BAB I PENDAHULUAN
3.3 Jins Sebagai Produk Siap Pakai
3.3.2 Jins Sebagai Produk Industri Rumahan
3.3.2.2 Warung Jins
Warung Jins adalah usaha penjahitan jins sesuai pesanan, terletak di jalan Pahruroji no.7 Tamim Bandung. Usaha ini dimulai tahun 2000, oleh Weiskanda. Bermula dari toko yang hanya menjual bahan jins, akhirnya berkembang menjadi usaha jahitan jins. Letak yang strategis masih disekitar jalan Tamim, memudahkan untuk mendapatkan bahan jins. Bahan jins didapatkan dari toko-toko atau supplier jins yang berada disekitar jalan Tamim. Harga untuk jahitan celana jins berikut bahannya berkisar Rp.50.000.
-Rp.60.000,- untuk jaket Rp.75.000,-. Model celana atau jaket ditentukan oleh pelanggan warung jins, mereka umumnya pelanggan tetap. Model celana jins mereka dapatkan dari majalah fashion dan Tv.
Warung jins juga menerima pesanan jahitan dari Distro yang berada di sekitar kota Bandung, dengan kuantiti 100-200 potong celana. Mereka juga menerima jahitan untuk seragam karyawan seperti Bank, Provider seluler ( XL, Simpati, Mentari dll), kostum untuk sales promosi pameran,dll. Warung jins memiliki 30 karyawan, dengan produksi 1600 potong celana jins perbulannya.
Pendapatan dari usaha jahitan ini berkisar Rp 50-60 juta perbulannya, jumlah akan meningkat lagi jika ada order jahitan seragam. Proses pencucian jins, warung jins bekerja sama dengan pabrik Laundry di daerah Cijerah. Melihat adanya peluang terutama dari pelanggan yang datang dari Jakarta, Warung jins membuka cabang di Jakarta di jalan Ulujami Raya no.8 Bintaro.77
Gambar III.74 Iklan Warung Jins di jl. Pahruroji no.7. Tamim.
(sumber :survey lapangan oleh penulis, Januari 2006)
77 survey lapangan oleh penulis, Januari 2006
Gambar III.75 suasana Warung Jins di jl.Pahruroji no.7. Tamim.
(sumber :survey lapangan oleh penulis, Januari 2006)
3.3.3 Sentra Jins Di Kota Bandung 3.3.3.1 Jins Jalan Tamim
Jalan Tamim adalah salah satu pusat penjualan tekstil di kota Bandung.
Kawasan ini terkenal sampai ke Jakarta, di Jakarta jalan ini lebih dikenal dengan nama gang Tamim. Jalan Tamin berada dibelakang Pasar Baru Bandung yang merupakan pusat grosir sandang, hal ini sangat mendukung perkembangan jalan Tamim menjadi salah satu sentra bahan tekstil terutama bahan jins di kota Bandung. Sebelum era Factory outlet dan Distro ramai bermunculan di kota Bandung, jika hendak berbelanja bahan tekstil khususnya jins di jalan Tamim inilah tempatnya.
Selain tempat berbelanja kita dapat langsung menjahitnya di penjahit yang beroperasional di kawasan ini. Kualitas jahitan bersifat standar tanpa detail yang khusus, karena kemampuan mesin jahit yang mereka miliki terbatas. Jasa jahitan celana jins Rp 45.000,- dan dapat ditunggu, harga tersebut tidak termasuk bahan jins. Jins yang belum diolah melalui proses washing bertekstur kaku dan keras bahkan warna biru indigo luntur saat tersentuh tangan, sebaiknya memilih jins yang dijual perpotong dengan ukuran satu celana yang telah diproses washing. Jins tersebut memiliki variasi warna yang menarik, bertektur halus dan nyamai untuk segera dikenakan.78
78 survey lapangan oleh penulis, 1 maret 2005
Gambar III.76 Jasa penjahitan di sepanjang jalan Tamim.
(sumber :survey lapangan oleh penulis, Maret 2005).
3.3.3.2 Jins Jalan Cihampelas
Pertumbuhan bisnis jins di jalan Cihampelas selama ini relatif stabil.
Permintaan tetap ada meski fluktuaktif itu dikarenakan salah satu ikon Bandung adalah jins. Berkunjung ke Bandung tanpa berbelanja jins di Cihampelas, ada yang belum lengkap. Saat ini satu konsumen rata-rata menghabiskan Rp 200.000-Rp 350.000,- untuk berbelanja jins di Cihampelas.
Harga yang relatif terjangkau mulai dari Rp 40.000-Rp 100.000,- tetapi ada pula yang harganya lebih dari Rp 200.000,-. Mahalnya harga celana jins tergantung kualitas bahan dan jahitan. Celana jins yang di jual di jalan Cihampelas terkenal murah, tetapi tidak murahan. Kualitas tetap diperhatikan karena sebagian produk yang dijual menggunakan bahan sisa kualitas ekspor atau produk jadi sisa ekspor.
Meningkatnya penjualan terjadi saat akhir pekan dan liburan sekolah. Per-hari 15-20 bus datang membawa 50 penumpang di setiap bus. Saat libur panjang
akhir pekan, dalam sehari diperkirakan 1.500-2.000 pengunjung berbelanja.79 Daya tarik lainnya dari jins Cihampelas adalah bentuk dari toko-toko jins
disepanjang jalan Cihampelas didesain dengan unik sesuai dengan nama-nama yang unik pula, seperti sapu lidi jins, Rambo jins, Korek Api jins dll. Harga jins di Cihampelas jauh lebih murah dari harga jins yang di jual di Jakarta.
Pusat penjualan jins ini berasal dari jalan Tamim. Sebagai pusat perdagangan tekstil, jalan Tamin semakin padat sehingga pemerintah setempat memindahkannya ke jalan Cihampelas.
79 survey lapangan oleh penulis, April 2006
Gambar III.77 Toko jins di jalan Cihampelas.
(sumber :survey lapangan oleh penulis, April 2006)
Semula jalan Cihampelas adalah daerah pemukiman. Letak jalan Cihampelas yang sangat strategis menjadikan kawasan ini memiliki nilai lahan yang semakin meningkat ditunjang dengan citra kawasan sentra penjualan jins, tidaklah berlebih jika banyak investor menanamkan modal untuk membangun prasarana pendukung kegiatan wisata belanja jins diikawasan ini. Saat ini, kawasan Cihampelas semakin semarak dengan berdir tidak kurang 25 toko jins yang saling bersaing baik dalam hal desain produknya dan harga.
Sejak tahun 1987 jins yang dijual di Cihampelas semakin beragam dan penjualannya semakin meningkat. Pamor kawasaan Cihampelas sempat menurun sebagai sentra jins dan usaha fashion lainnya ketika Bandung dilanda booming Factory outlet. Keadaan kembali normal sejak dibukanya akses jalan tol Cipularang yang memperpendek jarak tempuh Jakarta-Bandung menjadi 2 jam. Hal ini berdampak positip bagi perkembangan ekonomi dibidang pakaian siap pakai serta tren jins yang berubah setiap saat dan merupakan alasan bisnis jins di Cihampelas tidak akan pernah sepi. Jins-baik jaket maupun celana-bukan hanya kebutuhan, melainkan juga pemenuhan fashion dan tren mode.
Diperkirakan per-tahun setiap pengusaha jins melakukan modifikasi model dan sampai saat ini jins Cihampelas tetap diminati oleh wisatawan domestik dan mancanegara "Satu orang, mulai anak-anak sampai kakek-kakek, memiliki satu potong celana jins.80
3.3.3.3 Jins Pasar Baru
Pasar baru dibangun tahun 1906, dimana penduduk kota Bandung hanya sekitar 50.000 jiwa. Saat itu pasar baru masih merupakan pasar tradisional sampai tahun 1916 mengalami perbaikan yang pertama kali dengan model bangunan Art Deco. Pasar baru merupakan salah satu urat nadi pengembangan ekonomi rakyat dengan konsep tradisonal (tetap sebagai pasar). Pasar baru dibangun menjadi pusat bisnis grosir dan eceran untuk menampung pedagang tradisional dan modern. Salah satu produk grosir dan eceran adalah jins, yang seluruh produksinya adalah hasil produksi konveksi di Bandung dan sekitarnya. Produk jins tersebut dijual kembali dalam jumlah besar ke kota-kota besar di Indonesia, seperti: Jakarta di pertokoan Tanah abang, Surabaya, Medan, Makasar, Manado, Banjarmasin dll. Terdapat 76 kios jins di Pasar Baru Trade Centre yang melayani usaha grosiran dengan harga terjangkau.81
Menjelang liburan sekolah, Hari Raya dan akhir tahun banyak pedagang-pedagang dari luar kota Bandung menyempatkan diri untuk membeli produk jins di Pasar Baru Trade Centre secara grosiran. Produk jins yang dijual memiliki kualitas cukup baik dengan jenis washing standar. Umummnya jins yang dijual berjenis bahan strecht dengan warna Dark Indigo serta model Basic dan Boot cut. Terwujudanya Tol Cipularang mendukung fasilitas transportasi regional menjadi lebih efektif dalam melayani kebutuhan pedagang dan pembeli yang bertransaksi di Pasar Baru.
80 survey lapangan oleh penulis, agusutus 2006 di cihampelas.
81 Mangement Pasar Baru Trade Centre, April 2006
Gambar III.78 Toko jins di Pasar Baru Trade Centre.
(sumber :survey lapangan oleh penulis, April 2006)
3.3.3.4 Jins Factory Outlet
Factory Outlet ini menjual produk pakaian dalam jumlah besar atau istilahnya Mass Product. FO juga menjual barang-barang sisa ekspor atau merek lokal secara massal. Tujuan wisata bergeser ketika akhir tahun 1990-an mulai bermunculan toko-toko pakaian sisa ekspor yang lekat disebut factory outlet (FO). Deretan FO banyak yang mengisi rumah- rumah bergaya art deco yang memliki letak strategis pada jalan-jalan utama kota Bandung dan saat ini FO tersebar di kawasan Jalan Riau dan Dago. Keinginan memiliki pakaian bermerek dengan harga miring terakomodasi dengan berbelanja di FO. Jins merek-merek terkenal seperti Versace, Aigner, Guess, dan Calvin Klein dapat dengan mudah ditemukan di gerai-gerai FO. Berbelanja di FO, perlu dicermati karena produk yang dijual umumnya menggunakan ukuran Barat. Beberapa produk FO merupakan produk Reject (cacat), dimana terdapat kesalahan pada ukuran atau jahitannya.82
82 Ibid.
Banyaknya berdiri Factory outlet yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi kompetitor kawasn Cihampelas. Wisatawan yang datang tidak lagi terkonsentrasi dikawasan tersebut untuk mendapatkan pakaian atau celana jins yang murah tetapi dapat mengunjungi puluhan outlet yang tersebar dikota Bandung. Tujuan wisatawan jelas untuk mendapatkan pakain atau celana jins yang murah tapi bermerek internasional.
Gambar III.79 FO JET SET di jalan H. Djuanda atau Dago, produk jins sisa - ekspor dengan harga terjangkau Rp.50.000,-
(sumber :survey lapangan oleh penulis, April 2006)
3.3.3.5 Jins Produk Clothing dan Distro
Konsep Clothing mulai dikenal di Bandung pada tahun 1995-1996. Pada saat Usaha clothing mulai berkembang dan permintaan semakin meningkat, maka tuntutan untuk memasarkan produk tidak hanya di satu toko menjadi pertimbangan untuk lebih mengembangankan usaha ini menjadi lebih dikenal masyarakat. Pada perkembangan selanjutnya tidak sedikit bisnis clothing yang kemudian membuka lebih dari satu toko, serta menjalin kerjasama dengan sesama usaha clothing lainnya untuk saling menjual produk masing-masing.
Kerjasama ini dikenal dengan istilah Clothing Line atau jaringan clothing.
Dari konsep jaringan ini, kemudian muncul konsep jaringan pemasaran baru yang dikenal dengan Distro atau Distribution Outlet. Bermula dari idealisme untuk tidak masuk ke jaringan pasar besar, mereka mencoba memasarkan produk sendiri. Pada awal perkembangannya distro tidak ditemukan di toko-toko besar, melainkan di pelosok-pelosok kota, di gang-gang atau di kompleks perumahan. Tuntutan pasar yang akhirnya membuat mereka membuka jaringan atau berubah menjadi distributor yang tidak hanya menjual produk sendiri.
Salah satu produk yang dihasilkan distro adalah jins dalam bentuk celana dan jaket. Jins yang dihasilkan dari distro memiliki kualitas yang tidak kalah dari produk jins Cihampelas atau jins sisa ekspor dari factory outlet.
Jins produk distro memiliki ciri-ciri seperti berikut:
• Jins clothing dihasilkan dengan teknik jahit berkualitas dengan efek cucian yang lebih variatif dan dilengkapi aplikasi pengrusakan dibagian-bagian tertentu pada celana, misalnya; dibagian-bagian pinggir kantong atau bagian kaki celana.
• Aplikasi print atau bordir juga digunakan sebagai identitas atau label produk. Hal ini membuat jins buatan clothing menjadi lebih mahal dibandingkan jins produk Cihampelas atau factory outlet.
• Para pemilik clothing selaku pemilik juga terlibat langsung pada proses desain dan sentuhan akhir pada produk yang dihasilkan. Pada pembuatan jins baik untuk celana atau jaket, mereka memilih langsung bahan jins dan menentukan efek cucian yang diinginkan.
• Kain denim mereka dapatkan di jalan Tamin, Cigondewa atau dari pabrik jins yang berada disekitar kota bandung seperti PT. Icitex, PT.
Badjatex Tekstil, PT. Bratatex dan PT.Grantex yang berlokasi di jalan Cisirung Raya daerah Daeukolot. Pemilik distro mendapatkan kain jins sisa kualitas ekspor dari pabrik tekstil tersebut.
• Konsep clothing yang semula menghasilkan produk terbatas, membuat kendala pada minimum kuantiti sehingga mereka sering menemukan kesulitan dalam pembelian kain jins. Seiring meningkatnya permintaan dari konsumen akan kebutuhan celana jins, jalan tengahnya mereka membeli kain sisa ekspor atau kain jins meteran yang dijual di jalan Tamin dan Cigondewa.
• Kendala juga terjadi pada proses pencucian karena mesin laundry yang berukuran besar hanya mencuci 12 potong celana saja, sehingga mereka menekan harga produksi yang tinggi dengan menambah produksi untuk didistribusikan ke distro lainnya (melalui jaringan distro).
Mahalnya produk jins distro tidak mematikan usaha mereka justru terjadi peningkatan permintaan dari konsumen yang umumnya anak muda, karena jins distro memiliki desain yang variatif dan efek cucian yang dihasilkan seperti jins buatan label terkenal merek Levis, Guess, Replay dll. Selain itu nilai gengsi atau citra yang dikembangkan oleh produk clothing dan distro adalah jumlah yang terbatas sehingga tidak pasaran83
Gambar III.80 celana jins Airplane clothing Bandung.
(sumber :Majalah Jeune, no:14. 2006)
Gambar III.81 celana jins Airplane clothing Bandung.
(sumber :Majalah Jeune, no:14. 2006)
83 survey lapangan oleh penulis, Juni 2006.
Gambar III.82 celana jins produksi Cosmic clothing Bandung.
(sumber :Majalah Jeune, no:14. 2006)
Gambar III.83 celana jins 16D’Scale clothing Bandung.
(sumber :survey lapangan penulis, januari 2007)
Gambar III.84 celana jins 16D’Scale clothing Bandung.
(sumber :survey lapangan penulis, januari 2007)
Gambar III.85 celana jins 347/Eat clothing Bandung.
(sumber :survey lapangan penulis, januari 2007)
3.3.3.6 Jins Cigondewa Raya
Cigondewa adalah kawasan pariwisata berbelanja tekstil Bs (barang sisa) di kota Bandung. Daerah Cigondewa terletak cukup jauh dari kota Bandung namun kawasan ini sudah tertata rapi. Sepanjang jalan Cigondewa Raya terdapat toko-toko yang menjual tekstil BS (barang sisa) dengan pilihan berbagai jenis tekstil dengan harga yang kurang lebih sama. Sebagai pusat penjualan tekstil sisa industri yang masih dalam keadaan baik maupun reject pabrik, ternyata mampu menarik minat pembeli untuk datang dan membeli.
Sisa tekstil industri ini dijual dengan sistem timbangan (kiloan), harga yang ditawarkan sangat terjangkau untuk tesktil buatan lokal tetapi untuk tekstil kualitas ekspor harga yang ditawarkan masih relatif mahal. Tawar menawar harga masih menjadi hal yang dilakukan walaupun tekstil Cigondewa terkenal murah.
Letak Cigondewa yang cukup strategis disepanjang jalan tol Padalarang-Cileunyi sehingga mudah diakses dari berbagai sudut kota. Sejak dijadikan kawasan belanja kain jumlah pengusaha kain saat ini tidak kurang dari 400 orang. Sistem ekonomi kerakyatan yang dikembangkan warga Cigondewah berhasil menyelamatkan warga setempat saat krisis ekonomi. Ekonomi kerakyatan mampu bertahan sampai saat ini.
Tahun 2002 Pemda kota Bandung menetapkan Cigondewa sebagai kawasan bisnis kain. Semula jalan Tamin menjadi limpahan tekstil sisa ekspor hasil industri tetapi saat ini Cigondewa mengambil alih sebagai pusat penampungan tekstil sisa industri tersebut. Letak Cigondewa yang cukup jauh dari kota tidak akan merusak harga pasaran tekstil didalam kota dan operasional pendistribusian dengan menggunakan angkutan berat tidak akan menambah kemacetan di kota Bandung.84
Gambar III.86 Deretan kios Tekstil BS di jalan Cigondewa Raya.
(sumber :Dokumentasi penulis, 26 Februari 2005 )
84 survey lapangan oleh penulis, 26 Februari 2005.
BAB IV
ANALISIS JINS SEBAGAI KOMPONEN BUSANA SEHARI-HARI
4.1 Analisis Produksi, Pasar dan Pemasaran
Meningkatnya jumlah penduduk dan migrasi yang cukup tinggi di Bandung, serta perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa di kota Bandung sangat pesat yang ditandai dengan keberadaan berbagai fasilitas perdagangan. Mulai dari Mall, pusat pertokoan hingga pasar di berbagai wilayah di kota Bandung.
Tahun 2003, tercatat lebih dari 30 mall terdapat di kota Bandung. Jumlah tersebut semakin bertambah dengan pembangunan dan dioperasionalkannya beberapa pusat pertokoan baru pada berbagai wilayah di kota Bandung.85
Secara fisik geografis, jarak yang relatif dekat dengan Jakarta sebagai ibukota Negara menjadikan kota Bandung mampu berkembang pesat di berbagai bidang kegiatan pembangunan ekonominya. Karakteristik ekonomi perkotaan ditandai dengan citra kota Bandung sebagai kota tujuan wisata belanja dan obyek wisata berskala nasional. Sebagai kota tujuan wisata belanja antara lain berupa Factory outlet, pusat perdagangan jins Cihampelas dan Pasar Baru, serta berkembangnya usaha Distro dan Clothing yang dimotori oleh anak muda Bandung dengan segmentasi remaja dari luar Bandung.
Kota Bandung dan sekitarnya merupakan sentra industri tekstil dan garmen di Indonesia. Terpenuhinya bahan dasar tekstil dengan keanekaragaman kualitas dan harga serta berkembangnya usaha garmen atau konveksi baik untuk kepentingan ekspor maupun lokal mempermudah memproduksi pakaian siap pakai dalam skala besar. Kehidupan dunia usaha seperti ini secara nyata memberi pengaruh yang positif terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat sekitarnya, terciptanya peluang kerja disekitar tempat tinggal mereka membuat biaya hidup pun menjadi lebih ringan.
85Sumber:Laporan Akhir, Penyusunan Arahan Kebijakan Dan Program Revitalisasi Kawasan Kota Bandung. Desember 2005,hal:2.12
4.1.1 Data Sampel Perusahaan
Dari sekian banyak garmen dan konveksi pembuat jins di kota Bandung, dipilihnya PT. Aria jins, Warung jins, Airplane jins dan 347/Eat jins dikarenakan mereka memproduksi jins dengan harga yang terjangkau, desain yang menarik dan nyaman untuk dikenakan. Konsumen jins dari produk tersebut diatas umumnya dewasa dan remaja khususnya. Adapun alasan mereka memilih jins dari produk diatas, sebagai berikut:
1. Dari Aria dan Warung jins, mereka dapat membuat jins sesuai desain yang diinginkan, memilih jenis bahan dan harga yang terjangkau.
2. Dari Airplane dan 347/Eat, mereka membeli citra dari jins produk clothing karena jumlah yang terbatas (berkesan ekslusif), harga terjangkau, nyaman dan desain tidak kalah dengan merek asing.
3. Pasca krisis moneter tahun 1998, para remaja mulai lebih selektif dalam mengeluarkan biaya untuk kebutuhan sandangnya. Mereka mulai mengerti kualitas lebih penting daripada kuantitas, tetapi kualitas yang disesuaikan dengan kondisi keuangannya.
4.1.1.1 Data Produksi dan Desain PT.Aria Jins
• Konsep Produksi
1. Produksi berdasarkan pesanan dari konsumen, pihak Aria jins dapat memberikan masukan atau ide jika konsumen mendapatkan kesulitan dalam menentukan desain, kualitas bahan dan warna jins yang diinginkan.
2. Usaha penjahitan ini tidak hanya mengukur, juga memberi saran model celana yang sesuai dengan bentuk tubuh pelanggan serta tren mode yang berlaku dipasaran.
3. Menyediakan bahan baku berupa bahan jins, dimana konsumen dapat bebas memilih jenis atau kualitas bahan jins beserta warna yang dinginkan.
• Managemen Produksi
1. Mengatur jumlah produksi sesuai kapasitas mesin yang tersedia dan mempertahankan mutu kualitas jahitan dengan memberikan garansi perbaikan jika terjadi kerusakan pada celana jins.
2. Garansi diberikan batas waktu satu bulan setelah pesanan selesai dibuat, jika lewat dari waktu yang ditentukan perbaikan dikenakan baiya tambahan berkisar Rp15.000,-
3. Memproduksi jins dengan tujuan komersil mulai dari komsumsi untuk pakaian sehari-hari sampai pesanan untuk dijual kembali.
4. Menerima jahitan seragam untuk instansi negeri maupun swasta.
5. Satu celana panjang jins dapat dikerjakan dalam waktu 2-3 hari.
pesanan dapat dikerjakan dalam waktu sehari tetapi melalui perjanjian terlebih dahulu dan menambah biaya pesanan.
• Konsep Pesanan
1. Pembuatan celana panjang jins menggunakan ukuran contoh celana yang sudah dipersiapkan. Kondisi celana dalam keadaan nyaman saat dikenakan.
2. Saat diukur konsumen harus memastikan diri terlebih dahulu dengan ukuran yang dinginkan ( hal ini untuk menghindari salah ukuran).
3. Panjang celana disesuaikan dengan keinginan konsumen, misalnya alas kaki harus mantap dengan satu macam pilihan tinggi tumit dengan hak sepatu atau sandal.
4. Celana panjang jins yang dijadikan contoh akan menjadi standar ukuran dan selanjutnya konsumen memilih model yang dinginkan.
• Managemen Pemesanan/Distribusi
1. Uang muka untuk jahitan celana panjang, jaket, kemeja dan rok. Jika tidak membayar uang muka pesanan tidak akan dikerjakan.
2. Biaya pesanan harus segera dilunasi saat pesanan sudah selesai dikerjakan.
3. Pengiriman untuk luar kota menggunakan jasa pengiriman seperti TIKI dengan menambah biaya pengiriman.
• Data Desain/Segmentasi
1. Data desain berupa pola disimpan sebagai arsip, untuk mempermudah pengembangan model celana disaat konsumen kembali untuk membuat celana lagi.
2. Desain atau model jins didapatkan dari majalah fashion, kecenderungan tren yang berlaku dimasyarakat dan televisi.
3. Semula segementasi remaja (mahasiswa) tetapi pada perkembangan selanjutnya konsumen yang sudah berkeluarga.
• Volume Dan Harga
1. Biaya pesanan satu celana panjang jins Rp 75.000,-Rp 100.000,- termasuk bahan kain dan biaya jahitan.
2. Biaya pembuatan jaket Rp 100.000,-Rp 125.000,-.
3. Biaya pembuatan berdasarkan jenis bahan, ukuran dan model celana.
4. Volume pesanan meningkat diakhir minggu, disaat liburan dan hari raya serta pergantian tahun.
Gambar IV.1 Tabel Data Produksi PT.Aria Jins.
(sumber :survey lapangan penulis, Desember 2006 )
Gambar IV.2 Tabel Data Produksi PT.Aria Jins.
(sumber :survey lapangan penulis, Desember 2006 )
Gambar IV.3 Tabel Data Produksi PT.Aria Jins.
(sumber :survey lapangan penulis, Desember 2006 )
Kesimpulan:
• Dari tahun 1990 sampai 1996, produksi jins buatan Aria untuk konsumen Kota Bandung, Jakarta dan Surabaya.
• Mulai tahun 1997 sampai saat ini, Aria jins membuat pesanan celana jins untuk luar pulau Jawa. Aria mulai menerima pesana antar Negara seperti Malaysia.
• Pasca krisis moneter, pesanan sengaja tidak melebihi kapasitas produksi 2000 pcs/bulan dimaksudkan untuk tetap menjaga kualitas jahitannya.
• Konsumen lebih banyak memesan celana panjang jins.
• Tahun 1990-1997 pesanan model celana panjang masih bergaya Baggy dan Basic. Tahun 1998 sampai saat ini variasi model celana jins semakin bertambah dan konsumen dapat menentukan sendiri model celana panjang yang dinginkan.
• Warna Mid indigo dipilih konsumen dari tahun 1990-1994, tetapi mulai tahun 1995 sampai saat ini warna Dark indigo dan Mid Indigo menjadi pilihan warna yang seimbang dikalangan pelanggan Aria jins.
• Berkembanganya usaha sejenis tidak mematikan usaha yang telah dirintis PT.Aria jins semenjak tahun 1988. Investasi dilakukan dengan pengadaan mesin produksi yang menunjang untuk skala indusri rumahan dan SDM yang memiliki loyalitas tinggi terhadap Aria jins sampai saat ini masih bekerja sehingga menjadi terlatih dan mengerti akan problem dalam produksi.
• Promosi dari mulut ke mulut, membuat Aria jins mampu bertahan ditengah berkembangnya usaha Distro atau Clothing yang dikendalikan
• Promosi dari mulut ke mulut, membuat Aria jins mampu bertahan ditengah berkembangnya usaha Distro atau Clothing yang dikendalikan