• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agar dapat mengetahui sisi penelitian ini diungkap sebelumnya dan sisi lain yang belum terungkap oleh peneliti terdahulu peneliti perlu mengkaji penelitian terdahulu, dengan demikian lebih mudah bagi peneliti untuk menetukan fokus penelitian lebih dalam yang belum di garap peneliti sebelumnya. Terdapat beberapa hasil studi yang peneliti menganggap memiliki relevansi diantaranya adalah :

1. Tolstoy meneliti tentang fungsi dari keyakinan akan keagamaan untuk meningkatkan hubungan sosial. menurut Tolstoy tertulis di fokus penelitiannya berusaha mengungkapa fakta menanyakan apakah ada peningkatan hubungan religius melalui keyakinan religius. Pada temuannya itu di jelaskanmengenai kehidupan sosial itu bisa bi anggap baik jika individunya saliung menghormati serta hormat akan hukum dan juga hakpribadinya. Yaitu saling rasa bersahabat terhadap satu sam lain, menganggapkeadailan adalah sesuatu yang suci, serta saling memberikan kepercayaan menunjukkan kualitas spiritual ( religiusitas ) mereka. setiap orang akan merasa bertanggung jawab padamasyarakat

disekitarnya dengan menunjukkan kualitas dari keimanan saat berada di lingkungan serta berbuat baik kepada orang lain dengan tulus.36

2. Muhaimin, Sutiah dan Nur Ali, dalam penelitiannya tentang terciptaannya “suasana religius” disuatu sekolah di kota Malang. Dangan fokus penelitian penciptaan suasana relgius . temuan : terciptanya suasana relgius di sekolah dapat dilaksanakan dengan : a) Model struktural yakni menviptakan suasana religius dilandaskan dengan aturan yang diciptakan oleh pimpinan suatu lembaga pendidikan. Model seperti ini sifatnya “ top down “ yaitu kegiatan yang dibuat berdasarkan instruksi dari atasan, b) model formal yakni menciptakan suasana religius yang dilandaskan pada upaya yang semata membahas masalah akherat/rohani. Model sifatnya normatif, doktriner dan absolut. para siswa diharapkan loyal dan memiliki komitmen terhadap agama yang dipelajarinya, c) Model mekanik yakni menciptakan suasana religius yang didasarkan pada banyaknya aspek pendidikan untuk mengembangkan nilai kehidupanyang berjalan sesuai fungsinya. model ini implikasi dengan pembinaan moral dan spiritual. Pengetahuan, sikap dan keterampilan d) model organik yakni menciptakan suasana religius dengan berlandaskan bahwa pendidikan agama merupakan kesatuan dari sistem dan komponen dalam mengembangkan keagamaan ditekankan pada fundamentalis doctrins dan

fundamentalis values terhadap alqur’an dan as sunnah sebagai pokok

kehidupan dalam amaliah kehidupan.

36

Tolstoy, Peran Keyakinan Religius Dalam Meningkatkan Hubungan Sosial, disertasi tidak diterbitkan, Malang : PPs UIN Maliki,1997

3. Tedjo, meneliti tentang budaya religius timur dalam perhelatan miss universe. Menurut Tedjo pada fokus penelitianyya menanyakan mengenai pandangan budaya religius dan budaya timur dalam temuannya bahwa pandangan umum mengeani budaya religius itu umumnya senderung ke arah budaya religius, dengan menggunakan nilai agama agama sebagai pedoman berprilaku yang dianut oleh mayoritas. Oleh karenanya budaya timur terkesan kaku karena mereka mengambil nilai agama yang itu tidak mudah berubah oleh zaman. nilai agama tersebut di gunakan oleh budaya timur sebagai suatu nilai luhur dan ideal yang dipatuhi seluruh penganutnya.

4. Ogan meneliti tentang upaya SMAN 1 Indaralaya untuk menjadikan sekolahnya memiliki disiplin berprestasi kondusif demokratis dan religius. Menurut Ogan pada fokus penelitiannya menanyakan mengenai berbagai upaya untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi kondusif dan juga dalam temuannya tersebutantara lain: (1) kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang berguna untuk membentuk kepribadian siswa dengan membina keagamaan kesenian olahraga serta keterampilan yang didukung oleh sarana dan prasarana (2) upaya meningkatkan kesejahteraan guru serta karyawan sekolah dan siswa (3) terjalinnya hubungan yang harmonis secara vertikal dan horizontal (4) adanya tempat dalam menyalurkan aspirasi atau suatu

stakeholder dalam membentuk komite sekolah yang lebih aspiratif sedangkan

terciptanya budaya religius dalam lingkungan sekolah dapat diterapkan dengan pelaksanaan kegiatan imtaq baik dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler suatu sekolah.

5. Asmaun Shlan meneliti mengenai pengembangan dari pendidikan agama islam untuk mewujdukan budaya religius di sekolah ( studi multi kasus di SMAN 1, SMAN 3, SMAN Slahudin kota Malang ). fokus penelitan pengembangan pembelajaran PAI dalam mewujudkan budaya religius sekolah. Dengan hasil penelitian menjelaskan bahwa pembelajaran PAI dikembangkan tidak hanya dikelas melaikan juga melalui budaya sekolah. Strategi yang dilakukan adalah : (a) instructive sequential strategy dan (b) contructive sequential strategy. Pada strategi pertama budaya religius diwujudkan dengan instruktif dan pafda strategi kedua yaitu pada penekanan dari kesadaran diri sehingga tercipta suatu kebiasaan yang akhirnya akan terbentuk budaya Dengan di semangati oleh warga sekolah terhadap upaya pengembangan PAI dalam mewujudkan suatu budaya religius dapat dengan : komitmen dari pimpinan, guru agama, siswa, orang tua dan guru lainnya. Kerjasama dan komitmen yang dilaksanakan antara orang tua dan guru secara sinergis akan mendukung keberhasilan dalam terwujudnya budaya religius.37

6. Lia Husna Khotmawati meneliti tentang manajemen kinerja berbasis budaya religius dalam meningkatkan profesionalisme guru ( studi kasus di MTsN Aryojeding Tuluangung ). Fokus pada penelitiannya tersebut adalah manajemen kinerja berbasis budaya religius. Dari hasil penelitiannya tersebutmenjelaskan : (1) rencana yang di terapkan kepala MTsN Aryojeding Tuluangung untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dengan basis budaya yang religius sebagai berikut : (a) perencanaannya sesuai pada

37

Asmaun Sahlan, pengembangan pendidikan agama islam dalam mewujudkan budaya religius di sekolah ( studi multi kasus di SMAN 1, SMAN 3 dan SMA Salahudin kota Malang ), disertasi tidak diterbitkan, Surabaya : PPs IAIN Sunan Ampel,2009

RENSTRA pada visi, misi serta tujuan (b) semua unsur civitas akadeika dari madrasah ikut terlibat, (c) revitalisasi dari MGMP. (d) membuat wadah silaturahmi antar guru, (e) menambahkan penunjang fasilitas, (3) evaluasi

terdiri atas: (a) melaksanakan supervisi

(personal maupun kelompok), (b) menggunakan teknik langsung dan tak langsung(c) penilaian pada supervisi tersebut (d) menggunakan daftar penilaian pekerjaan di sekolah tersebut.

7. Saiful Bakri meneliti tentang strategi kepala sekolah dalam membangun budaya religius di sekolah menengah atas negeri ( SMAN ) 2 Ngawi. Fokus penelitiannya yaitu strategi kepala sekolah sebagai upaya membangun budaya religius di sekolah menengah atas negeri SMAN 2 Ngawi. temuan : (a) bentuk dari bdaya religius di SMAN ) 2 Ngawi antara lain: (1) membiasakan BBQ (2) membiasakan senyum dan juga salam (3) melaksanakan shalat jumat berjamaah (4) penggunaan hijab ( berbusana muslim/muslimah ) untuk siswi saat ramadhan (e) monitoring keislaman oleh guru (f) memperingati hari-hari besar dalam islam: (2) strategi kepala sekolah sebagai upaya membangun budaya rligius antara lain : (a) terlaksananya suatu programyang di rencanakan sebelumnya (b) menunjukkan teladan yang baik (c) kerjasama dengan pihak lain dan ikut mendukung kegiatan keagamaan (d) evaluasi kegiatan: (3) dengan dukungan dari semua warga sekolah telah terlaksana secara baik dengan menunjukkan perannyamasing-masing. Apresiasi yang datang warga sekolah sebagai cara membangun budaya religius yaitu dengan cara adanya komitmen sekolah, guru, siswa dan karyawan sekolah.

Adapun untuk mengetahui originalitas penelitian juga disajikan dalam bentuk sebagai berikut :

TABEL 1.1

Perbedaan Penelitian Dengan Penelitian Sebelumnya

No Nama peneliti, judul penelitian dan tahun penelitian Persamaan penelitian Perbedaan penelitian Originalitas penelitian 1 Tolstoy, (1997 ) peran

keyakinan religius dalam meningkatkan hubungan sosial Religius Peran keyakinan religius dalam meningkatkan hubungan sosial

Manajemen pembelajaran PAI

untuk mewujudkan budaya

religius

2 Muhaimin, Sutiah dan

Nur Ali, ( 1998 )

penciptaan suasana

religius pada sekolah di kota Malang menciptakan suasana religius Menciptakan suasana yang sifatnya religius disekolah yang ada kota Malang

Penciptaan sebuah suasana

religius pada sekolah di SMAN 1 dan SMKN 1 Tanjung KLU

3 Tedjo ( 2005 ) budaya

religius timur dalam

perhelatan miss universe

Budaya religius Budaya religius timur dalam perhelatan miss universe Budaya religius

SMAN 1 Indralaya

dalam mewjudkan

sekolah yang berdisiplin

brprestasi kondusif

demokratis & religius

sekolah yang berdisiplin berprestasi kondusif demokratis dan religius 5 Asmaun Sahlan ( 2009 ) pengmbangan pendidikan

agama islam dalam

mewujudkan budaya

relgius di sekolah ( studi multi kasus di SMAN 1, SMAN 3 dan SMA Salhudin kota Malang

Budaya religius Pengembangan pendidikan agama islam untuk mewujudkan budaya religius di sekolah

Budaya religius pada sekolah

6 Lia Khusna Khotmawati

( 2010 ) manajemen kinerja brbasis budaya

religius dalam meningatkan profesionalisme guru ( studi di MTsN Aryojeding Tulngagung ) Budaya religius Manajemen kinerja berbasis budaya religius

Budaya religius di SMAN dan SMKN

7 Saiful Bakri ( 2010 ) Strategi kepala sekolah

dalam membngun

budaya religius sekolah menengah atas negeri ( SMAN ) 2 Ngawi Membangun budaya religius Strategi kepala sekolah untuk membangun budaya religius Budaya religius

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa orsinalitas penelitian ini adalah kelanjutan studi dari yang telah dilaksanakan peneliti sebelumnya. Khususnya pada penelitian Muhaimin mengenai terciptanya suasana yang religius di sekolah. tetapi fokus dari penelitian lebih ditekankan mengenai bagaimana memenej pembelajaran PAI di sekolah. dengan demikian fokus penelitian mengkaji lebih mendalam tentang berbagai teknik pendekatan dalam memenej pembelajaran PAI tersebut