V GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 5.1 Sejarah Perusahaan
5.2 Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan
Visi, misi serta tujuan perusahaan merupakan poin yang dituju oleh perusaan. Selain itu adanya visi dan misi perusahaan menjaga agar jalan perusahaan tetap pada koridor yang mengarahkan pada tujuan utama perusahaan. Pada dasarnya Elsari Brownies and Bakery visi, misi dan tujuan yang tertulis. Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap pemilik usaha tersirat visi, misi dan tujuan perusahaan. Pak Maman menyebutkan bahwa perusahaan memiliki motto
“Belajar, berbagi ilmu, beribadah, berusaha”. Berdasarkan motto yang dimiliki perusahaan serta pernyataan pemilik ketika diwawancara, Elsari Brownies and Bakery memiliki visi yang mulia, yaitu “membuat brownies bukan hanya untuk
dinikmati sendiri saja, tetapi agar bisa dicicipi oleh banyak orang”. Dari visi
tersebut dapat diketahui misi perusahaan. Pemilik ingin menjadikan Elsari Brownies and Bakery sebagai produsen brownies yang besar dan terkemuka karna harus mampu menghadirkan brownies bagi orang banyak. Elsari Brownies and Bakery juga tidak takut untuk membagi ilmunya bagi orang lain.
5.3 Produksi
Produksi merupakan proses membuat suatu produk baik barang maupun jasa dari bahan baku tertentu menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonnomis yang lebih tinggi. Proses produksi yang dilakukan Elsari Brownies and Bakery
dilakukan setiap hari. Salah satu faktor penunjang berlangsungnya kegiatan produksi tentu saja ketersediaan bahan baku. Jenis bahan baku yang digunakan Elsari Brownies and Bakery adalah sebagai berikut:
1) Bahan Utama
Bahan baku yang digunakan oleh Elsari Brownies and Bakery adalah tepung terigu. Elsari Brownies and Bakery memilih bahan baku bermutu untuk melaksanakan proses produksi. Ketepatan pemilihan jenis tepung terigu benar-benar sangat berpengaruh terhadap hasil akhir. Oleh sebab itu Elsari Brownies and Bakery rela mengeluarkan alokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan bahan baku terbaik. Bahan baku produksi ini diperoleh dari pemasok tetap di pasar Anyar.
Tepung terigu yang digunakan Elsari Brownies and Bakery yaitu tepung terigu cap cakra kembar yang dikhususkan untuk pembuatan roti dan mie. Pemilihan tepung terigu merk ini karna kadar protein dalam tepung ini merupakan kadar yang paling ideal untuk membuat brownies yang memang bersifat roti bantat dan sedikit kenyal.
2) Bahan Penunjang
Bahan penunjang dalam pembuatan brownies dapat terdiri dari dua jenis yaitu bahan campuran adonan terigu dan bahan taburan/topping. Bahan adonan tepung berfungsi mengatur tingkat kekentalan adonan, aroma dan rasa yang diperoleh. Bahan-bahan penunjang yang digunakan untuk campuran adonan brownies yaitu telur ayam, gula pasir, garam, vanili dan cokelat bubuk. Sedangkan bahan penunjang yang digunakan sebagai topping memiliki fungsi utama untuk memperindah tampilan brownies agar konsumen semakin tertarik. Adapun bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk topping brownies Elsari yaitu cokelat cair, coklat batang, susu bubuk, keju, margarin, minyak goreng, pandan, kismis, kacang mede, maises, ketan hitam, pisang dan chocochips.
3) Kemasan
Pengemasan adalah proses terakhir dalam melakukan produksi. Proses ini menentukan tampilan luar produk dan ketahanan produk hingga ke tangan konsumen. Jenis kemasan yang digunakan Elsari Brownies and Bakery
47 untuk mengemas produknya yaitu kemasan karton setebal 0,5 mm dengan tiga ukuran. Ukuran terbesar pertama yaitu untuk kemasan brownies kukus, ukuran kemasan terbesar kedua yaitu untuk brownies panggang dan ukuran yang palinng kecil untuk produk brownies kering. Elsari Brownies and Bakery melengkapi kemasan setiap produknya dengan informasi-informasi penting seperti jenis produk, logo Elsari Brownies and Bakery, komposisi bahan, berat bersih (netto), Nomor Dinkes P-IRT, Nomor Halal MUI serta tanggal kadaluarsa produk.
Tahun pertama berdiri, Elsari Brownies and Bakery berhasil memproduksi brownies panggang sepuluh kotak per hari. Penjualan yang berjalan lancar membuat modal awal sebesar Rp 3.000.000 benar-benar dapat berkembang. Penjualan pada bulan-bulan pertama yang hanya mencapai tiga ratus kotak per bulan akhirnya meningkat menjadi seribu kotak per bulan.
Permintaan dari konsumen Elsari Brownies and Bakery meningkat pada tahun kedua. Produksi yang awalnya sepuluh kotak per hari meningkat menjadi seratus kotak per hari atau sekitar tiga ribu kotak per bulan. Permintaan yang meningkat drastis ini mendorong Pak Maman untuk menambah kepercayaan konsumen terhadap produk dengan cara mendapat sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Selain itu, Elsari Brownies and Bakery melakukan peningkatan kapasitas produksi.
Penjualan yang meningkat ini terus berlanjut. Tahun 2005 Elsari Brownies and Bakery juga berhasil memperoleh peningkatan produksi yaitu dengan rata-rata empat ribu kotak per bulan. Peningkatan produksi ini didukung oleh penambahan dana yang diperoleh dari pinjaman. Tahun 2006 Elsari Brownies and Bakery mampu mencapai jumlah enam ribu kotak per bulan. Peningkatan produksi tahun 2007 juga sebesar seribu kotak. Produksi rata-rata Elsari Brownies and Bakery mencapai enam ribu kotak per bulan. Produksi brownies tahun 2007 mengalami perkembangan dari hanya memproduksi brownies panggang kemudian juga memproduksi brownies kering (broker). Ide memproduksi broker berawal dari keinginan untuk memanfaatkan brownies retur. Tahun 2008 produksi rata-rata Elsari Brownies and Bakery mencapai 6.250 kotak per bulan. Salah satu penyebab penurunan peningkatan produksi yang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya ini
yaitu karna pada tahun 2008 banyak tumbuh produsen-produsen brownies yang baru. Dari data Dinas Kesehatan terdaftar tiga produsen baru di tahun 2008 (Tabel 5).
Kegiatan produksi Elsari Brownies and Bakery mengalami penurunan yang drastis tahun 2009. Permasalahan manajemen perusahaan dan munculnya produsen-produsen brownies yang baru berdampak besar terhadap proses produksi Elsari Brownies and Bakery. Tahun 2009 perusahaan ini hanya mampru memproduksi rata-rata 1.300 kotak per bulan. Kebangkitan Elsari Brownies and Bakery terjadi pada tahun 2010. Perbaikan manajemen menghasilkan peningkatan produksi menjadi rata-rata empat ribu kotak per bulan. Perbaikan manajemen yang dipertahankan terus oleh pemilik menghasilkan peningkatan produksi tahun 2011. Tahun 2011 Elsari Brownies and Bakery berhasil mencapai jumlah produksi rata-rata 4.200 kotak per bulan. Berikut adalah gambar alur produksi brownies Elsari (Gambar 9)
Gambar 9. Alur Proses Produksi Elsari Brownies and Bakery
Kegiatan Produksi Elsari Brownies and Bakery dilaksanankan berdasarkan perhitungan jumlah adonan. Satu kocok adonan dapat menghasilkan enam belas loyang brownies. Elsari Brownies and Bakery memproduksi rata-rata sepuluh kocok adonan per hari.
2.Pengocokan bahan 5.Pendinginan di rak barang jadi 4.Pemanggangan di oven 3.Pembagian bahan jadi ke loyang 9.Distribusi ke counter / agen 7.Packing di etalase 8.Pencacatan barang jadi di administrasi 1.Penimbangan bahan baku 6.Pelukisan topping
49 5.4 Sumberdaya Manusia
Sumberdaya manusia yang diperdayakan Elsari Brownies and bakery selalu meningkat dari tahun ke tahun. Usaha yang awalnya hanya dikerjakan oleh Pak Maman dan istrinya, Bu Elli, kini telah memiliki karyawan yang membantu memproduksi, memasarkan dan mengatur administrasi.
Elsari Brownies and bakery melakukan penambahan karyawan untuk melakukan proses produksi guna memenuhi permintaan konsumen. Penambahan karyawan pertama terjadi di tahun 2004, yaitu sebanyak delapan orang. Penambahan karyawan juga dilakukan pada tahun 2005. Jumlah karyawan yang semula delapan orang, pada tahun 2005 bertambah hingga berjumlah lima belas orang. Pada tahun 2006 Elsari Brownies and bakery merekrut kembali tujuh karyawan, sehingga jumlahnya menjadi dua puluh tujuh karyawan.
Tahun 2009 terjadi permasalahan internal, sehingga berdampak pada proses produksi. Untuk menyelamatkan usaha, Elsari Brownies and bakery terpaksa melakukan perampingan karyawan di bagian personalia dan pemasaran. Pengurangan karyawan ini mengakibatkan beberapa karyawan mengalami tumpang tindih perkerjaan. Struktur organisasi yang semula kurang efektif kemudian diatur ulang pada tahun 2010.
Saat ini jumlah karyawan Elsari Brownies and bakery yaitu tiga belas orang yang terdiri dari bagian produksi brownies, produksi bakery, personalia, administrasi keuangan serta pemasaran serta delivery. Struktur organisasi Elsari Brownies and bakery terdiri dari pemilik, penanggung jawab, koordinator dan enam bagian.
Bagian top manajemen sendiri dapat saling menggantikan satu sama lain. Selain aktif menjadi pembicara di perusahaan-perusahaan dan berbagai perbankan mengenai kiat-kiat menjelang pensiun, H. Maman Surahman saat ini juga menjabat sebagai ketua Forum Komunikasi Industri Kecil Menengah Kota Bogor (FKIKM). Hal inilah yang membuat beliau sangat sibuk. Oleh sebab itu Tomi Rahman sebagai Koordinator yang menggantikan H. Maman Surahman di rumah produksi saat beliau tak bisa datang. Adapun struktur organisasi Elsari Brownies and Bakery adalah sebagai berikut (Gambar 10.)
Gambar 10. Struktur Organisasi Elsari Brownies and Bakery
Elsari Brownies and Bakery termasuk perusahaan keluarga. Pelimpahan wewenang masih terpusat pada pemilik usaha yaitu H. Maman Surahman. Pada struktur organisasi perusahaan, posisi tertinggi ditempati oleh H. Maman Surahman, posisi ini berwenang untuk mengambil keputusan-keputusan strategis baik pra produksi, produksi maupun pasca produksi.
Setiap bagian dalam organisasi memiliki tugas dan wewenang yang berbeda-beda. Tugas dan wewenang yang berbeda tersebut baru dijelaskan oleh pemilik secara lisan dan belum tertulis. Belum adanya rincian tugas dan wewenang untuk tiap bagian secara tertulis menyebabkan tak jarang terjadi tumpang tindih pekerjaan. Kelebihan sistem yang diterapkan oleh pemilik membuat suasana kerja di pabrik menjadi sangat fleksibel, setiap karyawan mampu mengerjakan bagian pekerjaan karyawan lain. Hal ini tentu saja menguntungkan ketika salah satu karyawan tidak masuk kerja maka karyawan lain mampu menggantikan tanpa terkendala. Hal yang harus menjadi pertimbangan perusahaan yaitu jika dilihat dari sisi tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan, sistem bekerja yang terlalu fleksibel jika tidak diawasi dengan baik dapat memicu turunnya tingkat tanggung jawab karyawan terhadap bidang pekerjaannya masing-masing. Hal ini tentu saja akan merugikan perusahaan.
Saat ini Elsari Brownies and Bakery memiliki tiga belas pegawai. Pemilik perusahaan sekaligus penentu kebijakan utama adalah H. maman Surahman, Penanggung Jawab perusahaan adalah istri pemilik yaitu Hj. Elli Ratnasari dan Koordinator bagian adalah putra pemilik yaitu M. Tomi Rahman. Bagian produksi brownies diperkuat oleh dua karyawan yaitu Rahmad dan Sofyan, sedangkan
Penanggung Jawab Hj. Elli Ratnasari Koordinator M. Tomi Rahman Produksi Brownies Pemasaran Distribusi Pemilik H. Maman Surahman Produksi Bakery Administrasi keuangan personalia
51 bagian produksi bakery diperkuat oleh tiga karyawan yaitu Mamah, Ahmad dan Nan. Bagian personalia dijalankan oleh seorang karyawan yaitu Satria. Bagian administrasi dan keuangan juga dilaksanakan oleh seorang karyawan yaitu Erfi Septiani. Bagian pemasaran dilaksanakan oleh Riki sedangkan bagian delivery dilakusanakan oleh Yusuf dan Yunan. Daftar karyawan Elsari Brownies and Bakery dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Daftar Karyawan Elsari Brownies and Bakery
No Jabatan Nama Umur Pendidikan
Terakhir
1 Pemilik H. Maman Surahman 65 tahun SMA
2 Penanggung Jawab Hj. Elli Ratnasari 60 tahun SMA
3 Koordinator M. Tomi Rahman 35 tahun SMA
4 Bag. Produksi Brownies
Rahmad 28 tahun SMA
Sofyan 28 tahun SMA
5 Bag. Produksi Bakery Mamah 43 tahun SMP
Ahmad 35 tahun SMP
Nan 30 tahun SMA
6 Bag. Personalia Satria 18 tahun SMA
7 Bag. Adm. Keuangan Erfi Septiani 31 tahun SMA
8 Bag. Pemasaran Riki 28 tahun SMA
9 Bag. Delivery Yusuf 35 tahun SMP
Yunan 20 tahun SMA
Elsari Brownies and Bakery tidak menetapkan persyaratan terlalu tinggi bagi tenaga kerjanya. Elsari Brownies and Bakery berorientasi untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan. Oleh sebab itu syarat tenaga kerja tingkat staf minimal lulusan Sekolah Dasar, sedangkan untuk kepala bagian minimal lulusan Sekolah Menengah Atas. Hal ini sesuai dengan tujuan yang awal pemilik, H. Maman Surahman yaitu untuk membantu memberikan pekerjaan kepada masyarakat sekitar.
Setiap karyawan bekerja mulai jam 08.00 – 16.00 WIB. Hari kerja Elsari Brownies and Bakery yaitu dari hari Senin sampai hari Sabtu. Hari Minggu dan hari-hari libur islam merupakan hari libur juga untuk Elsari Brownies and Bakery. 5.5 Keuangan
Pada saat awal berdiri, Elsari Brownies and Bakery memanfaatkan modal awal sebesar Rp 3.000.000. Modal awal yang berasal dari pemilik tersebut
dimanfaatkan untuk membeli peralatan, membuat kemasan dan membeli bahan baku produksi. Selain modal yang berasal dari pemilik, Elsari Brownies and Bakery juga memperoleh tambahan modal pinjaman dari perbankan. Pinjaman pertama diperoleh Elsari Brownies and Bakery dari Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp 10.000.000 pada tahun 2004. Pinjaman serupa juga didapat dari Bank Rakyat Indonesia tahun 2005 sebesar Rp 30.000.000. Tahun 2006 Elsari Brownies and Bakery juga mendapat pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia dengan jumlah yang lebih besar yaitu Rp 50.000.000. Manajemen keuangan yang baik menjadikan Elsari Brownies and Bakery mendapat kepercayaan besar dari pihak pemberi modal. Tahun 2008 Elsari Brownies and Bakery dipercaya Bank Rakyat Indonesia untuk memperoleh pinjaman dengan jumlah yang lebih besar dari pinjaman sebelumnya, yaitu sebesar Rp 65.000.000. Selain memperoleh pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia, Elsari Brownies and Bakery juga mendapat pinjaman dari City Bank sebesar Rp 15.000.000
53