Berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah diungkapkan, pada penelitian ini akan menjawab pertanyaan penelitian yang meliputi (1) bagaimana pengaruh tingkat kemampuan terhadap partisipasi anggota pada program
ecovillage serta (2) bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage. Beberapa pertanyaan penelitian memunculkan hipotesis dalam penelitian yakni (1) diduga terdapat pengaruh antara tingkat kemampuan kepala desa terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage dan (2) diduga adanya pengaruh antara gaya kepemimpinan kepala desa terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage. Hipotesis diatas dijawab dan dibahas dalam bab ini berdasarkan hasil data dilapangan yang dianalisis menggunakan uji regresi linier. Berdasarkan aturan untuk menginterpretasikan pengaruh kedua variabel berdasarkan nilai jika angka signifikansi (p value) < 0.05 maka terdapat pengaruh yang signifikan.
Tabel 36 Hasil uji regresi tingkat kemampuan dan gaya kepemimpinan Kepala Desa terhadap tingkat partisipasi anggota pada program ecovillage
Tahun 2016
Varabel R t Sig Statistik kolineritas
5
Tolerance VIF
Tingkat kemampuan .406 2.307 0.029 1.000 1.000
Gaya transformasional .073 -.382 .706 1.000 1.000
Gaya transaksional .105 .551 .586 1.000 1.000
Penjelasan pada setiap variabel akan dijelaskan pada subbab-subbab berikut.
Pengaruh Tingkat Kemampuan Kepala Desa terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat pada Program Ecovillage
Penelitian ini salah satunya bertujuan untuk menjawab hipotesis uji mengenai pengaruh tingkat kemampuan dari Kepala Desa Mekarwangi terhadap tingkat partisipasi masyarakat pada program ecovillage. Indikator dari tingkat kemampuan adalah bertanggung jawab, komunikator, fasilitator, mediator, dan motivator. Pada variabel dependent tingkat partisipasi merujuk pada Arnstien (1969) yaitu citizen power, tokenism, dan non-partisipasi. Peneliti mengasumsikan bahwa tinggi rendahnya tingkat kemampuan kepala desa juga berpengaruh terhadap peningkatan dari tingkat partisipasi.
Berdasarkan Tabel 37 dapat terlihat bahwa sekitar 68 persen tingkat kemampuan kepala desa rendah sedangkan tingkat partisipasi anggota berada pada tingkat tokenism. Sedangkan pada tingkat kemampuan kepada desa dengan kategori sedang, tingkat partisipasi anggota berada pada tingkat tokenism dengan persentase 90 persen dan tingkat kemampuan kepala desa di kategori tinggi pada
5
Collinearity Statistics untuk mengetahui apakah akan terjadi multikolinearitas pada data yang diuji statistik. Multikolinearitas tidak akan terjadi jika nilai tolerance >0,1 dan VIF >10
tingkat partisipasi anggota juga berada pada tingkat tokenism dengan persentase 83 persen.
Tabel 37 Penilaian responden mengenai tingkat kemampuan Kepala Desa Mekarwangi dan partisipasi anggota pada program ecovillage Tahun 2016
No
Tingkat kemampuan
kepala desa
Tingkat partisipasi anggota
Total Non-partisipasi Tokenism n % N % N % 1. Rendah 2 33.3 4 66.7 6 100.0 2. Sedang 1 9.2 10 90.9 11 100.0 3. Tinggi 2 16.7 10 83.3 12 100.0 Total 5 17.2 4 13.8 29 100.0
Variabel tingkat kemampuan kepemimpinan Kepala Desa Mekarwangi diuji menggunakan uji regresi linier sederhana yang dilakukan terhadap variabel Y yakni variabel partisipasi anggota pada program ecovillage. Berdasarkan Tabel 36 menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) yang menunjukkan tingkat hubungan antara variabel dependent dan independent adalah 0.406. Untuk nilai R Square atau koefisien determinasi memiliki sebesar 0.165 atau sebesar 16.5 persen tingkat kemampuan kepala desa dapat dijelaskan oleh tingkat partisipasi dan 83.5 persen dijelaskan oleh faktor lain diluar dari tingkat kemampuan. Hasil regresi yang ditunjukan pada Tabel 36 dapat diketahui bahwa hasil uji regresi antara tingkat kemampuan kepala desa terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage
diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.029. Hipotesis uji pengaruh variabel tingkat kemampuan kepemimpinan Kepala Desa Mekarwangi terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage sebegai berikut:
Aturan untuk menginterpretasikan pengaruh antara variabel dependent dan
independent berdasarkan nilai jika angka signifikansi (p value) < 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi tingkat kemampuan 0.029 < 0.05 maka berdasarkan hipotesis adalah
ditolak dan diterima serta jika dilihat pada Collinearity Statistics pada Tabel 30 menunjukkan nilai tolerance dan VIF sebesar 1 maka tidak akan terjadi multikolinearitas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan berpengaruh pada partisipasi anggota pada program ecovillage atau semakin tinggi nilai tingkat kemampuan maka semakin tinggi juga partisipasi anggota pada program ecovillage.
Tingkat kemampuan dari kepala desa pada aspek bertanggung jawab, komunikatif, fasilitator, mediator, dan memotivasi pada program ecovillage
tergolong tinggi dengan nilai persentase yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan = variabel tingkat kemampuan ( ) tidak berpengaruh terhadap partisipasi anggota
= variabel tingkat kemampuan ( ) berpengaruh terhadap partisipasi anggota
hasil uji regresi yang menunjukkan bahwa kedua variabel terdapat pengaruh. Sehingga mengindikasikan terdapat faktor-faktor yang mendukung kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang positif.
Kemampuan dari Kepala Desa Mekarwangi selaku pembina dari program
ecovillage yang bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan tersebut. Kemampuan bertanggung jawab kepala desa dirasakan tinggi pada program tersebut dari kemampuan tersebut kepala desa mendapatkan penghargaan Kepala Desa atau Pembina Terbaik Se-Provinsi Jawa Barat Tahun 2015. Pada aspek kemampuan komunikatif, kepala desa berusaha selalu menyampaikan pesan menyangkut program dengan frekuensi yang sering dan disampaikan dengan jelas. Selain itu, kepala desa juga berperan sebagai mediator dan motivator saat anggota menghadapi masalah baik masalah internal kelompok dan masalah lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan:
“...Kalau ada masalah yang pertama penyelesaianya diselesaikan sama kelompok karena ada ketua kita konsultasi dulu apabila kita menemukan solusi baru kita menayakan beliau Sebetulnya kalau di ecovillage itu kepala desa hanya bertanggung jawab kan kita ada ketua ada kepengurusan. Jadi hanya mendampingi, ngasih saran, pendapat, apabila kita juga ada yang kurang paham atau perlu bantuan beliau. Mangkanya sekarang kan udah periode ke tiga masih eksis, keanggotaan bukan berkurang tapi bertambah...”. (WW,36 Tahun).
Berdasarkan pernyataan salah satu anggota ecovillage membuktikan bahwa kepala desa dapat mendorong anggota untuk terlibat dan mempertahankan keanggotaan yang dibentuk bahkan terdapat penambahan anggota baru pada program ecovillage. Hal lain juga diungkapkan oleh salah satu infroman berikut ini:
“....Ada kemuan, kadang-kadang suatu saat gak diundang ga apa hadir. Nah itu, itu harus. Secara bicara itu enak, aturan regulasinya juga diatur dengan baik. Karena kepala desanya gitu ya yang lainya juga ikut. Mangkanya kepala desa yang lain harus mencontoh kepala desa mekarwangi, bank sampahnya sudah berjalan, mana yang lain mah ngomong doang. Di mekarwangi mah bank sampahnya jalan, buku tabunganya ada, nasabahnya ada. Padahal desa lain anak muda pendidikanya cukup tinggi dibanding pak yayat obi yang pendidikanya SD. Karena ada kemauan. Intinya keberhasilan didesa mekarwangi itu kepala desanya punya pengaruh yang kuat...”. ( HT, Fasilitator).
Kemauan dari kepala desa untuk selalu hadir pada setiap kegiatan baik diundang atau tidak diundang membuat anggota termotivasi untuk selalu hadir. Kedekatan anggota dengan kepala desa juga terbentuk karena kepala desa tidak membatasi dirinya dengan anggota dan tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari anggota atau perangkat desa lainya. Hal ini dibuktikan dengan panggilan untuk
kepala desa dari anggota dan perangkat desa lainya adalah indung. Indung merupakan bahasa sunda yang artinya ibu atau orang tua perempuan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Partisipasi Masyarakat Program Ecovillage
Pada penelitian ini mengkaji pengaruh kedua gaya kepemimpinan yakni gaya transformasional dan gaya transaksional yang diterapkan oleh Kepala Desa Mekarwangi terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage dengan menggunakan uji statistik pada software SPSS versi 20.0. uji statistik tersebut melibatkan satu variabel orientasi gaya transaksional dan dua orientasi gaya transformasional sebagai variabel atau independent. Sedangkan, partisipasi anggota sebagai variabel Y atau dependent. Pengaruh gaya kepemimpinan kepala desa Mekarwangi terhadap partisipasi anggota ecovillage dengan menggunakan uji regresi linier sederhana yang dilihat adalah nilai signifikansi, nilai koefisien B, nilai collinearity (Kolinearitas) terdapat pada Tabel 36.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional Kepala Desa Mekarwangi terhadap Partisipasi Anggota Program ecovillage
Gaya transaksional yang diterapkan oleh kepala desa dapat diketahui berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana. Hasil uji statistik regresi linier sederhana pada Tabel akan menjelakan pengaruh gaya kepemimpinan transaksional terhadap tingkat partisipasi anggota pada program ecovillage. Berdasarkan aturan untuk menginterpretasikan pengaruh kedua variabel berdasarkan nilai jika angka signifikansi (p value) < 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan. Untuk melihat pengaruh gaya kepemimpinan transaksional terhadap tingkat partisipasi anggota pada program ecovillage dapat dilihat pada tabel tabulasi silang (Tabel 38).
Tabel 38 Penilaian responden berdasarkan gaya kepemimpinan transaksional Kepala Desa Mekarwangi dan tingkat partisipasi anggota pada program ecovillage No Gaya kepemimpinan transaksional kepala desa
Tingkat partisipasi anggota
Total Non-partisipasi Tokenisme n % n % N % 1. Rendah 3 23.1 10 76.9 13 100.0 2. Sedang 1 16.7 5 83.3 6 100.0 3. Tinggi 1 10.0 9 90.0 10 100.0 Total 5 17.2 24 82.8 29 100.0
Berdasarkan hasil tabulasi silang pada Tabel 38 dapat terlihat bahwa gaya kepemimpinan transaksional dengan kategori rendah pada tingkat partisipasi anggota di tingkat tokenism dengan persentase sekitar 78 persen. Untuk gaya kepemimpinan transaksional dari kepala desa dengan tingkat partisipasi anggota di tingkat tokenism memiliki persentase 83 persen. Pada gaya kepemimpinan transaksional kepala desa di kategori tinggi dengan tingkat partisipasi anggota di tingkat tokenism memiliki persentase 90 persen.
Variabel gaya kepemimpinan transaksional Kepala Desa Mekarwangi diuji menggunakan uji regresi linier sederhana yang dilakukan terhadap variabel Y yakni variabel partisipasi anggota pada program ecovillage. Berdasarkan Tabel 35 menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) yang menunjukkan tingkat hubungan antara variabel dependent dan independent adalah 0.073. Hasil regresi yang ditunjukan pada Tabel 36 dapat diketahui bahwa hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan transaksional kepala desa terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.706. Hipotesis uji pengaruh variabel tingkat kemampuan kepemimpinan Kepala Desa Mekarwangi terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage sebagai berikut:
= variabel gaya kepemimpinan transaksional ( ) tidak berpengaruh terhadap partisipasi anggota
= variabel gaya kepemimpinan transaksional ( ) berpengaruh terhadap partisipasi anggota
Hipotesis diatas diuji berdasarkan nilai signifikansi hasil pengujian menggunakan SPSS dengan analisis regresi linier sederhana pada variabel gaya kepemimpinan. Penentuan hipotesis dapat diketahui jika nilai signifikasi > 0.05, maka diterima dan berkebalikan dengan ditolak. Sebaliknya, jika perolahan nilai signifikansi < 0.05 maka ditolak dan berkebalikan dengan diterima. Hasil uji regresi yang ditunjukan pada Tabel 36 diketahui bahwa variabel Reward and Punishment memiliki nilai signifikan sebesar 0.706 serta dijelaskan bahwa nilai koefisien B memiliki penurunan secara negatif sebesar -0.64 terhadap partisipasi artinya semakin tinggi gaya transaksional kepala desa maka semakin rendah partisipasi dari anggota dan berkebalikanya atau setiap kenaikkan satu satuan partisipasi maka akan menurunkan gaya transaksional kepala desa sebesar 0.064. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi Reward and Punishment
adalah > 0.05 maka berdasarkan hipotesis uji adalah diterima dan diterima serta jika dilihat pada Collinearity Statistics pada Tabel 36 menunjukkan nilai
tolerance dan VIF sebesar 1 maka tidak akan terjadi multikolinearitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya transaksional tidak berpengaruh pada tingkat partisipasi anggota program ecovillage. Berbeda dengan penelitian sebelumnya mengenai kepemimpinan kepala desa terhadap partisipasi pada program pembangunan oleh Djanueri MA (1989) yang memiliki sumbangan pengaruh pada tingkat partisipasi masyarakat pada program pembangunan.
Orientasi reward dan punishment merupakan ciri yang melekat pada gaya transaksional. Maka tingkat partisipasi anggota tidak dipengaruhi oleh hadiah atau aturan yang diberikan oleh kepala desa. Anggota berpartisipasi pada program tersebut didasarkan pada kebutuhan akan pengetahuan dan kebutuhan akan alam yang lebih baik lagi untuk mencegah terjadinya bencana alam di kemudian hari. Hal ini dibuktikan dengan:
“....Belum saya belum dapet hadiah, yang lain juga belum. Tapi kalau kelompok udah pernah dapet hadiah. Ya kalau hadiah juga jadi semangat...”. (YY, 42 Tahun).
Beberapa anggota belum mendapatkan hadiah atau penghargaan baik dari kepala desa secara personal ataupun dari lembaga lain. Tetapi anggota tetap hadir dan terlibat dalam program ecovillage. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan anggota bukan didasarkan pada hadiah tetapi kemauan lain.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Desa Mekarwangi terhadap Partisipasi Anggota Program ecovillage
Gaya tranformasional yang diterapkan oleh kepala desa dapat diketahui berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana. Hasil uji statistik regresi linier sederhana pada Tabel akan menjelakan pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap tingkat partisipasi anggota pada program ecovillage. Berdasarkan aturan untuk menginterpretasikan pengaruh kedua variabel berdasarkan nilai jika angka signifikansi (p value) < 0.05 maka terdapat pengaruh yang signifikan. Untuk melihat model summary dari gaya kepemimpinan transaksional terhadap tingkat partisipasi anggota pada program ecovillage dapat dilihat pada Tabel 39.
Tabel 39 Penilaian responden berdasarkan gaya kepemimpinan transformasional Kepala Desa Mekarwangi dantingkat partisipasi anggota pada program
ecovillage Tahun 2016 No Gaya kepemimpinan transaksional kepala desa
Tingkat partisipasi anggota
Total Non-partisipasi Tokenisme n % n % N % 1. Rendah 0 0 8 100.0 13 100.0 2. Sedang 2 22.2 7 77.8 6 100.0 3. Tinggi 2 25.0 9 75.0 10 100.0 Total 5 17.2 24 82.8 29 100.0
Hasil tabulasi silang pada Tabel 39, gaya kepemimpinan transformasional kepala desa yang memiliki kategori rendah pada tingkat partisipasi anggota di tingkat tokenisme memiliki persentase 100 persen. Untuk gaya kepemimpinan transformasional sedang dengan tingkat partisipasi anggota di tingkat tokenism
memiliki persentase 78 persen. Pada gaya transformasional kepala desa tinggi degan tingkat partisipasi anggota di tingkat tokenism memiliki persentase 75 persen. Untuk mendukung penelitian mengenai pengaruh dari kedua variabel tersebut maka perlu dilakukan uji regresi linier yang dapat dilihat pada Tabel 36.
Variabel gaya kepemimpinan transformasional Kepala Desa Mekarwangi diuji menggunakan uji regresi linier sederhana yang dilakukan terhadap variabel Y yakni variabel partisipasi anggota pada program ecovillage. Seluruh variabel data yang diuji statistik memenuhi syarat untuk tidak terjadi multi kolinearitas. Seluruh variabel gaya kepemimpinan diuji menggunakan analisis uji regresi linier sederhana terhadap variabel atau independentdanvariabel Y atau dependent.
Hasil regresi yang ditunjukan pada Tabel 36 dapat diketahui bahwa hasil uji regresi antara gaya kepemimpinan transformasional kepala desa terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.586. Hipotesis uji pengaruh variabel tingkat kemampuan kepemimpinan Kepala Desa Mekarwangi terhadap partisipasi anggota pada program ecovillage sebagai berikut:
= variabel gaya transformasional ( ) tidak berpengaruh terhadap partisipasi anggota
= variabel gaya gaya transformasional ( ) berpengaruh terhadap partisipasi anggota
Hipotesis diatas diuji berdasarkan nilai signifikansi hasil pengujian menggunakan SPSS dengan analisis regresi linier sederhana pada variabel gaya kepemimpinan. Penentuan hipotesis dapat diketahui jika nilai signifikasi > 0.05, maka diterima dan berkebalikan dengan ditolak. Sebaliknya, jika perolahan nilai signifikansi < 0.05 maka ditolak dan berkebalikan dengan diterima. Hasil uji regresi yang ditunjukkan pada Tabel dapat diketahui bahwa variabel gaya transformasional memiliki nilai signifikasi sebesar 0.586. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi gaya tranformasional adalah > 0.05. Maka hipotesis uji statistik menggunakan regresi uji adalah diterima dan berkebalikan dengan ditolak serta jika dilihat pada Collinearity Statistics pada Tabel 35 menunjukkan nilai tolerance dan VIF sebesar 1 maka tidak akan terjadi multikolinearitas. Perolehan nilai koefisien B variabel gaya transformasional sebesar 0.099 yang artinya setiap kenaikkan satu satuan partisipasi anggota akan menaikkan gaya kepemimpinan transformasional kepala desa sebanyak 0.999. Dengan demikian disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional Kepala Desa Mekarwangi tidak berpengaruh kepada tingkat partisipasi anggota pada program ecovillage.
Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan anggota dan perencaan tujuan secara bersama yang menjadi orientasi dari gaya transformasional tidak mempengaruhi dari partisipasi anggota program ecovillage. Samahalnya dengan gaya transaksional, anggota merasa kehadiranya bukan karena dari diperhatikanya kebutuhan anggota di kelompok tersebut dan perencaan tujuan secara bersama ataupun aturan yang diberlakukan. Kehadiran anggota atau keterlibatan anggota pada program tersebut karena kebutuhan akan pengetahuan mengenai lingkungan serta kekhawatiran sebagian masyarakat akan penurunan kualitas lingkungan akibat dari manusia sendiri seperti akibat dari penumpukan sampah di beberapa tempat maka terjadi bencana banjir di kawasan hilir sungai. Diperlukanya sinergitas antara masyarakat hulu dan hilir untuk berperilaku yang peduli lingkung an agar tidak terjadi bencana-bencana yang membahayakan.
Ikhtisar
Uji regresi linier yang digunakan untuk melihat pengaruh dari variabel tingkat kemampuan kepemimpinan Kepala Desa Mekarwangi dengan tingkat
partisipasi masyarakat sebagai variabel dependent. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel tingkat kemampuan kepemimpinan Kepala Desa Mekarwangi dengan tingkat partisipasi masyarakat pada program ecovillage. Nilai sig yang dihasilkan dari pengujian adalah 0.029 dengan p>0.05 nilai tersebut menyatakan terdapat pengaruh. Hal ini karena kemampuan kepemimpinan dari Kepala Desa Mekarwangi dapat meningkatkan partisipasi dari anggota pada program ecovillage. Berdasarkan pernyataan salah satu anggota ecovillage membuktikan bahwa kepala desa dapat mendorong anggota untuk terlibat dan mempertahankan keanggotaan yang dibentuk bahkan terdapat penambahan anggota baru dapa program ecovillage.
Uji regresi linier yang digunakan untuk menguji sejauhmana pengaruh gaya kepemimpinan dari Kepala Desa Mekarwangi terhadap partisipasi masyarakat. Variabel independent pada penelitian ini adalah gaya kepemimpinan transaksional dan gaya kepemimpinan transformasional. Sedangkan, variabel
dependent yang digunakan adalah tingkat partisipasi masyarakat pada program
ecovillage. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara gaya transformasional terhadap tingkat partisipasi masyarakat dan juga tidak terdapat pengaruh antara gaya transaksional terdapat tingkat partisipasi masyarakat. Nilai sig yang diperoleh oleh gaya transformasional adalah 0.585 dan pada gaya transaksional sebesar 0.706. Hal ini dikarenakan anggota merasa kehadiranya bukan karena dari diperhatikanya kebutuhan anggota di kelompok tersebut dan perencaan tujuan secara bersama ataupun aturan yang diberlakukan. Kehadiran anggota atau keterlibatan anggota pada program tersebut karena kebutuhan akan pengetahuan mengenai lingkungan serta kekhawatiran sebagian masyarakat akan penurunan kualitas lingkungan akibat dari manusia sendiri seperti akibat dari penumpukan sampah di beberapa tempat maka terjadi bencana banjir di kawasan hilir sungai.