C. SAHAM DAN MODAL VENTURA
6. Penyetoran Saham
Pada umumnya penyetoran saham adalah dalam bentuk uang. Namun, tidak ditutup kemungkinan penyetoran saham dalam bentuk lain, baik berupa benda berwujud maupun benda tidak berwujud, yang dapat dinilai dengan uang dan yang secara nyata telah diterima oleh Perseroan. Penyetoran saharn dalam bentuk lain selain uang harus disertai rincian yang menerangkan nilai atau harga, jenis atau macam, status, tempat kedudukan, dan lain-lain yang dianggap perlu demi kejelasan rnengenai penyetoran tersebut.23
Dalam Pasal 34 ayat 1, 2 dan 3, UU No. 40 Tahun 2007, yaitu:
1. Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya.
2. Dalam hal penyetoran modal saham dilakukan dalam bentuk lain sebagaimana dimaksud pada ayat (I), penilaian setoran modal saham ditentukan berdasarkan nilai wajar yang ditetapkan sesuai dengan harga pasar atau oleh ahli yang tidak terafiliasi dengan Perseroan.
3. Penyetoran saham dalam bentuk benda tidak bergerak hams diumumkan dalam 1 (satu) Surat Kabar atau lebih, dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setelah akta pendirian ditandatangani atau setelah RUPS memutuskan penyetoran saham tersebut
a. Definisi Modal Ventura
Istilah ventura berasal dari kata venture, secara harfiah berarti sesuatu yang mengandung resiko atau usaha. Jadi modal ventura adalah modal yang ditanamkan pada usaha yang mengandung resiko. Menurut Tony Lorenz, modal ventura adalah investasi jangka panjang dalam bentuk pemberian modal yang mengandung resiko dimana penyedia modal (venture capitalist) mengharap
capital gain.
Dalam melakukan suatu kegiatan investasi tidak semua investasi dapat dilakukan dengan mudah, karena hampir semua investasi mengandung suatu risiko kerugian. Bagi investasi yang mempunyai risiko rendah hampir semua investor ingin melakukannya. Akan tetapi, jika investasi tersebut memiliki risiko
23 Darmadji, Tjiptono; Hendy, M, Fakhruddin. Pasar Modal di Indonesia. 2001.
tinggi, maka tidak mudah untuk mencari investor yang mau melakukannya. Perusahaan yang pembiayaannya dari modal ventura disebut perusahaan pasangan usaha (PPU) atau investee company. Penyertaan modal ventura dilakukan dalam bentuk saham atau obligasi konversi, dan tidak untuk melakukan investasi dalam rangka menerima deviden yang bersifat jangka pendek, tetapi bersama-sama dengan perusahaan pasangan usaha (PPU) untuk mengembangkan dan meningkatkan nilai dari PPU. Akhirnya investasi harus dijual dan modal dibayar kembali kepada investor.24
Kegiatan yang dibiayai oleh modal ventura biasanya dalam jangka waktu panjang dan memiliki risiko tinggi, seperti membentuk atau pengembangan usaha baru dibidang tertentu.. Sebagai suatu perusahaan pembiayaan, maka pembiayaan modal ventura sangat tergantung pada tahapan operasional dari perusahaan pasangan usaha yang membutuhkan pembiayaan.
Pegertian perusahaan modal ventura sesuai dengan keputusan presiden nomor 61 tahun 1988 adalah “badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal kedalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan.”
Perbedaan antara bank dengan modal ventura
terletak pada jenis kegiatannya. Bank membiayai suatu kegiatan, tetapi tidak masuk ke perusahaan yang dibiayainya, sedangkan modal ventura memberikan pembiayaan dengan cara melakukan penyertaan langsung kedalam perusahaan yang dibiayainya.25
Karakteristik modal ventura adalah sebagai berikut.
1. Kegiatan yang dilakukan bersifat penyertaan langsung ke suatu perusahaan.
2. Penyertaan dalam perusahaan bersifat jangka panjang dan biasanya diatas tiga tahun.
3. Bisnis yang dimasuki merupakan bisnis yang memiliki risiko tinggi.
24 Wulandari, Dwi. 2014. Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (BLKBB).
Indonesia,Malang, hal 22
4. Keuntungan yang diperoleh berasal dari capital gain, deviden, atau bagi hasil tergantung dari penyertaan modalnya di bidang jenis yang diinginkan.
5. Kegiatannya lebih banyak dilakukan dalam usaha pembetukan usaha baru atau pengembagan suatu usaha.
Embrio pembiayaan modal ventura telah lahir sejak didirikannya PT. Bahana Pembina Usaha Indonesia berdasarkan PP No. 18 tahun 1973 yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan:
1. Menumbuhkan dan merangsang pengusaha-pengusaha kecil dan menengah, serta memberikan berbagai macam bantuan yang diperlukan dengan tetap mengacu pada kaidah-kaidah berusaha yang sehat.
2. Membantu pengembangan usaha kecil dan menengah dengan cara:
a. Turut serta sebagai penyertaan modal pada perusahaan yang didirikan.
b. Mengidentifikasi proyek dan membantu menyusun feasibility studies perusahaan.
c. Menyediakan dana dan SDM serta membantu dalam pemasaran Bentuk pembiayaan tersebut dapat berupa obligasi atau kredit biasa dengan syarat pengembalian dan bunga yang lebih lunak. Persyaratan yang lebih lunak misalnya imbalannya berupa bagi hasil, pengembalian pinjaman sesuai dengan kemampuan perusahaan pansangan usaha, dan pinjaman dapat dikonversikan dengan saham (konvertible bond). Umumnya pembiayaan modal ventura hampir selalu disertai dengan persyaratan keterlibatan dalam manajemen PPU yang biasanya disepakati dalam perjanjian modal ventura.
Jangka waktu penyertaan saham modal ventura bersifat sementara. Di beberapa negara jangka waktu pembiayaan modal ventura antara 3-10 tahun. Di indonesia jangka waktu pembiayaan modal tersebut menurut Keppres No. 61 tahun 1988 paling lama 10 tahun harus sudah divestasi. Ciri inilah yang membuat modal ventura berbeda dengan investasi biasa. Penyertaan modal (divestasi) oleh PMW dalam segala bentuknya dilaporkan kepada menteri keuangan selambat- lambatnya 3 bulan setelah dilaksanakan.
b.Tujuan Pendirian Modal Ventura
Tujuan didirikannya perusahaan modal ventura, yaitu membiayai suatu usaha yang megandung suatu risiko tinggi. Tujuan ini tidak selamanya berdasarkan hanya kepada keuntungan semata, tetapi dapat pula hanya membantu pengembangan atau pendirian suatu perusahaan. Secara garis besar maksud dan tujuan pendirian modal ventura antara lain sebagai berikut.26
1. Untuk pengembangan suatu proyek tertentu, misalnya proyek penelitian, di mana proyek ini biasannya tanpa memikirkan keuntungan semata, akan tetapi lebih bersifat pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Pengembangan suatu teknologi baru, atau pengembagan produk baru. Pembiayaan untuk usaha ini baru memperoleh keuntungan dalam jangka panjang.
3. Pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan . tujuan pembiayaan dengan pegambilalihan kepemilikan usaha perusahaan lain lebih banyak diarahkan untuk mencari keuntungan.
4. Kemitraan dalam rangka pengentasan kemiskinan, dengan tujuan untuk membantu para pengusaha lemah yang kekurangan modal, tetapi tidak punya jaminan materil sehingga sulit memperoleh pinjaman. Dengan adanya penyertaan modal dari modal ventura akan dapat membantu menghadapi kesulitan keuangannya.
5. Alih teknologi yang dilakukan ke perusahaan yang masih menggunakan teknologi lama sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mutu produknya.
6. Membantu perusahaan yang sedang kekurangan likuiditas.
7. Membantu mendirikan perusahaan baru, dimana tingkat risiko kerugiannya sangat besar.
c. Landasan Hukum Untuk Mendirikan Modal Ventura
Landasan hukum tentang kegiatan yang berkaitan dengan modal ventura di indonesia di tetapkan dengan berbagai peraturan. Peraturan yang menjadi landasan hukum yang di maksud adalah sebagai berikut.
26 Latumaerissa, Julius R. 2012. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Salemba
1. Keputusan menteri keuangan nomor 46/KMK.017/1995 tanggal 3 Oktober 1995 tentang pendirian dan pembinaan perusahaan modal ventura.
2. Peraturan pemerintah nomor 4 tahun 1995 tentang pajak penghasilan bagi perusahaan modal ventura.
3. Keputusan menteri keuangan nomor 227/KMK.01/1994 tanggal Juni 1994 tentang sektor-sektor usaha perusahaan pasangan usaha dari perusahaan modal ventura.
4. Peraturan pemerintah nomor 62 tahun 1992 tentang sektor-sektor usaha perusahaan pasangan usaha (PPU) Perusahaan Modal Ventura.
5. Keputusan Menteri Keuangan nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 desember 1988 tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan lembaga pembiayaan.
6. Keppres nomor 61 tahun 1988 tentang lembaga pembiayaan.
d. Jenis Pembiayaan Modal Ventura
Jenis-jenis pembiayaan yang dilakukan oleh perusahaan modal ventura adalah sebagai berikut.
Equity finacing
Penyertaan modal langsung adalah penyertan modal perusahaan modal ventura (PMV) pada perusahaan pasangan dengan cara mengambil bagian sejumlah tertentu saham Perusahaan Pasangan Usahan (PPU). Pola pembiayaan ini dikenal dengan pambiayaan langsung (equity financing) karena pembiayaan berupa penyertaan saham, maka PPU harus berbentuk badan perseroan terbatas. Syarat dari pembiayaan acalah CPPU harus sudah berbentuk perseroan terbatas (PT) atau menjadi PT bersamaan dengan masuknya modal ventura sebagai pemodal. Dan dapat dilakukan dengan cara:
1. Bersama-sama mendirikan suatu perusahaan selanjutnya semua janji yang telah disepakati para pihak dituangkan dalam dokumen hukum yang disebut Perjanjian Antara Calon Pendiri/Pemegang Saham (Shareholder Agreement).
2. Pernyataan modal PMV dalam bentuk pengambilan sejumlah portofolio saham PPU dalam hal ini PPU yang telah berbadan hukum.
Penyertaan Modal Tidak Langsung (Semi Equity Financing) dilakukan dengan membeli obligasi konversi (convrtible bond) yang diterbitkan oleh PPU. Cara pembiayaan seperti ini banyak disukai oleh PMV maupun PPU karena sifatnya yang lebih fleksible. Syarat dari pembiayaan ini adalah CPPU harus berbentuk perseroan terbatas (PT), atau akan menjadi PT bersama dengan masuknya modal ventura sebagai pemodal
Mendirikan perusahaan baru.
Dalam hal ini perusahaan modal ventura bersama-sama dengan PPU mendirikan usaha yang baru sama sekali.
Bagi hasil
Pembiayaan jenis ini merupakan pembiayaan kepada usaha kecil yang belum memiliki bentuk badan hukum perseroan terbatas (PT) , apabila kedua belah pihak saling menginginkannya. Instrument pembiayaan ini dilakukan dalam hal usaha yang akan dibiayai tidak berbentuk badan hukum atau syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk penyertaan langsung belum atau tidak dipenuhi oleh PPU. Bentuk pembiayaan ini menekankan pada aspek bagi hasil dari keuntungan yang akan diperoleh dari usaha yang akan dibiayai.
Besarnya persentase bagi hasil yang diterima oleh PMV, berdasarkan kepada kesepakatan bersama antara PPU dan PMV. Dengan ketentuan bagi hasil yang diterima oleh PMV tidak melebihi dari 50% laba usaha/proyek.
Oleh karena itu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bentuk pembiayaan ini adalah kewenangan bertindak pihak yang mewakili PPU, objek usaha serta jaminan atas pemberian bantuan dana. Jenis pembiayaan yang sebagian besar diserap oleh UMKM adalah pembiayaan dengan pola bagi hasil. Karena pola ini secara tradisional seringkali digunakan UMKM untuk pengembangan usaha. e. Sumber-Sumber Dana Modal Ventura
Dalam melakukan penyertaan modal di berbagai bidang usaha, perusahaan modal ventura harus memiliki dana yang cukup. Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada di berbagai tempat. Semakin banyak dana yang dibutuhkan, maka pencarian dana dapat dilakukan lebih agresif dari berbagai sumber-sumber dana yang ada. Setiap sumber dana memiliki berbagai keuntungan dan keterbatasan sendiri. Oleh karena itu, pihak manajemen
modal ventura harus pandai betul untuk memilih sumber dana mana yang paling menguntungkan.
Sumber-sumber dana yang dapat dipilih adalah sebagai berikut:
1.Dari dalam perusahaan
Biasanya perusahaan besar terutama di Negara-negara industri, memiliki suatu divisi tersendiri yang khusus menangani bisnis modal ventura. Tugas divisi khusus ini adalah menampung dan mengevaluasi untuk ide-ide, terutama dalam bidang teknologi, yang dapat dikembangkan menjadi suatu produk teknologi baru yang dapat dipasarkan. Keikutsertaan investor institusi ini merupakan alternatif sumber dan modal ventura.27
Dana dari sumber ini dapat diperoleh melalui: a. Sentra modal dari para pemegang saham. b. Cadangan laba yang belum terpakai. c. Laba yag ditahan.
2.Dari luar perusahaan
Dana dari sumber ini dapat diperoleh dari:
Investor baik perorangan maupun industri.
proses untuk menarik investor perseorangan yang ingin mengikut sertakan dananya ke dalam suatu usaha modal ventura tidak semudah yang dipikirkan. Hal ini disebakan bisnis modal ventura memiliki tingkat resiko yang lebih tinggi dibanding dengan jenis investasi lainnya.
Pinjaman dari dunia perbankan.
Sumber dana modal ventura dapat diperoleh dari bank-bank yang tertarik melakukan bisnis modal ventura. Namun, perlu dipertimbangkan mengenai dana bank yang bersifat jangka pendek, sementara modal ventura yang bersifat jangka panjang.
Lembaga keuangan internasional
Lembaga keuangan internasional dapat menjadi sumber dana modal ventura, terutama yang berkaitan dengan upaya untuk membantu pengembangan sektor-
27 Latumaerissa, Julius R. 2012. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Salemba
sektor tertentu. Kelebihan sumber dana ini, disamping berbiaya murah, juga biasanya memiliki jangka waktu panjang dengan masa tenggang waktu.
Pinjaman dari perusahaan asuransi dan dana pensiunan.
Lembaga keuangan non bank ini merupakan sumber dana modal ventura yang cukup besar. Potensi lembaga ini sebagai investor dalam usaha modal ventura didukung oleh sumber dananya yang berjangka panjang.
Sedangkan pertimbangan untuk memilih dana sumber dana diatas adalah: 1. Jangka waktu pinjaman apakah panjang atau pendek.
2. Sifat pinjaman, yaitu pinjaman lunak atau komersil.
3. Suku bunga atau biaya yang dibebankan dengan membandingkan dengan sumber lainnya.
4. Persyaratan untuk memperoleh pinjaman, termasuk syarat pengembaliannya.
f. Keuntungan Yang Diperoleh
Adapun keuntungan bagi masing-masing pihak yang terlibat dalam kegiatan modal ventura adalah sebagai berikut.28
1. Bagi perusahaan modal ventura
a. Memperoleh keuntungan berupa deviden dari penyertaan modalnya dalam bentuk saham.
b. Memperoleh keuntungan berupa capital gain dari hasil selisih dari transaksi penjualan dan pembelian surat-surat berharga (saham).
c. Memperoleh keuntugan berupa bagi hasil untuk usaha tertentu sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuatnya.
2. Bagi perusahaan pasangan usaha (PPU)
a. Membantu penambahan modal usaha bagi perusahaan yang sedang mengalami kekurangan modal (likuiditas).
b. Memperbaiki teknologi melalui pengalihan dari teknologi lama ke teknologi baru sehingga dapat membantu peningkatan kapasitas produksi dan peningkatan mutu produknya.
c. Membantu pengembagan usaha melalui perluasan pasar dan pengembangan usaha baru seperti melalui diversifikasi usaha.
d. Mengurangi risiko kerugian. Maksudnya jika perusahaan beroperasi dengan modal sendiri, namun apabila dijalankan bersama dengan modal ventura, maka risiko dapat disebarkan antara keduanya.