• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. PERANAN SANGGAR ANAK SEBAGAI ALTERNATIF

H. Hasil dan Pembahasan Penelitian

3. Peranan Sanggar Anak sebagai Alternatif Pendampingan Iman

Pada bagian ini peneliti memaparkan peranan sanggar anak sebagai alternatif pendampingan iman anak di Paroki Santo Thomas Rasul Bedono. Peneliti memaparkan hasil penelitian dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 4. Peranan Sanggar Anak sebagai Alternatif Pendampingan Iman Anak di Paroki Santo Thomas Rasul Bedono

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%)

19 Sanggar anak

merupakan rumah tumbuh iman anak, di mana iman anak dipupuk dan disiram agar dapat bertumbuh dan berkembang secara utuh dan berbuah sesuai dengan potensi, konteks, dan zamannya sehingga anak dapat mengelola kehidupannya serta dapat menghadirkan perubahan yang baik untuk sekitarnya.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

11 10 0 0 0 52 48 0 0 0 20 Sanggar anak merupakan upaya pendampingan menuju pribadi yang utuh.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

10 11 0 0 0 48 52 0 0 0 21 Dengan kegiatan

sanggar anak, anak terbentuk menjadi pribadi yang beriman melalui kearifan lokal

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

9 12 0 0 0 43 57 0 0 0

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%) atau nilai budaya

tradisional.

22 Kegiatan sanggar anak

yang berupa

pendampingan iman dengan tari-tarian tradisional, lahan sayur organik, musik gamelan, drama musikal, nyanyian pujian, dan berbagai kesenian daerah mampu membuat anak semakin dekat dengan Yesus.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

10 11 0 0 0 48 52 0 0 0 23 Sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) bertujuan untuk mendidik anak sebagai pribadi beriman yang utuh.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

14 7 0 0 0 67 33 0 0 0

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%) 24 Kegiatan sanggar anak

mampu mendidik anak untuk mencintai lingkungan hidupnya sebagai usaha

membawa anak

bersyukur dan mau memelihara ciptaan Tuhan. a. Sangat Setuju b. Setuju c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

14 7 0 0 0 67 33 0 0 0

25 Kegiatan sanggar anak dapat menjadi katekese bagi anak-anak sesuai dengan lingkungan hidupnya (kontekstual). a. Sangat Setuju b. Setuju c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

7 10 4 0 0 33 48 19 0 0 26 Sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) menjadi tempat Gereja Lokal mewartakan nama Yesus (Kabar Gembira).

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

14 6 1 0 0 67 29 4 0 0

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%) 27 Sanggar anak di

Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) dapat merangkul siapa saja termasuk umat beda agama.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

17 3 1 0 0 81 14 5 0 0 28 Proses pendampingan dengan sanggar anak dapat melibatkan semua umat untuk menjadi pendamping sesuai dengan pekerjaan/keahliannya masing-masing. a. Sangat Setuju b. Setuju c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

15 5 1 0 0 71 24 5 0 0

29 Kegiatan sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) mampu melatih anak

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

11 8 2 0 0 52 38 10 0 0

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%) untuk membentuk

paguyuban seiman sejak dini

30 Kegiatan sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) dapat membawa anak untuk belajar toleransi agama dan mampu berteman dengan pemeluk agama lain. a. Sangat Setuju b. Setuju c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

14 7 0 0 0 67 33 0 0 0 31 Dengan kegiatan sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) dapat semakin mencintai alam ciptaan dan mau memeliharanya.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

13 8 0 0 0 62 38 0 0 0

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%) 32 Kegiatan sanggar anak

di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) semakin menguatkan dan mencintai serta menjadikan bangga akan seni budaya lokal yang dimilikinya.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

15 6 0 0 0 71 29 0 0 0 33 Proses kegiatan sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) semakin melatih tanggungjawab untuk hidup menggereja khususnya dalam liturgi yang ditunjukkan dengan a. Sangat Setuju b. Setuju c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

12 9 0 0 0 57 43 0 0 0

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%) menjadi petugas koor,

putra altar, dan petugas lagu pujian. 34 Dengan sanggar anak

di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit), anak semakin bangga menjadi orang yang beriman Katolik.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

10 9 2 0 0 48 43 9 0 0

35 Kegiatan sanggar anak dapat menjadi wujud diakonia, karena anak-anak dilatih untuk saling melayani yang ditunjukkan dalam kunjungannya serta tampilan-tampilan

yang dapat

memberikan

pelayanan bagi umat dan masyarakat yang membutuhkan.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

9 11 1 0 0 43 52 5 0 0

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%) 36 Sanggar anak di

Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) adalah gerakan Gereja sebagai katekese kontekstual. a. Sangat Setuju b. Setuju c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

8 11 2 0 0 38 52 10 0 0

37 Dengan sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) Gereja mampu

berevangelisasi

ditunjukkan dengan tempat kegiatan sanggar yang berada di tengah masyarakat.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

10 9 2 0 0 48 43 9 0 0

38 Kegiatan sanggar anak dengan banyak pendamping mampu a. Sangat Setuju b. Setuju c. Netral 8 8 3 38 38 14

No Item

Pernyataan Alternatif Jawaban Jumlah Dalam Persen (%)

membawa anak

semakin cinta pada Yesus.

d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

2 0

10 0

39 Proses pendampingan iman anak menjadi lebih utuh dengan model kegiatan sanggar (Festival Kitab Suci, Kesenian Tradisional, tari-tarian, lahan sayur, musik tradisional, dll).

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

13 8 0 0 0 62 38 0 0 0 40 Sanggar anak di Paroki St. Thomas Rasul (Sanak Sadang, Sanak Sodong, Sanak Pasbolo, Sanak Pelangi, Sanak Krajan, Sanak Wawar, dan Sanak Piningit) bisa menjadi alternatif proses pendampingan iman anak yang baik dilakukan oleh paroki-paroki yang lain.

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Netral d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

16 5 0 0 0 76 24 0 0 0

Pada pernyataan nomor 19 sebanyak 11 (52%) responden menyatakan sangat setuju dan 10 (48%) responden menyatakan setuju dengan pernyataan jika

sanggar anak merupakan rumah tumbuh iman anak, di mana iman anak dipupuk dan disiram agar dapat bertumbuh dan berkembang secara utuh dan berbuah sesuai dengan potensi, konteks, dan zamannya sehingga anak dapat mengelola kehidupannya serta dapat menghadirkan perubahan yang baik untuk sekitarnya. Dari pernyataan responden dapat dikatakan jika sanggar anak didirikan demi pertumbuhan iman anak serta memelihara iman anak supaya dapat bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi, konteks, dan zamannya.

Pada item 20 terdapat 10 ( 48%) responden menyatakan sangat setuju dan 11 (52%) responden menyatakan setuju dengan pernyataan jika sanggar anak merupakan upaya pendampingan menuju pribadi yang utuh. Pernyataan tersebut dapat dikatakan jika sanggar anak dapat membantu anak menjadi pribadi yang utuh, baik dalam kognitif, afektif, maupun keterampilannya.

Pada item 21 terdapat 9 (43%) responden yang menyatakan sangat setuju dan 12 (57%) responden menyatakan setuju dengan pernyataan sanggar anak dapat membantu mengembangkan anak menjadi pribadi yang beriman melalui kearifan lokal atau nilai budaya tradisional. Pernyataan tersebut didukung seluruh responden jika sanggar anak membantu anak menumbuhkembangkan iman melalu kearifan lokal dimana anak hidup serta nilai budaya tradisional yang ada.

Pada item nomor 22 sebanyak 10 (48%) responden menyatakan sangat setuju dan 52% menyatakan setuju dengan pernyataan jika kegiatan sanggar anak yang berupa pendampingan iman dengan tari-tarian tradisional, lahan sayur organik, musik gamelan, drama musikal, nyanyian pujian, dan berbagai kesenian daerah mampu membuat anak semakin dekat dengan Yesus. Hal ini dapat

dikatakan bahwa dengan media pendampingan iman anak menggunakan sanggar anak dengan materi pendampingan iman yang disajikan dengan tari-tarian tradisional, lahan sayur organik, musik gamelan, drama musikal, nyanyian pujian, dan kesenian daerah menjadi media yang efektif sebagai upaya pengenalan dan membantu anak untuk mengalami kehadiran pribadi Yesus.

Pada item 23 sebanyak 14 (67%) responden menyatakan sangat setuju dan 7 (33%) responden menyatakan setuju dengan pernyataan jika sanggar anak mempunyai tujuan untuk mendidik anak sebagai pribadi beriman yang utuh. Hal ini menunjukkan jika sanggar anak yang ada di Paroki St. Thomas Rasul Bedono selalu mengupayakan pendidikan bagi anak menjadi pribadi yang beriman secara utuh.

Pada item 25 sebanyak 7 (33%) responden menyatakan sangat setuju, 10 (48%) responden menyatakan setuju dengan pernyataan jika sanggar anak menjadi katekese bagi anak-anak sesuai dengan lingkungan hidupnya (kontekstual), dan 19% menyatakan netral. Dari prosentase tersebut dapat dikatakan bahwa sanggar anak menjadi upaya pelaksanaan katekese yang sesuai dengan situasi hidup konkrit anak.

Pada pernyataan nomor 26 sebanyak 14 (67%) responden menyatakan sangat setuju, 6 (29%) responden menyakan setuju, dan 4% responden menyatakan netral dengan pernyataan sanggar anak menjadi tempat Gereja Lokal mewartakan nama Yesus. Tidak ada responden yang menyatakan tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hal ini dapat dikatakan bahwa sanggar anak sebagai tempat

rumah tumbuh iman anak sekaligus menjadi media Gereja dalam mewartakan nama Yesus. Pewartaan dapat menjangkau masyarakat luas dan tanpa batas.

Pada pernyataan nomor 27 sebanyak 17 (81%) responden menyatakan sangat setuju, 3 (14%) responden menyatakan setuju, dan 1 (5%) responden menyatakan netral jika sanggar anak dapat merangkul siapa saja termasuk umat beda agama. Pernyataan dari responden ini menjadi bukti bahwa sanggar anak mampu merangkul perbedaan yang ada, dengan bukti anak-anak yang belum dibaptis ikut serta dalam kegiatan sanggar, seperti halnya sebuah pendampingan iman anak yaitu harus terbuka kepada siapa saja. Sanggar anak menjadi sarana anak untuk hidup bersama dengan umat bukan Katolik, dan sebagai pewartaan nama Yesus kepada orang-orang yang belum mengenal Yesus.

Pada item nomor 28 terdapat 15 (71%) responden menyatakan sangat setuju, 5 (24%) responden menyatakan setuju, dan 5% menyatakan netral jika proses pendampingan sanggar anak melibatkan semua umat menjadi pendamping sesuai dengan keahliannya masing-masing. Pernyataan responden ini menjadi dukungan jika sanggar anak dapat melibatkan semua umat untuk menjadi pendamping, tidak terbatas hanya kepada orang yang mempunyai latar belakang guru, tetapi terbuka kepada siapa saja. Buktinya terlihat dari identitas responden yang berasal dari berbagai latar belakang.

Pada item 29 terdapat 11 (52%) responden menyatakan sangat setuju, 8 (38%) responden menyatakan setuju, dan 2 (10%) responden menyatakan netral jika sanggar anak mampu melatih anak untuk membentuk paguyuban seiman sejak dini. Dari prosentase ini dapat dikatakan jika sanggar anak mampu

membentuk anak untuk bekerja sama sebagai umat dan melatih anak untuk membentuk komunio sejak dini.

Pada item 30 terdapat 14 (67%) responden menyatakan sangat setuju dan 7 (33%) responden menyatakan setuju dengan pernyataan jika kegiatan sanggar anak dapat membawa anak untuk belajar toleransi agama dan mampu berteman dengan pemeluk agama lain. Seluruh responden setuju dengan pernyataan tersebut. Hal ini berarti dalam sanggar anak, anak terlatih untuk berteman dengan pemeluk agama lain dengan berbagai kegiatan baik dengan tari-tarian tradisional, lahan sayur, musik gamelan, drama musikal, nyanyian pujian, dan kesenian tradisional yang lain yang ada di sekitar sanggar anak.

Pada item 31 terdapat 13 (62%) responden menyatakan sangat setuju dan 8 (38%) responden menyatakan setuju jika dengan kegiatan sanggar anak dapat semakin mencintai alam ciptaan dan mau memeliharanya. Kegiatan misa alam, bercocok tanam, jalan salib alam dan kegiatan yang berhubungan dengan alam yang lain memberikan pendidikan yang nyata dan langsung bagi anak-anak untuk semakin dekat dengan alam ciptaan.

Pada pernyataan nomor 32 sebanyak 15 (71%) responden menyatakan sangat setuju dan 6 (29%) responden menyatakan setuju dengan pernyataan bahwa kegiatan sanggar anak semakin menguatkan dan mencintai serta menjadikan bangga akan seni budaya lokal yang dimiliki oleh anak. Pernyataan ini disetujui oleh semua responden. Hal ini berarti munculnya sanggar anak berperan penting bagi kelestarian budaya lokal yang ada di sekitar sanggar anak dan mampu menumbuhkan budaya lokal sebagai pengembang iman anak-anak.

Pada item 33 terdapat 12 (57%) responden menyatakan sangat setuju dan 9 (43%) menyatakan setuju dengan pernyataan jika proses kegiatan sanggar anak semakin melatih tanggungjawab untuk hidup menggereja khususnya dalam liturgi yang ditunjukkan dengan menjadi petugas koor, putra altar, dan petugas lagu pujian. Semua responden sepakat dengan menyatakan setuju dan sangat setuju dengan sanggar anak sebagai pendidikan pribadi iman yang utuh. Dengan adanya sanggar anak, anak dapat semakin mengalami Tuhan dalam liturgi Gereja baik lewat tugas koor, tugas putra altar, dan lagu pujian setelah penerimaan komuni.

Pada item 34 terdapat 10 (48%) responden yang menyatakan sangat setuju, 9 (43%) responden menyatakan setuju untuk pernyataan jika sanggar anak, anak semakin bangga menjadi orang Katolik, dan ada 2 (9%) responden yang menjawab netral. Dari prosentase tersebut dapat dikatakan bahwa anak tidak takut lagi dalam mengakui dirinya sebagai orang Katolik sebagai orang yang minoritas di dalam masyarakat. Dengan proses kegiatan sanggar anak mampu memberikan dasar dan pondasi bagi anak untuk bangga dan tidak goyah sebagai orang Katolik yang hidup di tengah masyarakat.

Pada item 35 terdapat 9 (43%) responden yang menyatakan sangat setuju, 11 (52%) menyatakan setuju dan 1 (5%) menyatakan netral dengan pernyataan jika sanggar anak dapat menjadi wujud diakonia, karena anak-anak dilatih untuk saling melayani. Dari prosentase tersebut dikatakan bahwa 20 responden mendukung jika anak terlatih untuk saling melayani dengan berbagai kegiatan sanggar anak.

Pada item 36 terdapat 8 (38%) responden menyatakan sangat setuju, 11 (52%) responden menyatakan setuju, dan 2 (10%) responden menyatakan netral jika sanggar anak adalah gerakan Gereja sebagai katekese kontekstual. Dari seluruh pernyataan responden, item ini dapat dikatakan bahwa sanggar anak mampu mewujudkan katekese kontekstual dengan menggunakan apa yang ada di sekitar sanggar sebagai media komunikasi iman khususnya bagi anak-anak dan bagi seluruh umat.

Pada item 37 sebanyak 10 (48%) responden menyatakan sangat setuju, 9 (43%) menyatakan setuju, dan 2 (9%) responden menyatakan netral dengan pernyataan bahwa dengan sanggar anak Gereja mampu berevangelisasi ditunjukkan dengan tempat kegiatan sanggar berada di tengah masyarakat. Pernyataan ini dapat dikatakan bahwa sanggar anak menjadi tempat Gereja berevangelisasi karena tempat pelaksanaan sanggar anak bukan lagi di gedung gereja, tetapi di rumah umat atau di gubug yang sengaja didirikan di tengah masyarakat, sebagai media pewartaan Yesus Kristus bagi masyarakat luas.

Pada item 38 terdapat 8 (38%) responden menyatakan sangat setuju, 8 (38%) responden menyatakan setuju, 3 (14%) responden menyatakan netral, dan 2 (10%) responden menyatakan tidak setuju jika kegiatan sanggar anak dengan banyak pendamping mampu membawa anak semakin cinta pada Yesus. Dari prosentase tersebut, dapat dikatakan jika kegiatan sanggar anak dengan banyak pendamping mampu mendekatkan anak pada Yesus Kristus.

Pada item 39 sebanyak 13 (62%) responden menyatakan sangat setuju dan 8 (38%) responden menyatakan setuju jika proses pendampingan iman anak

menjadi lebih utuh dengan model kegiatan sanggar (dengan materi Festival Visualisasi Kitab Suci, Kesenian Tradisional, tari-tarian, lahan sayur, musik tradisional, dll). Pernyataan nomor ini didukung oleh seluruh responden dengan menyatakan sangat setuju dan setuju, maka dari itu dapat dikatakan bahwa kegiatan sanggar anak menjadi proses pendampingan iman anak yang utuh dengan berbagai kegiatan di dalamnya mulai dari Festival Visualisasi Kitab Suci, Festival Kesenian Sanggar Anak, tari-tarian, lahan sayur, musik tradisional, dan kesenian tradisional yang lain.

Pada item 40 terdapat 16 (76%) responden menyatakan sangat setuju dan 5 (24%) menyatakan setuju jika sanggar anak bisa menjadi alternatif proses pendampingan iman anak yang baik dilakukan oleh paroki-paroki yang lain. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa sanggar anak bisa menjadi alternatif bagi proses pendampingan iman anak yang baik dilakukan oleh paroki-paroki lain, tidak terbatas hanya di Paroki St. Thomas Rasul Bedono.