• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN 7.1. Kegiatan Ilmiah

7.1.1. Karya Ilmiah

Selama menempuh pendidikan di program studi anestesiologi dan reanimasi, peserta didik diwajibkan menyusun tugas ilmiah wajib dan ilmiah tambahan lainnya. Berikut ilmiah wajib/ rutin yang harus dilaksanakan oleh peserta didik:

d. Tahap 1 :

i. Journal reading 1 ii. Laporan Kasus

iii. Publikasi ilmiah 1 pada jurnal nasional terakreditasi atau Poster Ilmiah Nasional 1 atau International 1

e. Tahap 2 :

i. Tinjauan Pustaka 1

ii. Publikasi ilmiah 2 pada jurnal nasional terakreditasi atau Poster Ilmiah Nasional 2 atau International 1

f. Tahap 3

i. Jornal Reading 2 ii. Usulan Penelitian iii. Tesis

Tugas ilmiah lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dari mata ajar dan atau divisi pada saat peserta didik menjalani stase dan menjadi wewenang dari dosen yang bersangkutan.

7.1.2. Laporan Pagi

Tujuan pelaksanaan acara laporan pagi adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang masalah-masalah perioperatif, gawat darurat dan nyeri serta cara penanggulangan, baik yang aktual ataupun yang potensial akan terjadi pada penatalaksanaan Anestesia dan Terapi Intensif baik pada kasus elektif maupun kasus gawat darurat di kamar operasi.

Kehadiran konsulen pada acara laporan pagi akan sangat bermanfaat dalam alih pengetahuan dan pengalaman dalam bidang Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif kepada peserta didik.

Panduan Laporan Pagi Instalasi Bedah Sentral

 Acara laporan pagi dimulai setiap hari mulai Pk. 07.00 hingga Pk. 08.00 Wita, dipimpin oleh Chief IBS pada minggu tersebut, dan dihadiri oleh semua peserta didik, PPDS tamu dan konsulen pembimbing

 Tugas tambahan yang diberikan oleh konsulen berupa presentasi dapat dilaksanakan sebelum acara laporan pagi dimulai, sebagai sarana berbagi pengetahuan antar peserta didik

Buku Panduan Program Studi Anestesiologi dan Reanimasi FK Unud

35

Acara laporan pagi atau ilmiah dalam bahasa Inggris (Morning Report) diselenggarakan setiap hari Rabu dan Jumat

 Peserta didik yang mendapatkan acara operasi sebelum atau tepat Pk. 08.00 Wita, diperkenankan meninggalkan acara setelah mendapatkan ijin konsulen yang membimbing laporan

 Laporan tindakan anestesi kasus elektif di Instalasi Bedah Sentral disampaikan oleh peserta didik yang bertugas di masing-masing kamar operasi

Panduan Laporan Jaga IRD dan Ruangan

 Laporan jaga tindakan anestesi kasus gawat darurat di ruang operasi Instalasi Gawat Darurat serta laporan jaga kasus di ruang rawat inap disampaikan oleh peserta didik yang bertugas sesuai dengan kompetensinya

 Perencanaan tindakan anestesia yang dipresentasikan pada laporan pagi merupakan hasil diskusi peserta didik dengan Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP). Diskusi perioperatif meliputi segala aspek, antara lain: ilmu dasar, teori klinik umum atau khusus, teknik anestesia yang akan dilakukan, dan lain-lain

 Setiap peserta didik diwajibkan proaktif berpartisipasi dalam diskusi. Kemampuan mengemukakan pendapat yang sistematis dan logis merupakan salah satu kompetensi yang akan dinilai

 Pada akhir acara, Chief residen yang memimpin laporan membuat resume mengenai hal-hal yang dibahas dalam laporan pagi dan laporan jaga

 Resume pembahasan kasus dalam laporan pagi dan laporan jaga bersifat rekomendasi. Keputusan akhir mengenai suatu kasus tergantung pada keputusan Dokter Penanggungjawab Pasien (DPJP) mengacu pada kondisi di lapangan

 Sebagai penutup acara dilakukan doa bersama demi keberhasilan kerja dan keselamatan pasien

7.1.3. Small Group Discussion (SGD) Kasus Intensif Care

Pembahasan kasus-kasus intensif care dilaksanakan dalam bentuk Small Group Discussion (SGD) setiap hari sabtu di ruang diskusi/ pertemuan Instalasi Rawat Intensif Terpadu

 SGD dapat dilakukan dengan mengundang narasumber dari bidang ilmu lain untuk menambah wawasan peserta didik tentang suatu kasus

 Kasus disampaikan oleh peserta didik / PPDS tamu dipimpin oleh Konsultan Intensive Care (KIC)

Kasus dipresentasikan dalam bentuk perjalanan perkembangan penyakit (timeline), antara lain perkembangan klinis, laboratorium, terapi, pola ventilasi mekanik, dan lain sebagainya sehubungan dengan penyakitnya

7.2. Ilmiah Wajib/Rutin 7.2.1. Panduan Presentasi

 Peserta didik menghubungi konsulen pembimbing untuk menentukan waktu presentasi ilmiah akan dilaksanakan

 Setelah waktu presentasi ditetapkan, maksimal 2 hari sebelumnya peserta didik menghubungi sekretariat program studi untuk menyampaikan perihal tersebut, mengumpulkan hard dan soft copy ilmiah, dan mendapatkan form penilaian

 Peserta didik kemudian melapor ke chief dan membagikan soft copy ilmiah kepada peserta didik lain

Buku Panduan Program Studi Anestesiologi dan Reanimasi FK Unud

36

 Chief residen bertanggungjawab atas mobilisasi peserta didik agar kegiatan ilmiah dan pelayanan dapat tetap terlaksana dengan baik

 Sarana dan prasarana dipersiapkan oleh peserta didik berkoordinasi dengan sekretariat program studi. Acara presentasi dihadiri oleh peserta didik dan konsulen

 Peserta didik yang tidak bertugas dan telah ditunjuk oleh chief residen wajib mengikuti acara ilmiah

 Presentasi diberikan waktu selama 20 menit, kemudian dilanjutkan dengan diskusi selama 40 menit

 Peserta yang hadir wajib membawa dan telah membaca materi yang akan disampaikan serta berperan secara aktif dalam kegiatan diskusi

 Penilaian terhadap peserta didik meliputi: mutu karya tulis (format penulisan dan isi pokok bahasan), penyajian (persiapan, format slide dan penampilan), dan kemampuan diskusi dalam pembahasan. (keterampilan kognitif)

 Dalam 1 hari maksimal dilakukan tiga kali presentasi ilmiah oleh peserta didik. 7.2.2. Journal reading

Tujuan

 Ditujukan untuk melatih peserta didik menelaah secara kritis laporan penelitian/ laporan kasus, memperoleh pengetahuan dari literatur yang baru, melatih pertimbangan tentang kemungkinan perlu tidaknya hasil laporan penelitian tersebut diterapkan, melatih melakukan presentasi dalam bahasa inggris.

Ketentuan

Journal reading dilakukan dua kali, yaitu pada tahap 1 dan tahap 3

Judul journal reading dapat berupa laporan penelitian atau laporan kasus terbaru (paling lama tiga tahun terakhir), diambil dari majalah/ jurnal Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif terakreditasi, dan telah mendapatkan persetujuan pembimbing

 Peserta didik mengajukan minimal 5 judul journal kepada pembimbing dan selanjutnya akan dipilih oleh pembimbing

Bimbingan journal reading minimal 3 kali

Jarak waktu maksimal sejak journal reading disetujui pembimbing sampai waktu presentasi tidak boleh melebihi 1 bulan.

 Sebanyak 3 buah naskah dan presentasi tercetak, yang telah dikoreksi dan ditandatangani oleh pembimbing, dan softcopy naskah serta presentasi – nya diserahkan ke Sekretariat Prodi sebelum maju presentasi

 Presentasi dalam bahasa inggris 7.2.3. Tinjauan Pustaka

Tujuan

 Ditujukan untuk melatih peserta didik menyusun karya tulis ilmiah melalui studi kepustakaan untuk membahas dan merumuskan suatu masalah Ilmu Anestesi dan Terapi Intensif dalam bentuk tulisan ilmiah berdasarkan rujukan dari berbagai kepustakaan dan kemudian membuat kesimpulannya. Tinjauan pustaka yang dibuat diharapkan dapat menjadi bahan dalam pembuatan tesis sebagai karya akhir peserta didik.

Ketentuan

Buku Panduan Program Studi Anestesiologi dan Reanimasi FK Unud

37

 Di awal semester 5, peserta didik dapat mengajukan 3 judul tinjauan pustaka kepada pembimbing yang telah ditentukan. Pembimbing akan memilih salah satu dari 3 judul tersebut melalui sekretariat prodi. Apabila sampai minggu pertama semester 6 peserta didik belum mengajukan 3 judul tinjauan pustaka, maka pembimbing akan langsung menentukan judul tinjauan pustaka yang harus dibuat oleh peserta didik.

 Sumber acuan minimal 10 buah, terbit maksimal paling lama 5 tahun terakhir dan merupakan referensi utama.

Bimbingan tinjauan pustaka minimal 3 kali

 Sebanyak 3 buah naskah dan presentasi tercetak, yang telah dikoreksi dan ditandatangani oleh pembimbing, dan softcopy naskah serta presentasi – nya diserahkan ke Sekretariat IPDS sebelum maju presentasi

7.2.4. Laporan Kasus Tujuan

 Ditujukan untuk memberikan dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan sumber informasi/ keterangan ilmiah sebanyak mungkin untuk menganalisis kasus yang menarik dan atau jarang yang telah selesai ditangani selama stase; untuk meningkatkan kemampuan analisis dan memecahkan masalah yang dihadapi pada kasus tersebut secara kritis dan sistematis dan selanjutnya mampu membuat publikasi ilmiah terbatas terkait dengan kasus yang dilaporkannya

Ketentuan

 Laporan kasus dilakukan satu kali pada tahap 1 (semester 3-4)

 Kasus yang dipilih merupakan kasus yang unik, menarik, dan jarang dijumpai, dan telah mendapatkan persetujuan pembimbing

 Sumber acuan minimal 10 buah, terbit maksimal paling lama 5 tahun terakhir

Bimbingan laporan kasus minimal 3 kali

 Sebanyak 3 buah naskah dan presentasi tercetak, yang telah dikoreksi dan ditandatangani oleh pembimbing, dan softcopy naskah serta presentasi – nya diserahkan ke Sekretariat IPDS sebelum maju presentasi

7.2.5. Publikasi Ilmiah Pada Jurnal Nasional Terakreditasi atau Poster Ilmiah Nasional atau International

Tujuan

 Ditujukan untuk memberikan dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya ilmiah yang layak dipublikasi. Publikasi ilmiah dapat berupa laporan kasus untuk menganalisis kasus yang menarik dan atau jarang yang telah selesai ditangani selama stase, atau dapat juga berupa penelitian kecil atau pilot study untuk meningkatkan kemampuan analisis dan selanjutnya mampu membuat tulisan ilmiah yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.

Ketentuan

 Dilakukan dua kali bila publikasi ilmiah tingkat nasional atau 1 kali bila publikasi ilmiah di tingkat international.

 Kasus yang dipilih merupakan kasus yang unik, menarik, dan jarang dijumpai, dan telah mendapatkan persetujuan pembimbing

 Bila melakukan penelitian kecil / pilot study, dipilih topik yang menarik dan belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya atau sebagai penelitian awal dari tesis yang akan dibuat pada tahap 3 pendidikan.

Buku Panduan Program Studi Anestesiologi dan Reanimasi FK Unud

38

 Sumber acuan laporan kasus minimal 10 buah, terbit maksimal paling lama 5 tahun terakhir

 Sumber acuan penelitian kecil / pilot study harus berasal dari jurnal resmi, bukan text book, minimal 10 buah.

Bimbingan sebelum publikasi ilmiah minimal 3 kali dan telah disetujui dosen pembimbing

 Bila melakukan pilot study, harus mendapat persetujuan dari koordinator ilmiah dan penelitian bagian anestesi dan terapi intensif

 Harus melapor dan mendapatkan ijin tertulis dari sub seksi publikasi ilmiah bagian anestesi dan terapi intensif sebelum mengirimkan abstrak / naskah publikasi

 Sebanyak 3 buah naskah dan presentasi tercetak, yang telah dikoreksi dan ditandatangani oleh pembimbing, dan softcopy naskah serta presentasi – nya diserahkan ke Sekretariat prodi sebelum dipublikasi ilmiah

7.3 Kegiatan Bimbingan Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat

 Selain berperan dalam pelayanan kesehatan, peserta didik juga terlibat dalam bimbingan kepada mahasiswa dan melakukan pengabdian bagi masyarakat yang ada di fakultas maupun kerjasama dengan institusi lain, sehingga memberikan dampak perubahan ke arah yang lebih baik

 Kegiatan ini dikoordinasikan oleh chief residen untuk mengatur mobilisasi peserta didik 7.4. Peserta Kegiatan Ilmiah Rutin

Selain membuat karya ilmiah, peserta didik wajib mengikuti kegiatan presentasi ilmiah yang dilakukan oleh peserta didik lainnya, sebagai peserta, berupa journal reading, tinjauan pustaka, laporan kasus ataupun kegiatan ilmiah lainnya. Jumlah kewajiban peserta didik sebagai peserta kegiatan Ilmiah dalam setiap tahap pendidikan diatur sebagai berikut :

I. Tahap I : minimal mengikuti 30 presentasi kegiatan ilmiah II. Tahap II : minimal mengikuti 15 presentasi kegiatan ilmiah III. Tahap III : minimal mengikuti 15 presentasi kegiatan ilmiah

Buku Panduan Program Studi Anestesiologi dan Reanimasi FK Unud

39 BAB VIII

PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH