• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A.Deskripsi Teoritik

C. Pembahasan Hasil Pengujian

2. Pengaruh Pemahaman Konsep

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search terhadap pemahaman konsep IPS peserta didik kelas III SDN Karangtengah 3 Tangerang. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85 dan kelas kontrol sebesar 67,35.

Perbedaan pemahaman konsep yang terjadi antara kedua kelas tersebut yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol bukanlah karena suatu kebetulan, tetapi perbedaan tersebut disebabkan karena perbedaan perlakuan guru dalam menggunakan startegi pembelajaran aktif dengan teknik information search selama proses pembelajaran berlansung pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol hanya menggunakan metode konvensional.

Hal tersebut juga telah dibuktikan oleh pengujian hipotesis yang menyatakan bahwa thitung berada didaerah penerimaan H1, yaitu thitung > ttabel atau

8,392 > 1,997, yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada pemahaman konsep peserta didik kelas eksperiman yang menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information

search selama proses pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan teknik

information search berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa

kelas III SDN Karangtengah 3 Tangerang.

Dalam pelaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dengan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search oleh guru, pembelajaran ini berlangsung dengan baik. Meskipun awalnya terdapat peserta didik yang masih terlihat pasif dan binggung, namun dengan bimbingan dan penjelasan dari guru, peserta didik mampu mengikuti pembelajaran dengan aktif dan sangat antusias. Strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search membantu guru dalam menyampaikan materi dengan baik, membuat peserta didik menjadi aktif, suasana kelas menjadi aktif karena atusias peserta didik dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search yang juga dikemas oleh guru menjadi kompetisi yang seru, serta memudahkan peserta didik dalam menyerap apa yang sedang dipelajari dengan mencari informasi dengan itu peserta didik membaca informasi (handout) yang diberikan oleh guru, setelah itu peserta didik menuliskannya kembali dan mempresentasikannya dengan kalimatnya sendiri, sehingga pemahaman konsep IPS peserta didik dan hasil belajar peserta didik juga dapat maksimal. Materi sejarah uang dan pengelolaan uang yang disajikan dalam bentuk handout yang penuh warna, gambar-gambar dan setiap harinya guru mengemas pembelajaran dengan berbeda (dalam pencarian informasinya) membuat peserta didik tertarik, senang dan penasaran untuk mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir dan pelajaran di hari-hari berikutnya, sehingga tes hasil belajar peserta didik pun dapat dikerjakan dengan benar karena adanya pemahaman konsep peserta didik dari setiap materinya.

Jika peserta didik antusias dalam mencari informasi dalam sebuah

didik terhadap konsep dari materi pelajaran tersebut juga lebih tinggi, artinya kesulitan peserta didik dalam mempelajari dan memahami materi menjadi berkurang. Hal ini dibuktikan dari rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen yang lebih baik dari pada hasil belajar kelas kontrol. Senada dengan hasil penelitian Mahfuzhdin yang menyimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search berpengaruh pada hasil belajar Matematika.1 Dan juga senada oleh hasil wawancara dengan beberapa peserta didik yang menyatakan bahwa peserta didik senang belajar IPS dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search, karena merupakan pengalaman baru bagi peserta didik, peserta didik menjadi sangat senang dan terbiasa untuk membaca serta mengemukakan pendapat. Dari beberapa peserta didik pun mengakui dengan adanya strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search, hasil belajar peserta didik meningkat dan di atas KKM.

Strategi pembelajaran aktif melibatkan pembelajaran yang terjadi ketika peserta didik bersemangat, siap secara mental dan bisa memahami pengalaman yang dialaminya.2 Sedangkan information search ini bisa disamakan dengan ujian open-book. Tim-tim kelas mencari informasi (biasanya yang diungkapkan dalam pengarahan ala ceramah) yang menjawab pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Teknik information search ini sangat membantu menjadikan materi yang biasa-biasa saja menjadi lebih menarik3. Dengan demikian, strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search memenuhi persyaratan sebagai strategi yang mampu membuat suasana kelas serta peserta didik aktif dan memberikan ketertarikan para peserta didik.

Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan teknik

1

Mahfuzhdin, Pengaruh Strategi Active Learning (Pembelajaran Aktif) Teknik

Information Search/Mencari Informasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa, (Jakarta:

Skripsi FITK UIN, 2011), h. 63, Dipublikasikan.

2

Pat Hillingsworth, Gina Lewis., Pembelajaran Aktif: Meningkatkan Keasyikan Kegiatan

di Kelas, (Jakarta: PT Macanan Jaya Cermelang, 2008), Cet II, h. Pendahuluan.

3

Mel Silberman, Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nuansa Cendekia, 2014), Cet 10., h. 164.

information search dalam pembelajaran IPS peserta didik kelas III terhadap pemahaman konsep yang dicapai oleh peserta didik dalam konsep atau materi sejarah uang dan pengelolaan uang.

71

pembelajaran aktif dengan teknik information search berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPS peserta didik kelas III SDN Karang Tengah 3 Tangerang, dapat dilihat dari perbedaan hasil pretest dan hasil posttest. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pretest peserta didik kelompok eksperimen yaitu 59,55 dan nilai rata-rata pretest peserta didik kelas kontrol yaitu 50,73. Hasil nilai posttest peserta didik kelompok eksperimen yaitu 85, sedangkan untuk rata-rata posttest kelompok kontrol 67,35. Perbedaan ini diperkuat berdasarkan hasil uji “t”

diperoleh nilai thitung sebesar 8,392 dan ttabel 1,997. Hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai thitung berada didaerah penerimaan H1. Yaitu thitung > ttabel atau 8,392 > 1,997.

B. SARAN

1. Peserta didik

Diharapkan peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search.

2. Guru

Diharapkan guru dapat menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan teknik

information search dalam pembelajaran IPS di sekolah agar lebih mengaktifkan

peserta didik dan menarik perhatian peserta didik. Sebab penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan teknik information search dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang ada dan peserta didik pun menjadi senang belajar IPS serta berkonsentrasi dengan materi yang akan diajarkan.

3. Sekolah

Sekolah hendaknya mengsupervisi (pengawasan) terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas, sehingga jika ada masalah dalam pembelajaran baik itu terkait guru, strategi yang digunakan maupun peserta didik, maka sekolah dapat segera memperbaikinya. Sekolah juga mengusahakan adanya sumber informasi yang lain dalam pembelajaran sebagai sarana penunjang pembelajaran aktif dan menarik

72

Dasar. Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Amri, Sofan. Implementasi Pembelajaran Aktif Dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustakaraya. 2015.

Arikunto, Suharsimin. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rhineka Cipta. Cet. 4. 2010.

Ashari, Wulan Ika dkk, Meningkatkan Pemahaman Konsep IPS Materi Perjuangan Melawan Penjajah Jepang dengan Menggunakan Pendekatan SAVI (Somatic,

Auditory, Visual, and Intelectual). Jurnal Fkultas FKIP.

Bellanca, James. 200+ Strategi dan Proyek Pembelajaran Aktif Untuk Melibatkan

Kecerdasan Siswa. Edisi. 2. Jakarta: PT Indeks. 2011.

Daryanto, Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rhineka Cipta. 2012. Gunawan, Rudy. Pendidikan IPS. Bandung: Alfabeta. 2013.

Hillingsworth, Pat dan Lewuis, Gina. Pembelajaran Aktif: Meningkatkan Keasyikan

Kegiatan Di Kelas. Jakarta: PT Macanan Jaya Cemerlang. 2008.

Istianti, Tuti dan Kartika, Entang. Pengembangan Strategi Pengajaran Konsep

Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Sekolah Dasar. Jurnal

Pendidikan Dasar Vol. V. Nomor = 7 April 2007.

Jauhar, Muhammad. Implementasi PAIKEM dari Behavioristik Sampai

Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustakaraya. 2011.

Mugiono, Slamet dan Setiawan, Agus. Pengembangan Instrumen Untuk Mengukur Pemahaman Konsep dan Kemampuan Menganalisis Guru Fisika Sekolah

Menengah Kejuruan (SMK). Jurnal PPPPTK BMII Bandung.

Mulyasa. Analisis, Validitas, Realibilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Edisi. 4. 2009.

Palupi, Riana Sri. Pelaksanaan Pembelajaran IPS Di SMK Nasional Pati. Jurnal Fakultas IIP Vol. 1 No. 01. Juni 2013.

Priyatno, Duwi. Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 20. Yogyakarta: Cv. Andi Offset

Rosyada, Dede dkk. Buku. Panduan Dosen Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Prenada Media. 2004.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenadamedia. 2006.

Sari, Deny Luvita dkk. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group

Information Search dan Student Teams Achievemen Division. Jurnal FKIP. Vol

1. No. 3 Hal 1 s/d 12.

Silberman, Mel. Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nuansa Cendekia. Cet. 10. 2015.

Silberman, Mel. Pembelajaran Aktig 101 Strategi Untuk Mengajar Secara Aktif. Jakarta: PT Indeks. 2013.

Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Cet. V. 2015.

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2012.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cet. 2. 2006.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Cet. 18. 2013.

Sugiyono, Metodologi Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta. Cet. III. 2013.

Supardan, Dadang. Pengantar Ilmu Sosial Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2011.

Wahyono, Teguh. Analisis Statistik Mudah dengan SPSS. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Warsono dan Heriyanto. Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2014.

Zaini, Hisyam. Strategi Pembelajaran Aktif Implementasi dan Kendalanya Di Dalam

Kelas. Jurnal Fakultas FKIP. 2009.

Zaini, Hisyam dkk. Strategi Pembelajaran Aktif Di Perguruan Tinggi. Yogyakarta. CTSD. 2002.

Mata Pelajaran : IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Kelas/Semester : III/II

Pertemuan Ke- : 1

Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit

Dokumen terkait