• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

B. Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Sebelum menjelaskan lebih jauh manejemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam maka perlu dijelaskan manajemen itu sendiri yang sampai saat ini tidak ditemukan penjelasan yang sama mengenai batasan dari manejmen yang telah dipaprkan para ahli. Saefullah memaparkan bahwa manajemen berakar pada kata bahasa inggris to manage yang mempunyai arti mengatur, mengurus atau mengelola. 75

Dua sistem yang ada dalam menajemen yakni system organisasi dan juga

75

adminsitrasi.76 Ramayulis dalam saefullah menyatakan terkait pengertian yang sama pada hakikat manejemen yakni at tadbir ( pengaturan ). Kata tersebut adalah derivasi dari kata dahbara ( mengatur ) yang terdapat pada alqur’an sesuai dengan firman Allah SWT pada surat as sajadah ayat 5 :

Artinya : “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, Kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”

Menurut Terry yang di kutip pada buku sugiyono “ management is a distanct process of consisting of planning organizing actuating and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources “. Menunjukkan bahwa manajemen merupakan proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasiaan, penggerakkan serta pengontrolan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan serta menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain. Sedangkan manajemen menurut Kast dan Rosenweigz “ management is

process of planning organizing and controlling and controlling activities management involve the coordination of human and material resources towards objective accomplishment. Manajemen juga merupakan perencanaan, pengorganisasian, dan pengontrolah adalah suatu aktivitas. Jadi menejemn berarti

76

melaksanakan koordinasi sumber daya manusia serta sumber daya lain dalam pencapaian tujuan.77

Selain itu belum dtemukan prisnsip perbedaan antara manejemen dalam bidang bidang satu dan juga pada bidang lainnya. Hal ini tersebut terkait pada usaha dalam pencapaian tujuan. Maka prinsip manejemen bidang satu serta lainnya sama yang berbeda hanya dalam bidang garapannya yang berarti prisnsip-prinsip manejemen adalah umum. Untuk memahami batasan manajemen pembelajaran terlebih dahulu akan dipaprkan ruang lingkup manjemen pendidikan. Ruang lingkup manajemen penddikan dibedakan pada dua bagian yang terdiri dari strruktur kelembagaan dan aktivitasnya. Apabila dilihat dari struktur kelembagaannya maka terdapat manejemen tingkat nasional regional local institusional dan kurikuler. Apabila dilihat dari aktivitas kegiatannya maka ada kegiatan yang bersifat menejerial dan operasional.78

Demikian pula dengan menajemen pendidikan tingkat nasional yang bertanggung jawab terhaadap capaian tujuan pendidikan nasional adalah seorang menteri sedang manajemen pendidikan tingkat regional yang bertanggung jawab terhadap tujuan pendidikan adalah kepala pendidikan tingkat provinsi. Begitu juga manejmen pendidikan tingkat local adalah kepala pendidikan tingkat kabupaten/kota. Sedangkan manajemen pendidikan tingkat institusional yang bertanggung jawab pada capaian tujuan pendidikan adalah institusi yang menyeleggarakan kegiatan operasioanal pendidikan dan pengajaran yaitu kepala sekolah. Dengan demikian yang bertanggung jawab

77

Sugiyono , Manajemen Pendidikan, Yogyakarta : Alfabeta, 2005 78

untuk mencapai tujuan manjemen pada tingkat kuriukuler adalah guru manejer kelas.

Seorang manajer pendidikan dalam hal ini guru sebagai menejer pembelajaran Pendidikan Agama Islam dituntut untuk dapat menerapkan fungsi-fungsi manajemen pembelajaran secara efektif dan efisien sehingga pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi maju dan berkembang.

Mamahami pengertian manjemen serta ruang lingkupnya manejemn pembelajaran dalam pembahasan diatas maka dapat dijelaskan bahwa manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan sumber dan manusai dan sumber daya lain untuk membentuk siswa muslim yang beriman serta berakhlak mulia baik dalam kesalehan individual maupun social.

Manajemen pembelajaran PAI juga dpat diartikan sebagai proses mengelola meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengevauasian kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pembelajar dengan mengikutsertakan berbagai factor didalamnya guna mencapai tujuan. Untuk itu hingga saat ini belum ditemukan adanya perbedaan prinsipa antara menejemen pada bidang yang satu dengan yang lainnya karena semua aktvitas manajemen terkait dengan usaha untuk menca[ai suatu tujuan. Oleh sebab itu prinsip-prinsip manajemen antara yang satu dengan yang lainnya adalah sama yang berbeda hanya terletak pada bidang garapannya menunjukkan bahwa prinsip-prinsip manjemen adalah universal.

Dalam hubungannya dengan guru PAI sebagai pengelola dalam pembelajaran maka ia dapat menampilkan dirinya sebagai seorang guru ( perancang ) pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar kemampuan sebagai seorang perancang pembelajarn PAI tidak begitu saja muncul tanpa bekal pengetahuan tentang berbagai hal yang terkait dengan setiap langkah perancangan pembelajaran PAI. Idealnya setiap guru Pendidikan Agama Islam sebagai ahli isi bidang studi atau sumberbelajar yang berupa orang seharusnya sekaligus mampu menjadi pembelajaran PAI sehingga metode pembelajaran yang dikembangkan dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran PAI. Namun apabila seorang guru PAI tidak mampu menampilkan dirinya sebagai perancang PAI yang profesional perlu dikembangkan dengan ahli kolaborasi dengan ahli desain pembelajaran PAI dan ahli media pembelajaran PAI dalam mengembangkan pembelajaran secara optimal. Untuk itu mnjadi seorang perancang Pendidikan Agama Islam dibutuhkan beberapa syarat yaitu (1) pemahaman, penghayatan, dan pengalaman nilai agama (2) kemampuan

menganalisis(3) kemampuan mengembangkan(4)kemampuan mengukur.79

Bertitik tolak dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa perencanaan, penorganisasiaan penggerakkan dan pengawasan sumber daya adalah proses dari manajemen sumber daya manusia dan sumber daya yang lainnya untuk menjadikan muslim yang beriman dan memiliki akhlak mulia.

Dengan demikian berarti manajemen pembelajaran PAI adalah proses pengelolaan yang antara lain : kegiatan perencanaan, pengorganisasian,

79

Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam

pengendalian dan pengevaluasian yang berkaitan dengan proses membelajarkan si pembelajar dengan mengikutsertakan berbagai factor didalamnya guna mencapai tujuan.