• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini diadakan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kota Surabaya, di kelurahan ini terdapat Bank Sampah Bintang Mangrove yang merupakan salah satu binaan dari CSR PT PLN (PERSERO). Sebelum menentukan lokasi, peneliti telah melakukan observasi melalui penelusuran kepustakaan surat kabar, buku, hasil penelitian, internet, serta beberapa narasumber yang memberikan informasi mengenai Bank Sampah Bintang Mangrove. Pemilihan lokasi kemudian dilakukan secara sengaja dengan alasan bahwa Bank Sampah dianggap yang terbaik. Sehingga menjadi menarik kemudian bagi peneliti untuk melihat partisipasi dan pengorganisaisan komunitas serta modal sosial yang terdapat pada warga komunitas.

Penelitian ini berlangsung selama bulan Mei 2014. Untuk proses pengumpulan data di lapangan, peneliti tinggal di kelurahan Gunung Anyar selama seminggu pada bulan Mei 2014 tersebut

Tabel 4. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Kegiatan Februari Maret April Mei Agustus September Penyusunan proposal skripsi Kolokium Perbaikan proposal penelitian Pengambilan data lapangan Pengolahan data dan analisis data Penulisan draft skripsi Sidang skripsi Perbaikan skripsi Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung oleh pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode penelitian survei dengan mengunakan instrumen kuesioner. Pendekatan kuantitatif diharapkan dapat menjawab bagaimana hubungan pengorganisasian komunitas terhadap tingkat pastisipasi komunitas. Kemudian melihat hubungan antara modal sosial dengan tinggkat partisipasi terhadap program CSR perusahaan. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode wawancara

18

mendalam terhadap informan dan narasumber dari berbagai stakeholder yang terlibat dalam program CSR perusahaan.

Teknik Penentuan Informan dan Responden

Informan dan responden dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) teknik tersebut sengaja dipilih karena peneliti mengasumsikan semua populasi adalah homogen, maksudnya homogen adalah dari keanggotaan warga komunitas sebagai anggota Bank Sampah. Populasi penelitian secara keseluruhan berjumlah 182 anggota.

Unit analisis yang digunakan oleh peneliti adalah pada tingkatan individu. Responen dipilih berdasarkan daftar nama yang diperoleh dari pengurus bank sampah. Informan dipilih berdasarkan pengetahuan seputar Bank Sampah dan memiliki peranan penting.

Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pendekatan kuantitatif dengan menerapkan metode survei, kemudian untuk data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap beberapa informan. Untuk data kuantitatif awalnya peneliti memilih dan menentukan responden, Setelah responden terpilih selanjutnya peneliti mendatangi rumah responden untuk melakukan wawancara berdasarkan pertanyaan yang telah disiapkan dalam kuisioner. Selain itu untuk data kualitatif peneliti memilih beberapa orang yang dianggap penting kemudian mendatangi ke rumah atau tempat kerja mereka untuk dilakukan wawancara mendalam.

Data sekunder diperoleh dari penelusuran literatur-literatur berupa dokumen tertulis yang memuat informasi dan data yang dibutuhkan untuk mendukung fokus penelitian. Seperti dokumen profil kelurahan, profil bank sampah, dokumen nasabah dan kegiatan bank sampah, dan dokumen terkait CSR PT PLN (PERSERO).

Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Data kuantitatif yang terkumpul diolah dengan memanfaatkan Microsoft Excel 2007 dan SPSS for Windows versi 20. Data yang diperoleh dimasukkan ke dalam microsoft excel 2007 untuk selanjutnya dilakukan proses pengkodean. Kemudian data akhir yang dihasilkan dimasukkan ke dalam SPSS for Windows versi 20 untuk dilakukan analisis data dengan uji statistik regresi (untuk data berbentuk ordinal). Uji regresi digunakan untuk melihat pengaruh antara tingkat pengorganisasian komunitas dengan tingkat partisipasi.

Adapun untuk pengaruh antara pengorganisasian komunitas dan tinggkat partisipasi masyarakat yang disajikan dalam tabulasi silang (cross tab) dan selanjutnya dijelaskan secara deskriptif. Data kualitatif dianalisis melalui tiga tahapan metode yaitu: pertama, metode reduksi data, berupa tahap pemilihan data, pemusatan perhatian, dan penyederhanaan data. Kedua, tahap penyajian data secara deskriptif. Ketiga, menarik kesimpulan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data kualitatif disajikan secara deskriptif untuk mendukung dan memperkuat analisis kuantitatif.

20

Kondisi Sosial dan Ekonomi

Wilayah Gunung Anyar Tambak termasuk daerah pinggiran dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo, namun kondisi sosial masyarakatnya cukup beragam. Dapat dilihat dari jenis agama dan etnis masyaratnya seperti dijelaskan pada table 5.

Tabel 5 Jumlah dan Persentase Masyarakat Gunung Anyar Tambak Berdasarkan Agama

Agama Jumlah Orang %

Budha 88 1.1 Hindu 63 0.8 Islam 5 237 66.7 Katholik 737 9.4 Kristen 1 725 22.0 Total 7 850 100

Sumber: Profil Kelurahan Gunung Anyar Tambak 2013 (diolah)

Tabel 6 Jumlah dan Persentase Masyarakat Gunung Anyar Tambak Berdasarkan Etnis

Etnis Jumlah Orang %

Ambon 39 0.5 Bali 26 0.3 Batak 26 0.3 China 1 034 13.2 Jawa 6 524 83.2 Madura 161 2.0 Pattae 40 0.5 Total 7 850 100

Sumber: Profil Kelurahan Gunung Anyar Tambak 2013 (diolah)

Beragamnya agama dan etnis masyarakat disebabkan wilayah Gunung Anyar Tambak termasuk daerah urban dengan tingkat mobilitas masyarakat cukup tinggi. Selain itu, banyak perumahan-perumahan baru didirikan di sekitar kawasan Gunung Anyar Tambak dimana kebanyakan penghuninya merupakan pendatang.

Struktur mata pencaharian masyarakat juga beragam. Kebanyakan masyarakat bekerja di sektor industri menengah dan besar sebagai buruh dan selebihnya bekerja di berbagai sektor yang terbilang beragam. Berikut merupakan tabel jumlah masyarakat Kelurahan Gunung Anyar Tambak berdasarkan sektor mata pencaharian.

Tabel 7 Jumlah dan Persentase Masyarakat Gunung Anyar Tambak Berdasarkan Struktur Mata Pencaharian

Sektor Mata Pencaharian Jumlah Orang %

Sektor peternakan 3 0.1

Sektor perikanan dan nelayan 112 5.1

Sektor industri kecil dan kerajinan rumah tangga

70 3.2 Sektor industri menengah dan besar 1 438 65.5

Sektor jasa 574 26.1

Total 2 197 100

Sumber: Profil Kelurahan Gunung Anyar Tambak 2013 (diolah)

Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan kawasan yang sudah dekat dengan laut, tepatnya selat madura, sehingga tanah pada umumnya mengandung kadar garam yang tinggi. Sehingga tanaman pertanian sulit untuk tumbuh di wilayah ini, jika pun tumbuh akan kurang baik hasilnya. Maka wajar jika tidak ada warga Gunung Anyar Tambak yang berprofesi sebagai petani tanaman pangan. Karena dekat dengan laut, cukup banyak warga yang berprofesi sebagai nelayan. Di kawasan timur wilayah kelurahan ini terdapat tambak-tambak yang cukup luas. Cukup banyak warga yang menggantungkan sumber penghidupannya dari tambak-tambak ini dengan berprofesi sebagai pengusaha tambak maupun sebagai buruh tambak. Karena berbatasan langsung denga laut lepas dan juga dilewati sebuah sungai yang merupakan bagian hilir, maka terdapat hutan manggrove yang cukup luas di wilayah Gunung Anyar Tambak. Tercatat dalam profil kelurahan bahwa luas hutan manggrove mencapai 47.9 Ha. Manggrove ini juga telah dikembangkan menjadi sumber perekonomian masyarakat dengan dijadikan sebagai kawasan agrowisata manggrove sekaligus kawasan pelestarian manggrove.

Sumber daya alam yang tergolong kaya dan beragam tersebut belum dapat dioptimalkan sebagai sumber pendapatan utama oleh seluruh masyarakat Gunung Anyar Tambak. Banyak dari masyarakat yang memilih bekerja di sektor lain terutama pekerjaan yang terdapat di kota seperti buruh pabrik, satpam, pembantu rumah tangga, pekerja bangunan, pedagang, dan pekerjaan informal lainnya. Justru nelayan perahu kecil yang berasal dari Madura yang banyak mencari tangkapan ikan di laut lepas dekat Gunung Anyar Tambak.

Kondisi pendidikan masyarakat Gunung Anyar Tambak berdasarkan tingkat penidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Terlihat kebanyakan masyarakat hanya lulusan SD atau sederajat. Hanya sedikit masyarakat yang lulus perguruan tinggi dan kebanyakan dari mereka yang mengenyem pendidikan tinggi adalah pendatang. Bahkan ada 24 orang yang tidak tamat SD atau sederajat.

22

Tabel 8. Jumlah dan Persentasi Masyarakat Gunung Anyar Tambak Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan Jumlah %

Tidak Tamat SD / Sederajat 24 0.4

Sedang SD / Sederajat 1 402 25.6

Tamat SD / Sederajat 1 194 21.8

Sedang SLTP / Sederajat 572 10.4

Tamat SLTP / Sederajat 911 16.7

Sedang SLTA / Sederajat 413 7.6

Tamat SLTA / Sederajat 497 9.1

Sedang Diploma 141 2.6

Tamat Diploma 102 1.9

Sedang Perguruan Tinggi / S.1 61 1.1

Tamat Perguruan Tinggi / S.1 58 1.1

Sedang Perguruan Tinggi / S.2 5 0.1

Tamat Perguruan Tinggi / S.2 75 1.4

Tamat Perguruan Tinggi / S.3 11 0.2

Total 5 466 100

Sumber: Profil Kelurahan Gunung Anyar Tambak 2013 (diolah)

Ikhtisar

Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan salah satu kelurahan yang terdapat di Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. Luas wilayah Gunung Ayar Tambak mencapai 1 129.4 Ha, berada dalam kisaran 5 M diatas permukaan laut Kelurahan ini terbagi ke dalam 2 Rukun Warga dan 5 Rukun Tetangga. Sampai pada bulan Desember 2014 penduduk Gunung Anyar Tambak berjumlah 7 850 jiwa yang terdiri dari 3 970 jiwa laki-laki dan 3 644 jiwa perempuan dan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai 1 854 KK. Kondisi sosial masyarakat cukup beragam. Dapat dilihat dari agama yang dianut masyarakat berjumlah 6 jenis dan etnis masyarakat berjumlah 8 jenis. Artinya heterogenitas masyarakat cukup tinggi.

Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan kawasan yang dekat dengan laut lepas, tepatnya selat madura, sehingga tanah pada umumnya mengandung kadar garam yang tinggi. Sehingga tanaman pertanian sulit untuk tumbuh di wilayah ini, jika pun tumbuh akan kurang baik hasilnya. Maka wajar jika tidak ada warga Gunung Anyar Tambak yang berprofesi sebagai petani tanaman pangan. Namun karena dekat dengan laut, terdapat tambak yang terbilang luas di kelurahan ini. Tambak-tambak tersebut dimanfaatkan untuk budidaya ikan, udang, ciput, dan udang.

Banyak dari masyarakat yang memilih bekerja di sektor yang tidak berkaitan denga laut, masyarkat lebih memilih pekerjaan yang terdapat di kota seperti buruh pabrik, satpam, pembantu rumah tangga, pekerja bangunan, pedagang, dan pekerjaan informal lainnya. Justru nelayan perahu kecil yang berasal dari Madura yang banyak mencari tangkapan ikan di laut lepas dekat Gunung Anyar Tambak. Berdasarkan hasil pengamatan di lapang, hampir seluruh masyarakat Gunung Anyar Tambak telah terdedah dengan kehidupan

kota. Masyarakat terlihat sangat berorientasi materi dan uang. Selain itu, masyarakat juga lebih individualis. Terlihat dari sedikitnya aktivitas masyarakat dikerjakan secara berkelompok atau bersama-sama. Seperti kerja bakti, gotong royong, pengajian, dsb. Kemudian ada kesenjangan yang cukup lebar antara penduduk miskin dengan penduduk kaya yang banyak bertempat tinggal di kawasan perumahan. Untuk aspek pendidikan, kebanyakan masyarakat hanya lulusan SD atau sederajat. Hanya sedikit masyarakat yang lulus perguruan tinggi. Bahkan ada 24 orang yang tidak tamat SD atau sederajat. Kemudian, kebanyakan dari mereka yang hanya lulusan SD adalah kaum perempuan.

PROFIL KOMUNITAS BANK SAMPAH BINTANG