• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelompokan Konflik Internal

BAB II KONSEP DASAR MANAJEMEN KONFLIK

E. Manajemen Konflik Internal

2. Pengelompokan Konflik Internal

Dengan perubahan budaya modern ini, semakin meningkat kewajiban bagi karyawan untuk tampil pada tingkat intensitas yang lebih tinggi, sementara manajerial memaksa mereka untuk memperbaiki aspek kuantitatif dan kualitatif dari peran mereka.

Kebijakan kehidupan kerja yang lebih baik dan seimbang yang dirancang oleh organisasi adalah ―fenomena emas‖. Fenomena ini yang membuat karyawan terikat dengan organisasi dan bekerja bahkan melampaui rentang waktu normal yang ditugaskan kepada mereka, untuk mendapatkan kinerja dan prestasi kerja yang lebih baik dan juga memuaskan pelanggan.

Untuk bertahan dan mendominasi dunia yang kompetitif saat ini, sejatinya setiap pelaku organisasi harus diberi pekerjaan yang tepat dan seimbang untuk diselesaikan, harus bebas dari stres kerja, memiliki lingkungan kerja yang baik, dan peran harus didefinisikan secara jelas untuk menghindari munculnya konflik yang beragam.50

49 Tobroni, et.al., Memperbincangkan Pemikiran Pendidikan Islam dari Idealisme Substantif Hingga Konsep Aktual, Jakarta: Prenadamedia Grup, 2018, cet. I, hal. 15. Kamus Besar Bahasa Indonesia, resiprokal: bersifat saling berbalasan.

50 Ekawarna, Manajemen Konflik dan Stres, ..., hal. 25.

Perbedaan individual dan kelompok tersirat dalam Al-Qur‘an, sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Al-Hujurat 49/13:

آَُّح َ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Berbangsa-bangsa dan bersuku-suku manusia kalau tidak disatukan dalam satu ikatan emosial positif serta ritme yang sama, maka akan menimbulkan konflik. Namun, ketika beragamnya karakter manusia yang dikelola dengan baik bisa menghadirkan kekuatan yang dahsyat.

Berdasarkan subyek atau pelakunya konflik internal ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu konflik pribadi (personal conflict), konflik dalamkelompok (intragroup conflict), dan konflik antarkelompok (intergroup conflict). Penulis akan membahas perbedaan dari ketiga jenis konflik tersebut.

a. Konflik Pribadi (Personal Conflict)

Konflik pribadi adalah konflik antara dua orang dan yang paling sering terjadi, yaitu ketika satu sama lain saling tidak suka atau terjadi benturan kepribadian (personality clash). Menurut Boston University FSAO, penyebab konflik di tempat kerja dapat berupa perbedaan kepribadian atau gaya, serta masalah pribadi seperti penyalahgunaan zat, masalah perawatan anak, dan masalah keluarga. Faktor organisasi seperti kepemimpinan, manajemen, anggaran, dan ketidaksepakatan mengenai nilai inti juga dapat berkontribusi. Konflik pribadi juga memiliki dimensi lain, yaitu konflik hubungan (relationship conflict).

Konflik hubungan mencerminkan ketidaksepakatan dan ketidaksesuaian di antara anggota kelompok dalam organisasi, tentang masalah pribadi yang tidak terkait tugas seperti gosip acara sosial, berita dunia, atau berita hoax. Ada beberapa konflik di tempat kerja lainnya yang disebabkan oleh atribut pribadi (personal attributes) yang harus dipahami oleh beberapa manajer, dan mereka memiliki andil untuk memperbaikinya. Ini termasuk konflik sosial (social conflict) yang mengacu pada perbedaan

interpersonal, intragup, dan antarkelompok (intergroup). Konflik organisasi di tingkat interpersonal mencakup perselisihan antara rekan sejawat dan juga konflik antara atas- bawahan (supervisor-subordinate conflict) (Barling & Cooper).51

Banyak faktor yang memengaruhi terjadinya konflik personal ini. Konflik ini terjadi antara individu dengan individu lainnya.

Konflik ini biasanya terjadi karena adanya ketidakcocokan dengan personalitas masing-masing dan atau memang terjadi ketidaksukaan satu sama lain.52 Selain itu, konflik ini juga biasa terjadi karena dunia kerja rivalitas, ketimpangan kinerja, miskomunikasi, dan leadership (kepemimpinan kepala sekolah) yang buruk. Salah satu contoh, ketika karyawan/guru tidak menyukai gaya kepemimpinan atasannya.

Kebijakan mengenai tugas yang diberikan oleh pimpinan/kepala sekolah yang terlalu memberatkan dan tidak sesuai dengan kemampuan guru (karyawan), ini bisa memicu konflik personal sebagaimana dijelaskan oleh T. Hani Handorko yang dikutip oleh Selvie M.Tumengkol dalam jurnal LPPM Bidang EkoSusBudKum, mengenai jenis konflik personal. Yaitu konflik yang terjadi bila seseorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari pada kemampuannya.53

Perbedaan peranan antara atasan dengan bawahan, kepribadian, dan kebutuhan (konflik vertikal) bisa menimbulkan konflik personal. Ini sering terjadi dalam dunia pendidikan yang akhirnya memengaruhi kinerja guru.

b. Konflik Dalamkelompok (Intragroup Conflict)

Konflik ini terjadi dalam kelompok kecil di antara tim dan anggota panitia dengan keluarga, kelas, kelompok-kelompok persaudaraan dan perkumpulan mahasiswa/mahasiswi.54

Secara sederhana, konflik ini terjadi antara seseorang dengan kelompok atau divisi kerja lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena faktor senioritas, posisi jabatan, dan terbatasnya akses untuk

51 Ekawarna, Manajemen Konflik dan Stres, ..., hal. 26.

52 Siti Asiah T. Pido, Manajemen Konflik Teori dan Aplikasi, Gorontalo: Pustaka Cendekia, 2017, cet.I, hal. 15.

53 Selvie M.Tumengkol, ―Dinamika Konflik Dalam Organisasi‖ dalam jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, Volume 3 Nomor 1 Tahun 2016, edisi Mei.

54Henry Pandabotan Panggabean, Negosiasi Sebagai Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) dan Alternative Dispute Resolution (ADR), ..., hal. 51.

menyampaikan pendapat. Biasanya, kelompok dengan masalah ini adalah kelompok yang memiliki kinerja buruk dan saling lempar taggung jawab. Biasanya, waktu mereka akan habis untuk menjatuhkan satu sama lain, padahal yang seharusnya mereka gunakan untuk menyelesaikan masalah bersama-sama.

c. Konflik Antarkelompok (Intergroup Conflict)

Konflik yang terjadi antar-grup, seperti antara serikat-serikat kerja dengan pengelola, perseteruan keluarga, kelompok masyarakat dengan pemerintah yang berkuasa.55 Konflik ini terjadi antar divisi dengan divisi yang ada dalam sebuah lembaga pendidikan/perusahaan. Konflik ini biasanya terjadi karena rivalitas dan miskomunikasi. Misalnya konflik wakil kepala sekolah bidang Kurikulum dengan keuangan, di mana, bidang Kurikulum menganggap biaya operasional dianggap kurang untuk pembiayaan pengadaan buku dan kegiatan yang ditentukan. Sedangkan bagian keuangan tidak bisa mengubah budget operasional tersebut, karena sudah disesuaikan dengan budget (RAKT) sekolah.