BAB I PENDAHULUAN
2.8 Penelitian Sebelumnya
Dalam penelitian ini, peneliti menelaah penelitian terdahulu yang berkaitan dan relevan dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti. Dengan demikian, peneliti mendapatkan rujukan pendukung, pelengkap, pembanding dan memberi gambaran awal mengenai kajian terkait permasalahan dalam penelitian ini.
43
Ibid, hal. 275-276. 44
Berikut ini peneliti temukan beberapa hasil penelitian terdahulu tentang foto: 1. Pertama akan membahas penelitian tentang Media Komunikasi Komunitas
Banten Exposure (BEX) Dalam Mempublikasikan Karya Foto. Penelitian tersebut ditulis oleh salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yaitu Jevry Suharyadi di tahun 2012. Dimana dalam penelitian tersebut memiliki tujuan, sebagai berikut:
Untuk mengetahui cara komunitas Banten Exposure dalam mempublikasikan karya foto para anggotanya
Untuk mengetahui media apa saja yang digunakan oleh pengurus dan anggota komunitas Banten Exposure dalam mempublikasikan hasil karya foto para anggotanya
Untuk mengetahui strategi apa saja yang digunakan pengurus Banten Exposure dalam mempromosikan komunitasnya
Pada penelitian tersebut menggunakan teori komunikasi massa dan
Individual different theory, dan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang dimana penelitiannya memanfaatkan metode kualitatif deskriptif tentang fenomena tertentu, mengandalkan analisis data secara induktif, serta mengarahkan penelitian pada usaha menemukan teori dasar. Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat mengumpulkan data primer melalui wawancara sehingga menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan narasumber. Teknik pengumpulan data pada penelitian
tersebut, peneiti menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi, sehingga proses penelitian dapat berjalan lancar.
Hasil penelitian yang membahas tentang “Media Komunikasi Komunitas Banten Exposure (BEX) Dalam Mempublikasikan Karya Foto” ialah dalam mempublikasikan hasil karya foto serta eksistensi para anggotanya, Komunitas BEX melakukan beberapa kegiatan, melalui penggunaan media massa, dimana media cetak dan elektronik hanya sebatas pemberitaan kegiatan, kemudian dengan memaksimalkan penggunaan media online melalui grup facebook Banten Exposure Photography Community, guna mempublikasikan hasil karya foto para anggotanya, serta eksistensinya dengan berbagai macam kegiatannya, dan dengan mengadakan berbagai pameran karya foto.
Dari kedua penelitian yang peneliti dapat dan penelitian yang peneliti lakukan, penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti teliti, yaitu sama-sama menggunakan teori perbedaan individual (individual different theory), dan perbedaannya ialah penelitian ini hanya meneliti tentang eksistensi dan publikasi hasil karya foto para anggotanya saja, tanpa membahas teknik dan pesan yang terdapat foto-fotonya, sedangkan penelitian yang peneliti lakukan membahas akan pemahaman beberapa anggota sebuah komunitas fotografi mengenai karya foto, tekniknya, serta estetika foto tersebut.
Kemudian kritikan yang didapat dari hasil penelitian tersebut, ialah:
Banten Exposure harus lebih meningkatkan kegiatan publikasi karya foto dan komunitas anggotanya, melalui kegiatan yang lebih edukasi.
Penggunaan media on line seperti facebook haus diikuti perlindungan karya foto yang dipublikasikan agar tidak disalahgunakan oleh pengunjung facebook.
Banten Exposure harus bisa meningkatkan profesionalisme sebagai sebuah organisasi.
2. Selanjutnya penelitian tentang Analisis Semiotika Foto-foto Bencana Banjir 2013 di Harian Umum Kabar Banten, yang ditulis oleh salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yaitu Muhammad Hashemi Rafsanjani di tahun 2013. Penelitian tersebut memiliki tujuan sebagai berikut:
Untuk mengetahui Makna Denotasi yang terkandung dalam foto – foto bencana banjir 2013 di Harian Umum Kabar Banten. (Denotasi dalam hal ini, yaitu tentang objek yang ditangkap oleh kamera).
Untuk mengetahui Makna Konotasi yang terkandung dalam foto – foto bencana banjir 2013 di Harian Umum Kabar Banten.
Untuk mengetahui Mitologis dan Ideologis foto – foto bencana banjir 2013 di Harian Umum Kabar Banten.
Pada penelitian tersebut menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika (semiotic analysis) Roland Barthes. Yang merupakan bagian dari salah satu kelompok metode analisis foto. Dalam penelitian terebut, proses pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian yang didapat dari penelitian tersebut ialah bahwa peneliti menyimpulakan makna denotasi dapat dilihat dari gambaran objek secara langsung, atau apa yang ada di foto bencana banjir tersebut. Makna konotasi dapat terlihat dari proses pengambilan sebuah foto, mulai dari teknik fotografi seperti Lighting, Cropping, sampai pada teknik fotografi yang dapat menimbulkan makna pada foto bencana banjir tersebut. Pada mitos dari tanda– tanda yang tersembunyi dalam foto, dapat dilihat dari objek secara langsung, atau apa yang ada difoto bencana banjir tersebut.
Dari kedua penelitian yang peneliti dapat dan penelitian yang peneliti lakukan, penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang peneliti teliti, yaitu sama-sama membahas tentang sebuah foto. Kemudian yang membedakan penelitian ini dan penelitian yang peneliti lakukan ialah bahwa penelitian ini menganalisa akan semiotika (tanda-tanda, symbol) yang terdapat pada foto jurnalistik, yang menjadi obyek penelitiannya. Sedangkan penelitian yang peneliti lakukan membahas akan pemahaman beberapa anggota sebuah komunitas fotografi mengenai karya foto, tekniknya, serta estetika foto tersebut.
Kemudian kritikan yang didapat dari hasil penelitian yang membahas akan “Analisis Semiotika Foto-foto Bencana Banjir 2013 di Harian Umum Kabar Banten,” ialah:
Harian Umum Kabar Banten di harapkan dapat memberikan sebuah karya–karya foto jurnalistik yang lebih baik lagi. Agar pesan yang ingin disampaikan lewat foto jurnalistik dapat diterima dengan baik oleh pembacanya.
Harian Umum Kabar Banten di harapkan dapat memberikan pelatihan atau seminar mengenai foto jurnalistik dan juga mengenai semiotika agar nantinya para photographer dapat menghasilkan karya–karya foto jurnalistik yang baik sekaligus mengerti makna di balik foto yang mereka ambil.
67