PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BIAYA
B. Pengakuan Pendapatan Dan Biaya
Pada Saat Penjualan. Pada umumnya, kriteria telah terhimpun (earned) dan terealisasi (realized) atau dapat direalisasi (realizable) telah terpenuhi ketika perusahaan menyerahkan produk atau jasa kepada pelanggan. Oleh karena itu, point of sale (saat penjualan) merupakan pedoman umum sebagai saat untuk mengakui pendapatan. Pedoman ini menuntun kepada penjurnalan sebagai berikut ketika terjadi penjualan barang dagangan :
Kas atau Piutang Usaha harga jual
Penjualan - harga jual
Harga Pokok Penjualan14 cost
Persediaan - cost
Metode Persentase Penyelesaian. Di bawah keadaan-keadaan tertentu, pendapatan diakui sebelum perusahaan menyelesaikan atau mengirim barang ke pelanggan. Contohnya adalah pengakuan pendapatan pada kontrak konstruksi jangka panjang (long-term construction contract) yang menggunakan metode Persentase Penyelesaian (Percentage of Completion). Menurut metode ini pendapatan, biaya dan laba dari kontrak konstruksi jangka panjang diakui pada setiap periode akuntansi proporsional dengan tingkat penyelesaian pekerjaan yang diselesaikan pada periode tersebut.
Sebagai contoh, misalnya PT. PAKU BUANA — sebuah perusahaan konstruksi — menandatangani kontrak untuk membangun jembatan dengan harga Rp900.000.000 dengan taksiran biaya untuk menyelesaikannya sebesar Rp800.000.000. Kontrak dimulai pada 1 Maret 2005 dan harus diselesaikan pada akhir Juni 2007. Berikut adalah data berkaitan dengan periode konstruksi, biaya yang sesungguhnya telah terjadi, dan biaya taksiran untuk menyelesaikan (beserta revisi taksiran biaya) :
14 Pendebitan akun HPP dan pengkreditan akun Sediaan ketika terjadi penjualan dilakukan jika system pengendalian sediaannya menggunakan metode perpetual. Pada sistem periodik, penjurnalan HPP dilakukan pada akhir tahun buku.
2005 2006 2007 Biaya yang terjadi
sampai akhir tahun
Rp200.000.000 Rp495.000.000 Rp850.000.000
Taksiran biaya untuk menyelesaikan kontrak
600.000.000 330.000.000 0
Taksiran biaya total Rp800.000.000 ============= Rp825.000.000 ============= Rp850.000.000 ============= Pemfakturan (penagihan) selama tahun Rp180.000.000 Rp520.000.000 Rp200.000.000
Penerimaan kas dari tagihan selama tahun
180.000.000 500.000.000 220.000.000
Jurnal untuk mencatat biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan, penagihan kepada pelangan, dan penerimaan kas dari tahun 2005 sampai 2007 adalah sebagai berikut. 2005 (Jutaan Rupiah) 2006 (Jutaan Rupiah) 2007 (Jutaan Rupiah) Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr.
Konstruksi dalam Proses 200 - 295 - 355
Kas, Utang, Material, dll - 200 - 295 - 355
(mencatat biaya yang terjadi)
Piutang Dagang 180 - 520 - 200
Penagihan atas Konstruksi
dalam Proses - 180 - 520 - 200
(mencatat pemfakturan)
Kas 180 - 500 - 220
Piutang Dagang - 180 - 500 - 220
(mencatat penerimaan kas)
Selanjutnya ntuk menentukan pendapatan (revenue), biaya (expenses), dan laba bruto (gross profit) yang diakui pada tahun 2005, 2006, dan 2007, mula-mula dihitung terlebih dahulu persentase penyelesaian tiap tahun sebagai berikut.
Persentase penyelesaian sampai dengan tahun :
• 2005 = Rp200 juta/Rp800 juta x 100% = 25% • 2006 = Rp495 juta/Rp825 juta x 100% = 60% • 2007 = Rp850 juta/Rp850 juta x 100% = 100%
Kemudian dihitung pendapatan dan laba bruto setiap tahun sebagai berikut :
Pendapatan (revenue) dan laba bruto untuk setiap tahun : • Tahun 2005:
Taksiran pendapatan tahun 2005 = 25% x Rp 900 juta = Rp225 juta Taksiran laba bruto tahun 2005 = 25% x (Rp900 jut - Rp800 juta) = 25 juta
• Tahun 2006:
Taksiran total pendapatan = 60% x Rp 900 juta = Rp540 juta Pendapatan telah diakui pada tahun 2005 225 juta Pendapatan telah diakui pada tahun 2006 Rp315 juta ==========
Taksiran laba bruto total = 60% x (Rp900 jut - Rp825 juta) = Rp45 juta
Laba bruto telah diakui pada tahun 2005 25 juta
Laba bruto telah diakui pada tahun 2006 Rp20 juta ==========
• Tahun 2007:
Taksiran total pendapatan = 100% x Rp 900 juta = Rp900 juta Total pendapatan telah diakui pada tahun 2006 540 juta Pendapatan telah diakui pada tahun 2007 Rp360 juta ==========
Taksiran laba bruto total = 100% x (Rp900 jut - Rp850 juta) = Rp50 juta Total laba bruto telah diakui pada tahun 2006 45 juta Laba bruto telah diakui pada tahun 2007 Rp5 juta ==========
Jurnal pencatatan untuk mengakui pendapatan, biaya, dan laba bruto untuk tahun 2005, 2006, dan 2007 dan penyerahan jembatan pada tahun 2007 adalah sebagai berikut. 2005 (Jutaan Rupiah) 2006 (Jutaan Rupiah) 2007 (Jutaan Rupiah) Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr.
Konstruksi dalam Proses 25 - 20 - 5
-Biaya Konstruksi 200 - 295 - 355
Pendapatan Kontrak Jangka
Panjang - 225 - 315 - 360
(mencatat pendapatan, biaya dan laba)
Penagihan atas Konstruksi
dalam Proses - - - - 900
Konstruksi dalam Proses - - - - - 900
(mencatat penyerahan jembatan)
Metode Kontrak Selesai. Metode Kontrak Selesai (Completed Contract) merupakan metode alternatif dari metode persentase penyelesaian yang digunakan oleh perusahaan yang membangun jembatan, misalnya, untuk pelanggan dalam jangka panjang. Metode kontrak selesai mengakui pendapatan, biaya, dan laba pada point of sale, yakni ketika pembangunan jembatan tadi telah selesai. Selama masa proses konstruksi, perusahaan mengumpulkan biaya-biaya yang diperlukan untuk membangun tetapi tidak dilakukan pengakuan interim terhadap pendapatan, biaya, dan laba. Pengakuan tiga unsur laba rugi tadi dilakukan ketika kontrak telah selesai. Dengan menggunakan data PT. PAKU BUANA yang membangun jembatan pada contoh sebelumnya, maka jurnal-jurnal pencatatannya adalah sebagai berikut.
2005 (Jutaan Rupiah) 2006 (Jutaan Rupiah) 2007 (Jutaan Rupiah) Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr.
Konstruksi dalam Proses 200 - 295 - 355
Kas, Utang, Material, dll - 200 - 295 - 355
(mencatat biaya yang terjadi)
Piutang Dagang 180 - 520 - 200
Penagihan atas Konstruksi dalam
Proses - 180 - 520 - 200
2005 (Jutaan Rupiah) 2006 (Jutaan Rupiah) 2007 (Jutaan Rupiah) Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr. Kas 180 - 500 - 220 Piutang Dagang - 180 - 500 - 220
(mencatat penerimaan kas)
Penagihan atas Konstruksi dalam
Proses - - - - 900
Pendapatan Kontrak Jangka
Panjang - - - - - 900
(mencatat pendapatan dan menutup akun penagihan)
Biaya Konstruksi - - - - 850
Konstruksi dalam Proses - - - - - 850
(mencatat biaya dan menutup Konstruksi dalam Proses)
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa perusahaan mengakui seluruh pendapatan proyek dan juga biayanya tidak sesuai dengan kemajuan proyek, tetapi setelah proyek selesai. Jadi, dalam contoh di atas, tidak terdapat pengakuan pendapatan dan biaya pada tahun 2005 dan 2006.
Metode Penjualan Cicilan. Di bawah keadaan-keadaan tertentu, pendapatan diakui setelah perusahaan mengirim barang ke pelanggan, contohnya adalah pengakuan pendapatan pada perusahaan yang melakukan penjualan barang dagangan secara cicilan yang menggunakan metode Penjualan Cicilan (Installment Sale). Penjualan secara cicilan ada yang tidak berbunga, dan ada pula yang berbunga, misalnya penjualan barang-barang elektronik, furnitur, real estate, mobil, sepeda motor, dan lain-lain. Menurut metode ini pendapatan, biaya dan laba diakui pada saat kas telah diterima (cash basis), dengan cara mengakui realisasi laba bruto dari laba bruto yang ditangguhkan sebesar persentase laba bruto dikalikan dengan penerimaan kas dari pokok piutang dagang cicilan.
Metode Penjualan Cicilan Tanpa Bunga. Sebagai contoh, misalnya PT. ANEKA KARYA menjual barang dagangan secara cicilan dengan data penjualan selama 3 tahun terakhir sebagai berikut :
2005 2006 2007 Penjualan cicilan Rp200.000.000 Rp250.000.000 Rp300.000.000
Harga pokok penjualan cicilan 148.000.000 190.000.000 216.000.000
Laba bruto Rp52.000.000 =========== Rp60.000.000 =========== Rp84.000.000 ===========
Persentase laba bruto 26% 24% 28%
Penerimaan kas:
Dari Penjulan 2005 Rp70.000.000 Rp80.000.000 Rp50.000.000
Dari Penjulan 2006 - 90.000.000 100.000.000
Dari Penjulan 2007 - - 120.000.000
Jurnal-jurnal untuk mencatat penjualan cicilan yang terjadi pada PT. ANEKA KARYA tersebut adalah sebagai berikut (dalam jutaan rupiah):
2005 2006 2007 Dr. Cr. Dr. Cr. Dr. Cr.
Piutang Dagang Cicilan 2005 200,00 - - - -
-Piutang Dagang Cicilan 2006 - - 250,00 - -
-Piutang Dagang Cicilan 2007 - - - - 300,00
Penjualan Cicilan - 200,00 - 250,00 - 300,00
(mencatat penjualan cicilan)
Harga Pokok Penjualan Cicilan 148,00 - 190,00 - 216,00
Persediaan - 148,00 - 190,00 - 216,00
(mencatat harga pokok cicilan)
Penjualan Cicilan 200,00 - 250,00 - 300,00
Harga Pokok Penjualan Cicilan - 148,00 - 190,00 - 216,00
Laba Bruto Ditangguhkan 2005 - 52,00 - - -
Laba Bruto Ditangguhkan 2006 - - - 60,00 -
Laba Bruto Ditangguhkan 2007 - - - - - 84,00
(menutup penjualan cicilan dan harga pokok penjualan cicilan)
Kas 70,00 170,00 - 170,00
Piutang Dagang Cicilan 2005 - 70,00 - 80,00 - 50,00 Piutang Dagang Cicilan 2006 - - - 90,00 - 100,00
Piutang Dagang Cicilan 2007 - - - - - 120,00
(mencatat penerimaan kas)
Laba Bruto Ditangguhkan 2005 1)18,20 - 2)20,80 - 4)13,00 -Laba Bruto Ditangguhkan 2006 - - 3)21,60 - 5)24,00
-Laba Bruto Ditangguhkan 2007 - - - - 6)33,60
Realisasi Laba Bruto atas
Penjualan Cicilan - 18,2 - 42,40 - 70,60
(mencatat realisasi laba bruto) Realisasi Laba Bruto atas Penjualan
Cicilan 18,2 - 42,40 - 70,60
Ikhtisar Laba Rugi - 18,2 - 42,40 - 70,60
(menutup realisasi laba bruto) Ket :
Metode Penjualan Cicilan Berbunga. Sebagai contoh, misalnya PT. CAHAYA MOBILINDO pada 1 Januari 2005 menjual berbagai jenis mobil ”NIKISAE”, dengan total harga jual tunai Rp700.000.000, dengan menerima uang muka Rp210.000.000 dan sisanya diterima melalui 3 kali cicilan tahunan sebesar Rp179.932.000, termasuk bunga 5%, mulai 31 Desember 2005. Harga pokok mobil-mobil yang terjual tersebut total Rp525.000.000. Maka laba bruto = Rp700.000.000 – Rp525.000.000 = Rp175.000.000 dan persentase laba bruto = Rp175.000.000/Rp700.000.000 = 25%.
Oleh karena pada penjualan mobil secara cicilan umumnya si pembeli menandatangani akte perjanjian kredit, maka perusahaan mengakui piutang wesel = Rp179.932.000 x 3 = Rp539.796.000. Jurnal pencatatannya adalah sebagai berikut.
Jan. 1 Kas 210.000.000
Piutang Wesel 539.796.000
Penjualan Cicilan - 700.000.000
Diskonto Piutang Wesel - 49.796.000
(mencatat penjualan cicilan)
Harga Pokok Penjualan Cicilan 525.000.000
Persediaan - 525.000.000
(mencatat harga pokok penjualan cicilan)
Penjualan Cicilan 700.000.000
Harga Pokok Penjualan Cicilan - 525.000.000 Laba Bruto Ditangguhkan - 175.000.000 (menutup penjualan cicilan dan harga pokok
penjualan cicilan)
Diskonto piutang wesel diamortisasi tiap tahun dan diakui sebagai pendapatan bunga dengan tabel rencana amortisasi diskonto sebagai berikut:
Tabel Rencana Amortisasi Diskonto Piutang Wesel Tanggal Penerimaan
Kas Pendapatan Bunga Pokok Piutang Pengurangan Pokok Piutang (a) (Rp) (b) = 5% x (d) (Rp) (c) = (a) – (b) (Rp) (d) = (d) – (c) (Rp) 01/01/2005 - - - 490.000.000 31/12/2005 179.932.000 24.500.000 155.432.000 334.568.000 31/12/2006 179.932.000 16.728.400 163.203.600 171.364.400 31/12/2007 179.932.000 8.567.600 171.364.400 0 Pembulatan ± Rp 620
Jurnal pencatatan penerimaan cicilan, pengakuan pendapatan bunga serta pengakuan realisasi laba bruto pada 31 Desember 2005, 2006 dan 2007 adalah:
2005
Des. 31 Kas 179.932.000
Diskonto Piutang Wesel 24.500.000
Piutang Wesel - 179.932.000
Pendapatan Bunga - 24.500.000
(mencatat penerimaan cicilan pertama)
Laba Bruto Ditangguhkan 91.358.000
Realisasi Laba Bruto atas Penjualan Cicilan
- 91.358.000 {mengakui realisasi laba bruto= 25% x
(Rp210.000.000 + Rp155.432.000) = Rp91.358.000}
Pendapatan Bunga 24.500.000
-Realisasi Laba Bruto atas Penjualan Cicilan 91.358.000
Ikhtisar Laba Rugi - 115.858.000
(menutup pendapatan bunga dan realisasi laba bruto)
2006
Des. 31 Kas 179.932.000
Diskonto Piutang Wesel 16.728.400
Piutang Wesel - 179.932.000
Pendapatan Bunga - 16.728.400
(mencatat penerimaan cicilan pertama)
Laba Bruto Ditangguhkan 40.800.900
Realisasi Laba Bruto atas Penjualan Cicilan
- 40.800.900 (mengakui realisasi laba bruto = 25% x
Rp163.203.600 = Rp40.800.900)
Pendapatan Bunga 16.728.400
-Realisasi Laba Bruto atas Penjualan Cicilan 40.800.900
Ikhtisar Laba Rugi - 57.529.300
(menutup pendapatan bunga dan realisasi laba bruto)
2007
Des. 31 Kas 179.932.000
Piutang Wesel - 179.932.000
Pendapatan Bunga - 8.567.600
(mencatat penerimaan cicilan pertama)
Laba Bruto Ditangguhkan 42.841.100
Realisasi Laba Bruto atas Penjualan Cicilan
- 42.841.100
(mengakui realisasi laba bruto = 25% x Rp171.364.400 = 42.841.100)
Pendapatan Bunga 8.567.600
Realisasi Laba Bruto atas Penjualan Cicilan 42.841.100
Ikhtisar Laba Rugi - 51.408.700
(menutup pendapatan bunga dan realisasi laba bruto)