• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PENINGKATAN KINERJA GURU

1. Pengertian Kinerja Guru

Guru merupakan profesi profesional di mana ia dituntut untuk berupaya semaksimal mungkin menjalankan profesinya sebaik mungkin. Sebagai seorang profesional maka tugas guru sebagai pendidik, pengajar dan pelatih hendaknya dapat berimbas kepada siswanya. Dalam hal ini guru hendaknya dapat meningkatkan terus kinerjanya yang merupakan modal bagi keberhasilan pendidikan.9

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen: ‖guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah‖. Dalam Undang-Undang No.14 tahun 2005 dijelaskan bahwa: ―Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.‖

(Pasal 2 UU RI No.14:2005).

Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip:

a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme;

b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia;

c. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;

d. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;

e. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan;

f. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan;

g. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengah tugas keprofesionalan guru (pasal 7 UU RI No. 14:2005).

Lebih lanjut disebutkan bahwa: ‖Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani,

9 Nurmanisma Hasibuan, Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan di MIN Sagulung Batam, Tesis. Jakarta: Pascasarjana Institut PTIQ , 2012.

serta memiliki kompetensi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional‖ (Pasal 8 UU RI No. 14:2005).10

Suatu kelompok akan produktif bila anggotanya memiliki keterampilan yang disyaratkan karakteristik, pribadi yang baik serta mendapat dukungan dari manajemen ditambah dengan tersedianya sumber daya yang melimpah.

Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kinerja, yaitu:

persepsi, peran, norma, status, ukuran kelompok, susunan demografi, tugas kelompok dan kekohesifan.11 Kepuasan anggota dipengaruhi oleh hubungan persepsi, peran-kinerja antara atasan dan bawahan.12

Kinerja organisasi dewasa ini telah menjadi sorotan publik, hal ini karena timbulnya iklim demokratisasi dan keterbukaan. Disamping itu, selama ini pengukuran keberhasilan maupun kegagalan dari suatu organisasi menjalankan tugas pokok dan fungsinya sulit dilakukan secara objektif. Kesulitan ini karena belum pernah disusun sistem pengukuran kinerja yang dapat menginformasikan tingkat suatu keberhasilan suatu organisasi. Dalam melakukan suatu pekerjaan atau dalam melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab seseorang maka yang menjadi tolok ukur adalah kinerja. Sehubungan dengan kinerja, banyak batasan yang diberikan oleh para ahli mengenai istilah ini. Secara prinsip para ahli setuju bahwa kinerja mengarah pada suatu upaya dalam rangka mencapai prestasi kerja yang lebih baik.13

Sangatlah sulit untuk menetapkan suatu definisi kinerja yang dapat memberikan pengertian yang komprehensif. Penggunaan kata kerja sendiri pun terkadang disamaartikan dengan prestasi kerja, efektivitas kerja, hasil kerja, pencapaian tujuan, produktifitas kerja, dan berbagai istilah lainnya. Sesungguhnya, sekalipun ada persamaan pengertian kinerja dengan berbagai istilah tersebut, tetapi terdapat perbedaan pengertian dasarnya maupun prosesnya.

Lijan Poltak Sinambela et al., mengemukakan bahwa kinerja pegawai didefinisikan sebagai kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangatlah perlu, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa jauh kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Untuk itu,

10 Supardi, Kinerja Guru, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016, cet. III, hal. 53.

11 Melekat satu sama lain; padu. KBBI Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Balai Pustaka, 1993, cet. IV.

12 Veithzal Rivai Zainal, et.al., Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Jakarta:

RajaGrapindo Persada, 2017, cet. XII, hal. 198.

13 Sudaryono, Pengantar Manajemen Teori dan Kasus, Yogyakarta: CAPS, 2017, cet, I, hal. 66. Sudaryono Budaya dan Perilaku Organisasi, Jakarta: LIC, 2014, cet. I, hal. 63.

diperlukan kriteria yang jelas dan terukur, serta ditetapkan secara bersama-sama untuk dijadikan sebagai acuan.14

Kinerja dalam bahasa Inggris disebut dengan job performance atau actual performance atau level of performance, yang merupakan tingkat keberhasilan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kinerja bukan merupakan karakteristik individu, seperti bakat atau kemampuan, melainkan perwujudan dari bakat atau kemampuan itu sendiri. Kinerja merupakan perwujudan dari kemampuan dalam bentuk karya nyata atau merupakan hasil karya yang dicapai pegawai dalam mengemban tugas dan pekerjaan yang berasal dari perusahaan.15

Kata kinerja jika dilihat dari asal katanya adalah terjemahan dari kata performance,16 menurut The Scribner English Dictionary, berasal dari akar kata ―to perform‖ dengan beberapa entries, yaitu melakukan, menjalankan, melaksanakan, memenuhi atau melaksanakan kewajiban atau tanggung jawab, atau melakukan sesuatu yang diharapkan seseorang atau organisasi.

Hanya beberapa masukan tersebut relevan dengan kinerja di sini, antara lain: (1) melakukan, (2) memenuhi atau menjalankan suatu, (3) melaksanakan suatu tanggung jawab, dan (4) melakukan sesuatu yang diharapkan oleh seseorang. Dari masukan tersebut dapat diartikan bahwa kinerja adalah pelaksanaan suatu pekerjaan dan penyempurnaan pekerjaan tersebut sesuai dengan tanggung jawabnya sehingga dapat mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan. Definisi ini menunjukkan bahwa kinerja lebih ditekankan pada proses, dimana selama pelaksanaannya dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan sehingga pencapaian hasil pekerjaan atau kinerja dapat dioptimalkan.17 Menurut beberapa ahli, seperti John Whitmore, mengatakan bahwa kinerja adalah suatu perbuatan, suatu prestasi, atau unjuk keterampilan.

Menurut Games, kinerja merupakan out come yang dihasilkan dari

14 Lijan Poltak Sinambela, Manajemen Sumber Daya Manusia-Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja, Jakarta: Bumi Aksara, 2019, cet. IV, hal. 479.

Lihat Donni Juni Priansa, Manajemen Kinerja Kepegawaian dalam Pengelolaan SDM Perusahaan, Bandung: Pustaka Setia, 2017, cet. I, hal. 48.

15 Donni Juni Priansa, Manajemen Kinerja Kepegawaian dalam Pengelolaan SDM Perusahaan, ..., hal. 48.

16 Kata ―performance‖ memberikan tiga arti, yaitu: (1) ―prestasi‖ seperti dalam konteks atau kalimat ―high performance car‖, atau‖mobil yang sangat cepat‖; (2)

―pertunjukan‖ seperti dalam konteks atau kalimat ―Folk dance performance‖, atau

―pertunjukan tari-tarian rakyat‖; (3) ―pelaksanaan tugas‖ seperti dalam konteks atau kalimat ―in performing his/her duties‖ (Ruky). Supardi, Kinerja Guru, ..., hal. 45. Lijan Poltak Sinambela, Manajemen Sumber Daya Manusia-Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja, ..., hal. 480.

17 Lijan Poltak Sinambela, Manajemen Sumber Daya Manusia-Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja, ..., hal. 480.

suatu fungsi pekerjaan atau kegiatan selama waktu tertentu. Tidak jauh berbeda pengertian kinerja dari kedua ahli tersebut, Stolovitch menyebutkan bahwa kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang ditentukan. Sejalan dengan itu, Casio menyatakan bahwa kinerja merupakan pencapaian tujuan karyawan atas tugas yang diberikan atau dilaksanakan. Senada dengan pengertian tersebut, tetapi dengan pemahaman yang lebih mendalam, menurut Osborn, kinerja sebagai kuantitas dan kualitas18 dari pencapaian tugas-tugas yang dilakukan indvidu.

Menurut Armstrong dan Baron, kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi pada ekonomi.

Dengan demikian, kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.19

Menurut Hasibuan prestasi kerja adalah sesuatu hasil kerja yang dicapai seseorang didalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta tepat waktu. Prestasi kerja ini merupakan gabungan dari tiga faktor penting, yaitu kemampuan dan minat seorang pekerja, kemampuan dan menerima atas penjelasan delegasi tugas, serta peran dan tingkat motivasi seorang pekerja.20

Menurut Surya: ―Dalam tingkatan operasional, guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, instruksional, dan eksperensial‖ Dan Dekdikbud menekankan bahwa: ―guru merupakan sumber daya manusia yang mampu mendayagunakan faktor-faktor lainnya sehingga tercipta pembelajaran yang bermutu dan menjadi faktor utama yang menentukan mutu pendidikan‖ Menurut Husdarta: ‖Kinerja guru dalam pembelajaran menjadi bagian terpenting dalam mendukung terciptanya proses pendidikan secara efektif terutama dalam membangun sikap disiplin dan mutu hasil belajar siswa‖. Dengan demikian, guru sangat menentukan mutu pendidikan, berhasil tidaknya proses pembelajaran,

18 Kualitas didefinisikan sebagai memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Heizer dan Render mendefinsikan kualitas sebagai kemampuan produk atau jasa memenuhi kebutuhan pelanggan. Menurut Russell dan Taylor, totalitas tampilan dan karakteristik produk atau jasa yang berusaha keras dengan segenap kemampuannya memuaskan kebutuhan tertentu.

19 Wibowo, Manajemen Kinerja, Depok: Rajawali Pers, 2017, cet. XII, hal. 7.

20 Wahyudin Maguni dan Haris Maupa. Teori Motivasi, Kinerja dan Prestasi Kerja dalam Al-Quran Serta Pleksibilitas Penerapannya pada Manajemen Perbankan Islam, Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Volume 3, Nomor 1, Juni 2018.

tercapai tidaknya tujuan pendidikan dan pembelajaran, terorgani-sasikannya sarana prasarana, peserta didik, media, alat dan sumber belajar. Kinerja guru yang baik dapat menciptakan efektivitas dan efesiensi pembelajaran serta dapat membentuk disiplin peserta didik, madrasah dan guru sendiri.

Kinerja guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksankan tugas pembelajaran di madrasah dan bertanggung jawab atas peserta didik dibawah bimbingannya dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, kinerja guru itu dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menunjukkan kemampuan seorang guru dalam menjalankan tugasnya di madrasah serta menggambarkan adanya suatu perbuatan yang ditampilkan guru dalam atau selama melakukan aktivitas pembelajaran.21

As‘ad menyatakan bahwa kinerja merupakan kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Hal ini menjelaskan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Kinerja seseorang dapat terlihat melalui aktivitasnya dalam melakasanakan pekerjaan sehari-hari. Aktivitasnya ini menggambarkan bagaimana ia berusaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, kinerja seseorang terkait dengan bagaimana ia melakukan tugas dan hasil yang telah diraih.

Kinerja adalah ukuran dari suatu hasil. Hasil dari suatu pekerjaan dapat berupa barang atau jasa dan kinerja seseorang dapat dilihat dari barang atau jasa yang dihasilkan oleh seseorang tersebut. Jika barang atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan, maka dapat dikatakan kinerjanya baik, sebaliknya jika barang atau jasa yang dihasilkan buruk atau tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka dapat dikatakan kinerjanya buruk, menurut Robbins. Kinerja merupakan serangkaian kegiatan yang menggambarkan sejauh mana hasil yang sudah dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam bentuk akuntabilitas publik, baik berupa keberhasilan maupun kekurangan yang terjadi. Kinerja mensyaratkan adanya semangat kerja yang di dalamnya termasuk beberapa nilai keberhasilan baik untuk organisasi maupun seseorang (Gibson,et al.)22

Menurut paparan Robbins yang dikutip Sudaryono dalam Pengantar Manajemen Teori dan Kasus, bahwa kinerja guru adalah berupa barang dan jasa yang harus dimiliki oleh setiap guru. Guru merupakan agen of change dalam pendidikan, kemampuan guru dalam

21 Supardi, Kinerja Guru, ..., hal. 54.

22 Sudaryono, Pengantar Manajemen Teori dan Kasus, ..., hal. 67. Sudaryono Budaya dan Perilaku Organisasi, Jakarta: LIC, 2014, cet. I, hal. 64.

menyusun dan menjalankan programnya harus dilakukan dengan profesional. Contoh dalam menyusun pembelajaran, mulai dari menyusun silabus, program tahunan, program semester, rpp sampai pengaturan alokasi waktu disusun dengan akurat. Agen perubahan dalam jasa, guru sangat memiliki peran penting dalam pembentukan akhlak, karakter para siswanya. Jasa guru dalam membimbing dan mengarahkan peserta didik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan siswa. Terutama pada era serba digital, era millennium, peran serta juga tauladan seorang guru sangat dibutuhkan kehadirannya dalam setiap situasi dan kondisi.

Sinambela menambahkan beberapa pengertian menurut ahli yang lain. Menurut Griffin kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri pekerja. Sementara menurut Mondy dan Premeaux, kinerja dipengaruhi oleh tujuan. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Menurut Hersey dan Blanchard, untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan, seseorang harus memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.

Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika (Prawirosentono). Ini menjelaskan bahwa kinerja adalah tingkat keberhasilan seseorang atau lembaga dalam melaksanakan pekerjaannya. Dari definisi di atas, terdapat setidaknya empat elemen.23

Berikutnya, hampir sama dengan pengertian kinerja sebagaimana dikemukakan Osborn, Anwar Prabu Mangkunegara berpendapat bahwa

23 Lijan Poltak Sinambela, Manajemen Sumber Daya Manusia-Membangun Tim Kerja yang Solid untuk Meningkatkan Kinerja, ..., hal. 481. 1. Hasil kerja yang dicapai secara individual atau secara institusi, yang berarti bahwa kinerja tersebut adalah hasil akhir yang diperoleh secara perorangan atau berkelompok. 2. Dalam melaksanakan tugas, orang atau lembaga diberikan wewenang dan tanggung jawab, yang berarti orang atau lembaga diberikan hak dan kekuasaan untuk bertindak sehingga pekerjaannya dapat dilakukan dengan baik. Meskipun demikian, orang atau lembaga tersebut tetap harus dalam kendali, yakni mempertanggungjawabkannya kepada pemberi hak dan wewenang sehingga ia tidak akan menyalahgunakan hak dan wewenangnya tersebut. 3. Pekerjaan harus dikerjakan secara legal, yang berarti dalam melaksanakan tugas-tugas individu atau lembaga harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. 4. Pekerjaan tidaklah bertentangan dengan moral atau etika, artinya selain mengikuti aturan yang telah ditetapkan, pekerjaan tersebut harus sesuai dengan moral dan etika yang berlaku umum.

kinerja atau prestasi kerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Secara lebih tegas lagi, Robert Mathis menyatakan bahwa kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan seorang karyawan.24

Kinerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan, menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditetapkan. Dari pengertian di atas kinerja diartikan sebagai prestasi, menunjukkan suatu kegiatan atau perbuatan dan melaksanakan tugas yang telah dibebankan. Pengertian kinerja sering diidentikan dengan prestasi kerja. Karena ada persamaan antara kinerja dengan prestasi kerja. Prestasi kerja menurut Suprihanto merupakan:

Hasil kerja seseorang dalam periode tertentu merupakan prestasi kerja, bila dibandingkan dengan target/sasaran, standar, kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama ataupun kemungkinan-kemungkinan lain dalam suatu rencana tertentu.

Kinerja lebih sering disebut dengan prestasi yang merupakan

‗hasil‘ atau ‗apa yang keluar‘ (outcomes) dari sebuah pekerjaan dan kontribusi sumber daya manusia terhadap organisasi. Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.

Kinerja adalah suatu bentuk hasil kerja atau hasil usaha berupa tampilan fisik, maupun gagasan. Kinerja sering juga dihubungkan dengan kompetensi pada diri pelakunya. Kinerja guru adalah kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas yang dimiliki guru dalam menyelesaikan suatu pekerjaannya.

Simamora memberi batasan kinerja, kinerja merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, performance atau job performance tetapi dalam bahasa Inggrisnya sering disingkat menjadi performance saja. Kinerja dalam bahasa Indonesia disebut juga prestasi kerja. Kinerja atau prestasi kinerja (performance) diartikan sebagai ungkapan kemampuan

24 Achmad Habibullah, et al., Kinerja Pengawas Pendidikan Agama Islam, Tangerang: Puslitbang Kemenag, 2013, cet. I, hal. 18. Mulyadi dan Ava Swastika Fahriana, Supervisi Akademik, Malang: Madani, 2018, cet. hal. 170.

yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu.25

Prestasi kerja (performance) diartikan sebagai suatu pencapaian persyaratan pekerjaan tertentu yang akhirnya secara langsung dapat tercermin dari output yang dihasilkan baik kuantitas maupun mutunya.

Pengertian di atas menyoroti kinerja berdasarkan hasil yang dicapai seseorang setelah melakukan pekerjaan.

Menurut Lembaga Administrasi Negara (LAN)26 dalam Sedarmayanti mengemukakan, performance diterjemahkan menjadi kinerja, berarti prestasi kerja, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau hasil kerja/unjuk kerja/penampilan kerja. Sedang August W. Smith dalam kutipan Sedarmayanti menyatakan bahwa performance atau kinerja adalah ―…. Output drive from processes, human or otherwise‖, jadi dikatakannya bahwa kinerja merupakan hasil atau keluaran dari suatu proses.27

Sedangkan menurut Bernardin dan Russel dalam Ahmad S Ruky memberikan definisi tentang kinerja sebagai berikut: ―Performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during a specified time period‖ (prestasi adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu).28

Milkovich dan Boudreau menyatakan bahwa kinerja adalah tingkat pegawai melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Kinerja menurut Robbins berkaitan dengan banyaknya upaya yang dikeluarkan individu pada pekerjaannya.

Harsuko menyatakan bahwa kinerja adalah sejauh mana seseorang telah melaksanakan strategi perusahaan, baik dalam mencapai sasaran khusus yang berkaitan dengan peran perseorangan dan/atau dengan memperlihatkan kompetensi yang dinyatakan relevan bagi perusahaan.

Kinerja adalah konsep multidimensional yang mencakup tiga aspek, yaitu sikap (attitude), kemampuan (ability), dan prestasi (accomplishment).29

25 Henry Simamora, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: STIE YKPN, 2004, cet. I, hal. 423.

26 Lembaga Administrasi Negara menyebutkan kinerja sebagai: ―gambaran tentang tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan sasaran. LAN RI, 1993:

3. Supardi, Kinerja Guru, ..., hal. 54.

27 Sedarmayanti, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja, Bandung: Mandar Maju, 2001, hal. 50.

28 Mulyadi dan Ava Swastika Fahriana, Supervisi Akademik, Teori, Model Perencanaan, dan Implikasinya, ..., hal. 170.

29 Donni Juni Priansa, Manajemen Kinerja Kepegawaian dalam Pengelolaan SDM Perusahaan, ..., hal. 49.

Kinerja merupakan sebuah konsep holistik, yang membahas semua kemampuan, baik positif maupun negatif dari individu atau kelompok karyawan, guru dan seluruh staff dalam sebuah Lembaga Pendidikan/

perusahaan. Kinerja tidak bisa dilihat/dinilai hanya dari prestasi (accomplishment) yang bersifat administratrif semata, itu bisa dilakukan oleh setiap karyawan atau guru. Namun, perlu memperhatikan kemampuan (ability) karyawan/guru dalam merencanakan, menyusun, mengatur, melaksanakan dan mengevaluasi program dengan baik. Dalam konsep kinerja karyawan/guru, sikap (attitude) di dalamnya akhlak dan moral sering terabaikan luput dari penilaian. Padahal, karyawan/guru merupakan ujung tombak dalam menghadapi klien, bahkan masyarakat luas (konsumen). Sikap karyawan/guru menjadi barometer kualitas sebuah lembaga (baca:

pendidikan) atau perusahaan. Kemampuan sosial menjadi poin sendiri dalam penilaian kinerja karyawan/guru, yang menjadi daya dukung kelengkapan kinerja multidemensional.

Sesuatu yang dilakukan oleh karyawan, termasuk di dalamnya aspek kognitif atau berpikir, sikap, sistem nilai yang dianutnya, keputusan, cara pandang, dan berinteraksi. Dalam bukunya, Pershing,et al., meneyebutkan bahwa kinerja terkait dengan kompetensi (keahlian, kemampuan, dan pengetahuan). Bagi organisasi ISPI,30 rumusan kinerja sederhana, menyangkut kegiatan dan hasil yang terukur, activities and measurable outcomes. Rothwell dan Kazanas, menyatakan pendapat mereka tentang kinerja secara menyeluruh.

Pandangan mereka mencakup pencapaian seseorang karena ia telah menunjukkan perilaku, keterampilan, sikap, sekaligus pengetahuannya.

Selain itu, mereka menjelaskan perbedaan kinerja organisasi dan mesin atau peralatan.

“Performance is perhaps best understood as the achievement of result, the outcomes (ends) to which purposeful activities (means) are directed. It is not synonymous with behavior, the observable actions taken and the unobservable decisions made to achieve work result. There are several types of performance, of course. Human performance is the result of human skills, knowledge, and attitudes.

Machine performance is the result of machine activities. Company performance is the result of organizational activities”. 31

Berdasarkan uraian tersebut, kinerja merupakan perwujudan atas pekerjaan yang telah dihasilkan atau diemban pegawai. Hasil tersebut

30 ISPI: International Society for Performance Improvement.

31 Dewi Salma Prawiradilaga, Wawasan Teknologi Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2016, cet. III, hal. 163.

tercatat dengan baik sehingga tingkat ketercapaian kinerja yang seharusnya dan hal-hal yang terjadi dapat dievaluasi dengan baik.

Bila diaplikasikan dalam aktivitas pada lembaga pendidikan berdasarkan pendapat di atas, maka pernyataan kinerja yang dimaksud adalah: (1) prestasi kerja pada penyelenggara lembaga pendidikan dalam melaksanakan program pendidikan mampu menghasilkan lulusan atau output yang semakin meningkat kualitasnya; (2) mampu memperlihatkan/mempertunjukkan kepada masyarakat (dalam hal ini peserta didik) berupa pelayanan yang baik; (3) biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk ―menitipkan‖ anaknya sebagai peserta didik dalam memenuhi kebutuhan belajarnya tidak memberatkan dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat; dan (4) dalam melaksanakan tugasnya para pengelola lembaga pendidikan seperti kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikannya semakin baik dan berkembang serta mampu mengikuti dinamika kebutuhan masyarakat yang selalu berubah sesuai dengan kemajuan dan tututan zaman.32

Kinerja karyawan merupakan masalah yang sentral dalam

Kinerja karyawan merupakan masalah yang sentral dalam