• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengkajian Standar Internasional dan Nasional

Laporan Evaluasi Kinerja Badan Karantina Pertanian TA 2012 vi 7) Desiminasi Penilaian Persyaratan Teknis IKH (30 orang)

DOKUMEN KEGIATAN PUSAT KARANTINA TUMBUHAN DAN KEAMANAN HAYATI NABATI TA 2012

B. Prosedur pengambilan contoh Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) Dalam prosedur pengambilan contoh PSAT terdapat langkah-langkah yang

24) Pengkajian Standar Internasional dan Nasional

Dalam menyusun kebijakan teknis, Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati selain berpedoman pada peraturan perundang-undangan dalam negeri juga mengacu pada Standar Internasional yang salah satunya diterbitkan oleh organisasi perlindungan tanaman Internasional (International Plant Protection Organization/IPPC) berupa International Standard for Phytosanitary Measures (ISPM). Dalam penerapannya, standar internasional tersebut seringkali tidak dapat langsung diaplikasikan dan perlu diharmonisasikan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Hal tersebut mutak diperlukan agar tindakan phytosanitary benar-benar berfungsi sebagai fasilitator dalam perdagangan internasional.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati menyelenggarakan kegiatan Pengkajian Standar Internasional dan nasional. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengkaji standar internasional untuk diharmonisasikan dengan peraturan perundang-undangan yang sudah ada maupun yang akan ditetapkan. Pengkajian ini juga dilakukan berdasarkan hasil implementasi peraturan yang sudah ada untuk disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini. Kajian tersebut dilakukan terhadap : 25) Kesekretariatan Komisi Ahli/NPPO dan IPPC di Indonesia

Dalam mewujudkan pertanian yang tangguh diperlukan kerjasama dan koordinasi antar instansi terkait dan pakar yang memiliki kompetensi di bidang pertanian yang dalam hal ini, instansi di lingkup Kementerian Pertanian dan Perguruan Tinggi.

Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian selaku focal point NPPO di Indoneisa berusaha memfasilitasi dan

202 Laporan Tahunan Badan Karantina Pertanian TA 2012

berkoordinasi dengan instansi terkait dan perguruan tinggi, sehingga kontribusi dan masukan yang disampaikan ke IPPC bersifat nasional dan komprehensif. Untuk itu, Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati memfasilitasi kegiatan tersebut melalui Kesekretariatan Komisi ahli/NPPO/IPPC. Tahun 2012 Kesekretariatan Komisi Ahli/NPPO/IPPC memfasilitasi administrasi kegiatan NPPO/IPPC di Indonesia dan rapat NPPO terkait dengan persiapan pertemuan Internasional dan nasional, serta memfasilitasi pertemuan dengan komisi ahli karantina tumbuhan.

Adapun fasilitasi pertemuan yang telah dilaksanakan pada Tahun 2012 adalah : a) Pembahasan Status OPTK Pantoea stewartii dan Erwinia carotovora

subsp.atroseptica

Hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah :

1. Untuk mencegah menyebarnya Pantoea stewartii dan Erwinia carotovora subsp.atroseptica di wilayah Indonesia, maka pada Tahun 2012 OPTK

Pantoea stewartii ditetapkan sebagai salah satu target pada Pemantauan

OPTK yang dilakukan oleh UPT Karantina Pertanian.

2. Selain itu, perlu dilakukan verifikasi terhadap keberadan Pantoea stewartii dan Erwinia carotovora subsp.atroseptica yang terindikasi telah menyebar di daerah sentra produksi Jagung dan Kentang, khususnya di Luar Pulau Jawa.

b) Pembahasan Draft Revisi Kepmentan No. 264/2006

Dilakukan corrective actions terhadap ketidakefektifan Kepmentan No. 264 Tahun 2006 sebagai berikut :

1. Badan Karantina Pertanian (Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati) telah melakukan kajian akademis dalam rangka penyempurnaan payung hukum pelaksanaan kesekretariatan NPPO sejak tahun 2009 sampai 2010.

2. Telah disiapkan draft Permentan untuk menggantikan Kepmentan No. 264/2006

3. Sebagai alternatif lainnya sambil menunggu ditetapkannya Permentan tersebut, Badan Karantina Pertanian telah menyiapkan draft Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian sebagai penjabaran amar ke Enam Kepmentan No. 264/2006.

c) Persiapan Pertemuan CPM ke – 7 di Roma

Badan Karantina Pertanian selaku focal point NPPO di Indonesia, akan menyampaikan masukan terhadap 2 (dua) draft ISPM, yaitu :

1. System Approach for Pest Risk Management of Fruit Flies (Tephritadae) 2. Integrated Measures for The Production of Plants for Planting in

International Trade

d) Pembahasan Hasil Verifikasi Pemasukan Benih Kentang dari Australia Hasil pembahasan menetapkan bahwa Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati menunda selama 3 (tiga) bulan untuk memberikan

203 Laporan Tahunan Badan Karantina Pertanian TA 2012

pengakuan Pest Free Area (PFA) terhadap tempat produksi benih kentang dari Australia. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya informasi tambahan berupa dokumen dan data-data yang diperlukan oleh Tim Verifikasi yang belum dipenuhi pada saat melakukan verifikasi.

e) Persiapan Pemasukan Benih Tebu ke Dalam Wilayah Negara RI Hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah :

1. Pemasukan benih tebu dari Kolombia merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian ke Kolombia, dalam rangka meningkatkan kerjasama di bidang pertanian

2. Berkaitan dengan rencana tersebut, pengkajian lebih lanjut terhadap pemasukan tebu dari kolombia sangat diperlukan mengingat Kolombia merupakan negara endemis South African Leaf Blight (SALB). Dikhawatrkan apabila tebu tersebut akan menjadi media pembawa bagi SALB dan akan menyebabkan kerusakan pada tanaman karet di Indonesia

3. Dari hasil penilaian risiko, tebu dari Kolombia mempunyai rata-rata nilai risiko tinggi, dikarenakan OPT/OPTK tersebut mempunyai inang yang banyak di Indonesia terutama family Graminae dan lingkungan di Indonesia sangat mendukung perkembangan OPT/OPTK tersebut.

4. Hal-hal yang perlu dilakukan terkait dengan rencana pemasukan benih tebu antara lain :

- Perlu mengetahui dengan jelasa bentuk dari benih yang akan dimasukan ke dalam wilayah negara RI (stek, mata tunas atau kultur jaringan)

- Perlu mencari solusi agar tindakan Pengasingan dan Pengamatan tidak membutuhkan waktu yang lama (kurang dari 2 tahun)

f) Pembahasan Draft Pedoman Pengakuan Area Bebas OPTK tertentu di Negara Asal

Hasil pembahasan draft tersebut adalah :

1. Perlu penambahan ruang lingkup untuk masa berlaku pengakuan dan sumber pembiayaan

2. Masa berlaku pengakuan ditetapkan :

- Pengakuan terhadap area bebas OPTK tertentu diberikan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan

- Area bebas OPTK tertentu yang telah habis masa berlaku pengakuannya, dapat diajukan kembali untuk perpanjangan masa berlaku pengakuannya

- NPPO negara mitra dagang wajib mengajukan permohonan ulang perpanjangan masa pengakuan area bebas OPTK tertentu paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa pengakuan

- Terhadap area bebas OPTK tertentu yang diajukan kembali masa pengakuannya akan dilakukan penialain ulang sebagaimana prosedur pengakuan yang dilakukan sebelumnya

204 Laporan Tahunan Badan Karantina Pertanian TA 2012

- Perpanjangan masa pengakuan akan diberikan setelah seluruh proses dan persyaratan dipenuhi

Perpanjangan masa pengakuan akan diberikan setelah seluruh proses dan persyaratan dipenuhi.

Pembiayaan meliputi :

- Seluruh pembiayaan yang timbul akibat pelaksanaan pengakuan termasuk perjalanan dinas ke luar negeri, sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia dan menjadi tanggung jawab pemohon.

- Biaya pelaksanaan review/verifikasi terhadap negara yang sudah diberi pengakuan dibebankan kepada Pemerintah RI.

g) Kajian Rencana Penutupan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai Tempat Pemasukan Buah-Buahan dan/atau Sayuran Buah Segar serta Sayuran Umbi Lapis Segar ke Dalam Wilayah RI

Hal yang menjadi dasar penutupan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai tempat pasukan buah-buahan dan/atau sayuran buah segar serta sayuran umbi lapis segar ke dalam wilayah Ri adalah :

1. Pelaksanaan tindakan karantina tumbuhan di Pelabuhan Tanjung Priok sudah tidak optimal lagi, karena volume kegiatan impor sangat besar 2. SDM (terutama untuk pengujian PSAT) sangat terbatas

3. Berdasarkan hasil kongres Fitopatologi di Solo Tahun 2011, disampaikan bahwa telah ditemukan OPT yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok

4. Terjadinya outbreak OPTK :

- Outbreak Kutu Putih (Paraccocus sp) di Bogor, Sukabumi, Tangerang, Bekasi dan sentra pertanaman lainnya di Jawa Barat

- Outbreak Nematoda Sista Kuning pada sentra pertanaman Kentang di Jawa Tengah dan Jawa Timur

- Ditemukannya OPTK Pantoea stewartii pada tanaman Jagung di Jawa Timur dan Padang

- Ditemukannya sekitar 15 jenis OPTK yang sebagian besar masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok

26) Evaluasi Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Tahun