• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanggulangan Pengaruh Negatif Televisi

MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

D. Program Televisi untuk Pendidikan : Keuntungan dan Keterbatasannya

9. Penanggulangan Pengaruh Negatif Televisi

Untuk menanggulangi atau meminimalisir pengaruh negatif televisi, hendaknya kita melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Sebagai orang tua, hendaknya kita mengingatkan kepada anak kita agar melakukan tugas utamanya yaitu belajar. Jangan sampai karena menonton televisi anak menjadi lupa akan waktu belajarnya.

2. Sebagai orang tua, hendaknya kita ikut membimbing anak dalam menonton tayangan televisi agar prilaku anak nantinya tidak konsumtif gara-gara menyaksikan beragam iklan yang menarik.

3. Sebagai orang tua, hendaknya kita memilih program televisi kepada anak yang mendidik, bukan yang menjerumuskan. Hal yang perlu di ingat kembali adalah berikan pengawasan terhadap anak.

Analisa yang dilakukan oleh Miarso ( 2011 : 283-284 ) dalam bukunya berjudul “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”, tentang program televisi untuk pendidikan sekilas tentang keuntungan dan kekurangannya yang tercantum pada halaman yang mengkaji dalam menganalisis program televisi pendidikan yang hanya menitikberatkan pada keuntungan untuk orang yang awam agar tertarik pada program tersebut. Tetapi pada penggunaan media tersebut tidak dipertimbangkan penggunaan media komunikasi dalam pendidikan (fokus formal) agar dipersiapkan secara matang

Dalam hal ini agar televisi tidak dianggap sebagai pengganti guru dalam pendidikan formal. Sebagaimanapun guru hanya berperan sebagai penyampai pembelajaran yang secara faktual yang tak tergantikan.

a. Beberapa Pertimbangan

Berikut akan dibahas tentang beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan untuk perencanaan pengguanaan media televisi untuk pendidikan.

1. Efektivitas Pedagogis

Menurut Rusman dkk ( 2011 : 175 ) Pemilihan media televisi harus berdasarkan pada ketepatgunaan (efektivitas) dalam pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran atau pembentukan kompetensi. Guru harus berusaha agar media pembelajaran yang diperlukan untuk membentuk

kompetensi secara optimal dapat digunakan dalam pembelajaran.

Dalam pembelajarannya televisi dianggap sebagai alat yang efektif untuk belajar. Menurut Miarso penggunaan secara tepat ini menuntut adanya kegiatan terpadu pada tempat penerimaan.

Artinya guru harus menyesuaikan dengan penggunaan media yang di sediakan sekolah terhadap penyelenggaraan pembangunan dan pengembangan teknologi yang ada di sekolah tersebut.

2. Skala Penggunaan

Tidak diragukan lagi dalam penggunaan televisi dapat di acungi jempol. Pasalnya untuk Indonesia sendiri pengguna televisi hampir semua kalangan menjadi pengguna televisi. Dengan keberadaan televisi juga dapat mengatasi keterbatasan akan syarat kekurangan sumber informasi pendidikan. Secara luas tidak hanya untuk orang yang berada dipusat saja tetapi yang terpencilpun seharusnya harus jadi pengguna, karena menurut Miarso kalau sumber (televisi) itu dgunakan sedikit saja diantara mereka yang membutuhkan, akan timbul kemungkinan kesenjangan sosial yang sangat lebar.

Artinya pengguna juga harus diperhatikan walaupun pada kenyataannya memang benar perkembangan teknologi khusunya penggunaan televisi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat yang mana tinggal ditempat yang jauh dari sumber-sumber informasi yang modern.

3. Kesesuaian waktu

Dalam penayangannya disiarkan secara seempak agar semua informasinyang tersampaik meluas secara bersama-sama, bagai benih yang di tebar pada sebuah ladang. di Malaysia sudah direncanakan akan diadakan siaran ulang. Di Singapura siaran televisi sudah tergantikan oleh video dan

perangkat piranti yang lebih canggih lagi, yaitu dapat dikontrol dalam pemakaiannya oleh guru dan siswa.

4. Kualitas

Seorang guru yang baik yaitu guru yang dapat memahami kebutuhan akan syarat pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang mana guru dapat menyesuaikannya dengan perilaku dari semua siswa dengan keadaan sekitar. Dengan perbedaan pemahaman itulah guru dapat belajar dan terus belajar dalam mengevaluasi peserta didiknya.

Tetapi apakah televisi mampu melakukan itu semua. Kenyataannya itu tidak mungkin karena komunikasi yang dibangun yaitu komunikasi yang searah dengan peserta didik yang berbaur menjadi satu dari berbagai penjuru Nusantara. Belum lagi penggunanya yang sejak lahir tidak dapat mendengar dan melihat perluanya teknologi yang lebih canggih lagi dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut pengguna televisi, mereka lebih senang terhadap siaran yang bersifat menghibur daripada siaran yang bersifat mendidik. Dengan pandangan mereka yang mengumpamakan pemindahan tokoh yang ada di kelas (guru) kedalam televisi yang membuat penggunanya bosan dengan siaran tersebut.

5. Perencanaan dan pengelolaaan.

Dalam menyempurnakan program pendidikan yang dapat berdaya guna tentulah sebelumnya dilakukan perencanaan-perencanaan yang matang dengan setelah itu diujikan selama beberapa tahun sekitar 2 tahun untuk menentukan uji kelayakan suatu program tersebut. Dengan perencanaan yang matang, barulah dikelola dengan baik. Yakni dengan mengadakan workshop atau penataran serta seminar-seminar terkait pengenalan program televisi untuk pendidikan yang bertujuan untuk pengenalan televisi

pendidikan yang nantinya akan diajarkan terhadap peserta didik dalam proses pembelajaran

6. Tenaga

Tersedianya tenaga terlatih dan terampil. Untuk menunjang agar pengelolaan suatu kegiatan diperlukannya seorang tenaga yang ahli dalam mengelola kegiatan tersbut, sehingga kegiatan tersebut dapat berkembang agar kedepannya lebih baik.

Dengan pengalaman guru atau tenaga yang terlatih dibidangnya khusus nya teknologi pendidikan diharapkan dapat mengurangi permasalahan dalam penyampaian program televisi untuk pendidikan ini serta terampil dalam memberikan asupan materi dan memoles suatu program pendidikan, sehingga peserta didik tidak bosan untuk menonton tayangan televisi pedidikan tersebut.

7. Pembiayaan

Dalam mempertimbangkan suatu kegiataan yakni tentang pembiayaan yang kerap kalai menimbulkan keragu-raguan untuk melanjutkan suatu kegiatan tersebut. Apalagi jika kegiatan tersebut diadakan secara global dan umum yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Menurut informasi yang penulis kutip dari buku karangan Miarso, yakni biaya untuk penyelenggaraan televisi pendidikan sebagian besar ditanggung oleh pihak swasta yang biaya nya akan diperoleh dari penjualan iklan di televisi, yang dharapkan iklan tersebut dapat menampilkan pesan dan kesan pendidikan.

E. Pengembangan Televisi Pendidikan Indonesia untuk