• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

daerah 353.260.988.692,26 367.872.665.894,10 104,14 346.992.331.406,82 2. Pendapatan transfer 2.570.387.171.063,00 2.276.752.770.072,00 88,58 2.264.852.415.693,00 3. Lain-Lain pendapatan yang

sah

131.226.010.989,00 160.993.637.740,90 122,68 167.303.683.047,00 TOTAL 3.054.874.170.744,26 2.805.619.073.707,00 91,84 2.779.148.430.146,82

1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Anggaran Pendapatan Asli Daerah tahun 2016 adalah sebesar Rp353.260.988.692,26 dan realisasinya sebesar Rp367.872.665.894,10 atau 104,14%. Jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun 2015, realisasi pendapatan pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp20.880.334.487,28 atau sebesar 6,02%. Berikut ini merupakan rincian anggaran dan realisasi masing-masing jenis rekening pendapatan asli daerah tahun 2016:

Tabel 5.2 Anggaran dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah

No. Uraian Anggaran

(Rp) Realisasi (Rp) % Realisasi TA 2015 (Rp) 1. Pajak daerah 125.304.997.546,00 120.827.802.564,50 96,43 115.906.214.213,15 2. Retribusi daerah 32.395.873.742,00 34.591.082.032,00 106,78 31.299.048.537,00 3. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan 16.166.252.031,00 15.066.252.031,00 93,20 15.571.579.456,62

4. Lain-lain PAD yang

sah 179.393.865.373,26 197.387.529.266,60 110,03 184.215.489.200,05 TOTAL 353.260.988.692,26 367.872.665.894,10 104,14 346.992.331.406,82

a. Pajak Daerah

Pajak daerah yang dipungut oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2016 adalah sebesar Rp120.827.802.564,50 atau sebesar 96,43% dari anggaran yang telah ditetapkan. Bila dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun 2015, realisasi pajak daerah tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp4.921.588.351,35 atau sebesar 4,25%. Rincian anggaran dan realisasi pendapatan pajak daerah tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 5.3 Anggaran dan Realisasi Pendapatan Pajak Daerah

No. Uraian Anggaran

(Rp) Realisasi (Rp) % 1. Pajak hotel 5.500.000.000,00 4.980.913.655,00 90,56 2. Pajak restoran 7.000.000.000,00 6.898.991.797,00 98,56 3. Pajak hiburan 1.700.000.000,00 1.825.706.573,00 107,39 4. Pajak reklame 2.500.000.000,00 1.750.219.358,00 70,01 5. Pajak penerangan jalan 45.504.997.546,00 48.070.443.256,00 105,64

Catatan Atas Laporan Keuangan | 63

No. Uraian Anggaran

(Rp)

Realisasi

(Rp) %

6. Pajak parkir 900.000.000,00 790.236.000,00 87,80

7. Pajak air tanah 2.700.000.000,00 2.608.934.162,00 96,63 8. Pajak mineral bukan logam

dan batuan 2.500.000.000,00 2.912.998.596,50 116,52

9. Pajak bumi dan bangunan

pedesaan dan perkotaan 27.500.000.000,00 27.577.217.544,00 100,28 10. Bea perolehan hak atas tanah

dan bangunan 29.500.000.000,00 23.412.141.623,00 79,36 TOTAL 125.304.997.546,00 120.827.802.564,50 96,43

Pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak penerangan jalan, dan pajak parkir dipungut dengan sistem self assessment yang memberikan kewenangan kepada wajib pajak untuk menghitung sendiri besarnya pajak terutang. Pajak hiburan dan pajak penerangan jalan merupakan jenis pajak dengan sistem self assessment yang realisasinya melampaui dari target yang ditetapkan. Sedangkan pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, pajak parkir, pajak air tanah dan BPHTB tidak dapat terealisasi secara optimal.

Pendapatan pajak hotel dan restoran tidak dapat mencapai target pendapatan yang ditetapkan dikarenakan kurangnya kesadaran wajib pajak dalam menghitung besaran pajak yang harus disetorkan.

Selanjutnya pajak reklame dan pajak air tanah dipungut dengan sistem official assesment, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menentukan besarnya pajak terutang. Pendapatan Pajak Reklame tidak dapat mencapai target pendapatan dikarenakan adanya kebijakan pembatasan penempatan reklame rokok pada lokasi tertentu walaupun reklame rokok merupakan reklame yang menyumbangkan besaran nilai pajak cukup signifikan.

Sementara pendapatan pajak air tanah pada tahun 2016 yang dipungut

oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi adalah sebesar

Rp2.608.934.162,00 atau sebesar 96,63% dari anggaran yang telah ditetapkan. Realisasi pajak mineral bukan logam dan batuan pada tahun 2016 terealisasi sebesar Rp2.912.998.596,50 atau sebesar 116,52%. Adapun realisasi pendapatan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan pada tahun 2016 adalah sebesar Rp27.577.217.544,00 atau sebesar 100,28%.

Sedangkan pendapatan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dipungut Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2016 adalah sebesar Rp23.412.141.623,00 atau sebesar 79,36% dari anggaran yang telah ditetapkan Pendapatan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih belum dapat mencapai target yang ditetapkan akibat kesadaran masyarakat yang masih terbatas tentang pentingnya pengungkapan besaran transaksi atas proses perolehan Hak atas tanah dan/atau bangunan.

Catatan Atas Laporan Keuangan | 64 b. Retribusi Daerah

Retribusi daerah yang dipungut oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2016 adalah sebesar Rp34.591.082.032,00 atau sebesar 106,78% dari anggaran yang telah ditetapkan. Rincian anggaran dan realisasi pendapatan retribusi daerah tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 5.4 Anggaran dan Realisasi Pendapatan Retribusi Daerah

No. Uraian Anggaran

(Rp)

Realisasi

(Rp) %

1. Retribusi jasa umum 25.072.281.000,00 26.221.859.075,00 104,59 2. Retribusi jasa usaha 4.573.592.742,00 4.419.177.463,00 96,62 3. Retribusi perizinan

tertentu 2.750.000.000,00 3.950.045.494,00 143,64

TOTAL 32.395.873.742,00 34.591.082.032,00 106,78

1) Retribusi Jasa Umum

Anggaran pendapatan retribusi jasa umum pada tahun 2016 adalah sebesar Rp25.072.281.000,00 sedangkan realisasinya adalah sebesar Rp26.221.859.075,00 atau sebesar 104,59%. Rincian anggaran dan realisasi pendapatan retribusi jasa umum tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 5.5 Anggaran dan Realisasi Retribusi Jasa Umum

No. Uraian Anggaran

(Rp) Realisasi (Rp) % 1. Retribusi pelayanan kesehatan 5.607.372.500,00 4.879.419.075,00 87,02 2. Retribusi pelayanan persampahan / kebersihan 91.036.500,00 89.991.400,00 98,85 3. Retribusi Pelayanan Parkir

di tepi jalan umum 12.000.000.000,00 13.406.750.000,00 111,72 4. Retribusi pelayanan pasar 5.064.111.000,00 4.954.555.900,00 97,84 5. Retribusi pengujian kendaraan bermotor 2.301.261.000,00 2.881.907.500,00 125,23 6. Retribusi Pelayanan dan/atau Penyedotan Kakus 8.500.000,00 8.500.000,00 100,00 7. Retribusi pelayanan tera/

tera ulang 0,00 735.200,00

TOTAL 25.072.281.000,00 26.221.859.075,00 104,59

Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dan retribusi pengujian kendaraan bermotor merupakan jenis retribusi jasa umum yang realisasinya melampaui dari target yang dianggarkan yakni masing-masing sebesar 111,72% dan 125,23%.

2) Retribusi Jasa Usaha

Anggaran pendapatan retribusi jasa usaha pada tahun 2016 adalah sebesar Rp4.573.592.742,00, sedangkan realisasinya adalah sebesar Rp4.419.177.463,00 atau sebesar 96,62,%. Rincian anggaran dan realisasi pendapatan retribusi jasa usaha tahun 2016 adalah sebagai berikut :

Catatan Atas Laporan Keuangan | 65 Tabel 5.6 Anggaran dan Realisasi Retribusi Jasa Usaha

No. Uraian Anggaran

(Rp)

Realisasi

(Rp) %

1. Retribusi pemakaian

kekayaan daerah 3.395.992.428,00 2.979.911.228,00 87,75 2. Retribusi tempat pelelangan 100.000.000,00 32.795.000,00 32,80 3. Retribusi terminal 431.723.814,00 440.560.235,00 102,05 4. Retribusi tempat khusus

parkir 155.000.000,00 185.740.000,00 119,83

5. Retribusi tempat penginapan/ pesanggrahan/ villa

22.500.000,00 40.125.000,00 178,33 6. Retribusi rumah potong

hewan 96.376.500,00 115.086.000,00 119,41

7. Retribusi tempat rekreasi

dan olah raga 341.000.000,00 593.545.000,00 174,06 8. Retribusi penjualan produksi

usaha daerah 31.000.000,00 31.415.000,00 101,34

TOTAL 4.573.592.742,00 4.419.177.463,00 96,62

Seluruh rincian objek pendapatan retribusi jasa usaha pada tahun 2016 terealisasi melebihi anggaran yang ditetapkan, kecuali retribusi tempat pelelangan dan retribusi pemakaian kekayaan daerah. Retribusi tempat pelelangan hanya terealisasi sebesar 32,80% dikarenakan faktor cuaca atau iklim yang tidak kondusif sehingga hasil tangkapan ikan di beberapa titik area penangkapan mengalami penurunan.

3) Retribusi Perizinan Tertentu

Anggaran pendapatan retribusi perizinan tertentu pada tahun 2016 adalah sebesar Rp2.750.000.000,00 sedangkan realisasinya adalah sebesar Rp3.950.045.494,00atau sebesar 143,64%. Rincian anggaran dan realisasi pendapatan retribusi perizinan tertentu adalah sebagai berikut:

Tabel 5.7 Anggaran dan Realisasi Retribusi Perizinan Tertentu

No. Uraian Anggaran

(Rp)

Realisasi

(Rp) %

1. Retribusi Izin Mendirikan

Bangunan (IMB) 1.500.000.000,00 2.286.699.479,00 152,45 2. Retribusi izin tempat

penjualan minuman beralkohol

20.000.000,00 60.000.000,00 300,00 3. Retribusi izin gangguan/

keramaian 1.200.000.000,00 1.564.937.015,00 130,41 4. Retribusi izin trayek 10.000.000,00 14.664.000,00 146,64 5. Retribusi izin usaha

perikanan 20.000.000,00 23.745.000,00 118,72

TOTAL 2.750.000.000,00 3.950.045.494,00 143,64

Seluruh rincian objek pendapatan retribusi jasa usaha pada tahun 2016 terealisasi melebihi anggaran yang ditetapkan. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan menyumbang kontribusi paling besar untuk jenis pendapatan retribusi perizinan tertentu dengan realisasi sebesar Rp2.286.699.479,00 atau 152,45%.

Catatan Atas Laporan Keuangan | 66 c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yang dipungut oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2016 adalah sebesar 15.066.252.031,00 atau sebesar 93,20% dari anggaran yang telah ditetapkan. Rincian anggaran dan realisasi hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Tabel 5.8 Anggaran dan Realisasi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan No Uraian Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 1. PT.Bank Jatim 11.611.553.031,00 11.611.553.031,00 100,00 2. PT. Bank BPR Jatim 354.699.000,00 354.699.000,00 100,00 3. Perusahaan Daerah Air

Minum 3.500.000.000,00 3.000.000.000,00 85,71

4. PT. Pelayaran

Banyuwangi Sejati 700.000.000,00 100.000.000,00 14,29 TOTAL 16.166.252.031,00 15.066.252.031,00 93,20

PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati (PT.PBS) hanya mampu memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah sebesar 14,29% dari anggaran yang telah ditentukan, hal ini dikarenakan kedua kapal yang disewa oleh PT. PBS tidak beroperasi sejak diberlakukannya larangan penggunaan kapal jenis LCT sebagai kapal angkutan penyeberangan di seluruh wilayah Indonesia berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Nomor: SK.885/AP.005/DRJD/2015 Tanggal 9 Mei 2015. Hal tersebut berdampak pada berhentinya operasional perusahaan dan secara signifikan mempengaruhi kondisi keuangannya. Pada tahun 2016 PT. PBS memberikan kontribusi PAD sebesar Rp100.000.000,00 yang merupakan pembayaran sebagian tagihan sewa kapal tahun 2015. Sampai dengan 31 Desember 2016 terdapat tagihan kurang setor PT. PBS kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp1.310.192.275,58 yang terdiri dari kurang setor deviden Tahun 2014 dan 2015 sebesar Rp249.952.004,58, kurang setor pembayaran sewa kapal Tahun 2015 sebesar Rp317.768.500,00, denda keterlambatan sewa kapal Tahun 2015 sebesar Rp124.703.271,00 dan

kewajiban pembayaran sewa kapal tahun 2016 sebesar

Rp617.768.500,00.

d. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah yang dipungut oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2016 adalah sebesar Rp197.387.529.266,60 atau sebesar 110,03% dari anggaran yang telah ditetapkan. Rincian lain-lain pendapatan asli daerah yang sah tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Catatan Atas Laporan Keuangan | 67 Tabel 5.9 Anggaran dan Realisasi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

No Uraian Anggaran

(Rp)

Realisasi

(Rp) %

1.

Hasil penjualan aset daerah yang tidak dipisahkan

28.095.000,00 2.000.000,00 7,12

2. Jasa giro 4.500.000.000,00 5.739.965.018,01 127,55

3. Pendapatan bunga

deposito 14.500.000.000,00 25.716.465.389,12 177,35

4. Tuntutan ganti kerugian

daerah 983.692.873,50 1.014.644.383,50 103,15

5.

Pendapatan denda atas keterlambatan

pelaksanaan pekerjaan

237.262.450,00 1.181.400.301,50 497,93 6. Pendapatan denda pajak 21.542.049,76 610.123.131,76 2.832,24 7. Pendapatan hasil eksekusi

atas jaminan 425.750.000,00 885.308.950,00 207,94

8. Pendapatan dari

pengembalian 6.886.143.000,00 18.004.969.536,62 261,47 9. Pendapatan bunga atas

pinjaman bergulir 9.156.000,00 10.760.000,00 117,52 10. Pendapatan badan layanan umum 103.000.000.000,00 96.888.387.486,69 94,07 11. Dana Kapitalisasi JKN FKTP 48.547.224.000,00 46.835.541.627,00 96,47 12. Pendapatan Lainnya 0,00 4.379.465,00

13. Bagi Hasil dari Pihak ke 3 255.000.000,00 493.583.977,40 193,56 TOTAL 179.393.865.373,26 197.387.529.266,60 110,03

Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah terealisasi melebihi target yang ditetapkan, antara lain hasil jasa giro, pendapatan bunga deposito, tuntutan ganti kerugian daerah, pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, pendapatan denda pajak, pendapatan hasil eksekusi atas jaminan, pendapatan dari pengembalian. pendapatan bunga atas pinjaman bergulir, dan bagi hasil dari pihak ke-3. Sebagai gambaran, pendapatan dari denda pajak terealisasi sebesar Rp610.123.131,76 atau sebesar 2.832,24% dari anggaran yang telah ditetapkan yaitu sebesar Rp21.542.049,76.

Rincian hasil pendapatan denda pajak sebesar Rp610.123.131,76 terdiri dari:

Tabel 5.10 Pendapatan denda pajak

No. Jenis Penerimaan Jumlah

(Rp)

1. Pendapatan denda pajak hotel 5.535.490,36

2. Pendapatan denda pajak Restoran 1.171.468,00

3. Pendapatan denda pajak Hiburan 1.354.059,40

4. Pendapatan Denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan

dan Perkotaan 573.678.434,00

5. Pendapatan Denda Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan

Bangunan 28.383.680,00

Catatan Atas Laporan Keuangan | 68 Pendapatan hasil penjualan aset daerah yang tidak dipisahkan, realisasi pendapatannya hanya sebesar Rp2.000.000,00 atau sebesar 7,12% dari anggaran sebesar Rp28.095.000,00 merupakan pendapatan atas penjualan kendaraan dinas roda dua, hasil penebangan pohon, dan bahan-bahan bekas bangunan.

Dokumen terkait