Kitab Obaja, Yoel, Amos
D. Pengajaran dari Kitab Yoel a. Wabah belalang
Kitab Yoel dimulai dengan menggambarkan wabah belalang mengerikan yang akan menimpa atas Yehuda. Belalang pengerip, belalang pindahan, belalang pelompat dan belalang pelahap akan membuat pepohonan di negeri itu menjadi tandus hingga menyebabkan kerusakan total. Yang semula tampak seperti Taman Eden, akhirnya, akan menjadi padang belantara yang tandus.
Belalang memakan semua yang berwarna hijau, jumlah mereka tidak terbilang banyaknya (1:6), rupa mereka seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan (Why. 9:7; Ayb. 39:23). Mereka bergerak seperti gemertaknya kereta-kereta (2:4-5). Mereka berbaris secara teratur, tidak menyimpang dari jalurnya (2:7-9) dan umat menjadi pucat ketika melihat mereka. Wabah belalang hanya salah satu dari sekian banyaknya malapetaka yang Allah akan turunkan atas orang-orang itu, karena dosa-dosa mereka. Dalam Ulangan 28:22 dikatakan, “Tuhan
akan menghajar engkau dengan batu kering, demam, demam kepialu, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum; smuanya itu akan memburu engkau sampai engkau binasa.” Hari ini, kita melihat bahwa banjir, kebakaran,
tornado, badai dan gempa bumi terjadi di berbagai belahan dunia, yang sekaligus merupakan akibat dari kegagalan manusia dalam mengakui dan takut akan Allah. Untuk menghindari malapetaka besar pada hari-hari terakhir, kita haruslah berseru kepada Tuhan dan giat melayani-Nya (Why. 3:10).
b. Janji mengenai Roh Kudus
Dalam seluruh Alkitab, orang-orang seperti Musa (Ul. 11:14), Yesaya (Yes. 4:3-4; 32:15; 43:19; 44:3), Yehezkiel (Yeh. 1:19-20; 36:26-27; 37:14; 39:28-29), Yoel (Yl. 2:23,28-29), Zakharia (Zak. 8:12; 10:1; 12:10), Maleakhi (Mal. 4:5-6), Yohanes Pembaptis (Mat. 3:11; Yoh. 1:32-33) dan Tuhan Yesus (Luk. 11:13; 24:49; Yoh. 4:14; 7:37-39; Kis. 1:4-5,8) telah berbicara mengenai pencurahan Roh Kudus. Nabi Yoel menjelaskan lebih lanjut bagaimana pada hari-hari terakhir, Allah akan mencurahkan Roh-Nya kepada semua orang yang haus dan yang mencari Dia. Orang akan bernubuat, bermimpi dan memperoleh penglihatan. Roh Allah akan tercurah atas manusia, tanpa memandang suku, jenis kelamin, usia atau status duniawinya (1 Kor. 12:13). Roh Kudus akan tercurah pada dua periode waktu berbeda, yang dilambangkan dengan dua musim hujan di Israel. Ketika Roh Kudus pertama kali dicurahkan adalah pada saat hari Pentakosta, Petrus bangkit dan mengutip kitab Yoel (Yl. 2:23; Kis. 2:6-18). Inilah masa hujan musim gugur (hujan awal) yang dicurahkan untuk membangun gereja dan menaburkan benih-benih Injil. Nubuat datang untuk melengkapi penggenapan janji saat Allah mencurahkan Roh-Nya sekali lagi pada awal abad ke-20. Inilah hujan musim semi (hujan akhir) yang dijanjikan akan membangkitkan kembali gereja zaman para rasul dan memungkinkan Injil diberitakan sampai ke ujung bumi sebelum kedatangan Yesus yang kedua kalinya.
c. Hari Tuhan
Hari Tuhan adalah sebuah konsep yang penting di dalam kitab Yoel (Yl. 2:11, 31; 3:14) dan di seluruh Alkitab, Yoel memberikan lima ayat untuk menggambarkan tanda-tanda yang mendahului Hari Tuhan dan hari itu sendiri (1:15; 2:1-2; 2:11; 2:28-31; 3:14-15). Hari Tuhan pun dikenal sebagai Hari Milik Tuhan dan Hari Murka Tuhan (Rat. 2:22; Yeh. 7:19; 13:5; Zef. 1:14-18; 2:2-3). Itu merujuk pada sebuah hari, ketika Allah akan menghukum umat manusia dengan malapetaka dan pemusnahan. Apakah yang berkaitan dengan Hari Tuhan?
1. Wabah belalang merujuk pada kedatangan Hari Tuhan.
2. Hari Tuhan merujuk pada hari saat bangsa Yehuda dibawa ke pembuangan. Dalam Yoel 2:1-3,20 dinubuatkan bahwa pada hari itu, laskar yang hebat dari utara akan datang untuk memusnahkan dan menyerang bangsa-bangsa (Yl. 3:14; Yeh. 38:18,21; 39:4-5) dan memanifestasikan kuasa-Nya yang luar biasa (Yeh. 38:16,23).
3. Hari Tuhan merujuk pada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, yang merupakan hari yang luar biasa, sekaligus mengerikan (2:11,31). Inilah periode terakhir dari sejarah manusia ketika Allah akan menghakimi semua bangsa.
Gambaran mengenai Hari Tuhan Penghakiman pada Hari-hari Terakhir
Sebelum Hari Tuhan tiba, Allah akan menyebabkan penawanan Yehuda dan Yerusalem akan kembali dari Babel (3:1).
Pada akhir zaman, bangsa Israel akan dipanggil dan dipilih oleh Tuhan (Yes. 11:11-12; Yeh. 39:28;
Mat. 24:32). Tuhan akan kumpulkan seluruh bangsa
ke Lembah Yosafat (3:2) dan akan dihakimi atas kekejaman terhadap Yehuda.
Pada Hari Terakhir, Allah akan kumpulkan bangsa-bangsa di hadapan takhta-Nya dan akan melakukan Penghakiman. Musuh-musuh Yehuda melambangkan semua orang yang menentang dan menganiaya para pengikut Tuhan. Ketika Kristus datang kembali, orang-orang seperti itu akan dihakimi (2 Tes. 1:6-10).
Pada akhir zaman, bangsa Israel akan dipanggil dan dipilih oleh Tuhan (Yes. 11:11-12; Yeh. 39:28;
Mat. 24:32)
Akan terjadi perang dunia di lembah
penentuan (3:9-14). Sebelum Hari Penghakiman, akan ada peperangan di Harmagedon (Why. 16:13-16; 19:19; 20:7-8). Ini merupakan tanda-tanda dari hari-hari terakhir (Mat. 24:29; Why. 6:12-13). Murka Allah akan tercurah dan kuasa-kuasa langit akan terguncang dan akan terjadi malapetaka besar (Luk. 21:26; Why. 16:17-20; Yes. 13:13).
Bumi akan gemetar dan matahari, bulan dan bintang-bintang akan menjadi gelap (2:10-11).
Pada hari itu, Tuhan akan mengadakan pembalasan kepada yang jahat (3:4-7,21) dan akan menghakimi bangsa-bangsa (3:12).
Pada Penghakiman Besar, semua manusia akan mengetahui bahwa Hari Tuhan akan menghakimi dan membalas setiap perbuatan manusia. Yang jahat akan dihukum selamanya dan yang benar akan menikmati Perhentian yang Kekal.
Mesir dan Edom akan menjadi tandus, sementara Yehuda akan didiami untuk selamanya. Pada hari itu, gunung-gunung akan meniriskan anggur manis, susu dan air. Mata air akan terbit dari Rumah Allah (3:18-19).
Ini merupakan sebuah nubuat mengenai gereja sejati. Pada hari-hari terakhir, Roh Kudus akan dicurahkan dan mendirikan Yerusalem rohani, yang merupakan gereja sejati. Berkat dan anugerah berlimpah akan diperoleh untuk memuaskan jiwa yang haus dan lapar di dunia ini. Para jemaat akan menghasilkan banyak buah Roh. Ketika Tuhan datang, gereja akan menjadi Mempelai Perempuan yang akan diangkat untuk bertemu dengan Mempelai Laki-Laki dan tinggal dengan Tuhan untuk selamanya.
Bagian # 3 – Kitab Amos A. Penulis
Penulis kitab ini adalah Amos, yang berarti orang yang menanggung beban berat. Amos tinggal di dusun yang terletak hampir sepuluh kilometer di sebelah selatan Betlehem, di Kerajaan Selatan, Yehuda, yang disebut Tekoa. Amos bukanlah seorang nabi professional, tetapi merupakan seorang gembala dan pemungut buah ara hutan (1:1; 7:14). Sekalipun dilahirkan di Yehuda, tetapi Amos dipanggil Allah untuk pergi ke Kerajaan Utara, Israel, untuk menjadi juru bicara-Nya di sana (7:15).
B. Waktu Penulisan
Menurut Amos 1:1, Amos bernubuat selama pemerintahan Uzia, Raja Yehuda dan Yerobeam, raja Israel. Dia melayani setelah zaman Yoel dan Yunus dan hanya sesaat sebelum Hosea, Mikha dan Yesaya. Pada masa Uzia memerintah, Yehuda makmur dan berhasil dalam kemiliteran. Di utara, Israel, diperintah oleh Raja Yerobeam II yang cakap. Kondisi ekonomi dan militer hampir ideal, tetapi kemakmuran hanya meningkatkan kejahatan dan ketidakadilan di tengah bangsa itu.
C. Tema
Selama periode ini, Israel dan Yehuda sedang menikmati kemakmuran dan kebebasan dari ancaman eksternal. Mesir sedang dalam kemerosotan, Asyur pun merosot untuk sementara waktu dan Babel belum muncul sebagai kekuatan yang besar. Israel dan Yehuda menghamburkan kekayaan yang dihasilkan pada masa
Tips Mengajar
Bagilah murid-murid ke dalam beberapa kelompok untuk menemukan berbagai penjelasan mengenai Hari Tuhan di dalam kitab Yoel. Bahaslah hasil temuan dari setiap kelompok.
tenang itu. Orang-orang kaya menjadi semakin kaya dengan cara membebani rakyat jelata. Sebagai ganti dari menggunakan kekayaan mereka untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, orang-orang kaya itu justru tidak mempedulikan tangisan mereka. Penyuapan dan ketidakadilan meresap ke dalam pengadilan dan kejahatanpun meningkat. Kedua kerajaan itu (Israel dan Yehuda) sedang menyimpan murka Allah yang Benar bagi diri mereka.