• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

LINGKUNGAN KELUARGA

4.2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Anak usia dini ialah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun. Usia dini merupakan masa-masa emas perkembangan anak yang biasa dikenal dengan

89,07 91,10 94,52 90,17 90,46 94,48 95,03 95,35 92,43 Pandeglang Lebak Tangerang Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Kota Serang Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten

30 Profil Anak Provinsi Banten Tahun 2014 istilah Golden Age. Masa Golden Age ialah masa anak usia dini untuk mengekplorasi hal-hal yang ingin mereka lakukan, senang bermain dan peka terhadap rangsangan sekitar. Pada masa ini, otak anak-anak berkembang sangat pesat. Pada rentang usia tersebut otak anak akan menerima dan menyerap berbagai macam informasi dari lingkungan sekitarnya, tanpa mengetahui baik dan buruk. Pada rentang waktu itulah terjadi perkembangan mental, fisik maupun spiritual pada anak secara cepat dan signifikan. Anak akan mulai mempelajari segala hal dan karakternya sudah mulai terbentuk. Oleh karena itu, perlu diberikan pendidikan sejak usia dini sebagai langkah persiapan anak menghadapi masa-masa depannya.

Pemberian pendidikan sejak usia dini ini sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada Bab I, Pasal I butir 14 Undang-undang tersebut, dinyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pada Pasal 28 lebih dijelaskan lagi tentang PAUD, dimana dinyatakan bahwa PAUD diselenggarakan sebelum pendidikan dasar melalui jalur formal, non formal maupun informal. PAUD menyediakan berbagai kegiatan, seperti kognitif, bahasa, emosi, fisik, dan motorik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuh-kembangkan kemampuan anak baik bersifat motorik maupun non-motorik.

PAUD pada jalur pendidikan formal dapat berupa Taman Kanak-Kanak (TK) atau Raudhatul Athfal (RA) atau yang sederajat dengan rentang usia 4-6 tahun. PAUD pada jalur non-formal dapat berupa Kelompok Bermain (KB) dengan rentang usia 2-4 tahun. Sedangkan PAUD jalur pendidikan informal dapat berupa Taman Penitipan Anak (TPA) dengan rentang usia 3 bulan sampai 2 tahun dan satuan PAUD dengan rentang usia 4-6 tahun.

31 Profil Anak Provinsi Banten Tahun 2014

Secara umum, Pendidikan Anak Usia Dini ditujukan untuk mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tujuan utama PAUD adalah untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa. Sementara tujuan penyertanya adalah untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.

Tabel 4.1 Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD

Menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin, dan Kelompok Umur di Provinsi Banten, 2014

Tipe Daerah Jenis Kelamin

Kelompok Umur (Tahun)

0-2 3-4 5-6 3-6 0-6 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan : Laki-laki 0,57 14,44 38,95 27,11 16,84 Perempuan 2,00 17,67 35,40 25,97 15,20 Laki-laki+Perempuan 1,32 16,00 37,40 26,59 16,04 Perdesaan : Laki-laki 0,31 12,55 13,06 12,81 7,65 Perempuan 0,19 13,04 25,59 19,04 10,72 Laki-laki+Perempuan 0,25 12,79 18,89 15,82 9,17 Perkotaan+Perdesaan : Laki-laki 0,48 13,83 30,77 22,56 13,83 Perempuan 1,40 16,12 32,03 23,63 13,70 Laki-laki+Perempuan 0,96 14,95 31,33 23,06 13,76

32 Profil Anak Provinsi Banten Tahun 2014 Angka partisipasi PAUD diperoleh dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014. Partisipasi PAUD anak kelompok umur 0-6 tahun sebesar 13,76 persen. Sementara untuk rentang kelompok umur yang lebih sempit (3-6 tahun) partisipasi PAUD menjadi lebih besar yaitu 23,06 persen.

Partisipasi PAUD untuk anak kelompok umur 5-6 tahun sebesar 31,33 persen, anak kelompok umur 3-4 tahun sebesar 14,95 persen, dan anak kelompok umur 0-2 tahun sebesar 0,96 persen. PAUD lebih banyak diikuti oleh anak kelompok umur 5-6 tahun dan hanya sedikit diikuti oleh anak kelompok umur 0-2 tahun. Dapat dikatakan bahwa PAUD lebih banyak diikuti oleh anak kelompok umur Taman Kanak-kanak (TK) dibanding kelompok umur lain.Apabila dilihat berdasarkan klasifikasi daerah, ada perbedaan nyata angka partisipasi PAUD anak laki-laki dan anak perempuan. Di daerah perkotaan, angka pertisipasi PAUD anak laki-laki lebih tinggi dibanding yang perempuan. Partisipasi PAUD anak laki-laki di daerah perkotaan sebesar 16,84 persen dan partisipasi PAUD anak perempuan sebesar 15,20 persen. Sebaliknya di daerah perdesaan, partisipasi PAUD anak perempuan sebesar 10,72 persen dan partisipasi anak laki-laki sebesar 7,65 persen. Secara keseluruhan, partisipasi PAUD anak laki-laki tidak berbeda secara signifikan dibanding yang perempuan.

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 28 ayat (2) PAUD dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu TK/RA/BA, Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Pos PAUD/PAUD Terintegrasi BKB/Posyandu, dan satuan PAUD Sejenis Lainnya, seperti PAUD-TAAM, PAUD-PAK, PAUD-BIA, TKQ dan PAUD Lembaga Lainnya.

Jenis PAUD yang paling banyak diikuti oleh anak usia 0-6 tahun adalah TK/RA/BA sebesar 59,64 persen. Kemudian di urutan berikutnya adalah Satuan PAUD lainnya sebesar 18,38 persen dan Pos PAUD/PAUD Terintegrasi BKB/Posyandu sebesar 18,34 persen. Partisipasi PAUD untuk Kelompok Bermain dan Taman Penitipan Anak sangat kecil, masing-masing sebesar 3,19 persen dan 0,45 persen. Menariknya, jenis PAUD Taman Penitipan Anak (TPA) hanya diikuti

33 Profil Anak Provinsi Banten Tahun 2014

oleh anak di daerah perkotaan, terlihat dari angka partisipasi PAUD untuk Taman pendidikan anak di daerah perdesaan yang sebesar nol persen. Hal ini dapat dimungkinkan karena untuk saat ini penyelenggaraan TPA masih terkonsentrasi di daerah perkotaan yang tujuannya memenuhi kebutuhan ibu-ibu yang bekerja.

Tabel 4.2 Persentase Anak Usia 0-6 Tahun yang Sedang Mengikuti PAUD Menurut Tipe Daerah, Jenis Kelamin dan Jenis PAUD di Provinsi Banten, 2014 Tipe Daerah dan Jenis Kelamin Jenis PAUD TK/RA/ BA Kelompok Bermain Taman Penitipan Anak Pos PAUD/PAUD Terintegrasi BKB/ Posyandu Satuan PAUD Sejenis Lainnya (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perkotaan : Laki-laki 69,87 1,63 0,00 12,75 15,75 Perempuan 59,03 5,23 1,24 16,17 18,33 Laki-laki+Perempuan 64,88 3,29 0,57 14,33 16,94 Perdesaan : Laki-laki 39,83 3,40 0,00 37,52 19,25 Perempuan 42,13 2,43 0,00 28,88 26,56 Laki-laki+Perempuan 41,16 2,84 0,00 32,52 23,48 Perkotaan + Perdesaan : Laki-laki 64,43 1,95 0,00 17,24 16,38 Perempuan 54,60 4,50 0,92 19,50 20,49 Laki-laki+Perempuan 59,64 3,19 0,45 18,34 18,38

Sumber: Susenas 2014, BPS Provinsi Banten