Sementara penurunan realisasi pada satker Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan, Balai Kesehatan Mata Masyarakat, Politeknik Kesehatan dan Universitas Negeri Makassar. Penurunan penerimaan dapat disebabkan semakin banyaknya pesaing dengan layanan sejenis sehingga masyarakat pengguna layanan memiliki lebih banyak pilihan. Merevisi tarif agar lebih kompetitif dapat dilakukan bersamaan dengan meningkatkan kualitas layanan dengan menyempurnakan tata kelola BLU serta mencari inovasi layanan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan satker BLU.
3.6.3. Kemandirian BLU
Kemandirian BLU dapat dilihat dari seberapa besar ketergantungan suatu BLU terhadap sumber dana yang berasal dari Rupiah Murni, yang artinya bisa dilihat dari seberapa besar kontribusi pendapatan layanan BLU terhadap total belanja yang direalisasikan di tahun yang sama. Dalam kajian ini, digunakan rasio pendapatan PNBP BLU terhadap total realisasi belanja di tahun bersangkutan.
Tabel III.5 Perkembangan Rasio PNBP BLU terhadap Realisasi Belanja BLU
No Satker 2018 2019 Realisasi PNBP Realisasi Belanja Rasio PNBP terhadap Belanja Realisasi PNBP Realisasi Belanja Rasio PNBP terhadap Belanja
1 RUMKIT TK.II PELAMONIA DAM XIV/HASANUDDIN 418391 33,03 139,25 23,72% 97,08 138,34 70,17% 2 POLITEKNIK ILMU PELAYARAN MAKASSAR 287494 97,75 314,79 31,05% 106,81 266,15 40,13% 3 POLITEKNIK PELAYARAN BAROMBONG 414361 122,42 213,39 57,37% 122,54 210,98 58,08% 4 AKADEMI TEKNIK KESELAMATAN PENERBANGAN
MAKASSAR 526217 24,12 93,36 25,83% 21,35 81,82 26,10% 5 RUMAH SAKIT DR. TADJUDIN CHALID MAKASSAR
258462 29,16 168,26 17,33% 41,82 158,55 26,37% 6 BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT
SULAWESI SELATAN 415401 9,86 36,07 27,33% 11,24 36,85 30,49% 7 BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN
MAKASSAR 415655 6,34 24,45 25,94% 9,38 27,06 34,66% 8 BALAI KESEHATAN MATA MASYARAKAT SULAWESI
SELATAN (UJUNG PANDANG) 538857
48,92 64,35 76,02% 27,53 32,84 83,84% 9 RUMAH SAKIT UMUM DR WAHIDIN
SUDIRO-HUSODO MAKASSAR 548886 428,79 558,59 76,76% 503,27 701,92 71,70% 10 POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR 632348 33,33 105,02 31,74% 28,78 102,05 28,20% 11 UIN ALAUDDIN MAKASSAR 307314 81,06 253,81 31,94% 96,24 306,52 31,40% 12 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 400964 165,59 353,21 46,88% 95,52 369,35 25,86% 13 RUMKIT BHAYANGKARA MAKASAR 646307 120,54 137,99 87,35% 128,25 146,04 87,81% Total 1.200,92 2.462,53 48,77% 1.289,81 2.578,48 50,02%
Sumber MEBE (data diolah)
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kemandirian seluruh BLU Pusat di Sulawesi Selatan pada tahun 2019 meningkat dari tahun sebelumnya. Dari ratio sebesar 48,77 persen di tahun 2018 menjadi 50,02 persen di 2019
Diperlukan usaha dari pengelola satker BLU untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga masyarakat yang menggunakan jasa layanan BLU semakin tinggi.
3.7. PENGELOLAAN MANAJEMEN INVESTASI PUSAT
3.7.1. Penerusan Pinjaman
Tabel III.6 Nama Debitur dan Jumlah Pinjaman Per 31 Desember 2019
No Nama Debitur No.Pinjaman
Posisi Piutang Negara Tunggakan Pokok Tunggakan Non Pokok Belum Jatuh Tempo Hak Tagih Pemerintah
1 PDAM Pare-Pare SLA-12/032/IBRD/PP - - - -
SLA-12/032/IBRD/PP - - - -
2 Pemkot Pare-Pare SLA-1205/DP3/2006 - - 16.595.142.184,34 16.595.142.184,34
3 Pemkab Maros RDA-242/DP3/1996 - - - -
4 Pemkot Makassar AMA-470/SLA-12/009 - - - -
AMA-471/SLA-159/2013 - - - - AMA-472/SLA-833/2013 - - - - AMA-169/RDI-185/2013 - - - - AMA-166/RDA.P5-115 - - - - SLA-EKS BI-12/009 - - - - SLA-833/DP3/1995 - - - - RDI-185/DDI/1987 - - - - RDA-115/DP3/1993 - - - -
5 Pemkab Wajo SLA-984/DP3/1997 - - - -
6 Pemkab Sidrap SLA-1202/DP3/2006 - - 13.644.518.988 13.644.518.988
7 Pemkot Palopo SLA-1215/DP3/2008 - - 24.855.770.881,94 24.855.770.881,94
8 Pemkab Barru SLA-1224/DSMI/2009 - - 27.477.281.378,44 27.477.281.378,44
9 KLP Sama Botuna RDI-165/DDI/1987 1.014.070.839,51 3.204.126.439,60 4.218.197.279,11 4.218.197.279,11 RDI-205/DDI/1988 562.691.947,76 1.612.389.794,47 2.175.081.742,23 2.175.081.742,23 10 KJUB Puspeta Luwu RDI-215/DDI/1989 1.539.273.926,51 5.215.860.047,20 6.755.133.973,71 6.755.133.973,71 Total 3.116.036.713,78 10.032.376.281,27 95.721.126.427,77 95.721.126.427,77 Sumber: Aplikasi SLIM (data diolah)
Nilai total outstanding pinjaman daerah per 31 Desember 2018 setelah dilakukan konfirmasi dengan debitur adalah sebesar Rp95.721.126.427,77,- yang terdiri dari dari 11 debitur dan 20 pinjaman. Jumlah outstanding pinjaman/penarikan sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 pada debitur lingkup wilayah kerja Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Selatan adalah sebesar Rp.108.869.539.42,- dengan posisi piutang negara sebagai berikut :
• Tunggakan Pokok Rp3.11 miliar,- • Tunggakan Non Pokok Rp10,03 miliar,- • Hak Tagih Pemerintah Rp95,72 miliar
Dari hasil rekonsiliasi, PDAM Kota Pare-pare, Pemkab Maros, Pemkot Makassar dan Pemkab Wajo pinjaman telah di cut off dan penyelesaiannya dengan restrukturisasi hutang menjadi aset infrastruktur berupa peningkatan kualitas air bersih, bangunan pasar dan pengerasan jalan.
Koperasi Puspeta Luwu telah mengajukan permohonan penghapusan bunga pinjaman kepada pemerintah dan pihak Direktorat SMI telah menurunkan tim penilaian kelayakan bersama BPKP. Sedangkan Koperasi Sama Botuna tidak menghadiri rekon dan sebagai pengganti telah diterbitkan Konfirmasi negatif.
3.7.2. Kredit Program
Kredit program ialah kredit perbankan yang disubsidi oleh pemerintah untuk pelaksanaan kebijakan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pada tahun 2019 program kredit/pembiayaan di Sulawesi Selatan adalah subsidi bunga Kredit
Usaha Rakyat (KUR) oleh Pemerintah Pusat yang bertujuan agar Calon debitur perseorangan, badan usaha dan atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan dapat diberikan pinjaman oleh pemerintah.
Dalam upaya mewujudkan ketepatan sasaran penyaluran kredit program digunakan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang merupakan sistem informasi yang terintegrasi dalam pengelolaan kredit program. KUR merupakan skema kredit program pertama yang difasilitasi SIKP mulai tahun 2015. Saat ini SIKP juga telah digunakan untuk memfasilitasi skema kredit program lainnya diluar KUR yaitu pembiayaan ultra Mikro (UMi).
KUR sebagai salah satu program pemerintah dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi ialah melalui program penyaluran KUR. Nilai penyaluran KUR di wilayah Sulawesi Selatan tahun 2019 mencapai Rp7,55 triliun dengan nilai outstanding Rp4,67 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 287.111 debitur.
Pada tabel menunjukkan perkembangan penyaluran KUR per sektor ekonomi pada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019. Dari 12 kategori jenis usaha debitur KUR, sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum menerima kucuran dana KUR tertinggi yang mencapai Rp3.22 triliun,- atau sekitar 42,69 persen dari total penyaluran KUR. Sektor ini menjadi yang terbesar dengan jumlah 111.249 debitur.
Penyaluran sektor Pertanian sebagai salah satu sektor unggulan di provinsi Sulawesi selatan hanya sebesar Rp2,27 milyar atau 0,3 persen. Sementara sektor perikanan masih diatas sektor pertanian yaitu sebesar 89,39 miliar (1,19 persen).
Industri pengolahan dengan nilai penyaluran Rp2,79 triliun (36,96 persen) merupakan concern pemerintah sebagai leading sector dalam meningkatkan perekonomian, menempati urutan kedua setelah sektor sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum. Diperlukan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan industri pengolahan dalam penyaluran KUR dengan memberikan intensif yang dapat berupa bantuan tambahan subsidi bunga.
Para pelaku usaha di sektor pertanian dapat diberikan KUR dengan kebijakan yang sesuai dengan usahanya. Misalkan dapat diberikan grass period, skema subsidi bunga yang berbeda atau pembayaran cicilan hutang disesuaikan dengan masa panen dapat menjadi alternative yang mendorong penyaluran KUR di sektor pertanian.
Pada tabel menunjukkan rincian penyaluran KUR per skema per Bank penyalur di wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2019. Total nilai KUR melalui skema mikro mencapai Rp5,52 triliun, Ritel sebesar Rp2,0 triliun, TKI hanya sebesar Rp328,38 juta dan UMI sebesar Rp32,58 miliar. Sementara jumlah debitur dan nilai KUR mikro terbesar disalurkan oleh Bank BRI dengan total KUR sebesar Rp4,41 triliun dengan total debitur sebanyak 224.075 nasabah.
Pada tabel merinci penyaluran KUR per kab/kota di Sulawesi Selatan tahun 2019. Tiga daerah
penerima KUR terbesar yaitu Kota Makassar, Kab. Bone dan Kab Wajo.
Kota Makasar sebagai penerima KUR terbesar berbanding lurus dengan data penyaluran KUR per sektor terbesar di perdagangan besar dan eceran. Sebagai ibu kota provinsi dan juga sebagai kota jasa, perekonomian ditopang oleh sektor tersebut.