BAB V Simpulan dan Saran
DAFTAR PUSTAKA
D. PENELITIAN DESKRIPTIF 1. Pendahuluan
3. Macam-macam Penelitian Deskriptif
Berdasarkan cara mengumpulkan data penelitian deskriptif dibagi menjadi dua macam yaitu:70
a. Penelitian self-report ada 3 macam yaitu:
1) Penelitian survey adalah suatu usaha untuk mengumpulkan data (satu atau beberapa variabel) dari anggota populasi untuk menentukan status populasi pada waktu dilakukan penelitian.
2) Studi perkembangan (developmental studies) adalah penelitian yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya bagaimana sifat-sifat anak pada berbagai usia, bagaimana perbedaan mereka dalam tingkatan-tingkatan usia itu serta bagaimana mereka tumbuh dan berkembang
3) Studi tindak lanjut (Follow up studies) studi ini dilakukan untuk menentukan status dari suatu kelompok (objek) sesudah melewati kurun waktu tertentu.
4) Studi Sosiometri yaitu analisis hubungan antar pribadi dalam suatu kelompok individu.71
b. Penelitian observasi ada 3 macam yaitu:72
1) Observasi non-partisipasi, yaitu pengamat tidak langsung terlibat pada situasi uang sedang diamati.
70 Sumanto, Metodologi Penelitian dan Pendidikan, hlm. 79-81
71 Sukardi, Metodologi Penelitian Kompetensi, hlm. 162.
2) Observasi partisipasi, yaitu pengamat sungguh-sungguh menjadi bagian dan ambil bagian pada situasi yang diamati.
3) Etnografi
Etnografi menyangkut pengumpulan data yang intensif, yaitu pengumpulan data pada banyak variabel dengan kurun waktu yang lama, pada situasi apa adanya.
Ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan dalam meneliti, serta tempat dan waktu penelitian dilakukan, penelitian deskriptif dapat dibagi atas beberapa jenis, yaitu:
a. Metode survei
Metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara factual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Metode survey membedah dan menguliti serta mengenal masalah-masalah serta mendapatkan pembenaran terhadap keadaan dan praktik-praktik yang sedang berlangsung. Dalam metode survey juga dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa mendatang.
b. Metode deskriptif berkesinambungan (continuity descriptive)
Metode deskriptif berkesinambungan adalah kerja meneliti secara deskriptif yang dilakukan secara terus menerus atas suatu objek penelitian. Metode ini sering kali digunakan dalam meneliti masalah-masalah sosial. Pengetahuan yang lebih menyeluruh dari masalah serta fenomena dan kekuatan-kekuatan sosial dapat
diperoleh jika hubungan-hubungan fenomena dikaji dalam suatu interval perkembangan dalam suatu periode yang lama. Dengan memperhatikan secara detail perubahan-perubahan yang dinamis dalam suatu interval tertentu, maka generalisasi suatu situasi atau fenomena secara dinamis dapat dibuat.
c. Studi kasus (case study)
Studi kasus adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas.73 Subjek penelitian dapat saja individu, kelompok, lembaga maupun masyarakat. Hasil dari penelitian kasus merupakan suatu generalisasi dari pola-pola kasus yang tipikal dari individu, kelompok, lembaga dan sebagainya. Subjek penelitian dapat saja individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat. Tujuan studi kasus adalah untuk memberikan gambaran secara detail tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus, ataupun status dari individu, yang kemudian dari sifat-sifat khas di atas akan dijadikan suatu yang bersifat umum.
Studi kasus mempunyai kelemahan karena anggota sampel yang terlalu kecil, sehingga sulit dibuat inferensi kepada populasi. Disamping itu, studi kasus sangat dipengaruhi oleh pandangan subjektif dalam pemilihan kasus karena adanya sifat khas yang terlalu dibesar-besarkan. Studi kasus mempunyai keunggulan sebagai suatu studi untuk mendukung studi-studi yang besar di kemudian hari.
Langkah-langkah pokok dalam meneliti kasus adalah sebagai berikut:
1) Rumuskan tujuan.
2) Tentukan unit - unit, sifat - sifat mana yang akan diteliti dan hubungan apa yang akan dikaji serta proses - proses apa yang
akan menuntun penelitian.
3) Tentukan rancangan serta pendekatan dalam memilih unit - unit dan teknik pengumpulan data mana yang digunakan. 4) Kumpulan data.
5) Organisasikan informasi serta data yang terkumpul dan analisis untuk membuat interpretasi serta generalisasi. 6) Susun laporan dengan memberikan kesimpulan serta
implikasi dari penelitian.
d. Studi atau penelitian komparatif
Penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat dengan menganalisis factor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. Metode penelitian komparatif adalah bersifat ex post facto. Artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dikumpulkan telah selesai berlangsung.
Keunggulan metode ini adalah sebagai berikut:
1) Metode komparatif dapat mensubstitusikan metode eksperimental karena beberapa alasan :
a) Jika sukar diadakan kontrol terhadap salah satu factor yang ingin diketahui atau diselidiki hubungan sebab akibatnya;
b) Apabila teknik untuk mengadakan variabel kontrol dapat menghalangi penampilan fenomena secara normal ataupun tidak memungkinkan adanya interaksi secara normal;
c) Penggunaan laboratorium untuk penelitian tidak dimungkinkan, baik karena kendala teknik, keuangan, maupun etika, dan normal.
2) Dengan adanya teknik yang lebih mutakhir serta alat statistic yang maju, membuat penelitian komparatif dapat
mengadakan estimasi terhadap parameter - parameter hubungan kausal secara efektif.
Penelitian komparatif mengandung kelemahan sebagai berikut:74
a) Karena penelitian komparatif sifatnya eks post facto, maka penelitian tersebut tidak mempunyai kontrol terhadap variabel besar.
b) Sukar memperoleh kepastian, apakah factor-faktor penyebab suatu hubungan kausal yang di selidiki benar-benar relevan. c) Karena factor-faktor penyebab bukan bekerja secara
merdeka tetapi saling berkaitan antar satu dengan yang lain, maka interaksi antar faktor-faktor tunggal sebagai penyebab atau akibat terjadinya suatu fenomena sukar diketahui. d) Adakalanya dua atau lebih faktor memperlihatkan adanya
hubungan, tetapi belum tentu bahwa hubungan yang diperlihatkan adalah hubungan sebab akibat.
e) Mengkategorisasikan subjek dalam dikotomi (misalnya tua muda, pandai bodoh, dll.) untuk tujuan perbandingan, dapat menjurus kepada pengambilan keputusan dan kesimpulan yang salah akibat kategori-kategori dikotomi yang bersifat kabur, bervariasi, samar-samar, menghendaki value
judgement, dan tidak kokoh.
Langkah-langkah pokok dalam penelitian komparatif adalah sebagai berikut:75
a) Rumuskan dan definisikan masalah. b) Jejaki dan teliti literatur yang ada.
c) Rumuskan kerangka teoritis dan hipotesis-hipotesis serta asumsi - asumsi yang dipakai.
d) Buatlah rancangan penelitian.
74 Sumardi Suryabrata, Metode Penelitian, (Jakarta: PT Raja Grafindo, 1994),
e) Uji hipotesis untuk interpretasi terhadap hubungan dengan teknik statistik yang tepat.
f) Buat generalisasi, kesimpulan, serta implikasi kebijakan. g) Susun laporan dengan cara penulisan ilmiah.
e. Analisis kerja dan aktivitas (job and activity analysis) Analisis kerja dan aktivitas merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini ditujukan untuk menyelidiki secara terperinci aktivitas dan pekerjaan manusia, dan hasil penelitian tersebut dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk masa yang akan datang.
f. Studi waktu gerakan (time and motion study)
Studi waktu dan gerakan adalah penelitian dengan metode deskriptif yang berusaha untuk menyelidiki efisiensi produksi dengan mengadakan studi yang mendetail tentang penggunaan waktu serta perilaku pekerja dalam proses produksi. Gerak-gerak utama dalam pekerjaan diamati, dicatat, dilukiskan, serta dianalisis.
4. Kriteria Pokok Metode Deskriptif a. Kriteria umum, antara lain:
1) Masalah yang dirumuskan harus patut, ada nilai ilmiah serta tidak terlalu luas.
2) Tujuan penelitian harus dinyatakan dengan tegas dan tidak terlalu umum.
3) Data yang digunakan harus fakta - fakta yang terpercaya bukan merupakan opini.
4) Standar yang digunakan untuk membuat perbandingan harus mempunyai validitas.
5) Harus ada deskripsi yang terang tentang tempat serta waktu penelitian dilakukan.
6) Hasil penelitian harus berisi secara detail yang digunakan, baik dalam pengumpulan data maupun dalam menganalisis data serta studi kepustakaan yang dilakukan.
b. Kriteria khusus, antara lain:
1) Prinsip-prinsip ataupun data yang digunakan dinyatakan dalam nilai (value).
2) Fakta-fakta ataupun prinsip-prinsip yang digunakan adalah mengenai masalah status.
3) Sifat penelitian adalah eks post facto, karena itu, tidak ada control terhadap variabel.
5. Langkah-Langkah Umum Dalam Metode Deskriptif