• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEO RI

HASIL PENELITIAN

D. Keberhasilan Pe mbangunan Kembali Keraton Kasunanan Surakarta Tahun 1987

3) Pemeliharaan. a)Penyadap

- Konstruksi penyadap harus dibersihkan setiap m inggu pada m usim kem arau. Setiap m usim hujan harus di bersihkan ketika cuaca cerah (setiap hari bila m ungkinkan).

- Pembersihan dengan membersihkan pasir yang menum puk, membongkar kerikilnya dan membersihka pasir yang m enempel di saringan ijuknya.

- Penyusunan saringan pada konstruksi penyadap ini harus baik sepert i sem ula.

- Gunakan skop kecil unt uk membersihkan pasir dan m em bongkar kerikil.

b) Saluran

- Buka bak kontrol dan angkat pasir yang m enumpuk. Pem bersihan ini dilakukan setiap cuaca memungkinkan bila m usim penghujan.

- Buka penutup beton (beton plat) pada saluran dengan konstruksi bata, bersihkan kotoran yang ada dan pasir yang m engendap.

- Unt uk saluran buis beton gunakan pengeruk yang diperpanjang dengan batang bam bu/kayu.

- Pembersihan saluran ini harus dilakukan sebelum m usim hujan. c) Halaman

- Halaman pasir diratakan dengan m enggunakan garu atau perata dari papan.

- Angkat kot oran-kotoran daun dengan sapu lidi. - Periksa pasir yang menyumbat konstruksi penyadap.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesim pulan sebagai berikut: 1. Kebakaran yang dialam i Kerat on Kasunanan Surakarta pada tahun 1985

disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik. Sement ara menurut pendapat yang lain ada yang menghubungkan musibah yang dialam i Keraton Kasunanan Surakarta dengan ramalan kuno yang m enyebutkan tentang umur Keraton Kasunanan Surakarta hanya akan bert ahan selama 200 tahun, terhitung sejak didirikan sinuhun Pakoe Boewono II pada hari rabu, 17 Sura tahun Je 1670 atau Februari 1745. Sinuhun Pakoe Boewono XII sendiri cenderung berpendapat hubungan arus pendek sebagai penyebab musibah. Loncatan bunga api akibat hubungan arus pendek mudah terbakar setelah m em akan bangunan keraton yang um umnya terdiri dari bahan kayu jati tua dan kering. Jauh sebelumnya Sinuhun Pakoe Boewono XII memang sudah m encemaskan instalasi dan jaringan kabel listrik di kerat on yang sudah rapuh karena hampir tak pernah diganti.

2. Pembangunan kembali keraton Kasunanan Surakarta pada tahun 1987 m endasarkan pada Serat Kalang. Persoalan utama renovasi adalah m em bangun kem bali keraton sesuai bentuk aslinya. Ini bukan hal mudah, karena arsitektur keraton bukan hanya bersifat fisik teknis, melainkan juga sarat masalah spiritual tentang lam bang-lambang kekuatan dari setiap bagian bentuk dan pem bagian ruangan yang berm uara pada satu tujuan besar, yakni keselamatan raja dan kerajaan. Padahal, hampir setiap bagian bangunan keraton kasunanan Surakarta tak pernah didokum entasikan secara detil dalam bentuk gambar atau cetak biru dari berbagai sudut pandang sert a penampang . Sementara kalaupun ada naskah-naskah tua yang ditem ukan kebanyakan hanya m enjelaskan tentang jenis dhapur atau bentuk bangunannya.

3. hasil dari pem bangunan kem bali Kerat on Kasunanan Surakart a tidak berbeda jauh dengan keraton Kasunanan Surakart a sebelum mengalam i m usibah kebakaran tahun 1985. Proses pembangunan kembali Keraton Kasunanan Surakarta m embutuhkan waktu kurang lebih dua tahun. Keraton Kasunanan Surakart a adalah salah satu warisan budaya dari nenek moyang yang harus kit a lestarikan.

Kegiatan pengembangan dan inovasi beberapa warisan seni budaya dan adat tata cara kerat on merupakan tantanagan dimasa depan bagi pusat kebudayaan Jawa Keraton Surakart a. Semua tantangan itu berkaitan dengan fungsinya yang harus tetap melestarikan warisan budaya tersebut dan m engembangkannya unt uk m endinam isasi keberadaan dan peranannya. Aktivitas pengembangan tersebut senant iasa terkait dengan usaha m em ajukan kegiatan kepariwisataan keraton.

B. Implikasi

Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, m uncul im plikasi yang dapat dipandang dari berbagai segi :

1. T eoritis

Dari hasil penelitian m uncul implikasi atau dam pak tidak langsung. Im plikasi tersebut meliputi berbagai bidang yakni sosial, budaya, dan ekonomi.

Dalam bidang sosial ditinjau dari keberadaan keraton yang didalamnya terdapat para abdi dalem yang secara sukarela merawat semua fasilitas yang ada di dalam keraton walaupun dengan gaji yang sangat kecil, kerelaan mereka m engabdi di dalam keraton m enunjukkan mereka sangat berjiwa sosial

Dipandang dari segi budaya, Keraton Kasunanan Surakart a m erupakan salah satu peninggalan kebudayaan nenek moyang yang sam pai sekarang masih dilestarikan walaupun keadaan dan suasana didalam keraton tidak sama dengan keraton yang dulu pada saat sekarang siapapun bias m em asuki kerat on kasunanan berbeda dengan jam an dulu hanya orang

tertent u saja yang bisa bebas keluar masuk lingkungan keraton. Siapapun yang gem ar berwisata bisa langsung datang m enikmati keindahan bangunan keraton.

Dalam bidang ekonom i, didalam lingkungan keraton banyak sekali para pedagang buku, pedagang makanan kecil dan pedagang pernak-pernik perhiasan yang bebas menjajakan dagangannya. Selain keraton Kasunanan Surakarta sebagai hasil peninggalan budaya nenek m oyang juga bermanfaat bagi masyarakat sekit ar untuk m encari nafkah menam bah penghasilan.

2. Prakt is

Penulisan skripsi ini dapat m emberikan gam baran kepada pem baca bahwa keberadaan keraton kasunanan Surakart a tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat penelitian dan pusat pendidikan. Sebagai pusat penelitian, keraton kasunanan Surakart a dapat dim anfaatkan sebagai tempat penelitian berbagai disiplin ilmu sepert i antropologi, sosiologi dan historis. Sedangkan sebagai pusat pendidikan keraton Kasunanan Surakart a dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah.

C . Saran

Dari hasil penelitian ini m aka disarankan kepada: 1. Mahasiswa

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sebaiknya terus m em upuk rasa cinta kepada kebudayaan sendiri, dengan mencint ai kebudayaan sendiri berart i kita harus turut sert a dalam mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa kita yang beraneka ragam m acamnya

2. Peneliti lain

Bagi para peneliti terutama peneliti tent ang bangunan kerat on, hendaknya memiliki kem am puan m em baca dan memahami bahasa sumber atau bahkan menterjem ahkan bahasa sum ber yaitu bahasa jawa kuno maupun bahasa asing untuk kalangan yang lebih luas agar lebih m udah dalam melakukan penelitian.

3. Unt uk Pengelola Kerat on Surakart a

Peneliti m enyarankann kepada pengelola kerat on Surakarta untuk memberikan keringanan tiket masuk kepada pengunjung, khususnya pelajar. Pengelola Keraton perlu mengadakan peningkatan dan penambahan sarana-prasarana yang terkait dengan dunia pendidikan, misalnya pem baharuan dan penam bahan buku-buku di perpustakaan Sasana Pustaka. Pengelola Kerat on juga sebaiknya m elakukan sosialisasi kepada m asyarakat tent ang keberadaan kerat on bukan sesuatu yang keramat dan angker, tetapi sebagai peninggalan kebudayaan bangsa yang mempunyai nilai budaya yang tinggi yang bisa digunakan dalam studi sejarah dan kebudayaan bangsa.