukakan”.138
Esensi yang diperoleh dari pendaftaran merek adalah untuk memudahkan pembuktian siapa pemilik merek atau pemakai pertama dari suatu merek. Karena menurut azas hukum acara perdata, setiap orang dapat mengklaim suatu benda milik orang lain sebagai milik pemohon apabila dapat membuktikannya.
Pembuktian bertujuan untuk mencari kebenaran dan kepastian hukum.
Pembuktian dalam hukum acara perdata dikatakan bahwa membuktikan berarti memberi kepastian kepada hakim karena itu pembuktian terjadi dalam proses peradilan.
Disamping itu masalah pembuktian merupakan faktor yang sangat penting, mengingat data elektronik bukan saja belum terakomodasi dalam sistem hukum acara Indonesia, tetapi dalam kenyataannya data dimaksud ternyata sangat rentan untuk diubah, disadap, dipalsukan dan dikirim ke berbagai penjuru dunia dalam waktu hitungan detik. Sehingga dampak yang diakibatkanpun bisa demikian cepat.
Sedangkan menurut Pasal 95 UU No. 20 Tahun 2016 pembuktian harus melampirkan keterangan yang jelas mengenai barang dan/atau dokumen yang
138 Riduan Syahrani, Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2004, hlm. 83.
diminta, dicari, dikumpulkan, dan diamankan untuk keperluan pernbuktian. Pasal 95 UU No 20 Tahun 2016 disebutkan :
“Permohonan penetapan sementara diajukan secara tertulis kepada Pengadilan Niaga dalam wilayah hukum tempat terjadinya pelanggaran Merek dengan persyaratan sebagai berikut:
1) melampirkan bukti kepemilikan Merek;
2) melampirkan bukti adanya petunjuk awal yang kuat terjadinya pelanggaran Merek;
3) melampirkan keterangan yang jelas mengenai barang dan/atau dokumen yang diminta, dicari, dikumpulkan, dan diamankan untuk keperluan pernbuktian; dan
4) menyerahkan jaminan berupa uang tunai dan/atau jaminan bank se banding dengan nilai barang yang akan dikenai penetapan sementara dalam penjelasan Pasal 95 tersebut mengacu kepada kepemilikan sertifikat merek, dan alasan-alasan yang dapat membuktikan pelanggaran merek, meskipun dalam persidangan tidak membuat secara rinci tentang pembuktian dalam pengadilan.
1. Syarat dan prosedur pembuktian yang dapat diajukan pengguna merek pertama dalam gugatan pembatalan merek
Di Indonesia, merek dagang yang telah terdaftar masih dapat di gugat oleh pihak lain. Untuk itu, instrumen lain atau bukti-bukti pendukung lain harus dimiliki betul oleh si pemegang hak atas merek dagang, hal ini terkait dengan
pembuktian jika terjadi perkara, dengan memiliki bukti awal sampai akhir akan mendapatkan perlindungan hukum dengan maksimal.139
Pemilik merek yang ingin mengajukan gugatan pembatalan harus menyediakan cukup bukti untuk membuktikan bahwa merek yang dimilikinya adalah merek terkenal. Perlu diperhatikan bahwa reputasi merek terkenal yang diperoleh karena promosi yang gencar dan besar-besaran, investasi dibeberapa negara didunia yang dilakukan oleh pemiliknya dan disertai bukti pendaftaran merek tersebut dibeberapa negara. Apabila hal-hal tersebut dianggap cukup, pengadilan niaga dapat memerintahkan lembaga yang bersifat mandiri untuk melakukan survei guna memperoleh kesimpulan mengenai terkenal atau tidaknya merek yang menjadi dasar penolakan. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek.
Dalam UU Merek memang tidak diatur secara khusus mengenai pembuktian pelanggaran merek, akan tetapi dalam hal pembuktian pelanggaran merek tidak mengalami kekosongan hukum karena jauh sebelum kedatangan Bangsa Eropa, Indonesia bukanlah sebuah negeri bar-bar karena mengalami kekosongan norma-norma hukum.140
Berdasarkan pendapat Hakim Jamaluddin,141 jika di dalam Undang-Undang Merek tidak diatur secara khusus tentang pembuktian pelanggaran merek, sehingga pembuktian mengacu kepada ketentuan Pasal 184 Undang-Undang No.
08 Tahun 1981tentang Hukum Acara Pidana Ayat (1), alat bukti yang sah adalah :
139Adhi Budi Susilo, Penyelesaian Sengketa Pembatalan Pendaftaran Merek (Studi Kasus Dua Kelinci Dan Garuda Food), Jurnal Law reform Vol. 6 No.1, April 2011, hlm 128
140 Sunarmi, Sejarah Hukum, Kencana, Jakarta, 2016, hal. 161.
141 Wawancara dengan Jamaluddin selaku Hakim di Pengadilan Negeri Medan, pada tanggal 15 Februari 2019; -
1. Keterangan saksi, merupakan alat bukti yang pertama yang disebut dalam KUHAP, pada umumnya tidak ada perkara yang luput dari pembuktian alat bukti keterangan saksi.
2. Keterangan ahli, merupakan keterangan yang diberikan oleh seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan.
3. Surat, merupakan alat bukti tertulis yang harus dibuat atau sumpah jabatan atau dikuatkan dengan sumpah.
4. Petunjuk, merupakan perbuatan, kejadian atau keadaan yang karena kesesuaiannya menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakuknya.
5. Keterangan terdakwa, apa yang terdakwa nyatakan di sidang pengadilan tentang perbuatan yang ia lakukan atau ia ketahui sendiri atau ia alami sendiri.
Suatu merek yang bisa mendapatkan perlindungan hukum dari negara merupakan merek yang telah terdaftar yang sah dan diakui oleh Undang-Undang dan mempunyai nomor register, sehingga memperoleh perlindungan dari Negara melalui Kantor Pengadilan. Sedang merek yang belum atau tidak terdaftar tidak memperoleh perlindungan hukum dari negara.142
Adanya perlindungan tersebut menunjukkan bahwa negara berkewajiban dalam menegakkan hukum merek. Oleh karena itu apabila ada pelanggaran merek terdaftar, pemilik merek dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan. Dengan
142Ika Ristia Andini Putri, Perlindungan Hukum Merek Terkenal Terkait Dengan Persaingan Usaha Tidak Sehat, Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Lampung bandar Lampung,2018, hlm 47
perlindungan tersebut maka akan terwujud keadilan yang menjadi tujuan dari hukum. Salah satu tujuan hukum adalah mewujudkan keadilan masyarakat.
Dengan perlindungan hukum, maka pemilik merek yang sah terlindungi hak-haknya. Negara wajib memberikan perlindungan terhadap pihak-pihak yangdirugikan sesuai dengan konteks negara hukum.143
Adanya pelanggaran merek yang dilakukan oleh pihak-pihak yang beriktikad tidak baik (bad faith) dan tidak bertanggung jawab terhadap merek terkenal yang dilanggarnya, tentu akan menimbulkan kerugian yang dirasakan oleh produsen atau pengusaha pemegang hak atas merek yang terkenal. Sebagai pihak yang dirugikan, tentu pemegang hak atas merek terkenal akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kasus pelanggaran merek. Hal tersebut bertujuan agar pelaku pelanggaran merek tidak akan lagi memakai merek yang menyerupai pada pokoknya atau keseluruhannya dari merek terkenal atau bahkan menghentikan aktivitas produksinya.144
Untuk mencegah pelanggaran suatu merek khususnya merek terkenal diperlukan suatu pemahaman atau pengaturan yang jelas mengenai definisi dan kriteria untuk merek terkenal. Hingga saat ini masih menjadi perdebatan dan polemik mengenai definisi dan kriteria merek terkenal di berbagai kalangan.
Padahal ketentuan ini sangat dibutuhkan mengingat sengketa-sengketa merek terkenal sering terjadi. Ketika ada ketentuan tersebut diharapkan dalam mempermudah untuk menyelesaikan sengketa merek terkenal.
143 Enny Mirfa,Op.Cit.,hlm. 67
144 M. Djumhana dan R.Djubaedillah, Op.Cit, hlm 93
Apalagi ada ketentuan tersebut dan terjadi sengketa di pengadilan, pihak-pihak yang bersangkutan dapat memperoleh acuan atau pedoman yang jelas dan rinci untuk bisa dikatakan bahwa suatu merek disebut sebagai merek terkenal dan kriteria merek terkenal yang dipergunakan dalam pembuktian di pengadilan.
Sedangkan untuk para Hakim, dapat dipergunakan sebagai tolak ukur atau petunjuk dalam memutus sengketa merek terkenal agar kedepannya terjadi keseragaman mengenai merek terkenal di kalangan para Hakim.145
Perlindungan merek terkenal dalam hal ini tidak hanya mencakup barang sejenis saja tetapi juga terhadap barang-barang yang tidak sejenis. Namun pengertian tidak sejenis disini tidak disebutkan apakah mencakup barang-barang yang berbeda kelas. Ketentuan lebih lanjut mengenai perlindungan hukum merek terkenal diserahkan kepada masing-masing negara anggota.146 Perlindungan hukum merupakan suatu jaminan untuk memproses jika terdapat pelanggaran terhadap merek terkenal. Sebagai suatu jaminan maksudnya disini adalah jika terjadi pelanggaran maka pemilik merek terkenal dapat mengajukan upaya hukum karena status dirinya sebagai pemilik merek yang sah dan wajib mendapat perlindungan hukum dari pemerintah.147
6. Bukti-bukti yang dapat diajukan pengguna merek pertama sehingga dapat mengajukan pembatalan atas merek terdaftar
a) Secara administratif
145 Suyud Margono, Hukum & Perlindungan Hak Cipta, Novindo Pustaka Mandiri, Jakarta, 2003, hlm. 30
146 Ida Ayu Windhari Kusuma Pratiwi, “Pelanggaran Merek Terkenal dan Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Hak Dalam Perspektif Paris Convention, TRIPs Agreementdan UU Merek Indonesia”, Jurnal Magister Udayana, Vol.7No.3 Tahun 2014, hlm 429
147 Ibid., hlm 430
Pendaftaran dilakukan untuk memastikan permohonan pendaftaran merek memenuhi persyaratan administratif yang meliputi formulir permohonan, label merek, bukti pembayaran biaya permohonan, surat pernyataan kepemilikan merek, surat kuasa jika permohonan diajukan melalui kuasa, dan bukti prioritas jika permohonan diajukan dengan menggunakan hak prioritas.
Jika ditemukan kekurang lengkapan persyaratan berupa surat pernyataan kepemilikan merek, atau surat kuasa, pemohon dapat memenuhi kelengkapan persyaratan tersebut dalam jangka waktu paling lama dua bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat pemberitahuan untuk memenuhi kelengkapan persyaratan. Namun sebagaimana telah diuraikan pada sub-bab sebelumnya, apabila kekurang lengkapan persyaratan bukan termasuk salah satu dari persyaratan minimum berarti permohonan berhak mendapatkan tanggal penerimaan dan berhak untuk diumumkan.148 Permohonan pendaftaran merek yang tidak dapat memenuhi kekurang lengkapan persyaratan dalam jangka waktu yang ditentukan maka permohonan tersebut dianggap ditarik kembali.
Apabila merek yang telah terdaftar ingin dibatalkan, maka yang harus dilakukan ketika ingin mengajukan gugatan ke pengadilan adalah menuangkan sengketa atau perkaranya kedalam bentuk surat gugatan.149 Apabila tuntutan terkait dengan barang tetap, maka tuntutan dimasukkan ke dalam pengadilan negeri yang dalam daerah hukumnya barang tersebut terletak atau dapat juga tuntutan tersebut dimasukkan kepengadilan negeri yang telah disepakati oleh
148 Agus Indriyanto dan Irnie Mela Yusnita. Op Cit., hlm. 27
149 Ibid
pihak penggugat. Mengenai syarat-syarat gugatan menurut pendapat para sarjana hukum, disebutkan bahwa syarat-syarat gugatan adalah sebagai berikut:
1) Persona standi in judicio, yaitu identitas para pihak dicantumkan dalam surat gugatan. Identitas ini meliputi nama, umur, pekerjaan dan alamat.
b) Fundamentum petendi, yaitu bagian yang menguraikan perintiwa-perintiwa hukum, peristiwa yang merupakan hubungan hukum atau kepentingan hukum antara pihak-pihak yang berperkara. Kepentingan hukum ini disebut point d’interes, point d’action.150
c) Petitum, yaitu apa yang diminta atau diharapkan atau dimohonkan penggugat agar diputuskan hakim. Hal-hal yang diminta ini didasarkan pada fundamentum petendi.151
Setelah semua administrasi selesai, maka ketua pengadilan sesuai dengan tugasnya menunjuk majelis hakim yang akan memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Dalam kasus yang diteliti dalam putusan No. 03/Pdt.Sus-MEREK/2015/PN Niaga Medan, adapun bukti-bukti yang diajukan oleh Seniawaty Loeis, antara lain berupa:
1) Bukti surat (dokumen), antara lain:
a. Fotocopy Surat Izin Usaha Perdagangan No. 1208/PM/II/NAS 09 Juni 1979 dan Fotocopy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) No. 1047/02.
13/PM/II/1990 atas nama Toko REZEKI.
150 Dalam hal ini terdapat pengecualian dalam Pasal 120 H.I.R. yangmenentukan bahwa bilamana penggugat buta huruf , maka surat gugatannya yang dapat dimasukkannya dengan lisan kepada ketua pengadilan negeri, yang mencatat gugatan itu atau menyuruh mencatatnya.
151 Sudikno Mertokusumo, Op Cit, hlm. 34-36.
b. Fotocopy Surat Keterangan Izin Tempat Usaha dari tahun 1981 sampai dengan 1991yang dikeluarkan Menteri Perdagangan dan Koperasi.
c. Fotocopy Surat Penetapan Pajak Pendaftaran Perusahaan No. 3567/DP/
P3KM/79 atas nama Toko REZEKI.
d. Fotocopy Surat Keterangan dari Kelurahan Pusat Pasar No. 474/09 yang menerangkan Toko REZEKI berdiri sejak tahun 1979.
e. Fotocopy Pendaftaran merek REZEKI dengan No. Agenda J00215027969 pada Dirjen Haki.
f. Fotocopy Petikan Resmi Sertifikat Merek REZEKI atas nama Ng Tek Seng No. sertifikat IDM000137573.
g. Fotocopy Tanda penerimaan dari BNI 1946 atas nama Toko REZEKI pada tanggal 07 Juni 1979.
h. Fotocopy tanda penerimaan BNI 1946 atas nama Toko REZEKI pada tanggal 12 Juni 1982.
i. Fotocopy Denah Gudang yang diterbitkan oleh Departemen Perdagangan dan Koperasi atas nama Toko REZEKI pada tanggal 1 Juni 1982.
j. Fotocopy Tanda Daftar Pergudangan No. 1528/GD/II/NAS/d pada tanggal 29 Juni 198 dan No. 2736/GD/II/NAS/d pada tanggal 20 Juli 1988 atas nama Toko REZEKI.
k. Fotocopy Tanda bukti Penerimaan No. 234 dari Dinas Pencegahan/
Pemadam Kebakaran Kotamadya Daerah Tk. II Medan.
l. Fotocopy tanda Bukti Pembayaran Pajak Penghasilan daerah Sumatera Utara atas nama Toko Perabot milik Seniawati Loeis yang terletak di Jalan Sutomo No. 83.
m. Fotocopy Tanda Daftar Perusahaan atas nama Toko REZEKI.
n. Fotocopy Kartu Pemeriksaan/Pengawasan Perusahaan atas nama Toko REZEKI No.094/1681 pada tanggal 01 Agustus 1990
o. Fotocopy Kartu Pemeriksaan/Pengawasan Perusahaan atas nama Toko REZEKINo. 094/384 pada tanggal 30 Januari 1991.
2) Saksi-saksi yang diajukan oleh Seniawati Loeis
Dengan adanya bukti-bukti tersebut menjadi dasar Seniawati Loeis dalam mengajukan gugatannya guna mendapatkan hak atas mereknya yang belum didaftarkan.
b) Secara finansial
Konsep dasar pemberian hak merek adalah bahwa merek termasuk obyek kekayaan intelektual. Merek sebagai hak milik yang lahir dari kemampuan intelektual manusia melalui daya cipta dan karsa, dengan pengorbanan tenaga, pikiran, waktu dan biaya, yang menjadikan karya tersebut bernilai ekonomis. Nilai ekonomi yang melekat pada hak milik itu menimbulkan konsepsi kekayaan (property). Dengan konsep kekayaan itu maka negara memberikan perlindungan hukum terhadap merek tersebut. Pemilik merek perlu dilindungi eksistensinya secara hukum terhadap siapa saja yang menggunakannya tanpa ijin. Pendaftaran merek bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap hak atas merek.
Merek memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi, terutama dalam dunia perdagangan barang dan jasa untuk membedakan dengan produk lain yang sejenis dalam satu kelas. Kelas barang dan jasa adalah kelompok jenis barang dan jasa yang mempunyai persamaan sifat, cara pembuatan, dan tujuan penggunaanya. Pendaftaran merek merupakan alat bukti yang sah atas merek terdaftar, pendaftaran merek juga berguna sebagai dasar penolakan terhadap merek yang sama secara keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan oleh orang lain untuk barang atau jasa sejenis. Pendaftaran merek sebagai dasar mencegah orang lain memakai merek yang sama pada pokoknya atau secara keseluruhan dalam peredaran barang atau jasa.
Keharusan mendaftarkan merek tertuang di dalam Undang–Undang sehingga untuk mendapatkan perlindungan merek, maka harus dilakukan pendaftaran. Dengan berlakunya UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, sifat pendaftaran merek adalah secara konstitutif, artinya hanya merek yang didaftarkan saja yang akan mendapatkan perlindungan hukum dan yang merek yang tidak didaftarkan tidak dilindungi oleh hukum. Dalam sistem pendaftaran konstitutif, prinsip penerimaan merek adalah first to file system, artinya siapapun yang mendaftar lebih dahulu akan diterima pendaftaraannya dengan tidak mempersoalkan apakah si pendaftar benar-benar menggunakan merek tersebut untuk kepentingan usahanya. Hal ini juga untuk menjaga dari pemalsuan, pendomplengan, atau adanya kesamaan secara keseluruhan atau pada pokoknya dengan milik orang lain.
Ada beberapa keuntungan mendaftarkan merek bagi siapa saja yang memiliki merek terkait dengan produk yang mulai dikenal oleh masyarakat.
Dengan mendaftarkan merek berarti anda telah memiliki sebuah tanda yang berfungsi untuk membedakan dengan barang ataupun jasa lain yang dimiliki oleh pihak lain dan dilindungi oleh hukum. Beberapa keuntungan atau manfaat apabila mendaftarkan merek yaitu:
1) Menjaga hak Eksklusifitas; mendaftarkan merek berarti upaya tepat dan efektif untuk memastikan eksklusivitas hukum atas penggunaan nama atau logo dan lain lain. Sebagaimana hak kebendaan yang lainnya, merek memiliki hak eksklusifitas, yang dapat mencegah orang lain menggunakan mereknya.
2) Jangkauan perlindungan hukum; dengan mendaftarkan merek, maka akan diberikan perlindungan dalam cakupan nasional dan internasional untuk melakukan kegiatan bisnis.
3) Menghalangi dan mencegah pihak lain, dengan pendaftaran merek maka pemilik merek bisa melarang pelaku bisnis lain menggunakan merek yang mirip atau identik dengan merek yang dimilikinya.
4) Mengontrol penggunaan merek yang dimiliki dengan menggunakan mekanisme lisensi terhadap pihak lain.
5) Menikmati nilai ekonomis; memegang merek terdaftar bisa secara signifikan mempengaruhi nilai kepada pembeli karena setiap pembeli produk cenderung membayar lebih untuk goodwill yang dibangunnya.
Untuk mencegar pelanggaran suatu merek khususnya merek terkenal diperlukan suatu pemahaman atau pengaturan yang jelas mengenai defenisi dan
kriteria untuk merek terkenal.152 Dengan melakukan pendaftaran merek akan memperoleh finansial yang menguntungkan dan nilai ekonomis yang diperoleh dari barang dan jasa yang dihasilkan. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan substantif. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual kepada masyarakat di sini akan ada diberi waktu bila ada yang keberatan atas suatu permohonan hak tersebut. Bila ada keberatan maka akan dilakukan pemeriksaan substantif.153
152 Rini Komalasari, Analisis Yuridis Terhadap Sengketa Kepemilikan Merek “LEXUS”
Antara Perusahaan PT. Toyota Jidosha Kabushiki Kaisa Dengan PT. Lexus Daya Utama (Studi Kasus Putusan No. 194.K/Pdt/Sus/2011), USU Jurnal Law, Vol. 9, 2015, hal. 2.
153 Muhammad Fikhri Mihardy, “Kepastian Hukum Hak Eksklusif Pemegang Desain Industri Atas Terdaftarnya Desain Industri Lain Yang Mengalami Persamaan Pendaftaran”, USU Jurnal Law, Vol. II, 2019, hal. 13.
BAB IV
DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUS SENGKETA