Komisaris Politik
DESKRIPSI LOKASI ACEH TAMIANG
6 Kota Kualasimpang 9.048 8.982 18.030
1.7. Pengalaman Peneliti
Sebelum sampai pada tahap menulis skripsi ini, awalnya penulis mengalami berbagai hambatan dalam menentukan judul mengingat begitu banyak lapangan objek kajian yang telah dilakukan oleh mahasiswa antropologi. Tentunya ini menjadi kendala tersendiri kepada penulis untuk fokus pada salah satu objek kajian yang hendak diteliti. Pada awalnya penulis merasa tertarik membahas tentang pemberlakuan Syariat Islam di Aceh terutama di Kabupaten Aceh Tamiang. Namun ketika memulai menuliskan permasalahan tentang pemberlakuan Syariat Islam tersebut ditinjau dari sudut pandang Antropologi, penulis menyadari dan meyakini bahwa penulis akan mengalami hambatan tentang bahan, referensi dan liteatur, yang berkaitan dengan penerapan Syariat Islam tersebut.
33
Kemudian penulis mendapat masukan dari teman kuliah sekaligus senior penulis di Departemen Antropologi yaitu saudara Taupik Azhari, S.Sos, agar meneliti tentang kehidupan keluarga penulis yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang kain di Pasar Pagi Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Akan tetapi penulis merasa bahwa isu yang hendak diteliti mengenai deskripsi kehidupan pedagang dirasa kurang menarik. Apalagi ketertarikan penulis terhadap Antropologi Ekonomi sebagai kajian ilmu Antropologi selama ini dirasakan kurang.
Timbul dibenak penulis jika meneliti kehidupan pedagang di Pasar Pagi Kuala Simpang, Aceh Tamiang, apakah yang harus diteliti. Kalau pun diteliti, sepertinya bahan yang mau ditulis sangat sedikit. Kehidupan pedagang di pasar, seperti yang digeluti kedua orang tua penulis itu-itu saja. Banyak orang lalu lalang. Ada penjual dan pembeli. Penjual menjajakan barangnya. Pembeli memilih dan memilah barang kebutuhan sesuai keperluannya. Kegiatan itu berlangsung dari pagi sampai sore atau malam hari. Begitulah aktifitas di pasar sehari-hari.
Kondisi ini tidak menarik minat penulis sesuai saran dan masukan teman kuliah tadi. Waktu berjalan terus. Setelah beberapa minggu berlalu, penulis disksusi dengan Bapak Wan Zulkarnain. Dalam diskusi itu, penulis menceritakan tentang kondisi partai politik yang ada di Aceh Tamiang, karena pada saat diskusi itu, lagi hangat-hangatnya pemilihan legislatif dan disusul dengan Pemilihan Presiden 2014 ini. Ketika diskusi berjalan, masalah yang dibicarakan adalah pertarungan antara partai Parpol lokal dengan Parpol Nasional di Aceh Tamiang.
Penulis ketika itu menceritakan bahwa kasus pada Kabupaten Aceh Tamiang sangat menarik, yaitu dalam Pileg, Partai Lokal seperti Partai Aceh, unggul dalam perolehan suara dibandingkan dengan Partai Nasional, bahkan partai lokal lainnya. Sementara dalam Pilkada langsung yang dimulai dari tahun 2009 sampai 2012 yang
34
lalu, calon Bupati dari Partai Aceh selalu kalah. Pemenang Pilkada Aceh Tamiang adalah calon yang diusung oleh Partai Nasional, yang dalam tahun 2012 kemarin pengusung Bupati Bapak Hamdan Sati, Bupati Aceh Tamiang periode 2012-2017 berasal dari Partai Nasional.
Peristiwa ini menjadi perhatian penulis ketika diskusi berlangsung, mengingat Aceh Tamiang adalah bagian dari teritorial Provinsi Aceh. Pada Kabupaten/Kota lain di Provinsi Serambi Mekah ini, seingat penulis Bupati/Walikota didominasi orang-orang dari Partai Aceh. Mungkin sebagian Tanah Gayo Bupati berasal dari luar Partai Aceh. Kondisi ini menjadi salah satu alasan penulis tertarik untuk menelitinya menjadi bahan skripsi, di samping penulis sendiri, sedikit banyak mengikuti perkembangan perpolitikan di Aceh Tamiang, menginat penulis tinggal dan menetap dengan orang tua di sana.
Setelah diskusi hangat dan menarik tersebut, beberapa minggu kemudian, penulis memberanikan diri menjumpai Ketua Departemen Antropologi Bapak Dr. Fikarwin Zuska untuk mengajukan usulan penelitian. Dari 3 usulan penelitian yang penulis buat, bahasan tentang partai lokal menjadi pilihan untuk dijadikan skripsi. Walaupun belum ditentukan siapa pembimbing skripsi penulis, namun ini adalah langkah awal menyelesaikan keseluruhan bab demi bab sesuai waktu yang ada.
Penulis juga dapat membayangkan kondisi lapangan dalam proses penelitian nanti. Tentu hambatan-hambatan yang ada dapat berkurang sedikit, mengingat daerah Kuala Simpang dan sekitarnya adalah wilayah pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, di mana letak kantor-kantor pemerintahan dan instansi yang berkaitan dengan objek penelitian ini, seperti kantor Parpol dan KPU dapat dengan mudah dijangkau dari rumah penulis. Selain itu, informan yang hendak digali datanya juga sudah dipersiapkan, seperti anggota atau pengurus Partai Aceh, anggota KPU, tokoh
35
masyarakat dan informan lain yang dapat memberikan informasi-informasi sebanyak mungkin demi membantu melengkapi data penelitian ini.
Hal inilah yang mempermudahkan saya mendapatkan data yang dibutuhkan di lapangan, Selain daripada itu banyak tetangga saya yang juga berperan aktif di partai tersebut dan ada juga yang berbeda partai sehingga hal ini tidaklah sulit dalam mendapatkan informasi yang saya ingin dapatkan, sebenarnya kendala dalam pengerjaan skripsi ini terletak di saya, karena saya baru menyadari pengerjaan skripsi haruslah dilakukan dengan fokus sehingga konsentrasi tidak terpecah. Dalam kajian ilmu antropologi, memang seorang peneliti diarahkan untuk memiliki rapport yang baik dengan para informan dalam melakukan penelitian.Yang nanti kedepannya akan berguna dalam hal proses pencarian data yang dibutuhkan.
Banyak perbedaan antara melakukan penelitian ke masyarakat umum dengan Orang-Orang yang ada di Partai, hal ini karena di Partai, struktur organisasi menjadikan seseorang itu memilki kekuasaan dan kewenangan dalam hal proses berpartai.Sehingga kadang-kadang saya merasa kesal ketika seorang pengurus partai yang dengan mudahnya mengabaikan janji yang telah dibuat, demi urusan pribadinya daripada kepentingan partainya.
Berbicara mengenai orang-orang di partai ini sangatlah ramah dan sangat baik dalam proses penulisan skripsi saya ini.
3 ABSTRAK
Skripsi ini berjudul “PARTAI POLITIK LOKAL ACEH (Studi Etnografi Tentang Kekalahan Partai Aceh Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh, disusun oleh Enggi (090905040), 2015. Skripsi ini terdiri dari 5 bab, 122 halaman, 9 tabel dan 6 gambar.
Hasil KIP Kabupaten Aceh Tamiang, perolehan suara terbanyak dimenangkan oleh pasangan H.Hamdan Sati, ST /Drs. Iskandar zulkarnain, MAP, sebanyak 64.851 (55,32%), Sedangkan pasangan Agussalim - H. Abdussamad, SE yang diusung oleh Partai Aceh hanya memperoleh suara 52.379 (44,68%). Berdasarkan data tersebut pasangan calon Bupati/Wakil Bupati yang diusung Partai Aceh (PA) Agussalim / H. Abdussamad, SE, kalah dari pasangan yang diusung Kualisi Partai PAN, PBR, PBA, PKS, PPP serta PKPI yaitu H.Hamdan Sati, ST/Drs. Iskandar Zulkarnain, MAP.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor kekalahan Bupati/Wakil Bupati dari Partai Aceh pada Pemilukada tahun 2012 di Aceh Tamiang dan untuk mengetahui alasan masyarakat lebih memilih pasangan H.Hamdan Sati, ST/Drs. Iskandar Zulkarnain, MAP yang diusung Kualisi Partai PAN, PBR, PBA, PKS, PPP serta PKPI. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Teknik pengumpulan data yaitu penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan.
Faktor-faktor kekalahan calon Bupati/Wakil Bupati dari Partai Aceh pada pemilukada tahun 2012 di Aceh Tamiang adalah Partai Aceh tidak mampu mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat, adanya konflik internal dalam Partai Aceh, elit politik Partai Aceh yang tidak berkompeten, Pecahnya lumbung suara dalam menentukan Strategi pemetaan wilayah yang tidak tepat. Dan masyarakat lebih memilih pasangan H.Hamdan Sati, ST/Drs. Iskandar Zulkarnain, MAP. karena Perbedaan tingkat pendidikan, kekecewaan terhadap pasangan Bupati/Wakil Bupati sebelumnya, Strategi Politik, Pencitraan politik, cara kampanye yang dialogis, dan pemetaan wilayah untuk menentukan target dukungan. Disarankan kepada kader-kader partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang agar dapat mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat banyak, dan Pasangan Bupati/Wakil Bupati terpilih agar dapat memenuhi semua janji-janji yang telah dikampanyekan kepada masyarakat, dan dapat mengakomodir kepentingan dan harapan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang.