• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian ini membahas tentang penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian ini. Hasil penelitian yang relevan tersebut merupakan acuan dalam kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik yang akan diteliti diklasifikasi menjadi tiga yaitu penelitian tentang strategi pemasaran, penelitian tentang UKM dan penelitian tentang brownies.

2.4.1 Penelitian mengenai Strategi Pemasaran

Hapsari (2011) dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Strategi pemasaran Tanaman Hias Pada Godong Ijo Nursery, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat meneliti mengenai rumusan strategi pemasaran jika diakitkan dengan kondisi lingkungan internal dan lingkungan eksternal yang dihadapi perusahaan dan meneliti mengenai persepsi konsumen terhadap atribut bauran pemasaran yang telah dijalankan.

Identifikasi lingkungan pemasaran dilakukan dengan cara mengklarifikasi lingkungan pemasaran menjadi dua yaitu lingkungan internal pemasaran dan lingkungan eksternal pemasaran. Lingkungan Internal yang dikaji Hapsari (2011) yaitu dengan mengidentifikasi STP (Segmentation, Targeting dan Positioning) dan bauran pemasaran (produk, harga, tempat dan promosi). Sedangkan analisis lingkungan eksternal pemasaran yaitu mengidentifikasi lingkungan jauh (faktor

17 ekonomi, faktor sosial dan faktor teknologi) dan lingkungan industri (Ancaman masuk pendatang baru, persaingan diantara perusahaan sejenis, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pemasok dan kekuatan tawar menawar pembeli.

2.4.2 Penelitian mengenai UKM

Penelitian mengenai UKM sebelumnya telah dilakukan oleh Rizky (2011) dan Lestari (2010). Rizky (2011) meneliti UKM Zocha Graha Kriya. Responden pada penelitian yang dilakukan Rizky (2011) ini adalah jajaran pimpinan KUB Zocha Graha Kriya, Kepala Bidang Industri dan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Kepala Divisi Marketing Asgar muda Garut.

Lestari (2010) melakukan analisis strategi pemasaran pada UKM Pakaian Muslim Galih Design, Bogor, Jawa Barat dengan menggunakan metode analisis AHP. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa elemen utama yang dipertimbangkan dalam penyusunan strategi pemasaran Galih Design adalah kualitas produk, saluran distribusi pemasaran, selera konsumen, karakteristik persaingan, kemampuan finansial dan persaingan. Alternatif strategi yang digunakan Lestari (2010) adalah memperluas dan memperkuat kemitraan dengan agen, mengintensifkan dan mengefektifkan promosi, meningkatkan penjualan langsung dan memantapkan posisi dalam persaingan.

2.4.3 Penelitian dengan Alat Bantu AHP

Penelitian Afandi (2011) berjudul Strategi Promosi Restoran Waralaba Mie Jogja Cabang Bogor membahas mengenai salah satu bauran pemasaran yaitu bauran Promosi. Alat analisis penelitian Afandi (2011) ini yaitu menggunakan AHP (Analitycal Hierarchy Process) dengan tiga level strategi. Level satu (fokus) pada merumuskan dan menganalisis alternatif strategi promosi restoran waralaba Mie Jogja Cabang Bogor. Level dua penelitian ini memiliki lima faktor tujuan yaitu meningkatkan image positif restoran, meningkatkan penjualan, member informasi produk, memperluas pangsa pasar dan menghadapi pesaing. Level terakhir yaitu level tiga memiliki lima alternatif strategi yaitu fokus periklanan, fokus promosi penjualan, fokus humas dan publisitas, fokus pemasaran langsung dan fokus penjualan pribadi.

Gusman (2009) dengan judul skripsi “Analisis Strategi Pemasaran Jasa

pada Lido Lakes Resort dan Conference”. Dalam pengolahan data, penulis

menggunakan alat analisis: Analytical Hierarchy Process (AHP). Faktor utama yang memiliki pengaruh terbesar dalam penyusunan strategi pemasaran jasa pada Lido Lakes Resort dan Conference adalah pengalaman perusahaan dalam 3-5 tahun terakhir. Aktor yang paling berperan dalam pengambilan keputusan strategi pemasaran adalah General Manager, sedangkan tujuan utama yang ingin dicapai adalah meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan. Alternatif strategi terbaik yang seharusnya dijalankan perusahaan adalah melakukan pembangunan gedung baru untuk penambahan 75-100 kamar baru beserta fasilitas pendukungnya.

Penelitian senada yang menggunakan alat analisis AHP juga dilakukan oleh Syavriani (2009) dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Strategi Promosi Restoran Gurih 7 Bogor”. Responden yang dipilih penulis adalah manager operasional Restoran Gurih 7. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan strategipromosi yaitu faktor tujuan promosi, anggaran, karakteristik produk, karakteristik pasar, konsumen, pesaing dan daur hidup produk. Dalam tujuan promosi yang dijadikan pertimbangan adalah menginformasikan produk dan mengingatkan keberadaan produk, meningkatkan penjualan, memperluas target pasar, dan menghadapi pesaing. Dalam anggaran yang perlu di perhatikan yaitu sumber dana (sale) dan besarnya dana (cash). Pada karakteristik produk yang dijadikan pertimbangan yaitu sifat produk dan mutu produk. Jenis pelanggan, konsentrasi pasar dan segmen pasar merupakan faktor pertimbangan dalam karakteristik pasar. Faktor konsumen yang perlu dipertimbangkan yaitu loyalitas konsumen, tahap kesiapan konsumen, dan karakteristik konsumen. Pesaing menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi Restoran Gurih 7 dalam menetapkan strategi promosi dan faktor yang menjadi pertimbngan yaitu tingkat persaingan, kegiatan promosi pesaing dan keberadaan bisnis di pasar. Pejualan, laba dan jumlah pesaing menjadi faktor terakhir yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan strategi promosi.

19 2.4.4 Penelitian mengenai Brownies

Penelitian mengenai brownies ini dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnnya yaitu Setyawan (2006), Miranti (2008) dan Rahmanto (2010). Khusus untuk Elsari Brownies and Bakery terdapat dua penelitian mengenai UKM ini yaitu penelitian yang dilakukan Miranti (2008) dan penelitian yang dilakukan Rahmanto (2010). Topik penelitian Miranti (2008) yaitu mengkaji mengenai pengembangan usaha Elsari Brownies and Bakery melalui analisis aspek pasar dan keuangan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi struktur pasar brownies di Kota Bogor, menilai efisiensi saluran distribusi brownies di Kota Bogor, menilai kinerja keuangan Elsari Brownies and Bakery, menentukan kebutuhan modal untuk mengembangkan usaha Elsari Brownies and Bakery, menentukan kelayakan rencana pengembangan usaha dan tingkat sensitivitas usaha Elsari Brownies and Bakery. Sumber penelitian yang sama dilakukan oleh Rahmanto (2010) yaitu tentang Elsari Brownies and Bakery dari segi pengembangan usaha.

Hasil penelitian Miranti (2008) menyatakan bahwa struktur pasar pada Elsari Brownies and Bakery terdiri dari dua jenis, yaitu pasar persaingan monopolis untuk pasar tradisional dan oligopoli diferensiasi pada pasar modern dan instansi. Saluran distribusi brownies di Kota Bogor terdiri dari enam saluran yang melibatkan produsen, agen perorangan, toko kue dipasar tradisional, pasar modern dan instansi. Margin terbesar diperoleh dari penjualan langsung produsen ke konsumen. Kesimpulan lain mengenai pemasaran dinyatakan oleh Rahmanto (2010) bahwa cara pengembangan usaha Elsari Brownies and Bakery yaitu dengan melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk. Hasil penelitian terdahulu mengenai Elsari Brownies and Bakery merupakan sumber yang sangat relevan dijadikan acuan kajian untuk penyusunan strategi operasional dan penyusunan hierarki dengan AHP.

III KERANGKA PEMIKIRAN

Dokumen terkait