Kata Kunci • Deoksirib ovirus
1. Pengelompokan Kingdom Monera
Kingdom M onera dikelompokan menjadi dua kelompok, yakni A rchaebacteria dan Eubacteria. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut .
Kata Kunci
• Archaeb act eria • Eub act eria • Kariot eka
Habitat Contoh Spesies 1.
2.
No Kelompok
Sedimen danau, rawa, dan usus hewan Perairan dengan salinitas (kadar garam) tinggi Tanah asam dan sumber air panas
Sedimen danau, danau, dan lumpur
Tabel 2.1 Pengelompokan Kingdom Monera
A rchaebacteria a. M etanogenik b. Halofilik c. Termofilik Eubacteria a. Proteobacteria 1) Bakteri ungu (purple bacteria) M ethanobacterium H alobacterium Sulfobolusdan T hermoplasma Chromatium
a. Archaebacteria
Kelompok bakteri ini merupakan bakteri purba dan hidup di tempat- t empat yang ek st ri m. Berdasark an t empat hi dupnya, k el ompok A rchaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yakni bakteri metanogenik, bakteri halofilik, dan bakteri termofilik.
Bakteri metanogenik bersifat anaerobik dan kemoautotrof. Bakteri metanogenik memiliki metabolisme yang unik, yakni menggunakan H2 dan CO2 untuk membentuk metana (CH4). Bakteri ini akan mati apabila di sekit arnya t erdapat oksigen. Oleh karena it u, bakt eri ini hidup di tempat-tempat yang mengandung sangat sedikit oksigen, contohnya di rawa-rawa dan tumpukan sampah.
Bakteri halofilik diberi nama berdasarkan habitatnya. Halofilik berasal dari kata Yunani, halo yang artinya garam, dan philos yang artinya suka. Bakteri halofilik hidup di tempat yang memiliki salinitas (kadar garam) tinggi, seperti di Great Salt Lake, A merika Serikat (Gambar 2.10b).
Bakteri termofilik hidup di tempat yang bersuhu tinggi. Kondisi optimal bagi A rchaebacteria ini berkisar antara 60°C hingga 80°C. Contoh dari bakteri termofilik ini adalah Sulfolobus. Sulfolobus hidup pada kolam geiser yang mengandung sulfur di kawah-kawah gunung, seperti di Taman Nasional Yellowstone, A merika. Bakteri ini mendapatkan energi dengan mengoksidasi sulfur. A ktivitas dari bakteri termofilik dapat menyebabkan warna hijau pada kolam geiser. Perhatikan Gambar 2.11.
b. Eubacteria
Kataeu pada Eubacteria memiliki arti khas. Eubacteria merupakan bakt eri yang lebih umum dikenal daripada bakt eri A rchaebact eria. Eubacteria merupakan bakteri sebenarnya. Berikut akan dijelaskan ciri, struktur, perkembangbiakan, serta klasifikasi Eubacteria.
Sumber: Biology: Concepts &
Connections,2006
Gambar 2.11
Hab it at koloni Archaeb act eria t erm ofilik pada sebuah geiser.
Gambar 2.10
(a) Salah sat u cont oh koloni Archaeb act eria m et anogenik, adalah Met anosarcina.
(b ) Hab it at koloni Archaeb act eria halofilik di danau Great Salt , Am erika Serikat .
Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995
Kata Kunci
• Halofilik • Met anog enik • Term ofilik
Sumber: Biology, 1998
2) Kemoautotrof
3) Kemoheterotrof b. Bakteri gram positif c. Cyanobacteria d. Spirochetes
e. Chlamydias
Simbiosis pada akar tanaman
Di dalam organ Parasit pada organ Danau, laut, sungai Perairan
Parasit pada organisme lain Rhizobium Salmonella Bacillus A nabaena Treponema pallidum danLeptospiru Chlamydia (a) (b)
1) Ciri dan Struktur Eubacteria
Pada umumnya, bakteri tidak memiliki klorofil. A kan tetapi, beberapa jenis bakteri ada yang memiliki pigmen serupa dengan klorofil. Inti sel bakteri tidak memiliki membran inti. Bakteri hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop karena ukuran t ubuhnya hanya beberapa mikrometer (µm). Umumnya, panjang bakteri antara 1µm–10µm dan
lebarnya antara 0,7µm–1,5µm.
Bagaimanakah struktur bakteri? Pada setiap sel bakteri, terdapat tiga komponen, yakni dinding sel, membran plasma, dan sitoplasma. Dinding sel bakteri relatif kaku sehingga dapat memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel ini menjaga bakteri dari kemungkinan pecah atau mengerut akibat perubahan tekanan osmotik lingkungan. Umumnya, dinding sel bak t eri t ersusun at as pept i dogl i k an, yak ni suat u mol ek ul yang mengandung rangkaian disakarida dan ikatan peptida.
Gambar 2.12
Struktur bakteri sangat sederhana, sem ua aktivitas kehidupannya dilaksanakan hanya dengan satu sel saja.
M embran plasma atau plasmalema pada bakteri merupakan lapisan hialin yang tersusun atas lipoprotein. M embran plasma terletak di bagian dalam dinding sel. M embran ini merupakan pintu keluar dan masuknya zat-zat di dalam sel, seperti glukosa, asam amino, dan zat-zat metabolik lainnya yang merupakan komponen sitoplasma. Di dalam sitoplasma, terdapat inti prokariot yang merupakan pusat pengatur aktivitas sel bakteri. Di dalam sitoplasma, juga terdapat ribosom, sitosol, dan terkadang plasmid. Berdasarkan bentuk tubuhnya, bakteri dikelompokkan menjadi tiga macam. Ketiga golongan bakteri tersebut adalah bakteri coccus (bulat), bacillus (batang), dan spirillum (spiral).
Kromosom Sit oplasm a But ir glikogen Ribosom Struktur flagela Struktur dinding sel
Mem bran luar
Pep t id oglikan Mem bran plasm a
Dinding sel Mem bran sel
Sumber: Science Technology Encyclopedia, 1998
Flagela
Kata Kunci
• Plasm alem a • Pep t id oglikan
Sumber: Biology Concepts & Connections, 2006 Gambar 2.13
Bent uk t ubuh bakt eri m eliput i, (a) coccus, (b) bacillus, dan (c) sprillum
sp irillium
Sumber: Heath Biology, 1985
Bacillus Dip lob acillus St rep t ob acillus
Sumber: Heath Biology, 1985
a) Berbentuk coccus
Bakt eri coccus t erdiri at as berbagai bent uk. A da yang t ersusun tunggal (monococcus), tersusun berpasangan (diplobacillus), tersusun untaian membentuk rantai (streptococcus), dan tersusun seperti buah anggur (staphylococcus) (Gambar 2.14).
b) Berbentuk bacillus
Bakteri bacillus memiliki bentuk yang beragam. A da yang tersusun tunggal atau satu (monobacillus), ada yang tersusun berpasangan atau dua (di plobaci llus) , dan ada juga yang menyerupai unt aian rant ai (streptobacillus) (Gambar 2.15)
Gambar 2.15
Berb agai b ent uk b akt eri b acillus
Gambar 2.16
Cont oh b akt eri b ent uk sp irillium Monococcus Dip lococcus St rep t ococcus St ap hylococcus
Sumber: Heath Biology, 1985
Gambar 2.14
Berbagai bent uk bakt eri coccus
c) Berbentuk spirillum (spiral)
Bakteri spirillum ada yang berbentuk koma, spiral, dan spiroseta (spirochete). Bentuk spiroseta mirip dengan bentuk spiral, hanya lebih berkelok dengan ujung yang lebih runcing. Contoh bakteri berbentuk spirillum,Vibrio comma (bentuk koma), Spirillum sp.(bentuk spiral), dan Spirochaeta palida (bentuk spiroseta).
A gar A nda lebih memahami struktur dan bentuk-bentuk bakteri, lakukanlah aktivitas berikut.
Bentuk Tubuh Bakteri Tujuan
Mengamati bentuk-bentuk bakteri A lat dan Bahan
1. Tusuk gigi 4. Minyak imersi 2. Kaca objek 5. Pembakar spiritus 3. M ethylene blue (metilen biru) 6. Mikroskop Langkah Kerja
1. A mbillah kotoran gigimu dengan tusuk gigi.
2. Oleskan pada kaca objek bagian atas yang terdapat air dan panaskan di atas nyala api. Ingat, saat dipanaskan jangan terlalu lama, cukup sebentar saja. 3. Setelah dingin, teteskan metilen biru pada kaca objek tersebut lalu bilas dengan
air mengalir. Keringkan secara hati-hati dengan menggunakan kertas tissue. 4. Tetesi minyak imersi pada kaca objek tersebut untuk memperjelas objek saat
diamati menggunakan mikroskop.