BAB VII EVALUASI TERHADAP KONTROL PROGRAM RASKIN
7.1.1 Penggalian Strategi dalam Kontrol Berbasis
Penggalian strategi yang tepat dalam mewujudkan efektifitas palaksanaan program raskin yang dilakukan di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, perlu mengacu kepada beberapa aspek yang dapat menunjang terlaksananya program ke arah yang lebih baik. Aspek yang menjadi strategi dalam mencapai sasaran terhadap kontrol berbasis komunitas dalam pelaksanaan program raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, dapat dijabarkan dalam uraian berikut ini;
1) Tepat Sasaran Penerima Manfaat.
Tepat sasaran dan manfaat yang diharapkan adalah program Raskin yang dilaksanakan untuk mengurangi pembiayaan atau pengeluaran rumah tangga miskin, perlu adanya penetapan identitas yang jelas dari warga atau masyarakat yang benar-benar tergolong dalam keluarga miskin, dengan kata lain sasaran dari
program Raskin benar-benar dialokasikan bagi keluarga yang kurang mampu atau keluarga miskin. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan lembaga sosial yang ada di masyarakat, seperti arisan, pengajian, termotivasi sifat kesetiakawanan sosialnya sehingga secara sukarela mau memberikan bantuan yang terkumpul secara komunal kepada anak-anak yang tidak mampu di lingkungan sosialnya. Kegiatan – kegiatan lembaga sosial masyarakat ini diharapkan dapat secara tepat mengidentifikasi penerima raskin. Lembaga sosial ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak yang berwenang (secara struktural) bertanggung jawab terhadap pendistribusian raskin.
Tindakan ini dilakukan untuk meminimalisasi adanya penambahan jumlah rumah tangga miskin dan sasaran dari program Raskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya dapat membantu masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakkat miskin sebagai rumah tangga sasaran penerima program Raskin.
2) Tepat Jumlah.
Tepat jumlah yang dimaksud adalah beras yang disalurkan kepada rumah tangga mencukupi kebutuhan rumah tangga tersebut. Namun beras yang disalurkan selama ini dibatasi jumlahnya hanya 15 Kg/RTS/bulan. Jumlah ini, belumlah mencukupi kebutuhan bagi masyarakat miskin, namun dari jumlah beras tersebut diharapkan dapat mengurangi pengeluaran masyarakat miskin, dan pengeluaran yang digunakan untuk beras tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lainnya.
Jumlah beras yang disalurkan bagi rumah tangga miskin melalui program Raskin merupakan stimulasi untuk memberdayakan masyarakat miskin dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan mereka yang merupakan unsur utama dalam pemenuhan kebutuhan pokok keluarga. Jumlah beras yang ditetapkan oleh pemerintah perlu adanya kontrol berbasis komunitas, agar beras yang disalurkan kepada rumah tangga miskin tidak mengalami pengurangan jumlah atau penyusutan jumlah, sehingga jumlah yang ditetapkan oleh pemerintah benar-benar jumlah yang tepat atau pas diterima oleh masyarakat miskin. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyebarkan informasi kepada anggota lembaga sosial sehingga jumlah beras yang seharusnya diterima dapat sesuai dengan jumlah yang telah direncanakan. Pengawasan dalam jumlah beras yang didistribusikan harus
dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat dengan memperkuat sistem pengawasan sosial dalam bentuk “shame culture” sehingga terbentuk sistem pengawasan secara sosial dengan memberlakukan hukuman secara sosial bagi masyarakat yang secara sengaja menyelewengkan jumlah raskin yang seharusnya diterima.
3) Tepat Harga
Harga yang ditetapkan dalam program Raskin oleh Pemerintah yakni Rp. 1.600,- perkilogram. Harga ini merupakan harga yang sangat murah, mengingat harga beras dipasaran harganya berkisar di atas p. 5.000,-. Harga yang tepat akan membantu biaya pengeluaran rumah tangga miskin, sehingga mereka dapat membeli beras dengan harga yang terjangkau. Harga jual dari beras yang ada dalam program Raskin, perlu adanya kontrol berbasis komunitas, untuk menghindari kenaikan harga oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan dalil biaya operasional dan transportasi petugas. Dengan adanya “shame culture” maka harga raskin dapat dikontrol secara langsung oleh masyarakat, sehingga petugas yang berwenang akan merasa malu apabila melakukan tindakan seperti menaikkan harga di luar yang telah ditetapkan
Kontrol berbasis komunitas terhadap harga beras yang ditetapkan, sangat diperlukan terutama dalam proses sosialisasi program Raskin bagi masyarakat.
Jika sosialisasi harga yang ditetapkan pemerintah diketahui khlayak ramai, khususnya rumah tangga miskin, maka tindakan dalam menaikan harga dengan dalil apapun akan dapat terbendung, sehingga beras yang disalurkan kepada masyarakat miskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, akan tepat harga, dengan kata lain harga yang ditetapkan oleh pemerintah akan terealisasi sampai kepada masyarakat miskin.
4) Tepat Waktu
Tepat waktu merupakan, waktu pelaksanaan dari program Raskin sesuai dengan rencana distribusi. Artinya beras yang disalurkan terlaksana setiap bulannya sehingga tidak terjadi penumpukan digudang Sub Divisi Regional Bulog Kota Pekanbaru. Jika terjadi penumpukan akan mempengaruhi kualitas beras
yang sampai kepada masyarakat atau rumah tangga miskin di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.
Waktu yang telah ditetapkan dalam Pedoman Umum Raskin, hendaknya direalisasikan oleh setiap Tim Koordinasi Raskin, baik Tim Koordinasi Raskin Provinsi, Kabupaten/Kota maupun pihak Kecamatan dan Kelurahan. Kontrol terhadap waktu pendistribusian dilakukan oleh petugas yang berwenang, melalui kerjasama dan koordinasi dengan antar tim petugas, sehingga setiap permasalahan yang timbul dalam setiap proses pendistribusian raskin dapat secara cepat dan tepat dapat diatasi, terutama pada daerah-daerah yang terisolir yang sangat minim dalam akses transportasi dan kondisi alam yang berat dan biasanya mempunyai biaya transportasi yang cukup mahal.
Tepat waktu juga mengurangi biaya operasional, terutama biaya dalam pengawasan dan penjagaan beras yang ada di gudang beras kecamatan ataupun ditingkat kelurahan.
5) Tepat Administrasi.
Tepat administrasi dimaksud adalah terpenuhinya persyaratan administrasi secara benar, lengkap dan tepat waktu. Artinya administrasi yang tepat merupakan salah satu indikator untuk menetapkan kebijakan oleh pemerintah dalam menindaklanjuti berbagai program, khusunya yang berkaitan dengan program Raskin. Administrasi yang tepat dimulai dari pendataan rumah tangga sasaran atau keluarga miskin yang dilaporkan oleh Kelurahan Rejosari kepada pihak Kecamatan Tenayan Raya sampai kepada Tim Koordinasi Raskin Kota Pekanbaru.
Pengidentifikasian nama rumah tangga miskin yang berhak menerima raskin yang dilakukan berdasarkan informasi dari lembaga sosial yang ada perlu dilaporkan ke Kelurahan Rejosari, Kecamatan serta Tim Koordinasi Raskin Kota Pekanbaru. Disini control komunitas melalui lembaga sosial menjadi penting untuk memperoleh data siapa yang seharusnya menerima raskin, sehingga tepat administrasi dapat tercapai.
Administrasi yang tepat juga menjadi dokumen atau data publikasi yang dapat mempermudah pengawasan terhadap perkembangan jumlah rumah tangga miskin dan jumlah beras yang disalurkan dalam program Raskin di Kelurahan
Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Administrasi yang baik dan benar juga memberikan kemudahan bagi setiap Tim Koordinasi dalam melakukan evaluasi kebijakan terhadap pelaksanaan program Raskin disetiap kelurahan yang merupakan sasaran utama dalam menyalurkan program raskin, bagi rumah tangga miskin.
6) Tepat Kualitas
Kualitas beras yang disalurkan dalam program Raskin, merupakan beras yang memiliki kalayakan untuk dikonsumsi. Beras yang disalurkan oleh pemerintah juga perlu dijaga, terutama dalam penempatan beras digudang penyimpanan beras. Beras yang kualitas tinggi jika tidak ditempatkan pada tempat yang baik dan benar akan menjadi beras yang berkualitas rendah. Dengan kontrol yang terbentuk melalui shame culture diharapkan dapat tercipta cara yang efektif untuk mempertahankan kualitas raskin agar tidak ditukar dengan beras yang berkualitas rendah. Shame culture diharapkan juga dapat mengontrol secara ke seluruhan sestem pendistribusian raskin yang tercakup pada 6 T. Kualitas beras yang disalurkan oleh pemerintah pusat merupakan beras dengan kualitas baik dan layak dikonsumsi.
Kontrol berbasis komunitas terhadap kualitas beras yang disalurkan bagi rumah tangga miskin khususnya di Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, perlu dilakukan dengan baik, untuk menghindari adanya upaya yang dilakukan oleh oknum tertentu dengan menukar beras yang kualitas rendah. Tindakan pengawasan ini dilakukan agar beras yang diterima oleh masyarakat miskin sesuai dengan kulitas beras yang ditetapkan berdasarkan standar kualitas beras yang ditetapkan oleh Bulog.
Disamping kontrol yang dilakukan oleh pemerintah maupun komunitas perlu juga dilihat faktor pengaruh dari program raskin itu sendiri, apakah program tersebut sudah tepat untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat, khusunya penerima raskin. Untuk kontrol komunitas terhadap program raskin maka sebaiknya pembuat kebijakan mempertanyakan dulu kepada masyarakat apa yang menjadi kebutuhan mereka, sehingga program tersebut merupakan wujud dari kebutuhan masyarakat.
Pendekatan Top Down yang pernah dilakukan pemerintah sudah tidak sebaiknya diterapkan lagi dalam mencapai keberhasilan program. Pendekatan Bottom Up akan lebih mencapai sasaran untuk program seperti raskin ini.