BAB IV Hasil Penelitian
C. Pembahasan
3. Pengaruh Non Performing Finance Ratio (NPF) terhadap efesiensi (BOPO)
Non Performing Financing (NPF), digunakan untuk memberikan
gambaran tentang masalah suatu bank yang harus diatasi dengan segera agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan pihak bank tersebut. Apabila masalah tersebut tidak diselesaikan, maka akan menimbulkan masalah atau dampak dalam penyaluran kredit pada periode berikutnya.
61 Nilai koefisien regresi NPF untuk Sig. adalah sebesar 0,004 <
0,05 maka itu hipotesis diterima artinya NPF berpengaruh signifikan terhadap efesiensi bank. Diketahui nilai t hitung 3,124 > t tabel 2,03011. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima. Artinya ada pengaruh NPF (X4) terhadap BOPO (Y).
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa NPF mempengaruhi efesiensi bank, begitu juga secara parsial NPF mempengaruhi efesiensi bank. Hal ini dikarenakan NPF mampu menggambarkan tingkat kesehatan bank artinya NPF adalah melihat kondisi aset bank kecukupan memanajemen resiko kredit .
4. Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap efesiensi (BOPO) Analisis ini dilakukan apakah setelah melaukuan konversi menjadi bank umum syariah jumlah Dana Pihak Ketiga Bank Aceh mengalami peningkatan atau malah justru sebaliknya. Bank diharapkan selalu berada ditengah masyarakat, agar aliran uang dari masyarakat yang mempunyai kelebihan dana dapat ditampung kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat. Keuntungan utama bank berasal dari sumber sumber dana dengan bunga yang akan diterima dari alokasi tertentu. DPK meningkat maka bank mempunyai peluang serta kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.
62 Nilai koefisien regresi DPK untuk Sig. adalah sebesar 0,068 >
0,05 maka dari itu hipotesis ditolak artinya dana pihak ketiga tidak berpengaruh signifikan terhadap efesiensi bank. Dapat disimpulkan bahwa DPK berpengaruh tidak berpengaruh signifikan terhadap BOPO
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan DPK tidak akan meningkatkan efesiensi. Hal ini dikarenakan DPK adalah sumber dana masyarakat yang hanya mempengaruhi minat masyarakat dalam menginvestasikan dananya namun dari segi efesiensi bank tidak mempengaruhinya.
63
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan data dari penelitian yang berjudul Pengaruh Kebijakan Konversi, FDR, NPF dan DPK terhadap Efesiensi Bank Aceh, didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Dummy Konversi menunjukan hubungan berpengaruh terhadap Efesiensi (BOPO). Dummy Konversi memiliki hubungan positif.
Dummy Konversi berpengaruh signifikan terhadap Efesiensi (BOPO) maka dapat dikatan H0 ditolak dan H1 diterima . Hal ini menandakan baik sebelum dan sesudah dilakukannya konversi berdampak pada peningkatan rasio efesiensi yang diukur dengan BOPO.
2. Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukan hubungan positif terhadap Efesiensi (BOPO) dapat dikatakan H0 diterima dan H1 ditolak, dan dapat disimpulkan bahwa DPK berpengaruh signifikan terhadap BOPO dan memiliki hubungan negatif. Maka variabel DPK memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Efesinesi (BOPO).
3. FDR menunjukkan hubungan positif terhadap Efesiensi terhadap (BOPO) dapat dikatakan H0 diterima dan H1 ditolak, dan dapat disimpulkan bahwa DPK berpengaruh signifikan terhadap BOPO dan
64 memiliki hubungan negatif. Maka variabel FDR memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Efesinesi (BOPO).
4. NPF memiliki hubungan positif. NPF berpengaruh signifikan terhadap Efesiensi (BOPO) maka dapat dikatan H0 ditolak dan H1 diterima . Hal ini menandakan baik sebelum dan sesudah dilakukannya konversi berdampak pada peningkatan rasio efesiensi yang diukur dengan BOPO. Sebelum dilakukannya konversi Bank Aceh.
5. Uji F (Uji Simultan) dan Adjusted R Square
a. Berdasarkan tabel, diperoleh nilai Sig. = 0,00 yang berarti < kriteria signifikan (0,05), dengan demikian model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah signifikan artinya, model regresi linier memenuhi kriteria linieritas. Berdasarkan tabel, diperoleh nilai F = 6,684. Karena nilai F hitung 6,684 > F tabel 2,61 dengan demikian model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah X1, X2, X3, X4 secara simultan berpengaruh terhadap Y b. bahwa nilai Adjusted R-Square sebesar 0,433 artinya variabel
independen Dumy Konversi, Dana Pihak Ketiga (DPK), Finance to Deposit Ratio (FDR), Net Performing Finance (NPF) mampu
menjelaskan variabel dependen Profitabilitas Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional sebesar 43,3% sedangkan sisanya 56,7% dipengaruhi variabel lain diluar model regresi. Multiple R menjelaskan bahwa korelasi antar variable bebas dengan variable tergantungnya (tidak bebas) sebesar 0,658. Adjust R Square sebesar
65 0,368 bearti variable Y dapat dijelaskan oleh variable X sebesar 36%. Std Eror of the Estimate menunjukan nilai 6,50684 yang artinya sampling variable ini lemah.
B. Saran
Dari hasil kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1. Bagi Bank Aceh Syariah
Dari hasil penelitian yang dilakukan, penulis menyarankan kepada pihak manajemen Bank Aceh Syariah untuk lebih selektif dalam mengeluarkan biaya operasional, setelah melakukan konversi dan diharapkan kepada pihak manajeman untuk memperluas jaringan operasional bank di daerah-daerah yang potensial bagi kemajuan Bank dengan menambah kantor cabang, cabang pembantu, dan kantor kas.
Sehingga tujuan dilakukannya konversi Bank Aceh Syariah dapat terwujud.
2. Bagi Peneliti yang akan datang
Karena dalam penelitian ini hanya meneliti Bank Aceh Syariah.
Maka sebaiknya peneliti selanjutnya menambahkan jumlah sampel serta memperpanjang periode pengamatan, sehingga dapat diperoleh hasil yang jauh lebih baik dari penelitian yang sudah dilakukan.
Selain itu, dalam penelitian ini rasio yang digunakan untuk melihat perbandingan efesiensi bank hanya menggunakan 4 (empat) rasio keuangan. Maka ada baiknya peneliti selanjutnya menambah rasio keuangan lainnya atau factor indikasi lainnya, sehingga dapat
66 diketahui perbandingan kinerja bank sebelum dan sesudah konversi dilihat dari rasio lainnya yang belum dipakai dalam penelitian ini.
67 DAFTAR PUSTAKA
Abuzar Asra, D. (2017). Analisis Multivariabel: Suatu Pengantar. Bogor: In Media.
Antara. (2016, September Senin). Bank Aceh resmi menjadi bank syariah.
Retrieved from Bankaceh.co.id: http://www.bankaceh.co.id/?p=2456 Antonio, M. (1999). Bank Syair Bagi Bankir & Praktisi Keuangan. Jakarta: Bank
Indonesia berkerja sama dengan Tazkia Institute.
Bambang, N. I. (2002). Metode Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE.
Basuki, A. T. (2016). Pengantar Ekonometrika. Yogyakarta: Danisa Media . Basuki, A. T. (2016). Pengantar Ekonometrika (Dilengkapi Pengguna Eviews).
Yogyakarta: Danisa Media.
Drs. Ismail, M. A. (2011). Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Ghozali, I. (2011). Analisis Multivariate Dengan IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Dipenogoro.
Hanggraeni, D. (2019). Pengaruh Konversi Bank Konvensional menjadi Bank Syariah terhadap Risiko Kebangkrutan Studi Kasus Pada Bank Aceh.
P. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 8.6, 551.
Hartono. (2018). Konsep Analisa Laporan Keuangan Dengan Pendekatan Rasio dan SPSS. Yogyakarta: CV. Budi Utama.
Jumingan. (2006). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Bumi Askara.
Kasmir. (2001). Bank & Lembaga Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Keuangan, O. J. (2016). Laporan Perkembangan Keuangan Syariah 2016. In OJK, Perkembangan Perbankan Syariah (p. 4). Jakarta.
Mishkin, F. (2008). Ekonomi Uang, Perbankan dan Pasar Keuangan (Edisi ke - 8). (T. o. G., Ed.) Jakarta: Salemba Empat.
Mucthar, H. (2011). Manajemen Aset. Yogyakarta: Laksbang.
Muhammad. (2007). Lembaga Ekonomi Syariah . Yogyakarta: Graha Ilmu.
Muljawan, H. A. (2014). Faktor faktor penentu efesiensi perbankan indonesia serta dampaknya terhadap perhitungan suku bunga kredit. (No.
WP/2/2014).
68 Mulyono. (2018). Berprestasi melalui JFP Kumpulkan Angka Kreditmu.
Yogyakarta: CV Budi Utama.
Munawir. (2007). Analisis Laporan Keuangan. 2007: Edisi Keempat, Liberty.
Munir, M. (2018). Analisis Pengaruh CAR, NPF, FDR dan Inflasi terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia. Journal Of Islamic Economics .
Pandia, F. (2012). Manajemen Dana dan Kesehatan Bank. Jakarta: Rineka Cipta.
Priyonggo, S. (2008). Analisis Efesiensi dan Skala Ekonomi pada Industri Perbankan Syariah di Indonesia. Journal of Islamic and Economics.
Rivai, V. (2010). Islamic Banking: Sebuah Teori, Konsep, dan Aplikasi. Jakarta:
Bumi Askara.
Riyadi, S. (2004). Banking Asset and Liability Management. Jakarta: Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Indonesia.
Riyadi, S. (2006). Banking assets and liability management. Jakarta: Universitas Indonesia.
Rustam, B. R. (2013). Manajemen Risiko. Jakarta: Salemba Empat.
Saladin, D. (1994). Dasar - Dasar Manajemen Pemasaran Bank. Jakarta: CV Rajawali.
Santoso, H. (2010). Pengaruh Non Performing Loan terhadap rasio BOPO.
Jakarta: Skripsi program Sarjana, Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.
Santoso, S. (2010). Statistik Multivariat (Konsep dan Aplikasi dengan SPSS).
Jakarta: PT Gramedia.
Santoso, S. (2011). Statistik Multiyariat (Konsep dan Aplikasi dengan SPSS).
Jakarta: PT Gramedia .
Sari, M. (2019). Pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) BMT SEPAKAT TANJUNG KARAT BARAT. Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Siregar. (2004). Manajemen Aset. In Strategi Penataan Konsep Pembangunan Berkelanjutan Secara Nasional dalam Konteks Kepala Daerah Sebagai CEO's pada Era Globalisasi dan Otonomi Daerah. PT. Gramedia Pustaka Umum.
Slamet, Y. S. (2017). Statiska Inferensial. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
69 Sudarsono, H. (2012). Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta:
Ekonisia.
Sugiarto, D. S. (2006). Metode Statiska (untuk bisnis dan ekonomi). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Talbani. (2017). Meretas Reaksi Jalan Panjang Bank Aceh Konversi Syariah.
Jurnal Prespektif Ekonomi Darusalam, Vol 3. no 1.
Teguh, M. (2001). Metode Penelitian Ekonomi Teorif dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo.