c. Partisipasi Anak
4.2.4 Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya
Data anak yang terkait dengan klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya secara umum berkaitan erat dengan data pada bagian sebelumnya, khususnya yang terkait dengan bidang pendidikan terutama data yang menjelaskan akses terhadap pendidikan, antara lain: angka partisipasi kasar, angka partisipasi murni, angka melek huruf, serta angka putus sekolah. Di samping itu terdapat pula indikator lain yang menjelaskan dimensi ini, yaitu angka harapan lama sekolah serta angka rata-rata lama sekolah yang merupakan komposit dari indeks pembangunan manusia. Sedangkan data yang terkait dengan dimensi pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya mencakup informasi tentang sejumlah fasilitas dan aktivitas yang tersedia bagi anak-anak dalam mengembangkan serta mengaktualisasikan potensi dirinya dalam berbagai bidang atau kegiatan, seperti: seni, budaya, olahraga, kewirausahaan, dan lain-lain.
Sebagaimana telah dipaparkan datanya pada bagian sebelumnya, kondisi literasi masyarakat Kota Serang telah sangat baik sebagaimana tercermin dari angka melek huruf yang secara agregat telah mencapai 98,14% dari total penduduk usia 15 tahun ke atas, yang secara umum menggambarkan capaian keberhasilan pembangunan pendidikan dalam memberikan bekal pengetahuan bagi masyarakat untuk dapat mengakses informasi dan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan hidupnya. Penduduk yang tercatat masih mengalami iliterasi hanya tersisa pada penduduk kelompok umur tua, yakni penduduk di atas 45 tahun yang hampir seluruhnya memang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan dasar.
Dalam konteks capaian angka partisipasi kasar, secara umum APK pada jenjang SD/sederajat telah mencapai lebih dari 100%, sedangkan pada jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat, APK masih relatif rendah yang berkisar 85,17% dan 77,19%. Demikian pula dengan capaian angka partisipasi murni pada jenjang SD yang tercatat belum optimal, yaitu sebesar 97,45% pada tahun 2019; 80,04% pada jenjang SMP/sederajat; serta 62,08% pada jenjang SMA/sederajat, yang secara umum menggambarkan masih rendahnya efektivitas dan aksesibilias pendidikan khususnya pada jenjang SMP dan SMA.
Meski demikian, aksesibilitas pendidikan secara umum semakin baik dari tahun ke tahun, sebagaimana tercermin dari angka harapan lama sekolah (HLS) di Kota Serang cenderung meningkat dari tahun ke tahun, yang secara agregat telah mencapai 12,77 tahun pada tahun 2019. Demikian pula dengan angka RLS yang meningkat menjadi 8,67 tahun yang juga diiringi dengan peningkatan baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan. Sayangnya ketimpangan gender masih tampak cukup nyata pada angka RLS penduduk perempuan yang hanya sebesar 8,17 tahun dibandingkan dengan RLS penduduk laki-laki yang telah mencapai 9,41 tahun, meski angka HLS cenderung menunjukkan ketimpangan yang makin kecil yaitu sebesar 12,68 tahun untuk penduduk perempuan dan 12,90 tahun untuk penduduk laki-laki.
Dalam konteks pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, anak-anak banyak memanfaatkan ragam fasilitas publik yang tersedia di Kota Serang, baik yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun oleh masyarakat, antara lain Taman Baca Masyarakat yang jumlahnya mencapai 68 unit pada tahun 2019, berbagai aktivitas kreatif dan produktif yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di 539 SMP dan SMA se-Kota Serang, berbagai akvititas pembinaan kemandirian yang dibina oleh sekira 546 Gugus Depan Gerakan Pramuka yang berbasis di sekolah-sekolah formal dan juga madras / pondok pesantren, berbagai kreativitas yang dilakukan oleh lebih dari 74 organisasi karang taruna yang dibina dan mendapat alokasi dana kelurahan di masing-masing kelurahan, serta aktivitas anak dalam sejumlah forum anak di tingkat kecamatan maupun kota yang berjumlah 14 forum anak. Aktivitas anak dalam pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya ini belum termasuk berbagai organisasi /unit / satuan pembinaan kesenian baik dalam bentuk komunitas, sanggar, maupun grup-grup kesenian yang jumlahnya mencapai 365 kelompok; lebih dari 142 klub olahraga, tidak termasuk sebanyak 194 organisasi olahraga sesuai dengan induk organisasi olahraga yang ada; 94 organisasi kepemudaan yang dibina oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Serang. Gambaran tentang informasi ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.20
Fasilitas Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya Tahun 2018-2019
No Fasilitas Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya
2018 2019
1 Jumlah klub olahraga 138 142
2 Jumlah gedung olahraga 4 7
3 Jumlah organisasi kepemudaan
(OKP) 78 94
4 Jumlah organisasi olahraga 179 194
5 Gelanggang / balai remaja 3 3
6 Lapangan olahraga 12 12
7 Jumlah Grup Kesenian 330 365
8 Perpustakaan NA 536
9 Taman Baca Masyarakat 38 68
Sumber: Dindikbud dan Disporapar Kota Serang, 2020
Di samping beragam fasilitas di atas, secara khusus terdapat sejumlah fasilitas yang menjadi pusat kreativitas anak di Kota Serang, yaitu wadah pengembangan kreativitas anak dan secara khusus berfokus pada isu-isu pemenuhan hak anak khususnya yang terkait dengan klaster dimensi pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.21 Pusat Keativitas Anak No Nama Pusat
Kreativitas Anak Lokasi
1 Rumah Dunia Kompleks Hegar Alam No. 40, Kampung Ciloang, Sumurpecung, Kecamatan Serang 2 Taman Kreatif
Pipitan Pipitan, Kecamatan Walantaka
3 Taman Jawara Kaibon, Banten, Kecamatan Kasemen 4 Rumah Pintar Komplek Kopassus, Kecamatan Taktakan
4.2.5
Perlindungan Khusus
Pada klaster perlindungan khusus di Kota Serang hanya akan memuat beberapa data yang relevan dengan kondisi daerah mengingat sejumlah data lainnya yang secara faktual tidak ada dan/ atau tidak terjadi di Kota Serang, seperti: data tentang anak dalam situasi darurat, baik tentang pengungsi anak, maupun situasi konflik bersenjata; serta data tentang anak yang masuk dalam kelompok minoritas dan adat.
Merujuk pada data tentang kekerasan pada bagian sebelumnya, sepanjang tahun 2019 terdapat sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan anak sebagai korbannya, dengan total kasus mencapai 37 kasus. Sebagian besar kasus (62%) merupakan kasus kekerasan seksual terhadap anak, sisanya tersebar dalam berbagai bentuk kekerasan seperti kekerasan fisik, psikis, dan penelantaran. Di samping itu, tercatat terdapat sebanyak 4 kasus yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum yang terjadi di Kecamatan Walantaka dan Taktakan. Tabel berikut menjelaskan sebaran kasusnya berdasar kecamatan.
Tabel 4.22
Anak Korban Kekerasan dan Eksploitasi Tahun 2019
No Bentuk Kekerasan Kecamatan Jumlah
Serang Curug Cipocok
Jaya Kase-men Walan-taka takan
Tak-1 Fisik 1 - - 1 1 - 3 2 Psikis 2 - 1 - - 1 4 3 Seksual 8 2 3 1 4 5 23 4 Eksploitasi - - - - - - - 5 Penelantaran 1 - 2 1 1 - 5 6 Traficking - - - - - - - 7 Lainnya - - - 1 1 - 2 Jumlah 12 2 6 4 7 6 37
Sumber: DP3AKB Kota Serang, 2020 Tabel 4.23
Anak Berhadapan Dengan Hukum, Terorisme, dan Stigmatisasi Tahun 2019
No Keterangan Kecamatan Jumlah
Serang Curug Cipocok
Jaya Kase-men Walan-taka takan
Tak-1 Anak Berhadapan
dengan Hukum - - - - 2 2 4 2 Terorisme - - - - - - -
3 Stigma - - - - - - -
Jumlah - - - - 2 2 4
Merujuk pada tabel 2.12, terdapat sebanyak 5.124 anak telantar dan sekira 142 anak jalanan yang perlu mendapat perlindungan khusus mengingat kondisi ketelantaran yang dapat mengganggu dan menghambat perkembangan fisik dan psikisnya. Di samping itu, terdapat sekira 15,82% anak penyandang difabilitas dari total populasi penyandang difabilitas di Kota Serang yang mencapai sebanyak 1.510 jiwa. Anak penyandang difabilitas ini juga menuntut perlindungan khusus mengingat kebutuhannya yang juga bersifat khusus, baik pada bidang pendidikan, pemenuhan pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan lain-lain. Tabel berikut memberikan gambaran tentang sebaran anak penyandang difabilitas berdasar kecamatan.
Tabel 4.24
Anak Penyandang Difabilitas Tahun 2019
No Kelompok Disabilitas
Kecamatan Jumlah
Serang Curug Cipocok Jaya Kase-men Walan-taka Tak-takan 1 Anak dengan Difabilitas 44 15 42 60 37 41 239 2 Penyandang Difabilitas 301 161 199 283 286 280 1510 Jumlah 345 176 241 343 323 321 1749