• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG MEREK

NO.699K/PDT.SUS/2009)

C. Pendaftaran Merek di Indonesia

UUM No. 15 Tahun 2001 menganut sistem pendaftaran konstitutif sehingga menimbulkan hak apabila sudah didaftarkan oleh si pemilik. Pendaftaran atas merek merupakan suatu keharusan. Berikut ini adalah prosedur pendaftaran merek yang diatur dalam UUM No. 15 Tahun 2001.

1. Permohonan Pendaftaran Merek

Permohonan pendaftaran merek diatur dalam Pasal 7 sampai dengan Pasal 12 UUM No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Syarat dan tata cara permohonan pendaftaran merek kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual adalah sebagai berikut:

a. Diajukan secara tertulis;

Diketik dalam bahasa Indonesia pada blangko formulir permohonan yang telah disediakan dan ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya dan dibuat dalam rangkap empat dengan mencantumkan:

1) Tanggal, bulan, tahun;

2) nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat pemohon;

3) nama lengkap dan alamat kuasa apabila permohonan diajukan melalui

kuasa;

4) warna-warna apabila merek yang dimohonkan pendaftarannya

69

menggunakan unsur-unsur warna;

5) nama negara dan tanggal permintaan merek yang pertama kali dalam

hal permohonan diajukan dengan hak prioritas.

Permohonana ini ditandatangani oleh pemohon atau kuasanya, baik pemohon yang terdiri atas satu orang atau beberapa orang secara bersama, maupun badan hukum. Dalam hal pemohon lebih dari satu orang maka semua nama Pemohon dicantumkan dengan memilih salah satu alamat sebagai alamat mereka.

b. Permohonan untuk dua kelas barang atau lebih dan/atau jasa dapat

diajukan dalam satu permohonan, tetapi harus menyebutkan jenis barang

dan/atau jasa yang termasuk dalam kelas yang dimohonkan

pendaftarannya. Kelas barang atau jasa ini diatur dalam Peraturan

Pemerintah No. 24 Tahun 1993, sebagaimana dimuat pada slide Sri

Hernowo Sulistiyo, Direktorat Merek pada Kementerian Hukum dan

HAM RI sebagai berikut:70

1) Daftar kelas barang

No

Kelas Barang

Jenis-Jenis Barang

1 Kelas 1 Bahan kimia yang dipakai dalam industri, ilmu pengetahuan

dan fotografi, maupun dalam pertanian, perkebunan, dan kehutanan; damar tiruan yang tidak diolah, plastik yang tidak diolah; pupuk; komposisi bahan pemadam api, sediaan

70

http://www.dreamid.com/doc/Daftar%20Klasifikasi%20Kelas%20Merek%20Barang% 20dan%20Jasa.pdf. Diakses pada tanggal 20 Maret 2015.

pelunak dan pematri; zat-zat kimia untuk mengawetkan makanan; zat-zat penyamaki perekat yang dipakai dalam industry

2. Kelas 2 Cat-cat, pernis-pernis; lak-lak; bahan pencegah karat dan

kelapukan kayu; bahan pewarna; pembetsa/pengering; bahan mentah, damar alam; logam dalam bentuk lembaran dan bubuk untuk para pelukis, penata dekor, pencetak dan seniman

3. Kelas 3 Sediaan pemutih dan zat-zat lainnya untuk mencuci; sediaan

untuk membersihkan, mengkilatkan, membuang lemak dan menggosok; sabun-sabun; wangi-wangi, minyak-minyak sari; kosmetik, losion rambut; bahan-bahan pemelihara gigi

4. Kelas 4 Minyak-minyak dan lemak-lemak untuk industri; bahan

pelumas; komposisi zat untuk menyerap, membasahi dan mengikat debu; bahan bakar (termasuk larutan hasil penyulingan untuk motor) dan bahan-bahan penerangan; lilin-lilin, sumbu-sumbu

5. Kelas 5 Sediaan hasil farmasi, ilmu kehewanan dan saniter;

bahan-bahan untuk berpantang makan/diet yang disesuaikan untuk pemakaian medis, makanan bayi; plester-plester, bahan-bahan pembalut; bahan-bahan-bahan-bahan untuk menambal gigi, bahan-bahan pembuat gigi palsu; pembasmi kuman; sediaan untuk membasmi binatang perusak, jamur, tumbuh-tumbuhan

6. Kelas 6 Logam-logam biasa dan campurannya; bahan bangunan dari

logam; bangunan-bangunan dari logam yang dapat diangkut; bahan-bahan dari logam untuk jalan kereta api; kabel dan kawat-kawat dari logam biasa bukan untuk listrik; barang-barang besi, benda-benda kecil dari logam besi; pipa-pipa dan tabung-tabung dari logam; lemari-lemari besii barang-barang dari besi biasa yang tidak termasuk dalarn kelas-kelas lain; bijih-bijih

7. Kelas 7 Mesin-mesin dan mesin-mesin perkakas; motor-motor dan

mesin-mesin (kecuali untuk kendaraan darat); kopeling mesin dan komponen transmisi (kecuali untuk kendaraan darat); perkakas pertanian; mesin menetas untuk telur

8. Kelas 8 Alat-alat dan perkakas tangan (dijalankan dengan tangan); alat-alat pemotong; pedan-pedang; pisau silet

9. Kelas 9 Aparat dan instrumen ilmu pengetahuan, pelayaran, geodesi,

listrik, fotografi, sinematografi, optik, timbang, ukur, sinyal, pemeriksaan (pengawasan), penyelamatan dan pendidikan; aparat untuk merekam, mengirim atau mereproduksi suara atau gambar; pembawa data magnetik, disk perekam; mesin-mesin otomat dan mekanisme untuk aparat yang bekerja dengan memasukkan kepingan logam ke dalamnya; mesin kas, mesin hitung, peralatan pengolah data dan komputer; aparat pemadam kebakaran

10. Kelas 10 Aparat dan instrumen pembedahan, pengobatan, kedokteran,

kedokteran gigi dan kedokteran hewan, anggota badan, mata dan gigi palsu; benda-benda ortopedik; bahan-bahan untuk penjahitan luka bedah

11. Kelas 11 Aparat untuk keperluan penerangan, pemanasan, penghasilan

uap, pemasakan, pendinginan,pengeringan, penyegaran udara, penyediaan air dan kebersihan

12. Kelas 12 Kendaraan-kendaraan; udara atau air, aparat untuk bergerak

di darat

13. Kelas 13 Senjata-senjata api; amunisi-amunisi dan proyektil-proyektil;

bahan peledak; kembang api; petasan

14. Kelas 14 Logam-logam mulia serta campuran-campurannya dan

benda-benda yang dibuat dari logam mulia atau yang disalut dengan bahan itu, yang tidak termasuk dalam kelas-kelas lainnya; perhiasan, batu-batu mulia; jam-jam dan instrumen pengukur waktu

15. Kelas 15 Alat-alat musik

16. Kelas 16 Kertas, karton dan barang-barang yang terbuat dari

bahan-bahan ini, yang tidak termasuk kelas-kelas lain; barang-barang cetakan; bahan-bahan untuk menjilid buku; potret-potret; alat menulis perekat untuk keperluan alat tulis-menulis atau rumah tangga alat-alat kesenian, kuas untuk cat, mesin tik, dan keperluan kantor (kecuali perabot kantor);

bahan pendidikan dan pengajaran (kecuali aparat-aparat); bahan-bahan plastik untuk pembungkus (yang tidak termasuk kelas-kelas lain), kartu-kartu main; huruf-huruf cetak; klise-klise

17. Kelas 17 Karet, getah-perca, getah, asbes, mika dan barang- barang

terbuat dari bahan-bahan ini dan tidak termasuk kelas- kelas lain; plastik-plastik yang sudah berbentuk untuk digunakan dalam pembuatan barang; bahan-bahan untuk membungkus, merapatkan dan menyekat; pipa-pipa lentur, bukan dari logam

18. Kelas 18 Kulit dan kulit imitasi, dan barang-barang terbuat dari

bahan-bahan ini dan tidak termasuk dalam kelas-kelas lain; kulit-kulit halus binatang, kulit-kulit mentah; koper-koper dan tas-tas untuk tamasya; payung-payung hujan, payung-payung matahari dan tongkat-tongkat; cambuk-cambuk, pelana dan peralatan kuda dari kulit

19. Kelas 19 Bahan-bahan bangunan (bukan logam) ; pipa-pipa kaku

bukan dari logam untuk bangunan; aspal, pek, bitumen; bangunan-bangunan yang dapat dipindah-pindah bukan dari logam; monumen- monumen, bukan dari logam

20. Kelas 20 Perabot-perabot rumah, cermin-cermin, bingkat gambar;

benda-benda (yang tidak termasuk dalam kelas-kelas lain) dari kayu, gabus, rumput, buluh, rotan, tanduk, tulang, gading, balein, kulit kerang, amber, kulit mutiara, tanah liat magnesium dan bahan-bahan penggantinya, atau dari plastik

21. Kelas 21 Perkakas dan wadah-wadah untuk rumah tangga atau dapur

(bukan dari logam mulia atau yang dilapisi logam mulia) sisir-sisir dan bunga-bunga karang; sikat-sikat (kecuali

kwas-kwas); bahan pembuat sikat; benda-benda untuk

membersihkan; wol; baja; kaca yang belum atau setengah dikerjakan (kecuali kaca yang dipakai dalam bangunan) ; gelas-gelas, porselin dan pecah belah dari tembikar yang tidak termasuk dalam kelas-kelas lain

22. Kelas 22 Tambang, tali, jala-jala, tenda-tenda, tirai, kain terpal,

layar-layar, sak-sak dan kantong-kantong (yang tidak termasuk dalam kelas-kelas lain); bahan-bahan pelapis dan pengisi bantal (kecuali dari karet atau plastik) ; serat-serat kasar untuk pertenunan

23. Kelas 23 Benang-benang untuk tekstil

24. Kelas 24 Tekstil dan barang-barang tekstil, yang tidak termasuk dalam

kelas-kelas lain; tilam-tilam tempat tidur dan meja

25. Kelas 25 Pakaian, alas kaki, tutup kepala

26. Kelas 26 Renda-renda dan sulaman-sulaman, pita-pita dan

jalinan-jalinan dari pita; kancing-kancing kail dan mata kait, jarum-jarum pentul dan jarum-jarum-jarum-jarum; bunga-bunga buatan

27. Kelas 27 Karpet-karpet, permadani, keset, bahan anyaman untuk

pembuat keset, linoleum dan bahan-bahan lain untuk penutup ubin; hiasan-hiasan gantung dinding (bukan dari tekstil

28. Kelas 28 Mainan-mainan; alat-alat senam dan olah-raqa yang tidak

termasuk kelas-kelas lain; hiasan pohon natal

29. Kelas 29 Daging, ikan, unggas dan binatang buruan, saripati dagingi

buah-buahan dan sayuran yang diawetkan, dikeringkan dan dimasaki agar-agar; selai-selai; saus dari buah-buahan; telur, susu dan hasil-hasil produksi susu; minyak-minyak dan lemak-lemak yang dapat dimakan

30. Kelas 30 Kopi, teh, kakao, gula, beras, topioka, sagu, kopi buatan;

tepung dan sediaan-sediaan terbuat dari gandum; roti, kue-kue dan kembang-kembang gula, es konsumsi; madu, air gula; ragi/bubuk pengembang roti/kue; garam, moster; cuka/saus-saus (bumbu-bumbu)/rempah-rempah, es, kecap, tauco, trasi, petis, krupuk, emping.

31. Kelas 31 Hasil-hasil produksi pertanian, perkebunan, kehutanan dan

jenis-jenis gandum yang tidak termasuk dalam kelas-kelas lain; binatang-binatang hidup; buah-buahan dan sayuran segar; benih-benih; tanaman dan bunga-bunga alami; makanan hewan; mout

32. Kelas 32 Bir dan jenis-jenis bir; air mineral dan air soda dan minuman

bukan alkohol lainnya; minuman-minuman dari buah dan perasan buah; sirop-sirop dan sediaan-sediaan lain untuk membuat minuman.

34. Kelas 34 Tembakau, barang-barang keperluan perokok; korek api

2) Daftar kelas jasa

No.

Kelas

Jasa Jenis-jenis Jasa

1. Kelas 35 Periklanan; manajemen usaha; administrasi usaha;

fungsi-fungsi kantor

2. Kelas 36 Asuransi; urusan keuangan; urusan moneter; urusan tanah dan

bangunan

3. Kelas 37 Pembangunan gedung; perbaikan; jasa-jasa pemasangan

4. Kelas 38 Telekomunikasi

5. Kelas 39 Angkutan; pengemasan dan penyimpanan barang-barang;

pengaturan perjalanan

6. Kelas 40 Perawatan bahan-bahan

7. Kelas 41 Pendidikan; pemberian pelatihan; hiburan; kegiatan olahraga

dan kebudayaan

8. Kelas 42 Jasa-jasa yang bersifat ilmu pengetahuan dan teknologi dan

berkaitan dengan penelitian dan perancangan; Jasa-jasa analisis dan penelitian di bidang industri; Jasa-jasa perancangan dan pengembangan perangkat keras dan lunak computer; Jasa-jasa pelayanan umum

9 Kelas 43 Penyediaan makanan dan minuman; Akomodasi sementara

10 Kelas 44 Jasa-jasa perawatan medis; Jasa kedokteran hewan; Perawatan

kesehatan dan kecantikan bagi manusia atau hewan; Jasa-jasa pertanian, holtikultura; dan kehutanan

11 Kelas 45 Jasa-jasa yang bersifat pribadi dan sosial yang diberikan oleh orang lain untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan perorangan; Jasa-jasa keamanan untuk melindungi barang milik dan perorangan

c. Surat permohonan pendaftaran merek dilampiri dengan:

1) fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilegalisir. Bagi pemohon

yang berasal dari luar negeri sesuai dengan ketentuan undang-undang harus memilih tempat kedudukan di Indonesia, biasanya dipilih pada alamat kuasa hukumnya;

2) fotokopi akta pendirian badan hukum yang telah disahkan oleh notaris

apabila permohonan diajukan atas nama badan hukum;

3) fotokopi peraturan pemilikan bersama apabila permohonan diajukan

atas nama lebih dari satu orang (merek kolektif);

4) surat kuasa khusus apabila permohonan pendaftaran dikuasakan;

5) tanda pembayaran biaya permohonan;

6) 20 (duapuluh) helai etiket merek dengan ukuran maksimal 9X9 cm,

minimal 2X2 cm;

7) surat pernyataan bahwa merek yang dimintakan pendaftaran adalah

miliknya.

2. Pemeriksaan Kelengkapan Persyaratan Pendaftaran Merek (Administrasi)

Hal ini diatur dalam Pasal 13 dan Pasal 14 UUM No. 15 Tahun 2001. Setelah memenuhi persyaratan permohonan pendaftaran merek, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual akan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan yang meliputi:

a. pemeriksaan kelengkapan pengisian formulir pendaftaran merek.

b. pemeriksaan lampiran-lampiran.

Apabila dalam pemeriksaan kelengkapan administrasi terjadi kekurangan persyaratan, maka diberi waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat permintaan untuk memenuhi kelengkapan persyaratan tersebut. Dalam hal kelengkapan persyaratan tersebut tidak dipenuhi dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual akan memberitahukan secara tertulis kepada pemohon atau kuasanya bahwa permohonannya dianggap ditarik kembali dan segala biaya yang telah dibayarkan kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual tidak dapat ditarik kembali. Apabila seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi, maka terhadap permohonan diberikan tanggal

penerimaan atau filling date yang dicatat oleh Direktorat Jenderal Hak

Kekayaan Intelektual.

3. Pemeriksaan Substantif

Pemeriksaan substansif ini dilakukan berdasarkan Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 6 UUM No. 15 Tahun 2001. Pemeriksaan substantif diatur dalam Pasal 18 sampai dengan Pasal 20 UUM No. 15 Tahun 2001. Pemeriksaaan substantif dilakukan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terhadap permohonan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penerimaan. Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh Pemeriksa pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang akan diselesaikan dalam waktu paling lama 9 (sembilan) bulan. Dalam hal pemeriksa melaporkan hasil

pemeriksaan substantif bahwa permohonan dapat disetujui untuk didaftar, maka atas persetujuan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan permohonan tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Merek. Namun apabila Pemeriksa melaporkan hasil pemeriksaan substantif bahwa permohonan tidak dapat disetujui didaftar atau ditolak, maka atas persetujuan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, hal tersebut akan diberitahukan kepada pemohon atau kuasanya dengan menyebutkan alasannya dan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal penerimaan surat pemberitahuan pemohon atau kuasanya dapat menyampaikan keberatan atau tanggapannya dengan menyebutkan alasannya. Dalam hal pemohon atau kuasanya tidak menyampaikan keberatan atau tanggapannya, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menetapkan keputusan tentang penolakan permohonan tersebut.

Jika pemohon atau kuasanya dalam menyampaikan keberatan atau tanggapannya dan Pemeriksa melaporkan tanggapan tersebut dapat diterima, atas persetujuan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, permohonan itu diumumkan dalam Berita Resmi Merek. Tetapi dalam hal pemohon atau kuasanya menyampaikan keberatan atau tanggapannya dan pemeriksa melaporkan tanggapan tersebut tidak dapat diterima, maka atas persetujuan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, ditetapkan keputusan tentang penolakan permohonan tersebut yang diberitahukan secara tertulis kepada pemohon atau kuasanya dengan menyebutkan alasannya.

Pengumuman permohonan diatur dalam Pasal 2l sampai dengan Pasal 23 UUM No.15 Tahun 2001. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual mengumumkan permohonan tersebut dalam Berita Resmi Merek dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak disetujuinya permohonan untuk didaftar.

Selanjutnya sesuai dengan ketentuan Pasal 22 ayat (1) UUM No. 15 Tahun 2001 maka pengumuman permohonan berlangsung selama 3 (tiga) bulan dan dilakukan dengan:

a. menempatkan dalam Berita Resmi Merek yang diterbitkan berkala oleh

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, dan/atau;

b. menempatkan pada sarana khusus yang mudah serta jelas dapat dilihat

oleh masyarakat yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

Pengumuman dilakukan dengan mencantumkan:

a. nama dan alamat lengkap pemohon, termasuk kuasa apabila permohonan

diajukan melalui kuasa;

b. kelas dan jenis barang dan/atau jasa bagi merek yang dimohonkan

pendaftarannya;

c. tanggal penerimaan;

d. contoh merek; nama negara dan tanggal penerimaan permohonan yang

pertama kali;

e. dalam hal permohonan diajukan dengan menggunakan hak prioritas.

Hal ini diatur dalam Pasal 24 sampai dengan Pasal 25 UUM No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Selama periode pengumuman yaitu dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, setiap pihak dapat mengajukan keberatan atas pendaftaran merek tersebut dan mengajukan alasan-alasan tertulis disertai bukti bahwa merek yang dimohonkan pendaftrarannya seharusnya tidak dapat didaftar atau ditolak.

Hal-hal yang menyebabkan suatu merek tidak dapat didaftarkan diatur dalam Pasal 4 dan Pasal 5 UUM No. 15 Tahun 2001. Merek tidak dapat didaftarkan karena merek tersebut:

a. didaftarkan oleh pemohon yang beritikad tidak baik;

b. bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,

moralitas keagamaan, kesusilaan, atau ketertiban umum;

c. tidak memiliki daya pembeda;

d. telah menjadi milik umum; atau

e. merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang

dimohonkan pendaftarannya.

Hal-hal yang menyebabkan suatu permohonan merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang diatur dalam Pasal 6 UUM No. 15 Tahun 2001. Permohonan suatu merek ditolak apabila merek tersebut:

a. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek

milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;

yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis;

c. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek

yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa yang tidak sejenis sepanjang memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah;

d. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan

indikasi geografis yang sudah dikenal;

e. merupakan atau menyerupai nama orang terkenal, foto, atau nama badan

hukum yang dimiliki orang lain, kecuali atas persetujuan tertulis dari yang berhak;

f. merupakan tiruan atau menyerupai nama atau singkatan nama, bendera,

lambang atau simbol atau lembaga negara atau lembaga nasional maupun internasional, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang;

g. merupakan tiruan atau menyerupai tanda atau cap atau stempel resmi yang

digunakan oleh negara atau lembaga pemerintah, kecuali atas persetujuan tertulis dari pihak yang berwenang.

Pemohon akan diberitahukan mengenai penolakan tersebut oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal penerimaan keberatan. Dalam hal ini pemohon mempunyai kesempatan untuk mengajukan sanggahan atas keberatan tersebut pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual secara tertulis dalam jangka waktu paling lama dua 2 (dua) bulan sejak tanggal penerimaan salinan keberatan.

6. Pemeriksaan Kembali

Jika keberatan diajukan, pemeriksaan kembali atas merek tersebut akan dilaksanakan dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak berakhirnya jangka waktu pengumuman. Jika menurut Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, merek tersebut dapat didaftarkan, maka sebuah Sertifikat Merek akan diterbitkan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pemohon disetujui untuk didaftar dalam Daftar Umum Merek. Jika tidak ada keberatan, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual menerbitkan dan memberikan Sertifikat Merek dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak berakhimya jangka waktu pengumuman.

Mengenai pemeriksaan kembali diatur dalam Pasal 26 sampai dengan Pasal 27 UUM No. 15 Tahun 2001.

7. Permohonan Banding kepada Komisi Banding Merek

Jika pemohon merek tidak puas dengan keputusan penolakan permohonan, pemohon dapat mengajukan banding ke Komisi Banding Merek dalam tempo paling lama 3 (tiga) bulan sejak pemberitahuan putusan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk menerima atau menolak permohonan pendaftaran tersebut. Komisi Banding Merek harus membuat putusan dalam tempo paling lama 3 (tiga) bulan. Akan tetapi, jika pemohon berpendapat bahwa Komisi Banding Merek telah membuat suatu kekeliruan, pemohon atau kuasanya boleh mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga dan kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Mengenai permohonan banding kepada Komisi Banding Merek diatur dalam Pasal 29 sampai dengan Pasal 32 UUM No. 15 Tahun 2001.

D. Penghapusan dan Pembatalan Merek