• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

B. PERFORMA SAAT PERTANDINGAN SEPAK BOLA

4. Pengukuran Performa Pemain Sepak Bola

Untuk mengetahui apakah performa dari seorang atlet baik atau buruk maka diperlukan suatu pengamatan dan pencatan atau penilaian dari pelatih atau suatu lembaga yang berwenang (Wijaya, 2004). Namun karena di Indonesia belum terdapat suatu lembaga berwenang yang bertugas melakukan pengamatan dan pencatatan atau penilaian mengenai baik atau buruknya performa seorang pemain sepak bola dalam suatu pertnadingan, maka pengamatan dan pencatatan atau penilaian performa seorang pemain sepak bola dilakukan oleh tim kecil yang dibentuk peneliti. Hasil dari pencatatan atau penilaian tersebut nantinya akan dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkompeten dalam bidang sepak

bola, seperti pelatih sepak bola. Pengukuran performa seorang pemain sepak bola adalah penilaian secara statistik terhadap performa yang ditampilkan oleh seorang pemain dalam sebuah pertandingan. Performa seorang pemain sepak bola dapat dilihat dalam permainan dari pemain sepakbola itu sendiri. Oleh karena itu, pengukuran ini dapat dilakukan dengan menilai permainan dari pemain sepak bola itu sendiri.

Secara garis besar permainan sepak bola dikelompokkan kedalam dua bagian, yaitu teknik dengan bola dan teknik tanpa bola. Teknik dengan bola terdiri dari beberapa teknik dasar, seperti:

a. Kontrol bola

Kontrol bola merupakan teknik untuk menerima atau menghentikan bola.

b. Mengumpan (passing)

Mengumpan merupakan teknik untuk memberikan bola kepada teman dengan menggunakan bagian-bagian dari kaki atau menggunakan kepala (heading).

c. Menembak (shooting)

Menembak merupakan teknik untuk menendang atau mengarahkan bola kedalam gawang lawan dengan tujuan untuk mencetak gol. Menembak atau mencetak gol juga dapat menggunakan kepala.

d. Menggiring bola (dribble)

Menggiring merupakan teknik mengendalikan bola sehingga memungkinkan seorang pemain untuk mempertahankan bola saat si

pemain berlari melintasi / melewati lawan atau untuk maju ke ruang yang terbuka (Luxbacher, 2004). Menggiring atau men-dribble bola dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan punggung kaki, dengan bagian dalam kaki, dan dengang kaki bagian luar (Dinata, 2004). Sebagian besar pemain sepak bola handal juga dapat menggiring bola dengan menggunakan kepalanya.

e. Merebut bola (tackling)

Tackling merupakan keterampilan atau teknik dalam bertahan yang digunakan mencuri atau mengambil bola dari lawan (Luxbacher, 2004).

f. Menjaga gawang (untuk penjaga gawang atau kiper)

Keterampilan atau teknik yang dimiliki oleh seorang kiper, sebagian besar, berbeda dengan keterampilan yang dimiliki oleh pemain dengan posisi yang lain. Untuk menjadi seorang penjaga gawang atau kiper, seorang pemain harus mampu menangkap atau memblok semua tipe / jenis tembakan yang mengarah ke gawangnya (Luxbacher, 2004). Selain itu kiper juga harus dapat memberikan kontribusi berupa umpan yang akurat ketika timnya hendak memulai serangan.

Sedangkan untuk teknik tanpa bola terdiri dari beberapa teknik, yaitu melakukan sprint, akselerasi yang baik, membelokkan arah lari, menghentikan lari secara cepat dan tepat, penempatan posisi dalam lapangan, dan ketahanan fisik yang baik selama pertandingan.

Disamping teknik dasar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam permainan sepak bola juga terdapat beberapa kemampuan atau teknik yang juga harus dimiliki oleh para pemain, yaitu:

a. Kerjasama tim, yaitu kekompakkan para pemain didalam sebuah tim atau regu. Permainan sepak bola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua regu yang saling berhadapan dengan tujuan untuk menyarangkan bola kedalam gawang lawannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebuah regu atau tim yang terdiri dari 11 orang pemain harus memiliki pemikiran yang sama. Dengan kata lain masing-masing dari 11 orang pemain tersebut haruslah tercipta rasa saling pengertian diantara sesama pemain lainnya. Seperti pernyataan yang diungkapkan oleh Luxbacher (2004):

Taktik beregu mengarahkan kesebelas anggota ke arah satu sasaran utama dan membantu menempatkan semua pemain pada “halaman” yang sama. Serangan dan pertahanan yang sukses dibangun oleh kelompok, hasil dari usaha pemain yang terkoordinasi, dan dapat dicapai hanya jika semua pemain memiliki pemahaman terhadap prinsip dasar yang mendasari permainan.

b. Fisik dan stamina, sepak bola merupakan sebuah cabang olahraga yang sangat membutuhkan kemampuan fisik dan stamina yang kuat atau prima. Hanya dengan fisik dan stamina yang prima, disamping dengan

skill yang dimiliki, seorang pemain sepak bola dapat bermain secara optimal.

c. Kreatifitas dalam bermain, kreatifitas dari seorang pemain sepak bola juga sangatlah dibutuhkan dalam suatu pertandingan. Hal tersebut

disebabkan supaya permainan / pertandingan dapat terlihat lebih menarik. Kekreatifitasan yang dimiliki oleh seorang pemain sepak bola sangat erat kaitannya dengan tingkat intelejensia yang dimiliki oleh pemain yang bersangkutan, khususnya yang terkait dalam bidang sepak bola. Kekreatifitasan seorang pemain dapat diperoleh atau dapat bertambah seiring dengan seringnya si pemain melakukan latihan dan menjalankan pertandingan.

Pengukuran performa seorang pemain sepak bola didapat dari hasil data penilaian statistik mengenai permainan sepak bola atau teknik-teknik yang ditampilkan oleh pemain yang bersangkutan dalam sebuah pertandingan.

Skor atau penilaian performa pemain sepak bola dapat dilihat dari contoh berikut ini:

Tabel 1

Data Performa Pemain Sepak Bola

Dalam Pertandingan Juventus – Lecce (Minggu, 26/2)

Bola, 28 Februari 2006

Angka-angka dibelakang nama-nama pemain merupakan nilai dari performa yang mereka tampilkan selama pertandingan, semakin tinggi nilai yang mereka dapat maka semakin tinggi atau baik pula performa yang mereka (pemain yang bersangkutan) tampilkan dalam pertandingan tersebut.

Pemain sepak bola dikelompokkan kedalam tiga posisi dasar dalam setiap pertandingannya, yaitu pemain belakang (goalkeeper dan defender),

Juventus Lecce 3 1 Skuad (4-4-2) Skuad (4-3-3) Buffon 6 Benussi 7 Blasi 5 (17’ Pessotto) 6 Thuram 6,5 Kovac 6,5 Balzaretti 6 Camisa 6,5 Saidi 6 Diamoutene 5,5 Rullo 6 (82’ Pinardi) Mutu 6 (86’ Camoranesi) Emerson 7 Vieira 6 (67’ Giannichedda) 6 Nedved 6,5 Camorani 5 Giacomazzi 6 (62’ Giorgino) 5,5 Del Vecchio 6,5 Ibrahimovic 6 Del Piero 6,5 Babu 6,5 Konan 5,5 (52’ Marianini) 5,5 Vucinic 5 Pelatih: Capello 6

Cadangan: Abbiati, Olivera, Trezeguet, Zalayeta

Pelatih: Rizzo 6

Cadangan: Rosati, Stovini, Cichero, Valdes

Wasit: Rodomonti (Roma) 6

Penonton: 26.721 (Delle Alpi)

Gol: 0-1 Del Vecchio 10’, 1-1 Emerson 18’, 2-1 Kovac 44’, 3-1 Del Piero 88’ pen

Sepak Pojok: 8-3

Waktu Ekstra: 3’ dan 3’

Kartu Merah: Camorani 51’ (L)

pemain tengah (midfielder), dan pemain depan (striker). Secara umum, masing-masing posisi tersebut memiliki tugas yang berbeda-beda; pemain belakang bertugas sebagai pertahanan bagi timnya, pemain tengah bertugas sebagai penyeimbang antara pertahanan dan penyerangan dari timnya, dan pemain depan bertugas untuk mencetak gol. Namun Luxbacher (2004) berpendapat bahwa saat ini sepak bola memberikan tugas atau tuntutan yang lebih banyak pada pemain untuk dapat menyerang sekaligus bertahan, dengan pengecualian pada posisi kiper atau penjaga gawang.

Penilaian atau pengukuran performa pemain sepak bola, berdasarkan posisinya masing-masing, dapat dilihat dari beberapa contoh dibawah ini:

Tabel 2

Performa Emile Heskey

Kategori S U Shots 1 2 Crosses 0 2 Passes 16 3 Heading Challenges 17 10 Dribbles/Runs with Ball 9 2 Fouls Won 0 2 Turns 2 0 Control 2 2

Runs Off the Ball 2 0

Pressing 4 1

Tack les 4 1

Interception 7 2

Clearance 3 0

Tabel diatas merupakan contoh analisa performa dari seorang pemain sepak bola dengan posisi sebagai pemain depan bernama Emile Heskey. Huruf S yang terdapat dalam masing-masing kategori atau aspek menandakan keberhasilan si pemain dalam melakukan suatu gerakan atau tugas (S = Successful). Secara keseluruhan, berdasarkan tabel diatas, Emile Heskey memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menyerang maupun bertahan bagi timnya.

Tabel 3

Performa Patrick Vieira

Action / Times 1st Half 2nd Half Total

Tack les 3 5 8 Interceptions/block s 9 7 16 Pressing 2 1 3 Headers 2 1 3 Clearances 7 3 10 Fouls Conceded 4 1 5 Passes 18 16 34 Crosses 0 0 0 Shots 0 1 1 Dribbles 3 4 7 Headers 0 0 0 Fouls Won 2 2 4 www.soccerperformance.org

Tabel diatas merupakan analisa performa dari pemain dengan posisi sebagai pemain tengah yang bernama Patrick Vieira. Vieira, dalam pertandingan tersebut, terlihat memberikan kontribusi yang cukup baik bagi timnya. Pada tabel diatas terlihat bahwa Patrick Vieira bermain cukup konsisten sebagai penyeimbang pertahanan dan penyerangan timnya.

Berdasarkan beberapa contoh analisa atau standar mengenai pengukuran performa dari pemain sepak bola yang telah diuraikan

sebelumnya, peneliti akan menggunakan beberapa gerakan atau aspek yang digunakan sebagai standar penilaian atau pengukuran performa dari seorang pemain. Adapun gerakan atau aspek yang akan dipakai sebagai standar pengukuran performa adalah mencetak gol, assist, interception,

tackle, shooting (on target atau off target), pelanggaran, kartu hukuman, dan ditambah dengan lama bermain dari pemain yang bersangkutan. Untuk posisi kiper atau penjaga gawang ditambah dengan gerakan atau aspek penyelamatan (saves) dan kemasukan. Pemakaian dan penilaian aspek atau gerakan tersebut juga didasarkan atau disesuaikan dengan standar yang dipakai oleh sebuah lembaga yang diakui secara resmi oleh F.A. (Football Association – Persatuan Sepak bola Inggris), PA Sport, dalam rangka pengukuran atau penilaian performa para pemain dalam Liga Inggris (FA Premier League).

Setiap aspek atau gerakan yang berhasil ditampilkan oleh seorang pemain akan dikalikan dengan skor performa dari masing-masing aspek guna mendapatkan skor akhir performa dari pemain yang bersangkutan.

C. Hubungan Antara Keterampilan Coping dan Performa Pemain Sepak

Dokumen terkait