BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.7. Luas Wilayah
4.8.2. Penduduk Berdasarkan Pekerjaan
Adapun jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian di Kampung Kubur adalah sebagai berikut :
Tabel 4.15. Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah (Jiwa)
1 PNS 80
2 Pegawai Swasta 38
3 Pedagang 402
4 Buruh 97
Sumber data : Kantor Lurah Petisah Tengah 2013 4.8.3. Fasilitas Sarana dan Prasarana
Adapun data yang dibuat mengenai fasilitas sarana dan prasarana di Kampung Kubur adalah sebagai berikut :
Tabel 4.16. Jumlah Sarana dan Prasarana No Fasilitas Jumlah (Unit)
1 Masjid 2
2 Posyandu 1
3 TPU 1
4 Lap. Badminton 1
5 Lap. Tenis 1
Sumber : Data Kantor Lurah Petisah Tengah 2015 4.8.4. Organisasi sosial dan budaya
Organisasi sosial budaya yang ada di Kampung Kubur ini terdiri dari Organisasi PKK, Majelis Taklim, Remaja Masjid dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat. Masyarakat kampung Kubur memiliki beberapa organisasi sosial budaya yang mereka bentuk sebagai wadah bersosialisasi, baik itu organisasi pemuda ataupun organisasi yang berhubungan dengan keagamaan. Dengan adanya organisasi ni diharapkan mempererat persaudaraan dan tolong menolong di masyarakat Kampung Kubur.
4.8.5. Struktur Pemerintah Kampung Kubur
Kampung Kubur merupakan 1 dari 16 Lingkungan di Kelurahan Petisah Tengah. Kelurahan Petisah Tengah yang dikepalai oleh Bapak M.
Agha Novrian, S.STP. M.Si. Sedangkan Kepala Lingkungan I atau Kampung Kubur dikepalai oleh Ibu Emmy Taruman.
Skema 4.2. Struktur Pemerintahan Kampung Kubur
Kepala Lurah Petisah Tengah
Warga Kampung Kubur Kepala Lingkungan I
kampung Kubur
BAB V ANALISIS DATA
5.1. Deskripsi Data Hasil Penelitian5.1.1. Pengantar
Pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan utama yaitu:
1. Penelitian dilakukan atau diawali dengan melakukan observasi ke Kampung Kubur Kelurahan Petiah Tengah Kecamatan Medan Petisah.
Observasi yang dilakukan merupakan partisipasi aktif peneliti di lapangan bersama Kepala Lingkungan dan masyarakat Kampung Kubur. Adapun lokasi yang telah di observasi peneliti dilakukan di Jalan Zainul Arifin Kampung Kubur Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah.
2. Melakukan wawancara mendalam dengan Kepala Lingkungan di Kampung Kubur dan tiga orang masyarakat Kampung Kubur mengenai upaya masyarakat Kampung Kubur dalam menghilangkan stigma negatif Kampung Narkoba menjadi Kampung Sejahtera di Kampung Kubur Kelurahan Petisah Tengan Kecamatan Medan Petisah.
Hasil penelitian yang telah dilakukan di lapangan diperoleh dari berbagai data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan informan. Untuk melihat gambaran yang lebih jelas dan rinci, maka penulis mencoba menguraikan petikan wawancara dengan informan serta narasi penulis tentang data-data tersebut, diteliti, ditelaah, maka selanjutnya adalah mengadakan kategorisasi perbandingan-perbandingan sebelum akhirnya menarik kesimpulan. Informan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 orang, dengan komposisi 3 orang informan
utama, dan 1orang informan kunci. Pada informan utama dan informan kunci dilakukan wawancara yangmendalam untuk memperoleh data mengenai upaya masyarakat Kampung Kubur dalam menghilangkan stigma negatif Kampung Narkoba menjadi Kampung Sejahtera di Kampung Kubur Kelurahan Petisah Tengan Kecamatan Medan Petisah..
Informan utama dalam penelitian ini adalah 3orang masyarakat yang berdomisili di Kampung Kubur dan mengetahui bagaimana situasi dan keadaan Kampung Kubur. Informan kunci dalam penelitian ini adalah 1 orang yaitu Kepala Lingkungan Kampung Kubur.
5.2. Pembahasan Hasil Penelitian
5.2.1. Informan Utama I : Ibu Rumah Tangga
Nama : Immah Hida
Tempat/Tanggal Lahir : Medan/5 Februari 1967
Usia : 50 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : SMP
Informan utama yang pertama adalah seorang ibu rumah tangga berusia 59 tahun bernama Imma Hida. Ibu Immah merupakan warga asli di Kampung Kubur. Beliau mempunyai 3 orang anak, 2 perempuan dan 1 orang laki-laki yang masih bersekolah. Ibu immah tidak bekerja, namun beliau memiliki warung kecil-kecilan di depan rumahnya. Beliau sudah lama mengetahui bahwa di Kampung Kubur dahulunya banyak terdapat pemakai dan pengedar Narkoba dan bahkan sampai Kampung Kubur bias disebut Kampung Narkoba.
“Bagi saya biasa saja. Karena memang benar adanya, itu memang fakta dan tidak bias dipungkiri. Tapi apapun kata orang-orang diluar sana tentang kampung kami ini, ‘tak apa, itu hak mereka. Kampung ini kotor bukan karena ulah orang-orang yang ada didalam kampung ini saja, orang dari luar juga masuk dan bermain di kampung ini, jadi kampung ini rusak dan namanya jelek juga karena perbuatan orang dari luar kampung ini.”
Sebernarnya didalam keluarga ibu Immah tidak ada seorang pun anggota keluarga yang terlibat didalam lingkaran narkoba. Hanya saja banyak pengaruh dan dampak negatif yang dating dari lingkungan, khususnya dari luar lingkungan Kampung Kubur. Keluarga ibu Immah juga mengetahui akan keadaan kondisi di lingkungan Kampung Kubur, sehingga beliau dan masyarakat lainnya juga punya upaya dalam mengatasi stigma negatif tentang kampung mereka.
“Ya upaya kami masyarakat disini ada, seperti mengusir dan marah terhadap tindakan para pemakai yang memakai narkoba dilingkungan kampung kami. Kadang kami laporkan juga ke Polisi biar di grebek. Ibu-ibu di kampung ini juga sering buat pengajian, supaya lingkungan ini kami doakan semakin baik. Dan kami di kampung ini juga sering buat kegiatan gotong royong setiap sore dan bahkan ramai kami yang kumpul.”
Selain upaya masyarakat Kampung Kubur, mereka juga tetap mendapat pengawasan dari pemerintah kota Medan, khususnya bagian
Kepolisian jikalau ada laporan mengenai sekumpulan pemakai narkoba d area Kampung Kubur, maka Kepolisian akan segera melakukan penggerebekkan ke lokasi perkumpulan pemakai narkoba.
“Ada. Sekarang ini Polisi lagi sering-seringnya melakukan razia rutin disini guna mensterilkan kampung ini. Hampir setiap malam itu polisi disini keliling. Sama aksi gotong royong kebersihan lingkungan itu pun program pemerintah.”
5.2.2. Informan Utama II : Pedagang
Nama : Ayudiah
Tempat/Tanggal Lahir : Asahan/ 20 April 1968
Usia : 49Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : Tidak pernah sekolah
Informan pertama yang kedua merupakan seorang pedagang di Kampung Kubur. Seorang kepala rumah tangga yang memiliki 2 orang anak laki-laki dan sekarang berstatus duda. Beliau juga sama seperti informan pertama bahwa beliau mengetahui akan keadaan dan situasi yang sudah dikenal banyak masyarakat luar mengenai keadaan Kampung Kubur.
“ Kalau ditanya respon kami masyarakat sini tentang pandangan orang luar sana yang bilang kampung kami ini sarangnya narkoba, gak masalah.
Toh memang iya. Kalau masalah narkoba disini, mungkin udah gak bisa lagi dibersihkan. Udahnya sering dilakukan penggrebekan, tapi tetap aja masih ada, udah capeklah polisi-polisi itu grebek disini.”
Sudah sangat banyak tindakan-tindakan masyarakat Kampung Kubur untuk memberantas para pemakai dan pelaku pengedar. Mulai dari menggrebek sendiri bahkan melapor ke pihak yang berwajib.
“ Kalau tindakan kami ya itu tadi, kalau ada kami nampak yang makai yaa kami lapor langsung. Kami masyarakat disini ada pengajian disini, ada program gotong royong juga, itulah yang kami buat kegiatan disini biar baik nama kampung kami ini. Tapi balik lagi, susah sebetulnya, karena ad aja yang selalu datang orang luar sana makai narkoba disini. Tapi sekarang Alhamdulillah laah sudah mulai berkurang, kalau dulu sering kalipun.”
Selain upaya masyarakat Kampung Kubur, mereka juga tetap mendapat pengawasan dari pemerintah kota Medan, khususnya bagian Kepolisian jikalau ada laporan mengenai sekumpulan pemakai narkoba d area Kampung Kubur, maka Kepolisian akan segera melakukan penggerebekkan ke lokasi perkumpulan pemakai narkoba.
“Peran pemerintah ada, contohnya mereka kasih kegiatan gotong royong sama kami rutin setiap sore. Polisi pun sering patroli, keliling kampung ini. Ini pun sebentar lagi jalanan di kampung kami mau dibagusi, disemen, dikasih taman. Mudah-mudahanlah dengan program dari
pemerintah ini nama kampung kami jadi baik.”
5.2.3. Informan Utama III : Pegawai Toko
Nama : Mulyani Nasution
Tempat/Tanggal Lahir : Tebing Tinggi/15 Agustus 1990
Usia : 27 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : D3
Informan Utama yang ketiga adalah seorang ibu rumah tangga beranak 1 yang bekerja sebagai pegawai toko di salah satu departemen store di Medan.
Mulyani awalnya merupakan pendatang di Kampung Kubur yang tinggal disalah satu rumah kost-an milik warga Kampung Kubur tetapi sekarang Mulyani sudah menjadi warga tetap di Kampung Kubur. Demi membiayai pendidikan anaknya dan keuangan rumah tangganya, dia bekerja sebagai pegawai toko. Mulyani juga sudah lama mengetahui keadaan dan situasi di Kampung Kubur.
“ Kalau itu bang, masyarakat sini udah tidak mau lagi menanggapi kali, karena kan itu cuma pandangan orang luar yang tidak tau sebenarnya gimana Kampung Kubur ini sekarang. Yang penting ya kami warga kampung ini hidup tenang. Asalkan tau aja kami ada yang makai narkoba lagi disini, langsung kami usir terus kami laporkan lah ke polisi.”
Sudah sangat banyak tindakan-tindakan masyarakat Kampung Kubur untuk memberantas para pemakai dan pelaku pengedar. Mulai dari menggrebek sendiri bahkan melapor ke pihak yang berwajib.
“Kalau dibilang tinggal diam pun enggak juga bang. Seringnya kami tegur, Cuma karena udah terlalu sering gitu jadi kami Cuma serahkan aja ke polisi untuk ditindaklanjuti.”
Selain upaya masyarakat Kampung Kubur, mereka juga tetap mendapat pengawasan dari pemerintah kota Medan, khususnya bagian Kepolisian jikalau ada laporan mengenai sekumpulan pemakai narkoba d area Kampung Kubur, maka Kepolisian akan segera melakukan penggerebekkan ke lokasi perkumpulan pemakai narkoba.
“Kalau peran pemerintah sekarang ini setiap malam nanti polisi patroli disini. Mulai ketat sekarang penjagaan karena laporan-laporan dari masyarakat disini. Kalau untuk membersihkan nama baik Kampung Narkoba itu jadi Kampung Sejahtera yaa kayak program dari pemerintah lah bang. Kami sering gotong royong, fasilitas yang positif makin ditambahkan, khususnya di bidang olahraga yang bertujuan supaya warga sini gak ikutan jadi pemakai atau pengedar.”
5.2.4. Informan Kunci : Kepala Lingkungan I
Nama : Halim
Tempat/Tanggal Lahir : Medan/ 27 Mei 1967
Usia : 50 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pendidikan : D3
Informan kunci merupakan seorang Kepala Lingkungan I Kampung Kubur.
Beliau juga seorang kepala rumah tangga yang mempunyai pekerjaan sampingan sebagai supir Grab. Beliau juga merupakan warga asli Kampung Kubur, sehingga sudah sangat mengetahui keadaan dan situasi kampung tersebut.
“ Respon yang saya lihat di masyarakat itu biasa saja. Mereka tidak terlalu memikirkan apa kata orang dari luar sana. Mungkin karena dari dulunya Kampung Kubur ini disebut Kampung Narkoba.”
Menurut data laporan masyarakat yang masuk ke Kelurahan bahwa
banyaknya laporan dimana masyarakat melihat pemakai atau pengedar beraksi.
“Memang belum teratasi sepenuhnya tapi sejauh ini kalau dibandingkan dengan dahulu, sekarang ini sudah berkurang dan tidak seperti dulu. Mungkin sudah 95% teratasi, paling tinggal sedikit lagi yang belum teratasi. Yaa, orang-orang dari luar yang selalu membuat jelek nama kampung ini, mereka datang ke kampung ini dengan tujuan memakai narkoba, bahkan pernah kedapatan polisi pun juga ada didalam kelompok pemakai itu.”
Sebenarnya dari masyarakat Kampung Kubur pun sudah ada tindakan yang mampu sedikit demi sedikit mengubah stigma-stigma negatif yang timbul dari masyarakat luar.
“ kalau dibilang apa upaya masyarakat, kami selalu melakukan upaya untuk mengurangi kejadian-kejadian seperti melaporkan langsung ke pihak yang berwajib jika kami temui adanya orang atau kelompok yang sedang memakai narkoba di kampung ini. Terkadang juga kami suruh polisi untuk patroli rutin di kampung ini. Yaa, sisanya dengan mealakukan hal-hal positif lah, seperti gotong royong bersama, berolahraga bersama. Tapi sekarang udah mulai bersih, jauh dibanding sama yang dulu. Udah suatu kemajuan lah dikampung ini.”
Pemerintah kota Medan juga tidak lepas tanggung jawab untuk membersihkan para pemakai narkoba dan pengedar narkoba di kota ini, khususnya d Kampung Kubur. Karena di Kampung Kubur ini sudah sangat dikenal sebagai Kampung Narkoba.
“Upaya pemerintah yaa itu tadi. Pihak kepolisian melakukan patroli ketat di sekitaran Kampung Kubur ini. Kadang sampai ada yang jaga malam di sini. Beda sama keadaan dulu, belum seketat sekarang. Apabila tiba-tiba ada laporan dari masyarakat, pemerintah juga langsung sigap.
Pemerintahan juga sudah banyak melakukan penggrebekan tempat judi, kayak jackpot itu udah habis di berantas. Mungkin karena itulah sekarang Kampung Kubur ini tidak seperti dulu, sudah banyak kemajuannya.”
5.3. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah, namun demikian masih memiliki keterbatasan yaitu :
4. Dalam melakukan wawancara di penelitian ini mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam lingkungan Kampung Kubur, dikarenakan tidak sembarang orang boleh masuk ke area Kampung Kubur. Sehingga sedikit sulit dalam mendapatkan informan penelitian yang diperlukan.
5. Keterbatasan waktu yang dimiliki oleh informan penelitian, sehingga waktu pelaksanaan wawancara dengan informan penelitian sangat singkat. Hal ini membuat informasi yang didapatkan selama penelitian menjadi sedikit dan kurang memadai.
6. Dalam melakukan wawancara terkadang proses wawancara terganggu dengan kondisi sekitar. Di tambah lagi karena masyarakat Kampung Kubur kurang terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penulis.
BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis tentang Upaya Masyarakat Kampung Kubur dalam mengubah stigma negatif Kampung Narkoba menjadi Kampung Sejahtera di Kampung Kubur Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah kota Medan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil penelitian ini merupakan gambaran dari peran masyarakat Kampung Kubur dalam mengubah stigma negatif Kampung Narkoba menjadi Kampung Sejahtera di Kampung Kubur Kelurahan Petisah Kecamatan Medan Petisah kota Medan.
Masyarakat Kampung Kubur sudah melakukan beberapa upaya untuk mengubah stigma-stigma negatif yang datang dari luar kampung, yang mengatakan bahwa Kampung Kubur merupakan Kampung Narkoba. Sehingga masyarakat Kampung Kubur melakukan beberapa kegiatan positif seperti, bergotong royong setiap hari di waktu sore, berolahraga bersama di lapangan-lapangan olahraga yang sudah disediakan oleh pemerintah, dan melakukan kegiatan rohani seperti pengajian para ibu.
2. Masyarakat Kampung Kubur juga melakukan upaya seperti membantu pihak kepolisian jikalau masyarakat menemukan atau menjumpai sekumpulan pemakai narkoba yang mencoba lagi
memakai narkoba di area lingkungan Kampung Kubur. Masyarakat Kampung Kubur akan segera melapor ke pihak berwajib agar para pemakai narkoba bisa langsung digrebek/diproses.
6.2. Saran
Berdasarkan uraian hasil penelitian, bahwa penulis memberikan beberapa saran yang dapat berguna bagi masyarakat Kampung Kubur agar semakin mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat di luar Kampung Kubur. Saran tersebut antara lain :
1. Melakukan kegiatan lain,tidak hanya dibidang olahraga. Seperti dalam bidang seni dan kebudayaan
2. Menambah kegiatan kerohanian bagi pemuda juga, tidak hanya ibu-ibu nya saja.
3. Kelompok pemuda/i mengikuti pelatihan-pelatihan keterampilan diluar yang diadakan. Sehingga mereka yang tergabung juga dibekali keterampilan-keterampilan yang dapat dimanfaatkan dikemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA
Adi, IsbandiRukminto, (2003),Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas, Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Arikunto, Suharsimi.2000.Manajemen Penelitian.Rineka Cipta: Jakarta
Azwar,Syarifuddin. 1999. Metode Penelitian.Pustaka Pelajar: Yogyakarta Badan Narkotika Nasional Provinsi sumatera Utara. 2013. Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Penanggulangannya. Medan: BNNP-Sumut.
BNN.RI.2004.Komunikasi Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.
Jakarta
BNN: Jakarta ________.2004.Pedoman Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagiPemuda.
BNN:Jakarta________. 2006.Kamus Narkoba, Istilah-istilah Narkoba dan Bahaya Penyalahgunaannya.
BNN: Jakarta________.2007.Mengenal Penyalahgunaan Narkoba, Buku 2A untuk remaja/ anak muda.
BNN: Jakarta________.2007.Mengenal Penyalahgunaan Narkoba, Buku 2B untuk orangtua dan dewasa.
Hawari, Dadang.2001.Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAZA.
Koentjaraningrat. (1994). Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Kuntowidjojo. (1988). Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Singarimbun, Masri, Sofian Effendi.1989. Metode Penelitian Survai.LP3ES:
Jakarta
Sitompul, Harun, dkk. 2004.Mereka Bicara Narkoba, Penanggulangan Narkoba berbasis Sekolah.Citapustaka Media
Soekanto, Soerjono. (1983). Pribadi dan Masyarakat. Bandung: Alumni.
Tunggal, Hadi Setia. 2007.Himpunan Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Narkotika, Psikotropika, dan Peraturan Industri MinumanBeralkohol.Harvarindo:
Jakarta
Sumber Online
Antigadisweblog, permasalahan narkoba di Indonesia, www.Antigadis.wordpress.
com.(17.04.08)
A Z M I L, penyalahgunaan narkoba di Sumut.www.bainfokomsumut.go.id, (17.04.2008)
Beritasore, sumut jadi target operasi bandar narkoba,www.beritasore.com (17.04.08)
Kapanlagi, penyalahgunaan narkoba di Sumut, www.kapanlagi.com(17.04.2008)
Majid, Abdul. 2008. Pengertian Masyarakat.
(http://majidbsz.wordpress.com/2008/-06/30/pengertian-masyarakat/, diakses tanggal 27Maret 2017.
PolitikIndonesia.com, Penyalahgunaan Narkoba di Sumut Tinggi, www.politikindonesia.com. (17.04.08)
http://erepo.unud.ac.id/11042/3/921899385f56ce5b32cc163ac5e1160a.pdf diakses pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 21.00 WIB http://jabar.bnn.go.id/artikel/menghapus-stigma-negatif-masyarakat-terhadap-penyalahguna-narkoba-yang-telah-direhabilitasi diakses pada tanggal 27 Maret
2017 pukul 21.00 WIB http://www.tribunnews.com/regional/2016/02/18/peredaran-sabu-di-kampung-kubur-masih-terjadi diakses pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 21.00 WIB http://medan.tribunnews.com/2016/09/20/kampung-kubur-digerebek-lagi-bandar-narkoba-berhasil-lolos diakses pada tanggal 28 Maret 2017 pukul 22.40 WIB http://regional.kompas.com/read/2016/01/11/14313191/Buwas.Pengguna.Narkoba .di.Indonesia.Meningkat.hingga.5.9.Juta.Orang diakses pada tanggal 28 Maret 2017 Pukul 22.40 WIB http://www.batok.co/2016/04/19/data-bnn-menunjukkan-peningkatan-besar-pengguna-narkoba-pasca-eksekusi-mati-pengedar/ diakses pada tanggal 28 Maret 2017 Pukul 22.45 WIB http://kabar24.bisnis.com/read/20160307/367/525706/penyalahgunaan-narkoba-pada-2015-kasus-narkoba-naik-13 diakses pada tanggal 30 Maret 2017 pukul 22.10 WIB
http://p2tel.or.id/2012/06/sejahtera/ diakses pada tanggal 23 April 2017 Pukul 20.30 WIB
https://www.kemsos.go.id/unduh/UU-Kesos-No11-2009.pdf diakses pada tanggal 24 April Pukul 19.00 WIB
Sumber Lain
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19888/4/Chapter%20II.pdf diakses pada tanggal 27 Maret 2017 WIB
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/53636 diakses pada tanggal 30 Maret 2017 20.30 WIB
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/54874/4/Chapter%20II.pdf diakses pada tanggal 30 Maret 2017 Pukul 20.30 WIB
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/66392/Chapter%20III-VI.pdf?sequence=2&isAllowed=y diakses pada tanggal 16 Oktober 2017 Pukul 12.20 WIB
Saat Mewawancarai Ibu Ayudiah sebagai informan utama II
Saat mewawancarai Pak Alim selaku Kepala Lingkungan I Kampung Kubur
Saat mewawancarai Pak Alim selaku Kepala Lingkungan I Kampung Kubur
Foto bersama dengan Bapak Kepala Lingkungan I Kampung Kubur
Suasana Kampung Kubur